
Dosen Tampan Menggoda Hatiku
Episode 30 [ Persaingan Sengit Dunia Bisnis ]
Waktu berlalu begitu saja setelah kejadian kemarin di ruangan Alfaresqy, Irgiana menjadi sangat kacau. Tak bisa dipungkiri nyata nya hati masih berpihak pada Alfa. Meskipun tak lama lagi ia akan melangsungkan pertunangan dengan Danish Chloe.
Ini membuatnya dilema antara kembali atau melangkah ke depan. Namun hari pertunangan nya dengan Danish sudah semakin mendekat. Dan perasaan Irgiana pada Danish hanyalah 10% sebagai lawan jenis 90% sebagai seorang sahabat.
Irgiana mendatangi sebuah cafe yang jaraknya cukup jauh dari kampus bersama para sahabatnya. Ini yang ke tiga kalinya mereka mendatangi cafe tersebut.
“Woaah sudah lama ya tidak ke sini?! Rasanya rindu hihihi” ujar Beby merasa senang.
Irgiana yang duduk di pojok dekat jendela kaca itu tak merespon sahabatnya dan ia hanya melamun ke arah luar jendela. Lagu yang melow dan selow di dalam cafe itu semakin terasa dengan turunnya hujan. Hingga air nya membasahi seluruh kaca jendela cafe tersebut.
🎶Ku tahu dirimu dulu hanya meluangkan waktu sekedar melepas kisah sedihmu... Mencintai dalam sepi dan rasa sabar mana lagi yang harus ku pendam dalam mengangumi dirimu...🎶
Alunan lagu yang agak mirip tipis dengan kisahnya membuat Irgiana terbawa semakin dalam luka yang semakin dirasa semakin sakit. Ia merasa bahwa dirinya hanyalah pelarian saja bagi Alfa. Bagaimana tidak? Alfa rela mengorbankan pertunangan nya demi perusahaan yang mengharuskannya terikat dengan Viola. Bagaikan sekali mendayung dua tiga pulai terlampaui.
Huh sudah lah Gi, biar bagaimanapun juga hidup akan terus berjalan. Meskipun orang yang kau cinta tak dapat dimiliki. Huluh -,-
Irgiana yang menyemangati dirinya itu langsung semangat kembali dan memesan secangkir kopi serta beberapa makanan ringan.
“Beb, tuliskan ya! Black coffee dan sandwich!” pekik Irgiana menyuruh sahabatnya untuk memesankannya.
Beby yang tengah menulis pesanan pun langsung merespon, “Asiaaap Gi, nah ini mba sudah semua. Jangan lama ya hihi”.
Haih hidup memang seperti kopi, ada pahit-pahitnya gitu! Wkwk sial kali yakan, tak lama putus denganku dia sudah gandeng perempuan lain? Cih, murahan! 😏
“Woy! Lu ngapa, Gi? Ngedumel? Wekwek lucu!” pekik Feli dengan nada tinggi karena kesal sambil tertawa kecil.
“Heh? I-iya tiba-tiba saja aku merasa mulas ihik aku ke toilet dulu ya!” dalih Irgiana dengan bergegas menuju toilet.
Para sahabatnya pun tertawa gemas melihat tingkah Irgiana yang mencurigakan itu.
“Hais si Gigi lagi ngeluh aja ngeles wkwk. Masih mikirin Alfa ya? Hmm mudah-mudahan ada jalan terbaik” ucap Beby.
“Iya Beb, kasihan Gigi. Itu kan cinta pertamanya tetapi malah berakhir tragis dan penuh drama ikan lele. Hais malangiya nasibmu, Gi!!!” sahut Feli.
Obrolan para sahabat itu menjadi lebih seru dan ramai ketika Dinda datang dan bergabung dengan mereka. Dinda terlambat karena ada urusan yang penting harus ia selesaikan. Kira-kira apa urusan Dinda ya? Jadi kepo nih -,-
“Heyo wasap girls, sorry gue telat. Aduh jalanan benar-benar macet girls, tadi ada drama di jalan kesemek. Seru lho benaran deh! Hihihi” ucap Dinda yang baru datang dan langsung duduk di sebelah Feli.
Dinda celingukan mencari keberadaan Irgiana, dia ingin menyampaikan suatu hal yang baru saja ia lihat. “Eh Gigi ke mana? Kok tak nampak pun?”
Tap tap tap
Suara langkah kaki yang terdengar cepat dan terburu-buru datang dari luar. Irgiana yang berada di dalam toilet mulai panik saat suara langkah itu berhenti tepat di depan pintu toilet yang ia masuki.
Deg deg degdeg deg degdeg
Detak jantung Irgiana menjadi semakin cepat dan gugup, tangan nya mengeluarkan keringat dingin yang bercucuran.
__ADS_1
Fyuuuuhh~
Itu di depan pintu a-ada apa ya? Kenapa aku menjadi takut?
