
Dosen Tampan Menggoda Hatiku
Episode 7 [ Masih Ambyar ]
Hari ini adalah hari ujian terakhir yaitu kelas Pak Alfa. Entah kenapa rasa nya dag dig dur der banget nggak seperti biasa nya. Ingat, Gi lo harus fokus fokus dan fokus sama ujian. Jangan memandangi Pak Alfa terus.
Huh!!! Tarik napas dalam-dalam keluarkan dan jangan memandangi nya terus.
" Gi, kenapa si bengong bae dari tadi. Ntar kesambet lo. " sapa Beby menepuk pundakku dan mengingatkanku.
" Eh iya Beb. Btw Feli ke mana ya. Perasaan tadi udah masuk kelas " jawabku sontak kaget
Beby dan aku celingak celinguk mencari Feli, tetapi yang nampak hanya anak-anak yang lain sedang duduk membaca buku menyiapkan untuk ujian nanti. Tak lama kemudian Pak Alfa datang berjalan dengan gaya nya yang cool dan begitu memasuki kelas hal pertama yang ia lakukan adalah...
" Annyeong haseo, bagaimana anak-anak apa kalian sudah siap ? " dia menyapa lembut dengan senyuman badai nya.
✡✡✡ Kira-kira senyum nya seperti ini ya guys, halu 😁
Alfa berjalan menuju meja mengajar nya dan duduk. Dia meletakkan tas dan buku nya. Tampak dia memandangiku sekejap, dan terlihat mengeluarkan kertas lembar ujian.
" Maaf pak, Feli belum kembali ke kelas. Boleh saya mencari nya sebentar ? " aku bangun dari tempat dudukku dan maju ke depan.
Dia memandangiku dan menjawab pertanyaanku, " Boleh, jangan terlalu lama. Ini sudah harus di mulai "
Aku lekas keluar dan mencari Feli, entah ke mana pergi nya anak itu.
Feli, lo ke mana dah. Nggak tahu udah mau mulai apa. Selembut-lembut nya Alfa, dia tetap dosen. Meskipun dia mempunyai hubungan denganku tapi kan nggak bisa seenaknya gini. Aduh ayo dong Feli, ke mana si.
" Gi, lo ngapain celingak celinguk kayak bocah ilang " ada yang menepuk punggungku dari belakang dan aku langsung menengok.
" Kamvret lo Fel, dicariin malah ngajedog didieu ngapain ? Ayo masuk Pak Alfa udah di kelas tahu! " jawabku jutek.
" Eeeh Pak Alfa ? Oh iya ujian, ayo buruan Gi masuk " tangan nya menarik ku dengan kencang dan lari menuju kelas kami.
45 Menit Kemudian Ujian Selesai
" Wah, akhirnya selesai juga ya.. Jadi nggak sabar deh lihat hasil nya ".
" Eh girls, ke kelas Dinda yok! Di mana ya dia " sahut Feli dan Beby.
Kami bertiga berjalan menuju ke kelas Dinda, tiba-tiba saja ada yang menarik tanganku ke dalam suatu ruangan.
Gelap banget di mana ini.. Siapa yang narik gue ya ampun. Apa culik ? Penjahat ?
" Uuaaaamm mmm emm.. " aku berteriak tetapi tidak terdengar suaraku karena orang itu membungkam tanganku. Tetapi entah mengapa rasa nya aku nyaman berada di dekapan orang ini. Karena gelap aku meraba-raba dan rasa nya seperti dada seorang laki-laki, terasa berotot dan kokoh.
" Tenanglah, jangan takut. Ini aku, kalau kamu berteriak semua orang akan memergoki kita dan mereka akan berpikir kalau kita sedang berbuat hal yang senonoh " pria itu berbisik kepadaku dan saat itu aku melihat kedua mata yang sangat indah. Saat itu juga aku tahu bahwa itu adalah Alfa.
Ya ampun Alfa rese banget si, kenapa nggak bilang dari tadi. Isengin balik ah
__ADS_1
" Ternyata kamu yah. Apa kamu sudah tidak tahan hm ? " bisikku hingga napasku terasa sekali di telinga nya
Dia langsung memelukku erat, dan membisikkan ucapan yang membuatku berdebar.
" Irgiana, aku akan menahan hingga saat itu tiba. Aku akan menikahimu lalu setelah itu kita bisa memadu kasih, apa kamu mau bersabar dan bertahan disisiku hingga saat itu tiba ? " ungkap nya dengan sangat lembut.
" Ten..tu saja aku akan bertahan meskipun aku telah goyah. Tapi, aa..apakah aku boleh melakukan seperti yang dirumahmu saat itu ? " ujarku yang ingin sekali mendekati nya pada saat itu.
Sungguh hal paling berbahaya adalah jika perempuan dan laki-laki berada di satu ruangan yang gelap seperti ini.
Alfaresqi mengencangkan pelukan nya dan memejamkan mata nya dan ketika ia hendak menciumku aku langsung menghindar. Aku tidak mau hal itu terjadi karena sekarang ini kita berada di ruang kesehatan yang kosong karena tidak ada yang jaga. Tidak akan ada yang datang karena ujian sudah berakhir dan semua orang akan pulang lebih awal.
" Pak Alfa sepertinya teman-temanku sudah sangat lama menungguku. Aku takut mereka khawatir " ujarku berdalih menghentikan bibir nya yang semakin dekat denganku.
