Duda Bersertifikat

Duda Bersertifikat
Kebetulan yang membahagiakan


__ADS_3

"Mama tidak salah dengarkan bang?." tanya mama Mona menelisik ucapan Abhisatya.


Abhisatya menggeleng.


"Tidak ma ..aku memang menyukai seseorang tapi ." ucapan Abhisatya terputus


"Kenapa bang?."


Abhisatya menarik napas panjang


"Kemarin rencana yang sudah aku buat untuk pendekatan dengannya buyar karena bertemu dengan nenek Aqila lalu dia di tuduh ingin merebut calon suami orang." semua nampak menahan napas ketika mendengar cerita Abhisatya, Abhisatya mengusap wajahnya "Sekarang dia menghindar dariku ma."


Mama Mona terdiam sambil memainkan kacamata bacanya.


"Sudah sejauh apa hubunganmu?." tanya papa Budiman


"Belum apa-apa pa..aku baru mendekatinya tapi harus berakhir buruk." jawab Abhisatya


"Kamu kenal dimana?" tanya mama Mona


"Dia karyawan baru di kantor, di divisi keuangan." jawab Abhisatya jujur "masih single umurnya sekitar 26 tahun, dia pintar dan menarik." lanjut Abhisatya membayangkan wajah cantik Tiara.


"hmm..yang terpenting dia bisa menerima dan menyayangi Aqila papa tidak masalah." ujar papa Budiman memberi pendapatnya.


"iya pah..rencanaku aku ingin jujur padanya tapi kejadian kemarin membuat semuanya berantakan." kata Abhisatya dengan nada kesal.


"Lalu saudara mantan istrimu itu bagaimana? nenek Aqila kan memaksa untuk menjodohkan kalian." ucap papa Budiman lagi "Kamu harus tegas memutuskan menerima atau menolak jangan kamu terlihat memberi harapan padahal kamu tidak mau." lanjut papa Budiman.


"Aku tidak pernah memberi harapan pa..selama ini aku ingin melihat apa Femi bisa dekat dengan Aqila, tapi ternyata Aqila pun seperti tidak nyaman dengan dia." jawab Abhisatya


Memang selama setahun ini Abhisatya berusaha untuk membuka hatinya untuk Femi sambil ia melihat apakah Aqila bisa dekat dengan sepupu almarhum istrinya nya, tapi ternyata jika Aqila datang Femi hanya bisa menemani Aqila sebentar setelah itu ia akan pergi dengan alasan ada acara dengan teman-temannya. Femi tidak pernah berusaha untuk mengambil hati Aqila, ia hanya terlihat dekat sesaat setelah itu akan sibuk dengan kesenangannya sendiri.


"Mama mau kamu selesaikan urusanmu dengan keluarga mantan mertuamu dulu bang, soal lain nanti bisa kita pikirkan." Saran mama Mona agar urusan tidak berlarut-larut.


"Soal karyawan baru itu..hmm siapa namanya bang?." tanya mama Mona.


"Namanya Tiara Andini." jawab Abhisatya


"Biarkan dia bekerja tenang dulu..seminggu kamu tidak ke kantor anggap saja untuk menenangkan hatinya dulu..jangan terus di kejar nanti bisa kabur." ujar mama Mona lagi


Abhisatya akhirnya mengikuti saran orangtuanya, biarlah Tiara tenang dulu semoga tidak ada kejutan yang membuat hatinya panas seperti kejadian hari ini.


Besoknya Abhisatya harus segera berangkat keluar kota, karena penerbangannya pagi maka ia tidak ke kantor dulu. Jam 5 pagi ia sudah membangunkan Aqila untuk berpamitan,

__ADS_1


"Qila sayang bangun." Abhisatya mengelus-elus kepala anaknya dengan sayang, Aqila tetap tenang dalam tidurnya malah ia semakin masuk ke dalam selimut.


"Papa pergi dulu ya sayang..papa kerja keluar kota, hari Sabtu baru pulang..nanti papa bawakan Qila oleh-oleh." walaupun masih tertidur tapi Abhisatya tetap mengajak bicara anaknya, ia menciumi kepala dan pipi chubby Aqila.


"Bye sayang..baik-baik sama Oma ya." Abhisatya tidak memaksa anaknya untuk bangun, biasanya Aqila akan bangun sendiri kalau sudah waktunya.


Abhisatya berpamitan pada mama dan papanya, karena hari masih gelap Abhisatya mendatangi kamar tidur mereka.


Pagi hari terasa berbeda bagi Tiara hari ini bosnya akan keluar kota untuk seminggu ke depan artinya tugas pagi menyajikan kopi ditunda dan itu ia syukuri karena ia pun masih enggan untuk bertemu dengan Abhisatya, kejadian kemarin membuat Tiara ingin menjauh dari bosnya itu.


Mood booster setiap pagi bagi Tiara bukan kopi atau roti bakar tapi bocah kecil lucu yang selalu ia dandani, Tiara masih menunggu kedatangan peri kecil sebelum ia bersiap pergi ke kantor. Tiara yang menyukai anak kecil tidak kesulitan sama sekali untuk dekat dengan Aqila kebetulan hobby mendandani anak kecil bisa menjadi senjata ampuh untuk dekat dengan anak-anak.


Di rumah sebelah Aqila baru selesai mandi lalu memakai seragam, suster Nul merapikan semua keperluan Aqila. Setelah selesai Aqila segera berlari menuju pintu penghubung dengan rumah Oma Rahma. Oma Mona yang melihat cucunya akan membuka pintu langsung mendekati.


