
Dosen Tampan Menggoda Hatiku
Episode 29 [ Ruangan Dosen ]
20 November 20XX, Universitas J
“Heyo, Beby! Sepertinya kamu agak kurusan ya? Hihi” sapa Irgiana pada gadis yang duduk disampingnya.
“Benarkah? Wah kalau begitu program dietku berhasil dong! Kyaaaaaa!” pekik Beby kegirangan.
Obrolan menyenangkan kedua sahabat itu seketika terhenti karena kedatangan sosok laki-laki tampan dengan wajah dingin berdiri dihadapan mereka dan berkata, “Halo, Irgiana. Halo, Beby. Irgiana, bisakah kau ikut keruanganku? Baiklah aku tunggu diruanganku!” ucap laki-laki tersebut yang tak lain adalah Alfa pergi berlalu.
What??? Alfa...
“Haih... Ada apa lagi dia mencarimu, Gi?” tanya Beby seraya khawatir dengan sahabatnya.
“Entahlah... Ku pikir dia sudah tidak menjadi dosen di sini. Tetapi mengapa... Ah sudah lah sebaiknya aku segera menemuinya sebelum masalah menimpaku.” sahut Irgiana yang bangkit dari duduk nya dan pergi menuju ruangan Alfa.
Setibanya di ruangan Alfa tidak ada seorangpun di ruangan itu. Bahkan Alfa pun tak terlihat... Entah ke mana perginya Alfa. Irgiana pun duduk di kursi empuk berwarna cream yang terletak di depan meja kerja dosen.
Ceklek kriet
“Ah rupanya kau datang. Baguslah!” ucap Alfa yang datang tiba-tiba membawa dua gelas jus buah.
Jus? Bukankah itu jus? Apakah dia masih ingat jus jambu kesukaanku?
“Ini untukmu, jus jambu dengan sedikit gula dan tanpa susu cokelat. Minumlah!” tegur Alfa memberikan segelas jus jambu.
Tanpa ragu-ragu ia pun meminum jus tersebut. Tanpa disadari dari tadi Alfa memandangnya tanpa berkedip sedetikpun.
“Haih aku seperti seekor rusa yang sedang di incar oleh singa jantan.” ujar Irgiana seraya menyindir Alfa.
Alfa pun tersadar dan segera memalingkan pandangannya. Sebenarnya Dosen Ghani telah kembali mengajar, tetapi ada hal yang membuat Alfa kembali mengajar sebagai dosen.
“Ah maafkan aku... Aku hanya sedikit memikirkan sesuatu hal yang di luar kendaliku” dalih Alfa.
Slurp
Aah~
Selain segar perutnya pun kini menjadi kenyang karena segelas jus jambu yang diberikan Alfa dihabiskannya dalam waktu yang singkat. Hmmm dasar Irgiana...
Ia pun segera membereskan dirinya dan mulai menyerang Alfa dengan pertanyaan.
“Alfa, tolong jelaskan padaku mengapa kamu masih ada di kampus ini? Lalu, mengapa kamu tidak mengajak Viola lagi? Dan apa hubunganmu dengan Brandy Chloe?” tanya Irgiana dengan intonasi cepat dan lantang pada Alfa.
Brandy? Apakah Gigi sudah mengetahui semuanya???
“Ah itu... Aku... Dia rivalku...” ungkap Alfa gugup.
__ADS_1
Rival? Jadi Alfa dan Brandy...? Astaga kebetulan sekali.
“Sepertinya Brandy sengaja menggeser posisi perusahaanku dari peringkat nomor satu, yaitu karena Brandy menyukaimu. Benar bukan?” tanya Alfa dengan tatapan mengintimidasi.
Fyuuuuuh~
Irgiana menghela napasnya, terlalu berat pertanyaan yang dilontarkan oleh Alfa membuat dada nya sedikit sesak. Dia pun mencoba untuk menjelaskan pada Alfa apa yang terjadi dan bahwa masalah perusahaan dia sama sekali tidak tahu-menahu.
“Jadi kau... Kau mengakhiri pertunangan kita dan menjalin hubungan dengan Viola karena perusahaanmu di ambang bangkrut?” tanya Irgiana dengan nada lirih matanya berkaca-kaca.
Jadi ini sebabnya? Dia meninggalkanku karena perusahaan? Apa aku telah salah menilainya?
Kini ia tak dapat membendung air matanya, pikirannya kacau. Rasa sesak di dada hingga seperti tertusuk pisau yang tajam tepat pada hatinya. Tubuhnya lemas tak berdaya bahkan untuk melangkahkan kakinya saja ia tak mampu.
Tes
Satu tetes air mata berhasil melewati pipi kanan Irgiana.
Tes tes
Dua tetes air mata berhasil melewati pipi dan dagu nya. Kini semua tercurahkan tanpa ragu-ragu, sekian lama tak berjumpa malah kekecewaan yang ia dapatkan. Alfa pun berusaha menjelaskan betapa pentingnya perusahaan itu.
“Ku mohon dengarkan aku, aku harus menuruti perintah ayah. Perusahaan itu sangat berharga baginya aku tak dapat menolak permintaannya” ungkap Alfa berusaha menjelaskan pada Irgiana berharap mendapat maaf darinya.