Ia tak berani menatap ke arah lubang bawah pintu tersebut, karena jika di lihat lagi ada kaki seseorang yang berdiri di sana. Diam tak bergerak seperti menunggu orang yang didalamnya keluar. Dan lagi tak ada suara siapapun selain suara mesin pengering tangan dan air kran yang menetes perlahan.
Brug
Seseorang di bali pintu tersebut memukul pintu dan sedikit mengeluarkan suara aneh.
Eeerrrm
Terdengar seperti eraman, mungkin saja ia terluka? Atau mengalami hal buruk lainnya?
Uhuuukk shoorr
Jika diperjelas suaranya seseorang itu adalah laki-laki, dan ia mengeluarkan darah dari mulutnya. Ya, dia batuk darah entah apa yang telah ia alami yang jelas tidak ada seorangpun yang masuk ke dalam toilet tersebut.
Drrrt drrrrt
Ponsel Irgiana bergetar, ternyata ada pesan masuk dari salah satu sahabatnya yang juga berada di cafe tersebut.
✉ Beby
Gi? Kamu baik-baik saja kan? Apa masih di toilet? Ada kejadian menyeramkan, seorang pembunuh bayaran masuk ke cafe ini dan sekarang ia sembunyi di dalam cafe ini. Kamu hati-hati ya?
What??? Pembunuh bayaran???😲😲😲
Aduh emak help me! 😭
Ceklek
Irgiana membuka kunci toilet tersebut, ia masih belum membuka pintunya. Keraguan dan juga rasa takut berkecamuk dipikirannya.
Aih kalau di bunuh? Mati dong? Meninggoy?🤓
Irgiana memberanikan diri membuka pintu tersebut, dengan erat ia menggenggam gagang pintu dan mendorongnya keluar.
Gubrak
Laki-laki di balik pintu tersebur terjatuh dan tampak tak sadarkan diri. Irgiana pun mengamatinya baik-baik lalu mendekati dan memastikan ia masih hidup atau sudah lewat.
Mas, om, bro, dek yasalam panggil apa???😭😭😭
Kalau di lihat dari sedotan si masih muda dan tampan, tetapi mengapa ia pembunuh bayaran?😳
Puk puk
Irgiana menepuk pipi laki-laki yang tersungkur di depan toilet itu. Ada beberapa luka di bagian lengan dan perutnya juga di pelipis sebelah kanan. Namun ketika Irgiana tengah memeriksa lukanya dengan alat seadanya...
Greb
__ADS_1
Laki-laki yang berwajah tampan penuh luka itu terbangun dan memegang tangan Irgiana dengan kencang. Sontak Irgiana terkejut dan panik, bagaimana tidak? Sosok itu ialah pembunuh bayaran yang tertangkap basah saat hendak melakukan aksi nya.
“Tolong aku, di atas sana ada lobang yang terhubung dengan markasku. Bawa aku ke sana sekarang juga!” rintih laki-laki yang belum diketahui namanya tersebut.
Tanpa berpikir panjang ia langsung menuruti permintaan laki-laki tersebut dan membawanya ke atap dengan susah payah. Lubang itu kini telah terkunci kembali, benar-benar profesional. Ia menyiapkan segala nya untuk aksinya ini.
Eh kok aku membantu penjahat? 😌
Entahlah aku... Ketika melihatnya aku merasa kasihan padanya... Dan juga wajahnya sangat mirip dengan seseorang... 😔
Kira-kira siapa seseorang itu gengs? Hiyaaak hiyak lanjut nyok 🏃♀🏃️♀🏃️♀️🏃♀️🏃♀️
***
Di Markas
Malam pun tiba kini semua aman karena polisi dan yang lain pasti tengah mencari keberadaan laki-laki tersebut di sisi lain kota. Irgiana masih terjebak dengan pembunuh bayaran tersebut. Pasti seru ya gengs? Hihihi...
“Ini, makan lah ini dulu lalu obat nya!” pekik Irgiana pada laki-laki tersebut.
“Baiklah, aku akan memakan ini. Tetapi sebelumnya katakan dulu, siapa namamu?”
Nama? Dia menanyakan namaku? Pffft
“Namaku Irgiana, kau bisa memanggilku Gigi kalau kau mau. Lalu kau siapa? Apa benar yang dikatakan orang bahwa kau adalah pembunuh bayaran?” tanya Irgiana dengan wajah mengintimidasi.
Sosok laki-laki itu melirik dengan tatapan tajam dan sedikit menggoda ke arah Irgiana. Entah mengapa gadis swag ini pun menjadi canggung dan pipi nya memerah.
Crash! One Shoot! Great! Ini cewek kelepek-kelepek pasti!
Entah apa maksud dan tujuan laki-laki yang tampak masih muda ini kepada Irgiana. Tetapi kelihatannya dia berasal dari kalangan berada.
Astatang mengapa dia menatapku seperti ini?!
Tepak!
Wekekekek kena tepak ini bocah! Mamam kan di tepak sama Gigi wekekekekek!
.
.
.
.
.
Bersambung guys abang nya pulang...
See you next time 🏃♀🏃️♀🏃️♀️🏃♀️🏃♀️
__ADS_1