DUDA CEO YANG MERESAHKAN

DUDA CEO YANG MERESAHKAN
BAB 10 (RYO TAHU RAHASIA ITU...)


__ADS_3

Ini adalah bulan pertama Mei menjadi pengasuh Angelica, putri Ryo Yoshizawa.


Gaji pertamanya baru saja masuk ke dalam rekening tabungan membuat hati Mei senang.


Minggu ini ia minta izin keluar selama tiga jam. Mimika teman SMA-nya menelpon dan mengabarinya untuk ikut reuni setelah tujuh tahun lebih tak bersua.


Ryo memberinya izin karena ia juga libur. Tetapi Ryo hanya memberi Mei izin tiga jam saja. Jika lewat dari tiga jam, Ia akan memberi sanksi pada Mei. Itu katanya.


Mei tidak pernah datang ke acara reuni yang diadakan setiap tahun karena tinggal di kota Osaka.


Ini adalah pertama kalinya Mei datang ke acara reuni sekolah menengah atasnya.


Tentu saja Mei antusias sekali dan sangat ingin bertemu dengan teman-teman masa remajanya dahulu.


Tujuh tahun lebih telah berlalu, pasti sudah banyak perubahan yang terjadi pada para sahabat dan teman-teman mudanya dulu.


Mei sudah membayangkan kehebohan yang terjadi nanti ketika mereka tahu kalau Mei turut serta.


"Mama mau kemana? Kenapa hari ini dandan cantik sekali?" tanya Angel yang tidak mengetahui rencana Mei datang ke acara reunian.



"Maaf, Angel! Mama mau pergi sekitar tiga jam. Mama izin ya?"


"Apakah perginya sama Papa? Apa...kalian akan ke kuil untuk menikah?" bisik Angel di telinga Mei.


"Hahaha... Bukan, Sayang! Mama mau pergi ke acara reuni!"


"Acara apa itu?"


"Hm... Reuni itu pertemuan dengan teman-teman semasa sekolah. Nanti Angel pun akan merasakannya setelah besar dan tamat sekolah!" kata Mei membuat bola mata Angel meredup.


"Apa Angel akan alami itu, Mama? Angel khan sebentar lagi akan meninggal dunia!"


Deg.


"Kenapa bicara seperti itu, Angel Sayang? No, kamu akan sehat, panjang umur dan bisa menikmati masa remajamu, kuliah dan dewasa!"


"Menikah?"


"Ya. Kamu pasti akan alami itu, Sayang!"


"Mengapa Mama belum juga menikah?"


Mei merasa tertohok dengan pertanyaan polos Angel. Usianya 25 tahun, tapi memang benar belum menikah. Mei tak bisa menjawab pertanyaan anak asuhnya itu. Hanya tersenyum ketir sembari menjawil dagu mungil Angel.


Ryo yang mendengar pertanyaan Angel juga turut termenung. Memikirkan alasan mengapa Mei sampai saat ini masih belum menikah.


Mei cantik, menarik. Dia juga cerdas dan pandai bergaul. Sudah pasti banyak cowok yang suka padanya. Tetapi mengapa sampai detik ini Ryo tak pernah melihat Mei dekat dengan laki-laki.

__ADS_1


Apakah... Mei masih memikirkanku? Atau, atau dia sebenarnya menunggu kehadiranku? Tapi kenapa tujuh tahun lalu dia tak menelpon ponselku padahal aku sudah menaruh memo di bawah bantal? Apakah benar dia tidak tahu dan tidak menemukan memo itu? Bukankah dia pindah rumah setelah kejadian malam itu?


Ryo berbicara dengan dirinya sendiri.


Ada rasa bersalah menggelayut di relung hatinya.


Mei yang cantik telah bersiap-siap untuk pergi ke acara reuni sekolahnya.


"Mama berangkat ya? Bye bye, Angel!"


Angel hanya bisa melambaikan tangannya sampai Mei menghilang di balik pintu rumah besarnya.


Ia menoleh pada Ryo.


"Mengapa Papa tidak pergi ke acara reuni?" tanyanya pada Ryo.



"Sekolah Papa berbeda dengan Mama, Angel!"


"Papa...!"


"Ya?"


"Apa Papa cinta Mama?"


"Bukan. Tapi Mama Mei!" sentak Angel merasa kesal karena Ryo seperti pura-pura tidak tahu.


