DUA GARIS (You Got Me Baby)

DUA GARIS (You Got Me Baby)
MENIKAH DAN SI BROKEN HEART


__ADS_3

Waktu berjalan begitu cepat bagi Anjani, tak terasa, hari ini adalah hari besar dirinya dan Bastian. Berpacaran selama 1 tahun dan memutuskan untuk menikahi Anjani yang sibuk menyiapkan diri untuk menyusun skripsi yang tertunda,


"Sayang, ini beberapa yang bakal aku undang, yang pasti, mereka temen kantor aku, karyawan aku juga dan temen teman aku, anak kedokteran."


"Ehm ... oke, aku juga ada beberapa daftar nama, tapi ada yang aku coret mas."


"Kenapa?"


"Ya, nggak begitu akrab sih, sekedar say hi aja gitu, terus temen mama, papa, temen deket aku Diska, udah pasti, sama ya keluarga besar kita aja."


"Oke, aku juga. Ada yang aku coret dari sini."


"Siapa mas?"


"Mantan."


"Hahaha, kenapa nggak di undang?"


"Ngapain juga kan ...?"


"Terserah mas sih, aku ikut aja. Teman kita garden party?"


"Yes, yang kita ambil di rooftop hotel. Hotel keluarga sayang, jadi, ya hemat budget dikit lah ..."


"Oke ... baju kita udah siap semua mas, semuanya aman dan nggak ada kendala. Aku diet ketat banget, takut baju aku nggak muat."


"Nggak muat, ya kita buat lagi gaunnya, beres kan."


"Waktu mepet mas, lagian uang kamu nanti habis ..."


"Sayang ... uang bagi aku bukan perkara, santai aja, kamu tenang, uang aku cukup sampe 10 turunan."


"Hahaha ..." Tawa keduanya.


"Tapi, ini cuma pesta kecil, aku belum cukup uang buat ngerayain pesta besar ..."


"Mas ... ini aja udah mewah banget, kamu tuh bahkan sampe ngundang penyanyi favorit aku, itu udah mewah buat aku mas."


"Ini yang aku suka dari kamu, nerima apa aja yang aku kasih. Aku sayang banget sama kamu, nggak sabar buat kita nanti punya anak."


Biaya yang akan di gelontorkan oleh Bastian mencapai hampir lebih dari 500 juta untuk pesta kecil yang ia maksud itu.


Sementara itu Pandu, kini tengah di sibukkan mengejar gelar SpOG miliknya, sembari ia bekerja di sebuah perusahaan swasta, bergerak di bidang penyediaan alat berat.


"Dewa ... undangan dari Bastian, udah dapet?"


"Udah."


"Hahaha ... kenapa sih? Jawabnya kek lemes gitu?" Tanya Fauzan.

__ADS_1


"Sialan lu, biasa aja kok, gue pasti dateng."


"Harus lah, lagian kita tuh jadi dayang dayang dia, berdiri jadi pendamping mantan, ah elah ... hahaha ..."


"Hahaha, nggak masalah lah, entar juga jadi manten, tau deh kapannya."


"Hahaha ... patah hati lu?" Ucap Fauzan, dengan gelak tawa.


Rupanya, Fauzan mengetahui jika Pandu menyukai Anjani. Namun ia mengalah, demi arti persahabatan yang sudah mereka bangun sejak lama, bersama Bastian.


Selama dua tahun, Pandu mencoba melupakan Anjani. Ia fokus dengan apa yang akan ia kejar saat ini.


Menjelang pernikahan Anjani.


Pandu telah siap, untuk hadir, tak hanya sebagai tamu undangan, ia juga menjadi Bridesmaids pria bersama ketiga temannya, berdasarkan permintaan Bastian.


Acara sakral itu berlangsung dengan tenang dan penuh sukacita. Terlebih saat acara sungkeman yang biasa di gelar pada pernikahan adat jawa. Anjani tak kuasa menahan tangis, saat ia harus bersujud pada kedua orang tuanya dan meminta restu, untuk melepaskan masa lajangnya yang akan ia habis kan bersama Bastian hingga ajal menjemput. Begitupun Bastian, dengan menggunakan pakaian adat jawa yang kental dan khas, ia tampak gagah. Keduanya mempelai tampak serasi pagi itu.


