
Episode sebelumnya...
“Iya mah, Gigi juga pusing memikirkannya. Tapi Gigi sedang berusaha melupakannya, untung saja Danish bersedia menghiburku.”
“Danish? Yang anaknya Pak Louis bukan? Pak Louis tetangga kita dulu sewaktu di Perumahan Tamwis kan Gi?”, ujar ibunya meyakinkan bahwa benar orang yang dia maksud.
________________________________________
Dosen Tampan Menggoda Hatiku
Episode 17
Laki-laki imut dan menggemaskan ini bernama Danish Chloe, anak pertama dari Louis Chloe dan Shintia Yan, pemilik dari Caresure Group yang kini menduduki peringkat pertama perusahaan ritel terbesar di dunia.
Dua tahun yang lalu di Perumahan Elit Tamwis mereka pernah menjadi tetangga keluarga Irgiana.
Kala itu Irgiana dan Danish sama-sama menduduki bangku SMA. Namun karena suatu hal, Keluarga Chloe harus pindah. Ayah dan ibu Danish sangat akrab dengan keluarga Irgiana. Bahkan mereka sampai menjodoh-jodohkan Danish dengan Irgiana.
Danish Chloe terus mengikuti Irgiana Rachquel sampai ke Universitas. Mereka sangat akrab, tetapi semenjak mengetahui bahwa Irgiana mempunyai hubungan dengan dosen di kampus nya. Karena Danish tidak mau sakit terlalu dalam, pikirnya lebih baik menjauh.
Meskipun terlahir dari keluarga kaya, Danish tidak pernah menyombongkan diri. Dia tumbuh menjadi anak yang rendah diri dan penuh kehangatan. Di usia nya yang ke-21 dia tengah mempersiapkan diri untuk masuk ke perusahaan.
Selain belajar di kampus, dia juga belajar mengenai manajemen perusahaan. Bahkan ayahnya, Louis Chloe sering memintanya membantu mengurus beberapa hal yang bersangkutan dengan bisnis. Selain imut, tampan dan pintar, dia mempungai hoby menyanyi dan dance lho.
Sanggar nya bernama 'Dancerish' karena Danish yang membangunnya. Hanya dengan membayar 15$/bulan bagi yang mampu dan gratis untuk yang kurang mampu, siapa saja bisa memakai semua fasilitas yang ada di sanggar bakat nya itu. Semua bakat akan dikembangkan di sana mulai, bakat menyanyi, bakat alat musik, acting, dance, pencipta lagu, modeling, dsb.
Readers ; Duh bahas Danish mulu thor, Irgiana bagaimana kabarnya thor?
Author ; Eheheh oke oke, maapkeun aku yang terlalu senang dengan Danish 😍
Okelah mari kita intip keadaan Irgiana ya.....
♡♡♡
Danish berusaha untuk mendektan kembali tali silaturahmi yang sempat renggang antara keluarganya dan Irgiana.
"Mih, mamih masih ingat Irgiana nggak?", tanya Danish pada mamihnya yang duduk bersamanya di sofa panjang berwarna hitam.
"Hmm... Irgiana? Siapa? Pacarmu?", jawab mamihnya santuy.
__ADS_1
"Aha! Mamih ingat, dia gadis yang dulu tinggal di sebelah rumah kita kan? Sewaktu kita tinggal di Perumahan Elit Tamwis? Ya kan? Hm?", sahut mamihnya lagi.
"Nah itu mamih ingat hehehehe..."
Danish mengajak Irgiana datang kerumahnya untuk ikut makan malam bersama keluarganya.
♡♡♡
Tak tak tak... Deg deg deg deg... Suara heels yang Irgiana kenakan beriringan dengan suara detak jantungnya.
"Ayo, masuk. Mami sama papi udah nunggu dari tadi." tutur Danish mengajak Irgiana masuk ke dalam runah mewahnya.
Irgiana masih memandangi rumah mewah milik Keluarga Chloe. Apakah sekaya ini keluarga Danish? Dalam hatinya bertanya-tanya dan juga ada sedikit rasa sedih. Mengapa semua cowok disekitarnya berasal dari keluarga kaya raya. Berbeda dengannya yang yang hanya anak pengusaha kue yang baru sukses kemarinan.
Masuk nggak ya... Duh jadi ragu nih.
