Dosen Tampan Menggoda Hatiku

Dosen Tampan Menggoda Hatiku
Episode 25


__ADS_3

Dosen Tampan Menggoda Hatiku


Episode 25 [ Sultan Bebas ]


Seminar itu berlalu begitu saja seiring berjalannya waktu, Irgiana berhasil menyelesaikan tugas dan misi yang diberikan oleh dosen Ghani. Kini ia sedang bersiap untuk melangsungkan pertunangannya dengan Danish, pewaris ke-dua Caresure Group yang tengah booming dan naik daun.


Irgiana tampak bahagia menjalani hubungan dengan Danish. Tetapi ada satu hal yang ia belum mengerti, dan itu sangat mengganggu pikirannya. Apa itu? Mari kita selidiki...


***


Pagi hari di kediaman Irgiana,


“Gigi, bagaimana persiapannya? Apakah kalian sudah menentukan tempat dan temanya?” tanya ayahnya pada Irgiana yang tengah menikmati sarapan paginya.


“Hmmm itu pah anu maksud papah apa ya? Hoho aku masih bingung,” jawab Irgiana yang pura-pura amnesia.


Ohokk


Ayah Irgiana, Irfan Saputra tersedak mendengar jawaban dari putrinya itu. Bagaimana tidak? Aku pikir hubungan anakku dan Danish itu sangat dekat, tetapi mengapa begini?


“Aaah begini pah, mengenai hal itu Gigi tentunya sudah memikirkannya dengan baik. Tetapi butuh keberanian untuk membahas hal ini dengan Danish, papah mengerti kan?”


Hmm? Rupanya mereka masih malu-malu ya ohoho putriku sudah tumbuh dewasa ya.


Irfan hanya memandang gemas putrinya yang sudah dewasa itu. Rasanya baru kemarin ia menggantikan popoknya tetapi kini ada seseorang yang ingin melamarnya bahkan untuk yang ke dua kali nya.


“Ehem ehem sudah pah, berikan mereka berdua waktu. Mereka berpisah dalam jangka waktu yang lumayan lama lho. Perlu adaptasi! Iya kan Gigi?” tanya Deswita yang melakukan pembelaan terhadap putrinya.


“Pah... Tidak terasa ya, putri kita yang tomboy itu akan melangsungkan tunangan untuk yang ke dua kali nya. Mamah berharap pertunanganmu kali ini akan berjalan dengan lancar.”


Cih! Entah mengapa rasanya aku malas mengaminkan doa mamah. 😓


Entah apa yang aku rasakan saat ini, apakah ini benar? Atau malah akan membawa malapetaka bagiku?


“Gigi, tolong antar ini ke rumah Bunda Mala ya...?”


Haih naon deui ah naha urang? Tsk


“Iya mah aku antar lah hh” dengan raut muka datar dan tak bersemangat Irgiana berjalan menuju garasi kendaraan yang berada di samping rumahnya.


Tap tap tap


“Gigi kamu ini apa-apaan? Kamu ini akan berkunjung ke rumah calon mertuamu Gi, mengapa pakaianmu begitu nak?!” tanya Deswita khawatir.


Irgiana pun melihat dirinya dan ia dapati kaus polos ukuran besar berwarna hitam dan celana training hitam yang memiliki garis putih di bagian sampingnya.


Hilih ini bukankah sudah rapi? Biasanya kan aku pakai hotpants mah.


Ck

__ADS_1


Irgiana berdecak dan membalikan badannya berjalan menuju kamarnya. Ia berniat mengganti pakaiannya.


Jeng jeng 20 menit kemudian...



Ini sudah cukup pantas kah untuk pergi ke rumah mertua? Wkwk lucu sekali aku mengapa jadi begini wey. 😒


Pro prok prok


Deswita bertepuk tangan seraya gembira melihat putrinya yang terlihat sangat cantik. Tetapi ada yang salah sepertinya...


“Astagfirullahaladzim Gi, sejak kapan kamu mengecat rambutmu? Ih kok hijau begitu? Macam anak ayam di pasar saja haha!” ujar Deswita menertawai putrinya.


Irgiana melirik ke arah ibunya dengan wajah datarnya dan berkata, “Eem ini lagi trend mah, jangan kacau ih. Aku sudah bersusah payah berusaha memakai pakaian ini”.


“Sudah lah sebaiknya kamu segera berangkat sebelum kue nya dingin. Oh ya, jangan pakai motor ya! Nanti rambutmu kusut nak” tegas Deswita.


“Iya mah, aku juga berniat mengendari mobil. Em ya sudah aku berangkat ya mah! Bubye...”


30 menit kemudian Irgiana tiba di kediaman Chloe.