"Hey Sayang mau kemana?." tanya Oma Mona mendekati Aqila yang sedang memakai sandal, karena untuk menuju rumah Oma Rahma harus melewati garasi dan taman terlebih dahulu.


"Aku mau ketemu Tante Ara dulu..rambut aku mau di kepang." jawab Aqila sambil memakai sandalnya.


"Oma mau ikut kesana." ujar Oma Mona mengikuti Aqila.


Aqila tak menjawab ia langsung berlari menuju pintu masuk rumah Oma Rahma.


"Hey jangan lari-lari nanti kamu jatuh Qila." larang Oma Mona melihat cucunya berlari


"Haduuh kamu ya susah banget kalau di larang." Oma Mona tergopoh-gopoh mengikuti Aqila.


Tiba di dalam rumah Oma Rahma Aqila langsung bertemu dengan Tiara yang sedang membuat roti panggang di ruang makan.


"Tante Araaa.." grepp Aqila memeluk pinggang Tiara dari belakang. Tiara tidak terkejut karena sudah mendengar pintu terbuka tapi ia pura-pura tidak mendengar.


"waduuh Tante terkejut." ujar Tiara memegang dadanya, Aqila terkekeh senang sudah berhasil membuat terkejut Tiara. Di pintu masuk Oma Mona baru saja masuk ruang makan, netranya melihat dua orang beda usia yang sedang terkekeh-kekeh.


"Aqila senang sekali sampai tertawa keras ada apa?." ucapan Oma Mona membuat Tiara mengangkat wajahnya.


*Selamat Pagi..ini Tante Ara yang sering Aqila ceritakan ya ?." Oma Mona menyapa ramah kepada Tiara.


"Selamat pagi Bu..iya saya Tiara ..biasa Aqila manggil saya Tante Ara biar mudah katanya." Tiara tersenyum lalu mengangsurkan tangan bersalaman dan sedikit membungkukkan badan di depan Oma Mona.


"Wah ternyata Tante Ara cantik sekali ya seperti Aqila ." puji mama Mona sekaligus menggoda. Mama Mona memang menilai Tiara wanita yang cantik, semua terlihat proporsional.


"iya kita berdua cantik Oma kan kita perempuan...ya kan Tante?." Aqila menjawab godaan Omanya.


"pinter banget nih kalau menjawab" Tiara mencubit kecil hidung Aqila.

__ADS_1


Oma Mona tersenyum melihat kedekatan cucunya dengan wanita cantik di depannya.


Tiara segera mendudukkan Aqila di kursi meja makan, segera ia menyisir rambut sebahu Aqila dan membuat menjadi beberapa bagian. Oma Mona memperhatikan Tiara yang dengan telaten membuat jalinan rambut hingga menjadi tatanan yang rapi.


"Pantes aja Aqila sampai dibela-belain kesini tiap hari kalau jadinya bisa sebagus ini." puji mama Mona kagum dengan ketelatenan Tiara membuat jalinan rambut.


Tiara hanya tersenyum


"Kamu punya bakat nih buat jadi hair design." timpal Oma Mona lagi


"ngga Bu ini cuma iseng aja..saya seneng dandani anak-anak." jawab Tiara sambil tangannya terus bekerja.


"oh ya kamu kerja dimana Tiara." tanya Oma Mona.


"di perusahaan IT Bu." jawab Tiara.


"Nama perusahaannya apa.? tanya mama Mona semakin ingin tahu.


"ASW technologi Bu." jawaban Tiara membuat Oma Mona melongo, "itukan perusahaan Abhisatya." katanya dalam hati. "Tiara..dia menyebut namanya Tiara." Oma Mona semakin terkejut dengan kebetulan yang terjadi


"Tiara nama lengkap mu siapa?." tanya Oma Mona.


" kenapa Bu?." Tiara malah bertanya balik.


"hmm.. perusahaan itu seperti tidak asing buat saya..mungkin saya pernah bekerja sama dengan perusahaan itu, oh ya Tiara apa lengkapnya." Oma Mona sedikit mengalihkan pembicaraan dulu baru kemudian bertanya lagi.


"Tiara Andini bu." jawab Tiara


Mama Mona tersenyum tipis ternyata orang yang sedang di taksir anaknya ada di depan mata dan selama ini sangat dekat dengan Aqila anak Abhisatya. Mama Mona merasa pilihan Abhisatya tidak salah, walau Abhisatya belum tahu kalau Tante Ara kesayangan anaknya adalah wanita idamannya juga.


Mama Mona berharap Tiara bisa menerima Abhisatya dan Aqila, satu paket bapak dan anak yang harus ia dampingi.


"Selesaaiii." teriakan Aqila membuyarkan lamunan mama Mona, mama Mona tersenyum melihat dua wanita di depannya yang sedang saling memeluk.


"Yuk sekarang Aqila pulang ..Tante Ara harus ke kantor." ajak mama Mona , Aqila mengangguk-anggukan kepalanya.


"Tiara lain kali kalau saya ajak kamu keluar mau ya..sekalian bawa Aqila jalan-jalan." ajak mama Mona tulus, ia ingin mengorek kehidupan Tiara dan melihat sesayang apa Tiara pada Aqila.


"Inshaa Allah bu..kabari saja." Tiara mengangguk dan tersenyum.


Otak mama Mona sudah berkelana merencanakan sesuatu ia ingin memberi kejutan untuk Abhisatya setelah pulang dari tugasnya.


Bersambung

__ADS_1


Happy reading ❤️


__ADS_2