"Gi... Hey, Gigi? Jangan melamun ayo masuk", ujar Danish.
Irgiana yang mengenakan gaun indah berwarna werah dan sepatu heel setinggi 8 cm berwarna peach itu perlahan memasuki rumah Danish.
Belum sempat mengucapkan salam, seluruh anggota keluarga Danish memberikan ucapan selamat datang.
"Wah lihat yang di tunggu sudah datang!", ucap Louis ayah Danish.
"Tidak bisa. Mamih, janganlah curang. Dia itu akan menjadi anak perempuanku, biarkan dia duduk di antara kita. Ya kan Gigi? Hm?" sahut Louis lagi.
Di luar ekspetasi, ini di luar dugaan! Keluarga Danish semuanya masih sama seperti dulu, meski sekarang sudah menjadi orang nomor 1. Rendah hati sekali ya~
"Irgiana, apa kamu masih ingat dia. Dia Brandy, kakak Brandy. Dulu kalian akrab lho hihi", ucap Danish menunjuk pria dewasa yang duduk di bangku ujung meja makan.
Pria itu menatap tajam Irgiana, tak sepatah katapun keluar dari mulutnya.
"Jadi, Gi. Kak Brandy yang memimpin perusahaan lho, semua berkat usaha nya perusahaan kami sekarang berada di urutan nomor 1. Hebat kan? Hihi" tutur Danish.
Irgiana lantas duduk dan tak mau pusing dengan sikap kakak nya yang sedari tadi terus mengawasinya.
Busetdeh udah kaya cctv aja, ngelihatin terus. Seram ih.
Brandy Chloe, anak pertama Louis Chloe dan Shintia Yan. Dalam satu tahun terakhir dia berhasil membuat perusahaannya menduduki peringkat nomor 1 di dunia. Luar biasa bukan!
__ADS_1
Segala usaha dia lakukan, termasuk memotong habis peluang untuk orang lain. Dalam arti, dia menciptakan gebrakan untuk keuntungannya sendiri yang membuat orang lain tidak mempunyai peluang. Seperti yang terjadi seperti sekarang ini, bahkan perusahaan Chanqyi di buat tak berkutik dengan gebrakan Brandy Chloe. Hebat sekali benar-benar genius!
“Ah, hai kak Brandy. Senang berjumpa denganmu”, sapa Irgiana kepada kakaknya Danish.
Ya ampun sombong sekali, sumpah mukanya sangar banget... 😨
Brandy hanya tersenyum dan mengucapkan sedikit kalimat, “Me too.”
'Me too. Mee too. Me too. Mee too.' doeng doeng doeng... Syuuutt...
Kalimat itu terus beterbangan di kepala Irgiana.
Setelah selesai makan malam, Irgiana di ajak berkeliling di rumah Danish. Dia menunjukan segala ruangan dirumahnya.
“Nah, ini kamarku. Kamu boleh masuk 😊”, ujar Danish.
Tap tap
Ia menuruti perkataan Danish dan masuk ke kamarnya, sebenarnya agak ragu si. Tetapi dia terlalu penasaran untuk tidak ke dalam hohoho.
Tap tap
Luar biasa sekali, ini kamar laki-laki atau perempuan si? Kira-kira yang ada di dalam pikiran Irgiana saat ini hanya itu. Kamar yang rapih dan wangi.
Terdapat satu buah ranjang yang luas bersepreykan warna putih dan bad cover warna hitam bermotif beruang pink dan cokelat. Juga ada 2 buah bantal empuk yang tampak berisi dan serta 2 buah bantal guling. Disampingnya ada meja kecil yang mempunyai 2 buah laci tingkat yang diatasnya berdiri tegak sebuah lampu tidur model klasik dan jam weker yang terbuat dari besi.
“Wah, ini kamar atau rumah Dan? Hohoho”, ucap Irgiana terkejut.
Selain itu juga terdapat 1 buah sofa panjang berwarna cokelat muda dan meja kecil yang terletak di depan lemari pakaian. Lemari pakaian yang besar dan terkesan mewah itu berdiri di samping pintu masuk kamar.
“Gi, aku ke kamar mandi sebentar ya. Ku tinggal mandi dulu. Tidak apa-apa kan?”, ucap Danish masuk ke kamar mandi meninggalkan Irgiana.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...
See you next episode, my lovely readers! 💖