Dosen Tampan Menggoda Hatiku

Dosen Tampan Menggoda Hatiku
Episode 20


__ADS_3

Dosen Tampan Menggoda Hatiku


Episode 20 [ Alfa galau ]


Universitas J, 15 Agustus 20XX pukul 11:00 Wib.


“Beb, Feli sama Dinda mana nih kok belum kelihatan?”, tanya Irgiana dengan nada rendah.


“Ehm, sepertinya Dinda nggak datang deh. Dia nggak ada keperluan seperti kita Gi”, jawab Beby.


Hahaha~ hihi~ ckckck~


Ketika Irgiana dan Beby tengah asyik ngobrol ketawa-ketiwi di bangku panjang yang terbuat dari besi di depan kelas, tiba-tiba saja...


Tuk tuk


“Hai, kalian datang?”, tanya lelaki yang memakai sepatu pantofel hitam dan celana jeans navy.


Setelah melihatnya dengan jelas, Irgiana dan Beby tahu bahwa lelaki itu adalah Alfa.


Astaga, ini tidak baik untuk jantungku! 😱


“Eh pak Alfa, pagi pak”, sapa Beby berusaha memecahkan suasana canggung di antara mereka.


“Ehm, kenapa kamu terlihat kurus?”, setelah mengucapkan kalimat ambigu Alfa lalu pergi tanpa mengatakan sepatah kalimat lainnya.


“Kurusan? Kamu pasti tuh Gi, nggak mungkin aku kan. Secara aku tuh naik 3 kg huh”, ujar Beby.


Kurus? Aku? Sudah jelas jawabannya ada padanya. Pakai nanya segala huh!


Cening


Suara nada pesan masuk itu berasal dari ponsel Irgiana.


“Datanglah keruanganku”


Ternyata pesan itu dari Alfa yang berisikan menyuruh Irgiana untuk datang keruangannya.


Tetapi Irgiana tidak menggubrisnya karena tahu Alfa datang bersama Viola. Dia tak mau melihat Alfa bersama dengan Viola.


“Kenapa Gi? Ada masalah? Dari siapa si? Hm?”, pertanyaan Beby yang menyadarkan Irgiana dalam lamunannya itu.


“Ehm apa? Ah itu nggak penting Beb. Coba ke kantin nyok, Feli mungkin lagi makan bakso. Hohoho”, dalih Irgiana yang tak ingin membuat sahabatnya khawatir.


Saat Irgiana dan kedua sahabatnya itu tengah duduk di bangku kantin, salah satu teman satu kelasnya datang.


“Eh Gi, gue dapat mandat dari pak Ghani. Lo di suruh ke ruangan dia tuh. Penting kayaknya soal seminar deh”, ujar Deni menyampaikan pesan dari dosennya.


“Ah oke Den”


“Aelah bakso gue aja belum datang, nggak tahu lapar apa ya? 😬”, gerutunya lagi.


Sepanjang perjalanan menuju ruangan dosen Ghani, Irgiana terus saja bergerutu dalam hati. Perutnya lapar, dia hanya meminum es teh saja sebelum pergi ke ruangan dosen Ghani.

__ADS_1


Ehmmm mana si ruangannya? Ah itu dia.


Tap tap


Ruangan dosen Ghani berada tepat di sebelah ruangan Alfa. Wah kebetulan yang di sengaja atau bagaimana ya....


Aih ruangan ini. Jadi flashback kan, huh! Jangan menengok, jangan melirik, jangan mengintip, jangan kepo, berhenti memikirkannya, fokus fokus fokus!!! Dalam benak Irgiana bergumam menyemangati dirinya yang sedang melawan rasa penasarannya.


Tok tok tok


“Masuklah, Irgiana”, sambutan dari dosen Ghani menyuruh Irgiana masuk dan duduk.


“Duduklah, ehm maaf kalau mengganggumu ya. Hehe saya tidak akan berbelit-belit”


“Ah iya tidak apa kok pak. Kebetulan lagi menunggu pesan bakso, antre nya lama hoho”, jawab Irgiana malu.


“Wah, kamu pasti lapar ya. Kalau begitu saya akan langsung saja, biar kamu bisa segera makan. Jadi gini, kamu akan mewakili jurusan Visual pergi ke seminar yang diadakan di Kota C”, ungkap dosen Ghani.


“Hari Kamis, untuk transportasi sudah saya serahkan pada pak Alfa karena nantinya kamu akan pergi bersama dia ya. Harusnya si saya, tetapi karena istri saya sedang hamil tua dan diperkirakan minggu ini akan melahirkan jadi saya oper ke pak Alfa”, sambung pak Ghani.


“Em jadi gi-gitu ya pak. Ah saya...”


