
Abhisatya melangkahkan kaki melewati garasi dan taman menuju rumah tante Rahma, rumah yang setiap pagi Aqila datangi demi untuk mengepang rambutnya. Setiap pagi anaknya akan memamerkan hasil tataan rambut seorang perempuan yang Aqila panggil dengan nama Tante Ara.
Belum pernah sekali pun ia bertemu dengan "teman" anaknya itu, lucu memang anaknya punya teman wanita dewasa.
Setelah sampai di depan pintu penghubung Abhisatya langsung membuka pintu masuk menuju dapur bersih milik Tantenya, tanpa mengucap salam ia langsung membuka pintu tapi ternyata hanya sepi yang ia temui.
"Tante..Tante Rahma." panggilnya sambil melangkah menuju ruang keluarga, terlihat televisi yang menyala tapi tak ada orang yang menonton.
"pada kemana ini semua orang koq sepi." gumamnya pada diri sendiri.
Karena tidak ada yang menjawab akhirnya ia duduk di depan televisi yang menyala, mungkin semua sedang di kamar pikirnya.
Tak lama suara pintu kamar terbuka dan langkah kaki terdengar mendekat.
"loh ada kamu bang." sapa Tante Rahma yang mendekat ke arah Abhisatya.
Abhisatya berdiri untuk memberi ciuman hormat dengan menempelkan pipi kanan kirinya pada tantenya, kebiasaan yang turun temurun dari keluarga jika bertemu saudara.
"Kamu baru sampai Jakarta bang?." tanya Tante Rahma lagi.
"iya Tan..belum lama sampai." jawab Abhisatya sambil kembali duduk di sofa.
"Qila mana Tan..koq sepi." tanya Abhi
"oh mungkin Qila dikamar Ara, tadi sih diajak sholat isha sama Ara." jawab Tante Rahma sambil celingukan ke arah kamar Tiara.
Abhisatya yang mendengar Qila di ajak sholat seperti tersentil, ia saja yang bapak kandungnya belum pernah mengajak anaknya untuk sholat berjamaah. Helaan napas panjang terdengar berat, hatinya semakin merasa bersalah karena tidak mampu untuk mendidik Aqila dengan benar.
"sebentar Tante panggil mungkin belum selesai, Aqila ngga mau pisah dari Ara karena besok Ara Mau pulang kampung dulu." sengaja Tante Rahma menyamarkan nama Tiara menjadi Ara agar Abhisatya tidak curiga.
Abhisatya hanya diam saja sambil matanya terus menatap televisi yang menyiarkan berita politik, tapi pikirannya tidak fokus ke arah announcer yang membawakan acara.
Tante Rahma mengetuk pintu kamar Tiara untuk memanggil Aqila keluar.
__ADS_1
"Qila sudah selesai sholatnya?." Tante Rahma masih berdiri di depan pintu kamar, tak lama terdengar handle pintu di buka.
"Waduuh cantiknya cucu oma pake mukena." Tante Rahma tertawa melihat Aqila yang didandani Tiara memakai sarung dan kerudung karena tidak ada mukena kecil.
"ini bukan mukena omaa..tapi ke ru dung." jawab Aqila mengeja kata kerudung untuk menegaskan apa yang dipakainya.
Bu Rahma makin tergelak.
"iya iya Oma tahu sayang..cantik banget deh kalau pake ke ru dung." jawab Bu Rahma sambil menjepit hidung mungil Aqila.
Mendengar suara Aqila Abhisatya menoleh ke arah kamar tamu yang ditempati Tiara, ia beranjak dari duduknya untuk mendekat.
"itu papa Qila sudah jemput." tunjuk Oma Rahma pada Abhisatya yang sedang berdiri menunggu Aqila, Aqila yang melihat papanya datang seketika mendekat pada Abhisatya dan tersenyum lebar melihatkan gayanya berkerudung.
"Papa lihat aku pake apa? Cantik kan?." Aqila menggoyang-goyangkan badan ke kiri ke kanan, Abhisatya hanya mengangguk dan mengangkat jempolnya.
Dari dalam kamar Tiara bisa mendengar Aqila sedang memamerkan gayanya berkerudung pada papanya, tapi ia belum mendengar suara papanya Aqila berbicara. Ragu-ragu untuk keluar kamar karena sungkan untuk bertemu papanya Aqila , tapi suara Aqila yang masuk ke kamar membuat ia tersentak.