Acara kemudian berlangsung di rooftop hotel berbintang lima, milik keluarga Bastian. Keduanya mempelai telah menggunakan pakaian pengantin dengan gaya modern, rancangan dari designer muda ternama di Indonesia.


Yang menarik adalah, Bridesmaids yang terdiri dari 4 pria tampan dan gagah, berhasil mencuri perhatian, bahkan mereka di sebut sebut lebih pantas naik ke pelaminan oleh para tamu undangan.


"Diliatin orang gini ..." bisik Pandu, pada teman temannya.


Mereka menahan tawa, saat melihat sekelompok gadis, yang melambaikan tangan pada Pandu sembari mengambil foto,


"Kayaknya, temen kita bakal dapet jodoh habis ini." Ucap Rangga.


"Keliatan, lagi patah hati, terdeteksi." Ucap Fauzan, sambil melirik Anjani dari kejauhan.


"Setan lu!" Ucap Pandu, sambil menahan tawa dan terus melihat di sekelilingnya.


......................


Pesta dansa.


Tampak Anjani dan Bastian, tengah berdansa mesra, sementara Pandu, hanya duduk dan melihat ponselnya. Membuka kontak, scroll, melihat foto lama dan membaca pesan masuk serta membaca email dari kantornya.


Musik terus mengalun, hingga acara lebih meriah lagi ketika penyanyi favorit Anjani, pun kini membawakan lagu diatas panggung. Lagu yang cukup up beat. Membuat hampir seluruh tamu undangan menarik dan menikmati lagu, bak konser mini.


Lagi lagi, Pandu hanya duduk dan menikmati pemandangan itu berlangsung, dimana Anjani tampak bagian bersama Bastian. Tak ada yang bisa ia lakukan kecuali berjalan meninggalkan rooftop sambil membuka dasi dan jas yang ia kenakan,


"Dewa!" Fauzan berjalan cepat, mendekati Pandu.


"Dewa ... mau kemana lu?"


"Balik."


"Kenapa sih?"

__ADS_1


"Nggak enak gue, gue balik aja, acara juga udahan kan." Ucap Pandu, sambil masuk ke dalam lift.


"Lu masih sakit hati?"


Pandu tak menjawab, "Dewa, jawab?!" Tegas Fauzan.


Menghela nafas, "bukan urusan lu." Ucap Pandu. Pintu lift pun tertutup.


"Dewa!" Tegas Fauzan yang kesal dan memukul pintu lift.


"Segitunya sih? Kenapa juga nggak di kejar dulu?" Ucap Fauzan sambil kemudian kembali menuju acara.


Fauzan duduk di dekat kekasihnya, Indira,


"Kenapa mas?"


"Dewa, dia balik."


"Owh ... terus, kok mas kesel gitu mukanya?" Tanya Indira.


"Kesel aja sih, kalo suka, cinta, tuh jangan di tahan, ungkapin aja." Ucap Fauzan.


"Mas, aku nggak ngerti? Aku cinta ke kamu kok, bukan siapa aja." Ucap Indira.


"Sorry sayang, bukan ke kamu, maaf, maaf ya ..." Sambil memeluk Indira.


"Aneh." Ucap indira.


Pandu berkendara menuju lapangan basket, dimana ia dan teman temannya sering berlatih disana.


Seorang diri, dengan menggulung lengan kemeja, ia mendribble dan memasukan bola dalam keranjang dari berbagai sisi.


Pandu menahan air matanya, namun tak dapat lagi terbendung, air mata itu jatuh dengan sendirinya,


"Huh ..." Pandu menghela nafas, sambil kemudian tersenyum. Duduk bersandar dan memutar bola.


"Kadang nyesel jatuh cinta." Ucap Pandu, sambil memutar bola dengan jemarinya.


"Tapi nggak nyesel kenal sama dia, biar sebentar ..." ucap Pandu lagi.


"Udahlah."


Pandu pun menulis sebuah caption pada snap gram miliknya. Ungkapan patah hatinya dan penyesalan akan apa yang ia lalui.


"that day, I fell in love, and today my heart is broken."


"stupid man, is me."


"if one day, you are sad and unhappy, find and come to me. I'm still waiting for you ..." 

__ADS_1


Pandu meninggalkan lapangan basket itu, menuju rumahnya. Ponselnya terus berdering. Pesan masuk dari ke tiga temannya, yang ingin mengetahui keadaan dirinya.


__ADS_2