
Dosen Tampan Menggoda Hatiku
Episode 23 [ Panas ]
“Jangan menyalahkan orang mengapa tidak mau bertahan? Lihat dahulu, apakah dia pantas untuk dipertahankan?”
-ineyreskiana-
Azzzzz zzzzz
Irgiana tertidur sangat pulas sampai ada seseorang yang masuk kekamarnya saja dia tak menyadarinya. Siapa kira-kira yang dapat membuka pintu kamar hotel yang jelas-jelas terkunci dari dalam dan memiliki kartu khusus untuk membukanya?
Tap tap tap
Suara langkah kaki yang terdengar samar-samar semakin lama semakin dekat dengan dirinya yang tertidur.
Hosh hosh
“Si-siapa? Siapa yang masuk? Siapa yang...” Irgiana menghentikan ucapannya karena mendengar nada pesan masuk pada ponselnya.
Drrrt drrrt〰🎶I love you when you call me senorita🎶
Irgiana lekas membuka matanya perlahan.
Hoam~
Sambil menggeragapi kasurnya dia menguletkan badannya, “Di mana ponselku ya? Hmm sekarang jam berapa ya? Hoam”
*Mengangkat telepon*
Halo? Si-siapa ini? Malam-malam begini meneleponku, mengganggu saja! Hoam~
Hei kenapa kau enak-enakan tidur sementara aku sibuk menyambut semua profesor dan para dosen? Cepat bangun dan turun!
Aih? Aa-a i-iya aku akan segera turun.
Tut tut tut
Irgiana mengakhiri panggilan tersebut setelah sadar siapa yang menelepon dan apa yang ia lewatkan selama ia tertidur.
Wah gawat aku harus segera mengganti bajuku dan segera turun.
10 menit kemudian...

Hmm hanya ini saja baju terbaik yang ku punya. Ah mudah-mudahan saja dosen s*tr*s itu tidak komplain hihihi...
Di lantai lima hotel Amarus, tempat acara penyambutan seminar itu berlangsung. Tidak terlalu banyak orang karena masih pandemi dan protokol kesehatan juga diterapkan dengan sangat baik dan ketat.
Face shield milikku mana ya? Waduh tertinggal di kamar haiyaaa naik lagi nih? Azzzzz...
“Permisi nona, apakah anda lupa membawa face shield? Ini untuk nona, gratis.” ucap laki-laki yang terlihat seumuran dengan Irgiana memberikan 1 buah face shield.
“Ah terimakasih, ini dari pihak hotel ya?” tanya Irgiana yang menerima face shield tersebut.
__ADS_1
“Silahkan masuk nona”
Duh pegawai hotel itu makan apa sih ya? Ramah sekali ck.
“Irgiana sebelah sini!” Alfa memanggil Irgiana yang celingukan kebingungan di dekat pintu masuk.
Irgiana merasa bingung karena banyak orang yang duduk di dalam sana. Meja dan kursi yang tertata rapih dengan berselimut kain putih bersih, serta di sudut kanan ruangan itu terdapat meja prasmanan alias meja yang berisikan banyak makanan dan minuman. Mulai dari kue basah, roti, dan snack serta minuman dingin, sirup, dan air mineral juga ada di situ.
“I-iya aku segera ke sana!” jawab Irgiana lirih.
Dengan tergesa-gesa Irgiana menghampiri Alfa yang sedang duduk di kursi sebelah barat ruangan itu. Alfa duduk ditemani oleh seorang pria separuh baya yang dari jauh saja terlihat tampan dan gagah.
Siapa pria itu? Um apakah teman Alfa? Dari jauh saja terlihat tampan. 😍
Wajah Irgiana merona ketika membicarakan pria yang duduk di sebelah Alfa.
Sreeek
Irgiana menarik kursi empuk berselimut kain putih dan duduk di dekat pria tampan tersebut. Melihat hal tersebut membuat Alfa merasa tidak nyaman dan mendekatinya berbisik pada Irgiana, “Gigi, kenapa kamu duduk di sebelah situ? Jangan lupa kau itu masih...”
Belum menyelesaikan ucapannya Alfa kembali duduk dan memalingkan pandangan yang sebelumnya tertuju pada Irgiana, “Cih, kenapa tidak kau lanjutkan hm? Apa kau lupa akan suatu hal? Pfft”
“Perkenalkan nama saya David Lorenz, saya dosen dari Universitas Ck. Kau pasti nona Irgiana kan?” sapa pria tampan yang duduk di sebelah Irgiana menyodorkan tangan.
Tanpa ragu-ragu Irgiana langsung menjabat tangan pria tampan tersebut.
