
"Jangan pernah mengatakan sesuatu yang membuat orang lain berharap. Dan berharaplah kepada sebaik-baiknya pria yang mempunyai harapan, selain cinta dan kasih sayang, juga hidupmu akan terjamin"
-ineyreskiana-
___________________________________________
Entah mengapa di saat Alfaresqi ingin menikahi seorang gadis Viola datang. Memang dahulu mereka bertunangan, tetapi ayah Aditya mendukung keputusan Alfa untuk memutuskan pertunangan mereka.
Karena ayah Aditya sangat menjunjung tinggi harga diri seseorang. Bagaimana tidak, Viola yang pergi secara tiba-tiba malah menghabiskan malam dengan banyak pria di New York. Biarpun Aditya adalah orang yang tegas dan galak, dia juga seorang ayah yang tidak akan menjerumuskan anaknya ke dalam jurang.
"Aiiiish kenapa tiba-tiba ingat Viola" Gumam Alfa dalam hati.
Hari ini Alfa mengajak Irgiana pergi, rencananya Alfa akam mengajaknya ke Villa keluarganya yang berada di puncak.
Alfa mengirim pesan pada Irgiana,
"Apa kamu sudah siap? Aku akan menjemputmu sekarang ❤"
Irgiana terkejut kegirangan membaca pesan dari Alfa, sambil memegangi rambutnya dia senyum senyum dan masih saja memandangi isi pesan dari Alfa.
"Kyaaaaaa...! Oppa~ Ini pertama kalinya dia mengirim pesan bentuk hati. Aaaa bikin melting aja nih."
"Aku sudah siap kamu bisa datang sekarang, oppa." ting pesan terkirim.
Begitu juga dengan Alfa, dia senyum senyum sendiri melihat pesan dari Irgiana. Dia merasa salting di panggil oppa haha lucunya. Dia bergegas untuk menjemput Irgiana. Rasanya sudah tak sabar!
"Mah, Gigi jalan ya." Pamit Irgiana pada ibunya yang sedang duduk di ruang keluarga.
Entah mengapa perasaan Gigi menjadi tidak enak, seperti akan terjadi sesuatu yang tidak diharapkan. Gigi tengah menunggu kedatangan Alfa di teras rumahnya. Tiba-tiba saja ada pesan masuk pada ponselnya.
"Maaf aku ada urusan mendadak. Kita akan bertemu besok!"
Deg. Irgiana kaget membaca pesan dari Alfa yang membatalkan janjinya secara tiba-tiba.
Tubuhnya lemas dan pikirannya tidak karuan, dengan perlahan dia masuk kembali kerumahnya. Dia naik ke kamarnya yang berada di lantai 2.
Tap.. Tap.. Tap.. Suara langkah kaki Irgiana yang terdengar pelan dan penuh kekecewaan.
Dia masuk ke kamarnya, menguncinya dari dalam. Dengan cepat ia melepas sepatu dan tas yang ia kenakan ke lantai.
Bruuukkk... Dia menjatuhkan tubuhnya ke kasur.
Rasanya begini ya... Seperti kecewa dan... Aku mencurigainya? Curiga untuk apa? Entah apa yang aku pikirkan! Fiuuh~
Karena bosan dan ada sedikit perasaan yang janggal. Irgiana berusaha menenangkan hati dan pikirannya dengan menghubungi teman-temannya.
"Beb, cabut kuy! Ada hal yang ingin aku bahas dengan kalian. Saat ini aku benar-benar bingung!🙁" ting pesan terkirim.
__ADS_1
Dengan cepat Beby membalas. Dengan mengendarai motor ninja 4 tak nya itu, 20 menit Irgiana sampai di tempat janjian dengan ketiga sahabatnya.
Eh? Itu kan mobilnya Alfa, mau kemana ya? Berarti tadi dia habis dari cafe ini? Ikutin ah.
Karena penasaran, dia mengikuti kemana perginya mobil calon suaminya itu. Tetapi mengherankan sekali jika ternyata mobil calon suaminya itu berhenti di depan Villa Luxury Gouten. Setahunya Villa itu adalah Villa Keluarga Shin.
Ini kan Villa Keluarga Shin? Viola Shin? Viola? VIOLA??? Itu kan mantannya Alfa!!! Wah nggak beres!
Irgiana yang masih di atas motornya memutuskan untuk ikut masuk ke dalam Villa tersebut. Dia memakai kembali helmnya dan menyalakan motornya.
Nguuuuuung... Ciiiitt...
Di pintu masuk Villa tersebut ada satpam, seperti biasa siapapun yang masuk harus diperiksa dan dimintai keterangan.