Ting tong ting tong


Suara bell yang terdengar nyaring itu menjadi horror seketika bersama dengan canggung yang dirasakan oleh Irgiana saat ini.


Deg deg deg


Ceklek


“Eh Non Irgi, mari Non masuk. Den Danish nya ada di dalam kamar. Mari saya antar.” sapa asisten rumah tangga keluarga Chloe yang bernama Teti tersebut.


Perlahan mereka berjalan ke dalam rumah mewah nan megah tersebut. Tujuan mereka adalah kamar Danish, ya benar sebelumnya Bunda Mala sudah berpesan jika Irgiana datang suruh ia menemui Danish agar mereka bisa membicarakan mengenai pertunangan mereka nanti.


Ceklek krieet


“Silahkan non, em ini kue nya saya berikan kepada Nyonya dahulu.” ujar Teti.


Weh kok sepi? Tadi Mbak Teti bilang Danish di kamar... Mengapa sepi sekali. 😬


Irgiana celingukan ke kanan dan ke kiri mencari Danish, hingga ia berhenti tepat di depan pintu yang terbuka. Kamarnya sangat luas, hingga terdapat beberapa ruangan didalamnya.


Astaga ini kamar atau lapangan? Luas sekali aku baru pernah melihat kamar seluas ini. Perasaan waktu itu tak seluas ini ya? Em atau karena waktu itu hanya sebentar saja aku di dalam?


30 menit kemudian...


Drap drap drap


Astaga parah kali mengapa ada harimau di dalam rumah??? Wuaaa mana ponselku? Aku harus menghubungi Danish.

__ADS_1


**Dalam panggilan


Halo Danish aku di halaman belakang rumahmu. Ada a-ada harimau mengejarku! Tolong aku hiiiks 😭😭😭


Tut tut tut


Irgiana mematikan panggilan dan segera bersembunyi di dalam gubuk gaya vintage yang terletak di bagian timur halaman belakang tersebut.


Danish yang tengah berendam di bath up langsung bangkit dan membalut tubuhnya dengan handuk. Segera ia berlari menghampiri Irgiana yang tengah melawan rasa takut dari binatang buas itu.


Sultan mah bebas harimau dia anggap kucing.


Diam kau thor, jangan mengganggu. Nanti naskahku berantakan. 😪


Drap drap drap


Danish berlari cukup kencang hingga handuk yang ia gunakan terbang dan bagian paha nya terbuka karena terkena angin.


Haiyaaaa handukku... Aku tak memakai apapun jangan di sini lah angin.


“Gigi keluarlah, Chiko sudah pergi. Kemarilah sekarang kau aman.” ujar Danish menyuruh Irgiana keluar dari persembunyiannya.


Bagaimana tidak takut, halaman rumahnya luas sekali. Rumput yang hijau, pepohonan yang rindang. Sungguh mirip sekali dengan hutan. Itu memudahkan harimau peliharaan Danish menyerang mangsa. Tak lama Irgiana keluar dari persembunyiannya, dan langsung berlari ke pelukan Danish.


Greb


“Aku takut sekali, Dan” dengan wajah tegang dan kaku Irgiana bersembunyi dalam pelukan Danish.


“Sudah lah, Chiko tidak akan menyerangmu dia tak akan memakan manusia. Dia hanya ingin mengajakmu bermain.” ungkap Danish berusaha menenangkan Irgiana yang terlihat sangat ketakutan.


Pfft buahaha


Suara tawa itu berasal dari mulut Irgiana.


“Haih mengapa kau tertawa? Apa yang membuatmu tertawa?” tanya Danish heran.


“Lihatlah handukmu mengapa seperti itu?”


Danish tak tahu maksud ucapan Irgiana, ia pun segera melihat keadaannya. Ada apa dengan handuk yang dikenakan Danish???


Kyaaaaaaaa


“Apa apaan ini mengapa...? Ah sudah lah kau sudah melihat semuanya hiks hiks...”


Handuk yang dikenakan Danish terbuka dan sangat kotor karena tak menghiraukan kondisi sekelilingnya. Yang ada di pikiran Danish saat itu adalah keadaan Irgiana. Hingga ia tak sadar telah menabrak banyak benda yang membuat handuknya kotor dan sedikit robek.


***


Assalamualaikum wr.wb semua... Semoga kabar kalian baik ya. Em maaf karena keterlambatan update yang cukup lama. Dikarenakan kondisi kesehatan dan hati yang kurang baik. Mudah-mudahan setelah sekian lama tidak update. Episode kali ini membuat kalian senang ya... Mohon maaf jika ada kesalahan kata maupun penulisan. Support terus aku ya dengan rate bintang lima+like dan komen, boleh juga vote nya kakak. 🙂🙏

__ADS_1


See you next episode...


🎭HAPPY READING🎭


__ADS_2