Tetapi hal itu tak digubris sama sekali oleh Irgiana, hati dan pikirannya saat ini tidak sinkron alias kacau. Ia tak dapat berpikir dengan jernih, yang ada dipikirannya saat ini adalah sakit yang di buat oleh Alfa. Dengan berat gadis swag ini berusaha menjawab ucapan Alfa.
“Baiklah... Aku mengerti, dan aku sedang berusaha untuk memaafkanmu sepenuhnya. Tetapi sepertinya sudah terlambat untuk memperbaiki hubungan kita, kamu tahu kan apa maksudku? Aku... Satu bulan lagi aku akan melangsungkan pertunangan dengan Danish” jawab Irgiana dengan nada lirih.
Mendengar jawaban Irgiana tersebut, Alfa merasa kaget dan terkejut.
Apa? Apakah Gigi sudah melupakanku? Se-selama ini aku menantikan untuk bertemu dengannya. Mengapa setelah bertemu jawaban ini yang ku dapat???
“Ba-baiklah... Aku aku mengerti, aah aku akan datang ke acara pertunangan kalian. Tetapi sebelumnya aku ingin bertanya, apa hubunganmu dengan Brandy Chloe?” ucap Alfa.
Kak Brandy?
“Iii... I-itu aam aku hanya berteman saja dengannya. Memangnya ada apa?” jawab Irgiana gugup.
Cih, dia sepanik itu? Apakah dahulu mereka sepasang kekasih???
“Haiis baiklah ku anggap kamu berkata jujur padaku, Gi. Tetapi apa kamu tahu? Brandy mengeluarkan produk baru dan itu ada quotes bertuliskan namamu lho, aku pernah melihat kamu menulis itu di sosial media” sahut Alfa menatap dengan penuh seksama.
Alfa tak tahan lagi menahan kerinduan yang selama ini ia pendam. Hampir dua bulan lebih mereka tak jumpa dan kini mereka dipertemukan dalam satu ruangan tanpa cctv dan tanpa seorangpun didalamnya.
Weh itu kenapa Alfa memandangiku seperti itu? Aku... Aku jadi takut makkk 😭😭😭
Ceklek
Alfa mengunci pintu ruangan tersebut dan menyimpan kunci nya dalam saku celana nya sebelah kanan.
__ADS_1
“Sekarang hanya ada aku dan kamu. Kamu boleh katakan semua yang ingin kamu katakan, dan semua yang ingin kamu lakukan” ucap Alfa duduk di atas meja kerja nya.
What memang apa yang ingin ku lakukan dengan nya? 😳
“Baiklah, Alfa. Pertanyaan pertama, apa perasaanmu pada Viola?” tanya Irgiana dengan wajah polosnya.
Tentu Alfa terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Irgiana. Disela-sela napas nya yang sesak terdapat secercah harapan.
“Kau menanyakan perasaanku? Tentu saja aku melakukan semua ini demi kamu, Irgiana. Pahamilah semua ini...” sahut Alfa.
“Pahami? Kamu memintaku untuk memahamimu yang tiba-tiba memutuskan pertunangan dan pergi bersama perempuan lain yang tak lain halnya mantan kekasihmu? Iya kah? Cih, menyedihkan sekali aku ini?!” sambung Irgiana kesal.
Wajahnya di tekuk, napasnya sesak dan seperti ada duri yang menancap pada dadanya. Semakin terasa ketika ia mengingat kembali sewaktu Alfa membatalkan janji dengannya dan pergi menemui Viola.
Nj*r sesakit inikah mencintaimu, Alfa? Mana Alfa yang dulu ku kenal? Mengapa sekarang hanya sakit yang ku rasa?
Ctik
“Aku minta maaf jika aku terlambat untuk memberitahumu, tapi aku mengatakan yang sejujurnya. Aku... Hanya... Aku melakukan ini semua semata-mata untuk menyelamatkan perusaan saja. Ayah sakit karena memikirkan perusahaan, dan untuk itu aku harus berusaha keras bukan? Ini juga demi masa depan kita” ungkap Alfa dengan wajah sendu.
Entah apa yang merasuki Irgiana, ia langsung menghampiri Alfa dan memeluknya dengan erat. Gadis tomboy ini tak bisa menahan rindu lebih lama lagi. Meski statusnya kini calon tunangan orang, tetapi hatinya masih tertinggal pada Alfaresqy.
Set
Alfa melepas pelukan Irgiana dengan lembut dan berkata, “Sudahlah jangan menangis, aku di sini untukmu. Aku hanya tercipta untukmu, Gi. Kamu tak boleh berpikiran lebih ya?”
Air mata yang terus menetes pada pipi Irgiana seakan menjadi saksi, dua sejoli yang lama terpisah kini dipertemukan kembali. Rasanya tak percaya, namun inilah kenyataan nya. Entah itu pahit, asem, manis harus dihadapi bersama.
Ah sial mengapa dia menempel begini padaku? Aku tak tahan lagi!
Dengan penuh gairah Alfa menyerang bibir Irgiana yang masih memeluknya.
Mmph~
“Al-alfa a-apa yang kau....”
Mmmphh~
Alfa terus menyerang Irgiana setiap kali ia hendak berbicara. Hingga Irgiana tak ada kesempatan untuk berbicara.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...