Dosen Tampan Menggoda Hatiku

Dosen Tampan Menggoda Hatiku
Episode 22


__ADS_3

Dosen Tampan Menggoda Hatiku


Episode 22 [ Seminar ]


Tibalah hari Kamis, di mana Irgiana harus pergi ke seminar di Kota C bersama Alfa. Karena acara penyambutan diadakan pukul 11:00 wib, jadi Irgiana dan Alfa berangkat pada rabu malam. Jarak Kota C lumayan jauh membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam. Untuk kepentingan seminar, Alfa menghubungi Irgiana.


“Huh menyebalkan sekali... Kenapa harus berangkat bareng?! Aku kan bisa naik bus atau kereta azzzzz” gumam Irgiana dalam hati.


Tak lama kemudian tampak mobil berwarna merah mengkilap dengan kesan mewahnya melaju ke arah Irgiana berdiri, di teras rumahnya. Irgiana yang tetap cantik meski mengenakan baju serba hitam ala-ala swag dan sepatu dokmar hitam mengkilap karena di semir serta jam tangan alexander christie model laki-laki berwarna hitam.


“Wih siapa tuh? Alfa? Ganti mobil? Hmm siapa sebelahnya?” tanya Irgiana dalam hati penasaran siapa yang mengemudikan mobil sport keren tersebut.


Ckiiiiitt


Mobil keren itu berhenti tepat di hadapan Irgiana. Tak lama pengemudinya menurunkan jendela kacanya.


Dan...


“Hei jangan bengong saja! Cepat masuk! Sudah sore kita akan terlambat nanti!!!” bentak perempuan di balik jendela kaca mobil tersebut.


Perempuan berambut pirang nan panjang itu melepas kacamata hitamnya, terlihat wajahnya yang oriental dan bibirnya yang merah merona karena mengenakan lipcream. Mini dress merah yang dikenakannya membuatnya semakin terlihat cantik, seksi nan elegan.


Pffffttt


“Cepatlah masuk, Irgiana!!!” pekik Alfa yang kesal karena ledekan dari Irgiana.


Irgiana segera masuk dan di dalam mobil dia masih saja tersenyum karena merasa aneh dengan penampilan perempuan yang duduk kursi penumpang bagian depan. Irgiana sampai menutupi mulutnya dengan masker hitam berbahan katun karena takut ketahuan kalau dia tengah menertawakan perempuan itu.


“Viola... Jangan menghalangi spion. Minggir ke sebelah kanan. Mendekatlah padaku!” suruh Alfa.


Viola? Oh jadi ini penyebab dia menghilang dan hubungan kami berakhir secara tidak baik? Gumam Irgiana dalam hati.


Pffffftt


Irgiana tak sanggup menahan tawanya, Alfa melirik ke arahnya dan menatapnya dengan tajam. Tatapan matanya seakan berbicara agar tidak menertawainya hahaha. Ya salam kenapa Viola jadi seperti tante girang gitu ya? 😑


Empat jam kemudian mereka tiba di Kota C.


“Gi? Hotelnya di sebelah mana ya? Kamu ingat tidak kata Pak Ghani?” tanya Alfa yang mengemudikan mobil.


Krik krik krik


Irgiana tak merespon pertanyaan yang dilontarkan oleh Alfa, dia yang tengah tertidur pulas tak memperdulikan hal-hal disekitarnya. Topinya sampai menutupi wajahnya karena kepalanya terguncang saat mobil yang ia naiki melaju kencang di jalanan yang bergelombang.


Grooooo groooo~

__ADS_1


“Ya ampun mereka tertidur pulas sekali? Aku seperti seorang supir saja ya? Hm benar-benar deh!” gumam Alfa.


Alfa menepikan mobilnya dan membuka ponselnya untuk menanyakan mengenai penginapan.


Tiba-tiba saja...


“Nyem nyem dasar kau nenek lampir! Berani-beraninya merebut tunanganku! Hueh kemarilah biar aku unyeng-unyeng muka kau yang menor seperti ondel-ondel!!!” pekik Irgiana yang ternyata sedang mengigau mengacungkan jari telunjuknya ke atas berkali-kali.


“Ya ampun dia mengigau? Kok aku merasa tersindir ya? Hmmm rese sekali dia.” ucap Alfa dengan nada pelan.


Setelah mendapat balasan dari Pak Ghani mengenai penginapan, Alfa langsung tancap gas.


Oee gasken Alfa!!!


“Diam kau author gembil! Gasken gasken, coba kau bangunkan Irgiana!”


Pffft hahaha


“Kalian sedang membicarakanku ya?” tanya Irgiana yang terbangun karena teriakan author.