"Tante Ara aku buka ya kerudungnya aku mau pulang papa sudah jemput." Aqila berusaha melepas ikatan sarung dan kerudungnya, Tiara segera membantu Aqila melepas semua yang terpasang.
"Bang Tante kenalin ya sama Ara siapa tahu kamu naksir." goda Tante Rahma sambil mengerling, Abhisatya hanya tersenyum tipis.
"Emang kamu sudah punya calon buat mama Aqila?" tanya bi Rahma yang seakan pura-pura tidak tahu.
Abhisatya hanya mengusap pangkal hidungnya bingung mau menjawab apa.
"Bentar ya." Bu Rahma beranjak lalu berlalu ke arah kamar Tiara.
"Aqila sudah siapkah papanya sudah menunggu, yuk Tante Ara juga keluar biar kenalan sama papanya Qila." Bu Rahma menggiring kedua wanita beda usia itu untuk keluar kamar.
Aqila lebih dulu berlari menghampiri papanya yang masih duduk di sofa, sedangkan Tiara berjalan dibelakang Bu Rahma.
"bang kenalin nih Tante Ara yang tiap pagi kepangin rambut Aqila." Bu Rahma sampai menahan napas ketika melihat Abhisatya menatap tiara. Ekspresi antara kaget dan terkesima sampai keduanya tak mengeluarkan suara.
__ADS_1
"eheem.." Bu Rahma berdehem
Abhisatya sampai berdiri dari sofa dan menatap Tiara lekat, hatinya bergetar hebat melihat wanita yang di rindukannya berdiri tepat di depannya. Apa ini mimpi atau nyata? tak terbayangkan akan bertemu Tiara di rumah tantenya apalagi selama ini Tiara sudah dekat dengan Aqila.
"Papa koq diam aja? Tante Ara juga koq diam aja?" Aqila malah menegur dua orang beda genre itu yang masih saling tatap.
"Apa kalian sudah kenal? Sampai speechless begitu." Tante Rahma yang ingin tertawa melihat ekspresi wajah Abhisatya.
"Bang ..heeyyy." tepukan di bahu Abhisatya membuat kaget yang sedang memandang wanita pujaannya.
"ehhh iya Tante..aku memang sudah kenal Tiara, dia staf keuangan di kantorku, Tiara sejak kapan kamu tinggal di sini?." gugup Abhisatya menjawab pertanyaan Tante rahma, sekaligus bingung mau bertanya apa. Dia tak menduga dengan kenyataan bahwa Tiara selama ini ada di dekatnya.
Tante Rahma tertawa melihat Abhisatya yang salah tingkah, sementara Tiara pun terlihat seperti bingung.
"udah kalau kalian sudah saling kenal ya biasa aja kecuali kalau diantara kalian ada yang tak biasa baru deh luar biasa." Tante Rahma mesem-mesem sambil melirik mereka bergantian.
"hmm Aqila bukannya tadi mau pulang? sudah ditunggu Oma makan malam kan?" Tiara mengingatkan tujuan awal papa Aqila yang ingin menjemput anaknya.
"oh iya sampe lupaa..hihihi." Aqila malah tertawa ceriwis sambil menutup mulutnya. Sedangkan Abhisatya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Ya sudah pulang dulu nanti Oma nungguin." Bu Rahma menjadi pengusir yang paling berhak menyuruh pulang tamunya.
"yuk pa nanti Oma marah-marah nungguin kita." ajak Aqila pada papanya, Abhisatya hanya mengangguk. Dari tadi mulutnya terasa berat seakan terkunci ia tidak tahu harus mengatakan apa, semuanya terasa mengagetkan.
Setelah ayah dan anak itu pulang Tiara pamit pada Bu Rahma untuk meneruskan merapikan kamar, rasa terkejutnya belum sepenuhnya hilang tapi ia berusaha untuk menghilangkan rasa penasaran yang muncul di kepalanya.
Di rumah sebelah Abhisatya terlihat lebih banyak diam, ia cukup shock menerima kenyataan ternyata Tiara tinggal di rumah Bu Rahma. Tante Ara yang sering di ceritakan Aqila adalah Tiara yang selama ini ia sukai, bukankah ini kebetulan yang baik atau bahkan jadi halangan setelah Tiara tahu Aqila adalah anaknya.
Dia harus berbicara dengan Tiara tapi bagaimana caranya? Kenapa mendadak jadi buntu pikirannya..kepalanya menjadi pening.
Bersambung
Happy reading readers ❤️
__ADS_1
Please like n komen 🙏🙏