Greb
Waah ajegils tangannya saja halus dan lembut. 😍
“Cih, tunangan? Aku juga pernah mempunyai tunangan, tetapi HILANG DI TELAN BUAYA! Ahaha” sindir Irgiana.
Pffftt
Dosen tampan bernama David Lorenz itu tertawa kecil mendengar ucapan Irgiana yang terdengar ketus dan jutek itu. Dia melirik ke arah Alfa seakan mengejek Alfa.
“Hoi bro, sepertinya aku mengenal tunangan gadis imut ini hoho!” ejek David berbisik kecil di dekat telinga kanan Alfa.
Uhuuukk
Alfa yang tengah menikmati kopi yang masih panas itu sampai tersedak mendengar ejekan yang lebih mengarah ke sindiran David. Dia mengelap kopi yang sedikit tumpah ke lengan jas nya. Tetapi tiba-tiba saja ada tangan lain yang mengelapnya terlebih dahulu dengan lembut dan telaten.
“Cih! Ceroboh sekali. Untung aku membawa tisu basah.” ucap perempuan yang tak lain adalah Irgiana.
Cieee cie ehem ehem...
David terus saja meledek Alfa hingga mukanya memerah dan menjadi salah tingkah.
“Um hentikan. Aku akan ke toilet untuk membersihkannya!” tegas Alfa berdiri dan pergi begitu saja.
Hais
Ck
David berdecak seraya heran dan kesal dengan sikap Alfa yang menyembunyikan perasaannya.
__ADS_1
Hei dosen pensiunan, kau pikir aku tidak tahu perasaanmu yang sebenarnya hah? Bagaimana jika gadismu ini aku rebut? Apa kau akan diam saja? Hoho permainan seru! Gumam David dalam hati sambil senyum menyeringai.
“Em permisi pak saya akan menanyakan beberapa hal untuk kepentingan tugas mengenai seminar ini, apakah bapak tidak keberatan? Ehehe.” tutur Irgiana sambil meringis polos.
Tanpa ragu-ragu David langsung menjawab, “Oh tentu tidak, saya mempunyai banyak waktu untuk menjawab semua pertanyaanmu. Bertanya hal pribadi juga saya bolehkan kok. Hoho.”
Irgiana terdiam membatu mendengar ucapan David yang terdengar menggoda. Sesekali mereka tertawa dengan lepas.
Akrab, seru, asyik dan nyaman. Itulah yang terjadi antara Irgiana dan David, tentu saja hanya sebatas rekan. Irgiana tak berniat untuk mengencaninya dong, dia pria yang umurnya jauh lebih tua darinya meskipun wajahnya sangat tampan tetapi David sudah mempunyai seorang tunangan yang bulan depan akan dinikahinya.
“Wah selesai, wawancaranya berjalan dengan lancar dan menyenangkan haha. Em mengapa Alfa belum kembali ya pak?”
“Entahlah mungkin dia bertemu dengan teman lamanya atau... Hehehe” ucapan David yang terputus membuat Irgiana penasaran.
“Atau apa pak?” tanya Irgiana yang semakin penasaran.
“Hehehe bukan apa-apa, kau bisa melihatnya sendiri. Tuh! Itu dia, Alfa berada di sana.” ungkap David mengacungkan jari telunjuknya pada arah timur ruangan itu.
Irgiana menengokan kepalanya ke kanan dan ke kiri, hingga menjinjitkan kakinya karena pandangannya terhalang oleh orang yang lewat ke sana ke mari.
“Duh mana si kok tidak kelihatan ya pak? A-aku tidak bisa melihatnya dengan jelas. Dengan siapa dia berbicara?” keluh Irgiana pada David yang juga ikut mencari Alfa.
Ck!
“I have a good idea! Aku akan menghampirinya saja daripada susah begini. Ketelaluan dia meninggalkanku bersama dosen tua ini, huh!” gumam Irgiana kesal.
Tap tap tap
“Hei Irgiana tunggu! Aduh gawat bisa perang dunia ke tiga ini aduduh.” David risau memikirkan apa yang akan terjadi jika Irgiana bertemu Viola di sana sedang bersama dengan Alfa.
Langkah kaki Irgiana kini sampai di mana Alfa berdiri.
Krik krik krik
Asem! Mengapa ada nenek lampir? Hh menyebalkan sekali, aah aku harus maju atau pergi saja?!
Greb
Ada yang menggenggam tangan Irgiana ketika ia membalikan badannya ke belakang berniat untuk kembali mundur.
Siapa yang menggenggam tangan Irgiana ya?
See you next episode ya. Aku usahakan up setiap hari. 😘
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1