Dosen Tampan Menggoda Hatiku

Dosen Tampan Menggoda Hatiku
Episode 11


__ADS_3

Malam itu berlangsung sangat romantis.. Meskipun kami tidur seranjang tetapi kami tidak melakukan hal-hal di luar batas. Kami hanya tertidur. Alfaresqi berusaha sangat keras untuk menahan nya ckckck lucu sekali dia. Ternyata ayahku menyuruh Alfa tidur dikamarku untuk mengetes apalah dia pria baik atau pria mesum hahaha


Good job pah! Aku ingin sekali melihat wajahnya yang lucu seperti kemarin


Ini adalah pagi pertama dimana Alfaresqi berada dirumahku dan ikut sarapan bersama keluargaku.


" Irgiana, papah sama mamah berangkat ke toko. Kamu bisa lanjutkan ini kan " ucap ibuku sambil membereskan meja makan


" Iya mah, Gigi kan sudah bilang biar aku saja yang selesaikan. Tapi mamah maksa banget deh -,- "


" Ya sudah, kalau begitu mamah jalan dulu ya. Kamu harus urus calon suamimu dengan baik. Gunakan waktumu untuk belajar nak! " tutur ibuku menasehatiku


Hah yang benar saja. Gue nggak akan sanggup seatap dengan dia begini -,-


Cobaan apa lagi ini yasalam 😌


Tap..tap..


" Irgiana, aku harus pergi "


" Eh kamu..mau pulang ya em ya sudah hehe " jawabku terbata-bata melihat Alfa yang tiba-tiba datang


Please deh baru diomongin udah nongol aje-,-


" Apa kamu keberatan? Atau mau ikut denganku? " tanya nya padaku


" Ehei~ Tidak perlu aku harus membereskan rumah haha " jawabku gugup


" Kalau begitu nanti setelah kamu selesai membereskan rumah dan mengerjakan tugas kuliahmu, aku akan menjemputmu " ujar Alfa


Aku tidak bisa mengelak lagi kali ini. Biarlah saja apa yang akan dia lakukan kali ini ya


Sore hari


Huaaa capek nya! Tak terasa sudah jam 3 sore.


Arka mana ya kok belum pulang apa dia main dulu ya? Hm yasudah lah mandi dulu saja.


Tiiiinnn tiiinn... Suara klakson mobil di depan rumahku.


Haiyaa pasti Alfa deh.


Iya pak dosen tunggu sebentar!


Ceklek... Aku membuka pintu rumahku.


" Pak dosen tunggu sebentar ya aku belum selesai hohoho~ " ujarku meledek


" Aku akan masuk " ujarnya


" Ah iya baiklah tunggu di sini sebentar ya pak dosen hihihi " seruku masuk ke dalam kamar


Hmm sebenarnya dia akan membawaku ke mana ya? Baiklah, aku akan memakai full make up dan pakai baju yang kemarin aku beli. Yuhuu


Jadi gaes aku banyak membeli baju dan dress saat kalian tidak membaca hohoho.


"Ayo, aku sudah siap! " sambil tersenyum aku berjalan.


Klotak...klotakk... Aku memakai sepatu heels untuk bepergian untuk yang pertama kalinya.


Rasanya lumayan si tapi agak risih juga hehehe.

__ADS_1


Alfaresqi ternganga melihatku dia lantas berdiri dan berkata " Ah, oh iya ayo! Pfft! "


" Hei kenapa kamu menertawaiku " ucapku sambil mencubit perut nya.


" Ah bukan apa-apa aku hanya sangat kagum, kamu cantik sekali mau kemana? " tanya Alfaresqi padaku.


Aku tidak menjawab pertanyaannya dan hanya menggigit bibirku 😒


"*A*pa ada yang salah denganku ya?" Ujarku dalam hati.


Aku melihati diriku dari atas sampai bawah.


Perasaan sudah sesuai dengan yang disarankan oleh mbak butik deh -,-


Kamipun memasuki mobil dan pergi. Aku tidak tahu ke mana Alfaresqi akan membawaku. Selama di perjalanan kami lebih banyak diam.


Kenapa hubungan kami jadi sedingin ini ya? Apa aku telah salah menilainya? -__-


Ya Tuhan tolong kuatkan hatiku


Aku memberanikan diri untuk mengajaknya bicara.


" Sayang, kita mau kemana kok nggak sampai-sampai si " tanyaku menatapi dirinya yang sedang menyetir.


Pffftt hahahaha...


Yang ku dengar hanyalah suara tawa nya. Benar-benar menjengkelkan. Aku hanya ingin menjadi sedikit romantis dan agak dewasa padahal -,-


" Stop! Hentikan mobilnya di depan, aku akan turun " makiku padanya yang tertawa.


Hahahaha...


Ckiiiitttt...