"Permisi neng, ada perlu apa? Bisa menunjukkan kartu identitas?" Tanya satpam tinggi besar itu pada Irgiana.
Irgiana melepas helmnya dan menjelaskan kedatangannya, "Begini pak, saya teman Viola Shin."
Mendengar nama Viola Shin, satpam itu langsung mengucapkan salam dan membukakan gerbang. "Oh maaf neng, selamat datang kalau begitu silahkan masuk!" Satpam itu tersenyum meringis sampai giginya yang putih terlihat.
Mobil Alfa berhenti di ujung jalan, tepat di depan rumah mewah. Irgiana yang mengamati dari jauh melihat seorang perempuan yang keluar dari rumah mewah itu. Perempuan cantik berbadan ideal berambut pirang tersebut menghampiri Alfa yang berdiri di samping mobilnya.
Alfa??? Astaga! Jadi ini urusan mendadak yang di maksud oleh Alfa...?
Tes... Satu tetes air mata berhasil melewati pipi Irgiana.
Tes.. Tes.. Tes.. Tes.. Irgiana tak dapat membendung air matanya lagi, kini air matanya bercucuran diwajahnya. Bahkan helm yang masih ia kenakan sampai ikut basah.
Kecewa... Hanya ada rasa kecewa yang mendalam dan sakit yang bagaikan duri tajam menancap ke dalam hatinya.
Dia menyaksikan calon suaminya mendatangi mantan kekasihnya dan mereka terlihat sangat mesra. Dalam hati Irgiana bertanya-tanya, mengapa Alfa terlihat sangat mesra dengan Viola. Dia bahkan menggandeng tangan Viola, sungguh tak terduga!
Jengesnges... Nguuuuuuunnnggg...
Irgiana menyalakan motornya dan melajukannya dengan cepat. Dia menangis di balik helm hitam nya itu sepanjang perjalanan menuju Cafe tadi.
Di Cafe...
"Beb, Gigi mana si? Dia yang ngajak kumpul kok malah telat!" Ucap Feli.
"Iya, mana ya dia. Masih di jalan kali!" Sahut Dinda.
"Gue pesanin dia minum dulu deh, feeling gue kurang enak nih. Kenapa ya?" Ungkap Beby khawatir.
"Iya ya Beb, nggak biasanya Gigi telat. Dia kan paling on time kalau ngumpul gini." Ujar Feli yang mulai resah.
Drap... Drap... Irgiana menghampiri ketiga sahabatnya. Langkah kakinya terdengar lirih.
__ADS_1
"Hai guys! Maaf ya lama, macet hehe!" Sapa Irgiana kepada ketiga sahabatnya.
Ketiga sahabatnya yang tengah meminum milkshake ternganga melihat kedatangan Irgiana. Matanya sembab setelah menangis dalam waktu yang cukup lama dan rambut hitamnya yang acak-acakan.
"Gi, lo baik-baik aja kan?" Tanya Beby khawatir.
"Iya Gi, duduk dulu sini. Kok muka lo pucat gitu? Nih minum dulu" Sahut Feli dan Dinda.
Irgiana duduk dan meminum milkshake yang diberikan Feli.
Hiiiiiikss... Hiks... Huweeeeee~
"Ebuset kok malah nangis si Gi?" Tanya Beby, Dinda dan Feli.
"Po-pokoknya kalau udah mulai masuk kuliah, gue nggak akan mau ikut matkul nya Alfa!" Ucap Gigi seseduan.
"Kenapa Gi, cerita dong" Ujar Dinda.
"Jadi, seharusnya hari ini gue jalan sama Alfa. Tapi tadi tiba-tiba dia kasih kabar kalau nggak jadi."
"Terus?" Tanya Beby.
"Yaa.. Alfa bilang dia ada urusan mendadak, terus gue hubungin kalian kan. Begitu sampai malah lihat mobil Alfa keluar dari sini. Ya gue reflek ngikutin dong! Hikks. Dia nyamperin Viola, terus masuk ke rumah Viola mana mesra banget cipika cipiki gandengan tangan. Huwweeeeeee~"
"Serius?" Tanya ketiga sahabatnya kompak.
Irgiana yang masih menangis tersedu-sedu hanya menganggukan kepalanya saja.
Tiba-tiba saja ada pesan masuk dari nomor tidak di kenal, Irgiana dengan cepat membukanya.
Irgiana dan ketiga sahabatnya dikejutkan dengan pesan berisi foto dari nomor tak di kenal.
Ternyata isi pesan tersebut foto Alfa yang tengah mencium Viola di sebuah kamar.
Glutakk... Ponsel Irgiana terjatuh di lantai.
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, rate dan comment.