
"Maafkan aku Bun..aku tidak tahu kalau Yudi ternyata sudah beristri" Tiara menunduk di depan bunda Nur yang tengah memandangnya dengan tajam.
Tanpa ada angin atau hujan tadi siang seorang perempuan berkerudung membawa anak berusia 2 tahun mendatangi rumah bunda Nur. Ia mengaku sebagai istri dari Yudi Harianja lelaki yang tengah menjalin cinta dengan Tiara Andini Putri satu-satunya.
Dengan berbagai bukti yang dibawa bunda Nur akhirnya percaya bahwa dia istri Yudi, betapa terpukulnya hati bunda Nur menerima kenyataan bahwa Tiara menjadi duri dalam rumah tangga orang lain. Apapun alasannya bunda Nur tidak akan menerima alasan, kelakuan Tiara dan Yudi tetaplah salah.
"Apa kamu tidak merasa curiga Tiara selama setahun ini dekat dengan dia?" tanya bunda Nur heran dengan sikap Tiara. "Atau kamu memang sengaja ingin menjadi pelakor dalam kehidupan rumah tangga mereka? bunda tidak terima Tiara..kamu bunda besarkan dan didik tidak untuk menjadi wanita tanpa martabat, cukup keluarga ini yang hancur karena ulah pelakor!" suara bunda Nur terdengar tinggi, emosi yang memuncak membuat bunda Nur tidak bisa mengendalikan amarahnya. Kekecewaan bunda Nur benar-benar sampai pada puncaknya.
"Kamu putuskan hubunganmu karena sampai kapan pun bunda tidak akan merestui." ujar bunda Nur dengan tegas.
Tiara mengangguk di sela tangisnya
"Iya Bun..Tiara akan putuskan yudi secepatnya"
Malamnya Tiara pamit hendak menemui Yudi di sebuah cafe, bunda Nur mengijinkan dengan syarat setelah ini tidak ada lagi hubungan apa pun diantara mereka berdua.
Tiara sudah duduk di depan laki-laki dewasa dan kharismatik yang sudah setahun ini menjadi kekasihnya.
"Kenapa Aa tidak jujur sama aku?" tanya Tiara sedikit ketus.
"Memang apa yang Aa sembunyikan..Aa selalu terbuka sama kamu sayang" jawab Yudi tenang
Tiara melengos ternyata hatinya salah sudah jatuh cinta pada laki-laki pengecut yang banyak bohongnya, seketika omongan bundanya terngiang di telinga.
"dengar Tiara tidak ada laki-laki beristri yang jujur, ia akan terus berbohong pada kamu dan istrinya, kebohongan demi kebohongan akan terus ia katakan setiap hari. kamu mau hidup dibayangi dengan kekhawatiran? bahwa setiap saat dia akan mencari wanita lain yang dianggap lebih dari kamu."
Ucapan bunda pasti bukan tanpa sebab, bunda lebih berpengalaman mengingat pengalaman hidup ketika ayah Tiara mengkhianatinya. Bertahun hidup menjanda membesarkan anak semata wayangnya semata-mata karena ia sudah tidak percaya lagi akan yang namanya cinta dan kesetiaan.
"Cinta tidak ada yang abadi Tiara dia akan tumbuh lalu hilang tanpa di duga, hanya cinta orangtua lah yang akan selamanya kekal apapun itu keadaannya."
Hati Tiara makin teriris nyeri ketika bunda dengan berurai airmata mengisahkan alasan perpisahan ayah dan bundanya.
Tiara tersadar ketika tangannya di sentuh Yudi.
"Sayang kamu melamun?."
"Stop manggil aku sayang..aku mau kita berakhir sampai di sini." ucapan Tiara keras dan tegas.
__ADS_1
"apa-apaan kamu..aku tidak terima." balas Yudi dengan nada keras
"lihat A..sampai sekarang saja kamu belum jujur kan sama aku? dasar laki-laki mata keranjang..sudah punya istri masih saja cari perempuan lain." umpatan Tiara tidak terbendung.
Yudi kaget mendengar ucapan Tiara "dari mana dia bisa tahu aku sudah punya istri." katanya dalam hati
"Kenapa.. kaget?." tanya Tiara sinis
"Kamu tahu darimana?." tanya Yudi heran
"ngga perlu kamu tahu aku tahu darimana..yang jelas sekarang kita akhiri saja." ucap Tiara sambil menahan sesak di dada.
"Dengar dulu sayang..aku memang sudah punya istri tapi tidak lama aku akan menceraikannya dan kita akan segera menikah" rayu Yudi berharap Tiara akan luluh.
"haiishhh dasar kucing garong..enak banget dia ngomong begitu" umpat Tiara dalam hati.
Tiara menggelengkan kepalanya sambil tersenyum sinis, ia tidak habis pikir laki-laki yang dianggap dewasa dan kebapakan malah punya pikiran picik seperti ini.
