
Dosen Tampan Menggoda Hatiku
Episode 28 [ Flashback Off ]
Semenjak kejadian hari itu Irgiana mulai menjauh dari Brandy dan Danish. Tak lama setelahnya keluarga Chloe pindah rumah. Tetapi itu tidak membuat Brandy menyerah meskipun terhalang oleh jarak, Brandy tetap mempertahankan perasaan nya kepada Irgiana.
Setelah lulus SMA Irgiana dan keluarga nya juga pindah rumah, karena lokasi usaha milik ayah nya yang mengharuskan untuk pindah.
Dan setelah sekian lama nya tak berbincang, kini mereka dipertemukan kembali dengan suasana yang agak berbeda. Bagaimana tidak, Irgiana adalah calon tunangan adik kandung nya.
Ctik
Brandy menjetikkan jari nya seraya menyadarkan Irgiana dari lamunan nya yang tak jelas arah nya.
“Ah maaf aku... Ah aku... Di mana Danish aku harus menemuinya?” dalih Irgiana berusaha menghindari tatapan Brandy.
Tap tap
Greb
“Tunggu, aku belum selesai bicara.” Brandy menggenggam tangan Irgiana berusaha menahannya.
“Sudah lah, lupakan saja! Aku aku akan melangsungkan pertunangan dengan adikmu.” tegas Irgiana.
Perlahan genggaman tangan Brandy mulai terlepas, seketika badan nya menjadi lemas tak berdaya. Ia melupakan kenyataan bahwa gadis swag yang dulu dekat dengan nya tak lama lagi akan menjadi adik ipar nya. Huh! Pasti rasanya sakit ya girls?😒
“Aku... Memang dulu aku mempunyai sedikit perasaan padamu, sedikit saja ingat hanya s-e-d-i-k-i-t saja! Jadi aku tidak terlalu sakit menerima perlakuanmu dulu!” ucap Irgiana dengan lantang.
Drap drap drap
Irgiana berlari ke luar dengan cepat, ia tak mau terjadi kesalahpahaman antara dia dengan Danish. Mungkin juga karena sudah tidak ada perasaan yang tertinggal untuk Brandy...
Ck
“Aku lupa menanyakan mengenai Ayoung Corp! Sial!” gumam Brandy.
Drap drap drap
Bug
Nampak nya Irgiana menabrak sesuatu girls? 😌
Tepat sekali, kini ia berada didekapan Danish. Untung saja tidak menabrak tembok yakan.
Hemeh 😒
“Gigi kenapa kau berlari terburu-buru begini? Aah coba saja kalau tidak ku tangkap, kau pasti sudah menjadi santapan ikan arwana.” ujar Danish.
Tubuhnya tak dapat bergerak, rasanya seperti ada aliran listrik masuk ke dalam tubuh nya. “A-aku maafkan aku. Ah aku hanya takut bertemu chiko. Ehe iya chiko aku takut chiko”
Astatang mengapa jantungku tak terkendali begini? Tetapi aku jadi teringat Alfa? -___-
Ctak
“Ouuch sakit, Dan!” keluh Irgiana memegang dahi nya.
“Ah siapa suruh melamun? Aku mencarimu sedari tadi, papih dan mamih sudah menunggu kita. Ayo!” ajak Danish.
Deg deg deg deg
Suara detak jantung Irgiana yang terdengar cepat, ini kali pertama nya dia bertemu dengan calon mertuanya untuk membicarakan pertunangan. Cihuy pokokna mah!
Haiiih aku kan mengenal mereka dengan baik, mengapa tegang begini ya? 😭
__ADS_1
Di ruang tengah rumah keluarga Chloe yang megah itu, tampak Irgiana duduk di sofa empuk berwarna hitam dan disebelahnya ada Danish. Lalu di depan mereka ada Louis Chloe yang tengah menikmati teh sore, dan di pojok kanan ada Sintia Yan yang tengah mengganti channel televisi.
“Em mana Brandy pih? Ini kan pertunangan adiknya, harusnya ia ikut berpartisipasi dong?” keluh Mala pada Louis.
“Hmm biarkan saja mih, mungkin dia sibuk. Dua minggu memasuki bulan ini penghasilan perusahaan terus meningkat melebihi target mih. Wajar saja kalau Brandy sibuk” jelas Louis.
Mendengar pembicaraan papih dan mamih nya Danish pun ikut turun, “Ah iya mih, tak apa. Setelah ini, aku akan membantu kakak lebih keras lagi! Cayo! Hihihi”
“Baguslah nak, kamu harus seperti kakakmu yg cerdik dan jujur itu. Jangan biarkan Ayoung Corp mengambil alih posisi kita di nomor 1!!! Semangat!!! Ha ha!” pekik Louis yang terlalu semangat.
Eh??? Ayoung Corp??? Itu bukankah perusahaan Alfa??? What??? Alfa??? Mengapa Alfa??? Oh tidak otakku janganlah kau mengingat dosen sialan itu! 😭
“Ehem... Oke kita mulai saja pembicaraan mengenai acara pertunangan kalian ya?” ucap Mala.
“Lho ayah dan ibumu mana, Gi?” tanya Louis.
Irgiana menatap ke arah Danish begitupun sebaliknya, mereka terlihat bingung dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Louis Chloe.