" Sudah cukup! Memangnya aku lelucon sampai kamu menertawaiku ha? Sejak awal kamu hanya menganggapku sebagai lelucon dan seru-seruan saja kan! " aku meluapkan unek-unekku saat itu juga dan keluar dari mobil.


Tak..tak..tak... suara sepatu heels yang aku pakai menemaniku sepanjang jalan trotoar.


Jalanannya tidak terlalu ramai karena jalan pedesaan.


Terdengar suara mobil Alfaresqi. Dia hanya mengikuti dibelakangku dan sesekali membunyikan klakson.


Wah di depan ada minimarket, istirahat sebentar deh. Haus banget!


Aku membeli minuman dan duduk di bangku yang disediakan oleh minimarket tersebut.


Glukk gluk... Aku meminum air dengan cepat karena sangat haus.


" Sudah jalan kaki nya? Coba lihat kakimu pasti lecet " ucap Alfa yang tiba-tiba datang langsung menarik kakiku di atas kaki nya dan melepas sepatu heelsku.


Aaaw... Pekikku kesakitan saat dia melepaskan sepatu heels yang sangat menyiksaku.


" Lihat ini, kakimu lecet. Tunggu di sini jangan pergi kemanapun, mengerti? "


" Iya. Baiklah " jawabku menganggukkan kepalaku.


Tak lama kemudian dia kembali membawa tas tentengan. Entah apa yang ia bawa? Dia berjalan sangat cepat dan langsung menuju padaku


Lihat dia berjalan dengan sangat keren.


" Kemarikan kakimu " dia menarik kakiku dan menaruhnya di atas kakinya.

__ADS_1


Dia mengobati luka lecet di kedua kakiku dengan penuh hati-hati dan sangat lembut.


Raut wajahnya terlihat sangat serius.


" Nah sudah selesai sekarang pakai ini, sepatu heels ini hanya akan membuat kakimu terluka. " dia memakaikan sandal jepit dan memasukkan sepatu heels itu ke dalam tas tadi.


" Terimakasih " ucapku.


Dia menarik bangku yang sedang diduduki dan lebih mendekat padaku. Lalu tangannya menarik tanganku dan menciumi tanganku.


Seketika wajahku terasa sangat panas dan rasanya sangat berdebar.


" Alfaresqi apa yang kamu lakukan? Lihat semua orang melihat ke arah kita " ucapku malu-malu.


Tampak semua orang melihat kami


" Wah lihat serasi sekali mereka hihi "


" Cowok nya tampan sekali waaa "


Terdengar semua orang sedang membicarakan kami. Tentu saja, bagaimana tidak? Dia menciumi tanganku terus menerus seperti ini.


" Aku tidak akan berhenti sebelum kamu berhenti marah kepadaku. Cup cup cup " dia benar-benar terus menciumi tanganku.


" Baiklah, tapi hentikan itu secepatnya. Aku malu tahu tidak? " ujarku menyuruh dia berhenti menciumi tanganku.


Benar saja dia langsung berhenti menciumi tanganku. Dia tersenyum dan mengatakan alasannya mengabaikanku.


" Irgiana, maafkan aku ya. Aku tidak bermaksud untuk mengabaikanmu. Aku hanya mau dekat dengan keluargamu saja. Tetapi mungkin caraku yang salah "


Ya ampun senyumannya! Senyumannya sungguh mematikan 💃


" Ah tidak bisa, aku tidak bisa memaafkanmu begitu saja! " seruku sok jual mahal gitu haha.


Aku merasa semakin kesal mendengar alasannya itu. Dengan jutek aku terus menatap wajahnya.


" Sungguh aku tidak bermaksud untuk menyakitimu. Ini semua ide Arka, aku hanya mengikuti yang disarankan olehnya. " jawabnya.


" Apa? Ide Arka? Ma..maksudmu apa? " tanyaku terkejut.


" Yaa jadi dia bilang untuk mendapatkan hatimu aku harus mengacuhkanmu. Aku pikir itu akan berhasil tetapi malah menyakitimu " ungkap nya dengan raut wajah penuh penyesalan.


" Keterlaluan sekali dia. Benar-benar keterlaluan ini tidak bisa dibiarkan " kesalku pada Arka.


Fiuhhh~


Aku hanya menghela napas untuk meredakan emosiku.


" Lalu apa yang harus kita lakukan? Bukankah kita akan pergi ke suatu tempat? " tanyaku.


Kali ini apa jawabannya? Apa ini termasuk bagian dari rencananya dengan adikku?.


" Em... Kalau itu... "


✡✡✡


Bersambung...


Halo gaes jangan lupa like, rate dan comment ya biar aku kirim feedback. Kalau berkenan vote nya juga boleh yaa hehehe.


❤Happy Reading❤

__ADS_1


__ADS_2