"Aku tidak mau A..mulai hari ini kita putus..kamu kembalilah pada anak dan istrimu jangan kecewakan mereka." ujar Tiara kembali menegaskan sikapnya.
"Aku ngga peduli..yang jelas aku mau putus." Tiara lalu berdiri dan bergegas melangkah menjauh tapi tangannya di cekal oleh Yudi.
"Aku ngga mau putus." jawab Yudi memaksa
"Tapi aku mau." lawan Tiara dengan menatap mata Yudi, sekuat tenaga ia menahan airmata agar tidak jatuh, bagaimana pun hatinya sakit bukan main , cinta indah yang ia harapkan ternyata jauh dari harapannya. Yudi pria tampan yang romantis mampu membuat Tiara jatuh cinta begitu dalam, tapi apa hendak dikata harapan tak seindah kenyataan tepat setahun mereka menjalin hubungan tiba-tiba kabar mengejutkan ia terima.
"Aku tidak akan pernah melepas mu Tiara..aku sungguh sayang sama kamu..kamu bersabar dulu ya..aku janji akan menyelesaikannya." rayuan Yudi kembali di dengar, Tiara hanya mendecih.
Tanpa kata yang terucap lagi Tiara melangkah sedikit berlari menjauhi laki-laki tak tahu diri itu.
"Tiaraaaa..." teriak Yudi memanggil Tiara yang terus berlari tanpa menoleh.
Dengan menaiki motor maticnya Tiara bergegas pulang menuju rumahnya, pesan bunda agar ia langsung pulang setelah urusannya dengan Yudi selesai benar-benar ia turuti. Saat ini ia hanya ingin menangis di pangkuan bundanya "ternyata mencintai itu sakit bunda" .
Tiga hari Tiara mengurung diri di rumah, ia pun sudah mengajukan resign dari perusahaan tempat ia bekerja, ini semua semata-mata ia lakukan untuk memutus semua akses dengan Yudi. Yudi bekerja di sebuah perusahaan yang menjalin kerjasama dengan perusahaan Tiara, mereka berdua sering terlibat dalam urusan pekerjaan hingga rasa cinta yang tumbuh seiring berjalannya waktu.
Malam selepas sholat isha masih dengan mukenanya Tiara meminta ijin.
__ADS_1
"Bunda..Tiara ingin mencari pekerjaan di Jakarta, siapa tahu di sana lebih baik dibanding di sini." selepas sholat berjamaah Tiara berbicara dengan bunda Nur, sekaligus meminta ijin untuk bekerja di Jakarta.
Bunda Nur menatap lekat wajah putri tercintanya, ia paham benar hati Tiara sedang tidak baik mungkin ini jalan agar Tiara bisa melupakan kisah cintanya.
"Bunda tidak akan menahan kamu jika memang ini demi masa depanmu, tapi berikan bunda jaminan jika kamu akan semakin dewasa dengan tidak melakukan yang bertentangan dengan norma agama dan kesusilaan. Apalagi di sana tidak ada mata yang mengawasi mu secara langsung, hanya ketakutan akan Allah lah yang akan membentengi dirimu sendiri nak". ucap bunda Nur dengan tatapan teduhnya.
Tiara mengangguk
"Tiara janji bunda tidak akan mengecewakan bunda lagi." jawab Tiara dengan penuh keyakinan, ia berjanji tidak akan lagi ada cerita seperti kemarin.
"Usiamu bukan lagi usia main-main nak..carilah pasangan hidup yang akan membawamu dalam kebaikan, jangan ulangi cerita pedih tentang kehidupan kita pada anak-anakmu kelak. bunda doakan kamu mendapat jodoh terbaik yang dikirim oleh Allah."
"Jika kamu menemukan orang yang menginginkanmu bawalah langsung kemari agar bunda bisa melihat kesungguhannya."
Tiara memeluk bunda Nur erat, ia hanya punya ibu tunggal yang berjuang keras untuk kehidupan mereka, setelah ayah pergi dengan perempuan lain yang merebut semua kebahagiaan mereka.
"Bunda tidak apa-apa di sini sendiri?." tanya Tiara
Bunda Nur tersenyum
"Bunda tidak sendiri sayang, masih ada bibimu dan pasien-pasien bunda yang datang setiap hari."
Bunda Nur seorang bidan yang bekerja di puskesmas dan juga membuka praktek mandiri di rumah, jadi rumah akan selalu ramai di datangi pasien yang memeriksa kehamilan.
"Pergilah bawa semua mimpi mu ..bunda hanya bisa mendoakan agar selalu dalam lindungan Allah."
"Iya Bun..bunda adalah bunda terbaikku." Tiara makin memeluk erat bunda Nur.
"Kamu ini masih saja manja." bunda Nur mengusap punggung anak gadisnya.
Airmata di ujung mata bunda Nur menggenang, ia rela melepas Tiara pergi merantau untuk menggapai masa depannya.
Bersambung..
happy reading..❤️😘
Tinggalkan jejak yaa dengan vote,like & komen.. hatur nuhun 🙏🙏
__ADS_1