Ya iyalah harus ada ayah dan ibumu Gi, masa kalian mau melangsungkan hal penting begitu tanpa orangtuamu. 😅
“Ah i-itu maaf mih aku tidak memberitahu Gigi untuk mengajak orang tua nya untuk ikut serta membicarakan mengenai pertunangan.” Ujar Danish.
Krik krik krik
Seketika suasana menjadi hening dan canggung setelah Danish melontarkan ucapannya tadi.
“Ohooo tak apa tan... Besok bisa ku ajak mereka kemari hihihi” sahut Irgiana berusaha mencairkan suasana.
“Hohoho panggil aku mamih saja, Gi. Kamu kan calon menantuku, iya kan pih?” tanya Mala pada Louis.
Hahaha~ hahaha~
Canda dan tawa menyelimuti pembicaraan mereka mengenai pernikahan. Tetapi tidak semuanya di bahas karena ayah dan ibu Irgiana tak hadir.
Klotak klotak klotak
Suara sepatu tinggi yang melangkah semakin mendekat terdengar dari arah pintu kamar Brandy. Irgiana yang tengah duduk di sofa yang terletak tak jauh dari kamar Brandy menunggu sosok yang keluar dari dalam kamar tersebut.
Kira-kira siapa ya? Emm yang jelas, perempuan. Eh tetapi siapa? Perasaan tadi Mamih tak memakai sepatu tinggi deh?! Aih aku kepo 🤔
Ceklek krieet
Tuk tuk tuk
Wah cantik sekali dia.
Irgiana terpana dengan sosok yang keluar dari kamar Brandy. Perempuan cantik berambut panjang berwarna kecoklatan dengan poni nya yang menambah imut wajahnya yang oriental. Gaun merah yang membentuk lekuk tubuhnya semakin aduhai, dan high heels hitam yang tinggi nya sekitar 10 cm membuatnya semakin terlihat elegan dan sempurna.
Perempuan secantik ini berada di kamar Kak Brandy??? What??? Parah sekali. Eh tunggu, mengapa wajahnya tak asing bagiku ya??? 🤔
Tak lama Brandy pun menyusul keluar, “Sheila, biar ku antar ya? Ini sudah malam tak baik perempuan cantik sepertimu pulang sendiri malam-malam begini”
Perempuan cantik itu ternyata adalah Sheila. Ya, Sheila yang dulu duduk di samping Brandy membuat Irgiana menjadi salah paham.
“Ehem... Baiklah aku bersedia di antar olehmu, calon suamiku heheheh” sahut Sheila menggandeng lengan kanan Brandy dengan penuh semangat.
What??? Sheila??? Perempuan yang dulu bersama Brandy mengabaikanku???
Cih!
Irgiana merasa kesal dengan kehadiran Sheila yang selalu bergelayut pada Brandy. Entah karena cemburu atau memang tak senang denang Sheila. Untuk mengalihkan kekesalannya Irgiana mengeluarkan ponselnya dan membuka akun sosial media nya.
Pffft hahahaha
__ADS_1
“Astatang konyol sekali hahaha!” Irgiana tertawa terbahak-bahak.
Langkah kaki Brandy dan Sheila terhenti mendengar suara tawa Irgiana yang terdengar seperti meledeknya.
“Mengapa tertawa saat kami lewat?” tanya Brandy pada Irgiana yang masih tertawa kecil.
Hihihi
Brak
Karena kesal, Brandy menghampiri Irgiana dan menghantam meja kecil di sebelah sofa yang diduduki oleh Irgiana.
Eh copot lu loncat!!! 😱😱😱
“Apa yang membuatmu tertawa?” tanya Brandy lagi.
Irgiana masih sibuk dengan ponselnya dan tak menggubris ucapan Brandy.
“Sheila, lebih baik kau turun terlebih dahulu. Ada yang harus ku bereskan” perintah Brandy pada Sheila.
“Baiklah, aku akan menunggumu di mobil.” jawab Sheila dengan cepat segera turun ke bawah.
Tatapan tajam Brandy kembali tertuju pada Irgiana yang masih tertawa sambil memandangi layar ponselnya.
Hahahaha~ hahaha~
Suara tawa Irgiana membuat Brandy sampai pada puncak amarahnya. Ia pun memegang kedua pipi Irgiana membawa ke tatapan matanya. Dan bertemulah kedua pasang mata saling memandang.
What??? Nanaonan ieu??? Seram sekali *j*rrrr 😱😱😱
“Cepat jawab! Apa yang kau tertawakan?!” tanya Brandy dengan pelan tetapi tegas penuh dengan ancaman.
Irgiana pun angkat bicara, “Lepaskan pipiku terlebih dahulu, kau ini apa-apaan mengagetkanku saja!”
Kring kring kring
Bunyi ponsel Brandy secara tiba-tiba memecah suasana tegang antara Brandy dan Irgiana.
📞Panggilan masuk...
CEO Ayoung Corp
CEO Ayoung Corp??? Alfa???
Brandy pun mengangkat panggilan masuk tersebut.
Halo, Alfa...
Sambil memegang ponselnya pada telinga kanan nya, Brandy berjalan menjauh ke arah tangga.
Alfa? Siapa Alfa yang ia maksud?
Irgiana bertanya-tanya dengan Alfa yang di maksud oleh Brandy... Apakah Alfaresqi? Atau Alfa yang lain?
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...