“Kamu tidak boleh menolak ya Irgiana, karena voting jurusan kemarin itu kamu pemenangnya. Ternyata banyak teman-teman kamu yang perhatian ya hehehe”, jelas dosen Ghani.


Voting? Kok cuma gue yang nggak tahu ya? Aisssh si kamsret teman-teman gue emang kebangetan banget. Mereka pada nolak kan karena tahu pergi sama pak Ghani. Cih, kalau tahu perginya ternyata sama pak Alfa bagaimana ekspresi mereka ya hahaha.


“Nah ini uang transport untukmu Gi. Ini disediakan oleh Universitas untuk semua yang di pilih menghadiri seminar. Dan untuk jadwal kegiatannya nanti saya japri saja ya.”, ucap dosen Ghani meletakkan amplop cokelat berisi sejumlah uang tunai ke atas meja.


“Ehm terimakasih pak. Saya akan menjalankan tugas ini dengan baik dan sepenuh hati”, jawab Irgiana penuh semangat melihat uang.


“Laporannya 2 hari setelah selesai seminar ya, kamu harus tulis dengan benar. Agar jurusan kita menjadi juara, oke?”, jelas dosen Ghani.


“Ashiiiiaaaapp pak, kalau begitu saya permisi pak”


Tunggu, tolong antarkan ini ke ruangan pak Alfa ya. Sekalian lewat kan Gi....


Akhirnya Irgiana membawakan buku besar yang di minta oleh Alfa. Wajahnya seketika menjadi pucat, dia tak mau bertemu dengan dua sejoli yang lama berpisah dan dipertemukan kembali. Pasti sangat mesra bukan?


Tok tok tok


Tangan yang gemetar itu mengetuk pintu dengan lirih. Tak lama kemudian pemilik ruangan itu pun menjawab, “Masuk saja”


Masuk saja? Huh nyebelin.


Kriiiet


Tap tap tap


Bruuukk


“Ini buku yang bapak minta, saya permisi”, dengan ketus Irgiana meletakkan buku besar itu dimejanya dan langsung membalikkan badannya.


Syuut

__ADS_1


Greb


Alfa mencekal tangan Irgiana yang hendak membuka pintu. Dengan deg-degan dan celingukan sana sini dia bingung harus berbuat apa dengan keadaan sekarang.


Duh apa-apaan ini? Di mana perempuan j*lang itu? Sengaja ya bikin gue susah.


“Le-lepaskan aku. Kekasihmu bisa salah paham”, seru Irgiana yang melepaskan genggaman tangan Alfa.


“Viola? Dia sudah pergi”


“Lalu? Kalau sudah pergi kenapa memangnya?”,


sahut Irgiana.


Irgiana yang masih menyimpan rasa sakit hatinya itu terus menjawab Alfa dengan ketus. Terlebih dia sudah memiliki Danish, tentu harus menjaga perasaan Danish dong?


“Maaf Alfa, aku harus pergi. Di antara kita sudah tidak ada hubungan apapun. Dan ini, cincin darimu aku kembalikan padamu”


Irgiana meletakkan cincin pemberian Alfa, dan berlari keluar.


Braaakkk


Drap drap drap


Perasaan yang kacau, sungguh sakit. Sangat menyakitkan, melihat di meja ruangannya ada sebuah pigura. Dahulu di dalam pigura itu terdapat photo Alfa sewaktu kecil, tetapi kini berubah menjadi photo Alfa dan Viola yang terlihat mesra.


Kenapa harus memajang photo itu? Sengaja? Huh keterlaluan sekali!!!


.


.


.


.


Obrolan Author dan Irgiana..


Author : Tidak bisa seperti itu Irgiana, kamu harus move on. Come on! Lupakan Alfa, bukankah kamu juga menyukai Danish? Dia sangat imut bukan dan juga mempunyai kakak yang tampan dan cool?


Irgiana : Apa thor? Kenapa jadi kak Brandy? Hei aku cuma cinta Alfa, bukan yang lain!


Author : Ah masa si? Tetapi kenapa kamu menerima ciuman dari lelaki selain Alfa? Hahaha kamu rakus juga ya Gi mau tiga-tiganya hohoho~


Irgiana :Aaaargh apaan si thor, udah deh jangan gosip. Mending kamu bikin aku menjadi gadis yang tegas di dalam novel ini.


Author : Hei, Irgiana! Aku sudah berusaha membuatmu menjadi gadis yang baik dan setia. Tetapi kamu terlalu cupu dengan ketampanan Danish! Ckck


Irgiana : Apa? Cupu? Kurangasem kamu thor, aku ngambek lho nggak mau nyanyi lagi besok pas acara seminar! -,-


Irgiana ngambek... 😨


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2