“Heh bangun juga, author nya sudah pergi. Paling mau nambahin gembil pipinya tuh wkwkwk.” ledek Alfa.


Ehem ehem


Aku belum pergi Alfa! Jangan macam-macam atau ku buat kau menjadi pemeran antagonis?


Keterlaluan, biar gembil begini aku seksi lho! 😗


***


Hotel Amasir, Kota C


Akhirnya mereka tiba di hotel Amasir, hotel yang tampak megah dari luar itu memiliki lantai sekitar 20 lantai. Serta loby hotel yang luas dan sejuk dikelilingi oleh jendela kaca yang bersih dan kinclong. Meskipun masih dalam masa pandemi, hotel ini masih tetap ramai. Meskipun cukup banyak pengunjung, protokol kesehatan selalu diterapkan bahkan pengunjungnya pun di batasi.


Sreeeerrr rrrrr


Suara itu berasal dari roda koper milik Viola yang di bawa oleh Alfa. Berbeda dengan Irgiana, dia membawa sendiri semua barang bawaannya.


Damn it! Kenapa aku harus mengalami ini ya kocheng... Di depan ku lihat mantan tunanganku membawakan koper milik kekasihnya, sedangkan dibelakangnya ada aku yang seperti lumut di tepi sungai. Mengapung dan terabaikan ahiiiks hikss... Irgiana membawa kopernya sambil menggerutuki dirinya yang merasa sial.


Permisi nona ada yang bisa saya bantu? Kelihatannya anda kesulitan membawa koper anda?


Irgiana melongo dengan kehadiran seseorang yang entah dari mana datangnya tiba-tiba berjalan disampingnya yang terhuyung-huyung membawa koper hitam berisi banyak barang.


“Aaa-anda siapa ya? Apakah pegawai hotel ini? Emm kalau begitu baiklah, ini ku persilahkan untuk membantuku ehehehe..” ujar Irgiana meringis hingga giginya yang rapi dan putih itu terlihat.

__ADS_1


Huh dasar dosen genit! Dia bilang hanya akan mencintaiku dan akan menikahiku?! Mengapa sekarang aku bermalam bersama dia dan kekasihnya? 😱 Gumam Irgiana.


“Selamat datang di Hotel Amasir, dengan Refa ada yang bisa saya bantu? Sebelumnya apakah saya boleh melihat kartu identitas anda sekalian?” ucap pegawai hotel yang cantik itu menyambut kedatangan Irgiana, Alfa dan Viola.


“Saya dari Universitas J, ini kartu identitas saya” ucap Alfa menyodorkan kartu identitasnya kepada pagawai hotel tersebut.


Pegawai hotel itu pun langsung mengambilnya dan memeriksanya dan berkata, “Em maaf tuan, bukankah hanya untuk dua orang saja? Satu laki-laki dan perempuan, mengapa ada tiga orang?”


Irgiana terkejut dengan pertanyaan pegawai hotel itu dan langsung mengambil tindakan. “Ah begini mbak, ah saya memang dari Universitas J tetapi saya akan check in sendiri saja. Saya pesan kamar yang single bed ya. Berapa biayanya saya transfer sekarang juga?”


Dengan muka tegang dan kesal Irgiana berbicara lagi, “Saya tidak miskin-miskin amat kok mba, ogah sekali satu kamar dengan calon pengantin. Jadi obat nyamuk dong mba, yakan? Ahaha”


“Oooh jadi mereka ini calon suami isteri ya? Wah aku pikir mbak ini bibinya ehehe maaf ya” jawab pegawai hotel yang bernama Refa.


Astaga inginku berkata kasar. Aku pembantunya? Huh benar-benar menyedihkan.


“Ehem saya ini sudah mempunyai kekasih lho mba, bahkan pacar saya lebih ganteng daripada yang di sebelah saya ini hohoho...” sahut Irgiana dengan nada kesal.


“Baiklah ini kunci kamar dan kartunya, terimakasih selamat beristirahat” ucap Refa menyerahkan kunci dan kartu untuk membuka pintu.


Kamar Irgiana berada di depan kamar Alfa dan Viola.


Pipipip


Irgiana berhasil masuk ke kamar nomor 307, dia segera menaruh koper dan barang bawaannya.


Sruuk


Badannya kini berbaring terlentang di atas kasur yang terlihat empuk dan nyaman itu. Sprei khas ala-ala hotel berwarna serba putih dan bantal yang empuk itu membuat mata Irgiana mulai terpejam.


Azzzzzz zzzzzz


Bonus sosok Irgiana



.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


See you next episode, I love you readers 😚😚😚


__ADS_2