" Kenapa ? Kenapa kamu menghentikanku ? Bukankah tadi kamu bilang menginginkannya ? " Belum sempat aku menjawab pertanyaannya dia langsung mengatakan satu hal lagi.
" Baiklah, kalau memang kamu tidak mau. Aku akan menunggu saat yang tepat dan saat itu juga aku tidak akan melepaskanmu " ungkap nya melepaskan tangannya dari pinggangku perlahan.
Di sisi lain teman-temanku mungkin sudah sampai di kelas Dinda, aku bergegas menyusul nya dan meninggalkan Alfa di ruangan itu.
Lihat gadis ini menggemaskan sekali, tadi dia bilang ingin menciumku dan saat aku hendak mengabulkannya dia malah menolak dan pergi begitu saja.
✡✡✡✡
Pukul 20:00 wib, Cafe TehMila
Tampak Beby, Feli dan Dinda tengah duduk dan meminum sesuatu. Tetapi Irgiana belum terlihat, entah dia akan bergabung dengan teman-temannya atau tidak. Dia masih bingung, seperti ada hal yang membuat nya gelisah dan membuat nya tidak nyaman.
Tiririring..
Beby nelpon gue ngapain ya.. Oh iya, gue lupa. Gue kan janjian sama anak-anak buat kongkow di TehMila ya ampun.
Aku langsung turun ke bawah berencana akan mengendarai mobil. Tetapi baru sampai di ruang tengah adikku menghentikanku
" Mau kemana kak ? Ikut dong, gabut nih di rumah. " sapa Arka menghentikanku
" Aah, mau ikut ? Nggak usah deh, lo kan belum siap. Kelamaan ntar! " jawabku terburu-buru.
" Yaelah bentar doang kak, yaa oke tunggu 2 menit gue ganti baju ya " ujar nya berlari ke atas.
Akupun duduk dan menunggu nya turun.
Btw mamah sama papah ke mana ya, kok sepi. Kasih tahu Beby dulu deh suruh pada nungguin.
Belum selesai mengetik pesan, Arka sudah turun dan sudah mengganti baju nya dengan rapih dan tampan.
" Ayo kak, gue udah siap nih! " seru nya semangat mengajakku pergi.
" Ayo deh ayo.. Tapi ingat ya, jangan kepo dan ikut campur sama obrolan kakak dan teman-teman kakak! " aku berjalan ke luar menuju garasi.
" Iya deh Kak, gue janji nggak ember " jawab Arka.
__ADS_1
Kami pun sampai di garasi mobil kami, aku bertanya-tanya kenapa mobil ayahku ada di sini tetapi di rumah sepi.
" Lho Ka, kok mobil papah di rumah ? Tapi di dalam sepi banget. Pada ke mana si ? " tanyaku penasaran pada Arka.
" Oh.. Itu kayak nya pada ke rumah Bu Suci deh kak. Dia melahirkan dua hari yang lalu. " jawab Arka masuk ke mobil.
" Lho berarti nggak ada orang dong di rumah ? Kamu udah kunci pintu belum ? "
" Udah kak, woles beres semua. Mamah juga bawa kunci cadangan kok udah buruan jalan " jawab nya menyuruhku segera menyalakan mobil dan bergegas.
Dalam perjalanan dari rumah ke Cafe TehMila yang membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke sana adikku menanyakan banyak hal.
" Kak, besok calon kakak iparku jadi datang ? " tanya Arka dengan raut wajah serius.
Kenapa ini anak nanya ginian, biasa nya nggak pernah kepo soal gue deh. Ujarku dalam hati.
" Hmm sepertinya jadi, tapi nggak tahu juga deh " aku sangat bingung harus menjawab apa pada Arka.
Sampai juga.. Mana ya anak-anak duduk di sebelah mana si, karena ramai jadi agak susah mencari nya.
" Kak, nyari apaan si. Itu Kak Beby sama yang lain nya di atas tuh " seru adikku mengajak ke lantai 2 cafe itu.
Tak tak tak... suara sepatuku menaikki tangga. Tetapi belum sampai ke atas, aku melihat sesosok punggung laki-laki dan aku rasa aku mengenal punggung itu.
" Arka, lo ke atas duluan deh. Mau pesan minuman dulu, biar sekalian gue pesanin lo juga ya " aku menyuruh adikku segera ke atas.
Karena penasaran dengan orang yang duduk di dekat jendela aku melihat nya lebih dekat lagi. Terlihat dari dinding yang memisahkan tempat duduk dan kasier tempatku berdiri, dia duduk dengan seorang wanita yang cantik.
Eh tunggu, wanita itu.... Viola??? Iya itu Viola, coba gue ke sana deh.
Tap..tap..tap kakiku melangkah menghampiri Viola dan laki-laki yang tak asing bagiku.
" Wah, ternyata Viola!!! " sapaku berdiri di meja mereka. " Mesra sekali sampai berpegangan tangan, siapa si cowok nya " aku menengok dan saat itu juga aku terdiam seribu bahasa.
Tubuhku reflek mundur dan langsung pergi karena terkejut melihat sosok laki-laki yang memegang erat tangan Viola.
Kenapa? Kenapa harus Alfa yang duduk bersama Viola? Udah gitu pegangan tangan!!!
Ucapku dalam hati.. Hatiku terasa sakit, sakit sekali rasanya nyut-nyutan.
✡✡✡✡✡
Bersambung...
Halo guys..
Jangan lupa like, rate, vote dan comment ya biar bisa kasih feedback juga..
Saran kalian sangat bermanfaat untukku lho 😘
Happy reading
__ADS_1