"Sayang! Cinta itu datangnya dari hati. Angel akan mengerti setelah besar nanti!"


"Setelah besar, setelah besar! Mengapa Papa dan Mama selalu bilang setelah Angel besar nanti padahal umur Angel tidak akan lama lagi!"


"Angel! Berhenti berkata-kata seperti itu!" hardik Ryo keras. Ia membentak Angel untuk tidak pesimis menghadapi penyakitnya.


"Hik hik hiks...!"


Angel menangis. Sontak hati Ryo langsung terenyuh dan bergegas memangku tubuh imut putri kecilnya.


"Maafkan Papa, Sayang! Papa tidak bermaksud marah padamu, Angel! Tapi mengertilah, Papa lakukan semua ini demi kamu. Papa ingin kamu tetap hidup mendampingi Papa sampai tua nanti! Papa sangat sayang padamu, Angel!"


Ryo memeluk erat tubuh Angel. Mengungkapkan semua rasa di hatinya agar sang putri mengerti.


Bertahun-tahun Ryo berjuang demi kesembuhan Angel. Bahkan ia rela jika harus menukar penderitaan Angel dengan umurnya.


Angel memang bukan darah dagingnya. Ryo pun sayang Angel bukan karena harta warisan yang diberikan mendiang Felicia serta Kakek Neneknya. Bukan.


Tapi Ryo terlanjur menyayangi Angel karena perjalanan waktu lima tahun mengurus anak malang itu berjuang melawan penyakitnya.


Angel tidak pernah menyusahkan Ryo. Bahkan Angel yang terbiasa bolak-balik keluar masuk rumah sakit tak pernah mengeluh tentang penyakitnya.

__ADS_1


Bocah itu membuat rasa sayang Ryo tumbuh tanpa paksaan.


"Papa...! Bagaimana kalau nanti Mama Mei bertemu kekasih pertamanya di acara reuni? Apa Papa tidak akan merasa sedih?"


Pertanyaan Angel membuat Ryo bengong.


Benar juga. Bagaimana kalau Mei bertemu kembali dengan Yamaken? Pria yang nyaris membuat Mei 'pergi' dari dunia ini? Yamaken, juga masih jomblo! Yamaken tidak menikah dengan Tao. Aku tahu karena menyelidiki kehidupan dua orang itu setelah Mei pergi.


Pucat seketika wajah Ryo mengingat semua itu.


Kembali tujuh tahun silam,


Ryo yang mencari Mei kesana kemari bahkan sampai ke sekolahnya Mei. Ia tak dapat bertemu Mei yang kabarnya juga pindah sekolah. Ryo penasaran pada laki-laki yang membuat Mei nekad handak bunuh diri.


Pada suatu ketika Ryo berkesempatan bertemu Yamaken di gerbang sekolah Mei.


"Jadi kamu yang namanya Yamaken? Lumayan tampan, memang!"


"Ada apa? Apa kita saling kenal?"


"Tidak. Aku hanya penasaran pada sosokmu yang membuat seorang gadis sampai hendak bunuh diri!"


"Apa maksudmu?"


"Kau pasti tahu maksudku. Bahkan sampai saat ini aku tidak tahu bagaimana kabar gadis itu!"


"Mei Nagano maksudmu?"


"Cih! Tidak tahu malu! Berbuat salah tapi tidak mengakui!"


"Hei! Mei pindah sekolah tanpa memberitahu apalagi pamitan padaku. Aku sendiri tidak tahu keadaannya!"


"Kau, melukai hatinya yang tulus mencintaimu! Kau... cowok tengil yang dengan mudahnya mempermainkan perasaan perempuan. Mentang-mentang kau tampan, jadi sok sekali."


"Aku dan Tao tidak ada hubungan apa-apa! Kami saat itu hanya bercanda. Mei datang dan mendengar candaan kami yang ngasal!"



"Bohong! Mei bilang, kalian punya perjanjian rahasia!"


"Ya. Kami adalah saudara. Ayahnya menikah dengan Ibuku. Dan kami memiliki satu adik dari pernikahan mereka. Kami menutupi rahasia itu dari teman-teman di sekolah!"


"Apa???"


............


Ryo pucat pasi mengingat percakapannya dengan Yamaken tujuh tahun yang lalu.


...🍀BERSAMBUNG🍀...

__ADS_1


__ADS_2