DUDA CEO YANG MERESAHKAN

DUDA CEO YANG MERESAHKAN
BAB 24 (YAMAKEN KETAHUAN)


__ADS_3

Mei menerima keputusan yang Ryo buat. Biar bagaimanapun, ia tidak bisa memaksa keinginan Ryo untuk hidup hanya bersama Angel tanpa dirinya.


Cinta tidak bisa dipaksakan. Mei hanya bisa berdoa pada Dewa, dirinya dikuatkan. Tidak lagi mengambil keputusan salah walaupun dalam keadaan penuh cobaan.


"Mei?"


"Yamaken? Sedang apa kau disini?"


"Aku..., sedang berkunjung ke rumah kerabat di Nagiso. Kamu sendiri sedang apa disini?"


Tentu saja Yamaken pura-pura tidak mengetahui niat dan tujuan awal Mei di kota kelahiran Mamanya itu.


"Aku juga sedang mengunjungi Paman."


"Sudah berapa lama? Apa... kau sudah akan pulang?"


"Entahlah, Yamaken! Aku masih ingin tinggal beberapa hari lagi!"


"Oh begitu. Kapan ada rencana pulang? Ini nomor ponselku. Tolong hubungi supaya kita bisa kembali ke Tokyo bersama!"


Mei senang, walau hatinya terluka oleh kekejaman Ryo padanya, tetapi ia dipertemukan Dewa dengan Yamaken.


Mungkinkah Yamaken itu adalah jodohku? Gumam Mei memikirkan jodohnya yang tak kunjung tiba.


Pertemuannya dengan Yamaken di kota Nagano mendekatkan kembali hubungan keduanya yang renggang karena kesalahfahaman.


Yamaken setiap hari selama berada di Nagiso Machi, selalu menjemput Mei dan mengajaknya healing bersama.


Pergi mengunjungi air terjun Ushigataki. Melewati jembatan indah Momosuke. Tak lupa pula melihat kastil Tsumago yang terletak di antara bentangan pegunungan Alpen yang biru kehijauan tersorot sinar matahari pagi.


Mei bisa sedikit melupakan kesedihannya karena gagal nikah dengan Ryo Yoshizawa.


Ryo! Kau tak perlu khawatirkan aku! Aku bisa hidup bahagia tanpamu. Walau tanpamu!


............


............


Waktu berlalu, dan musim pun berganti.


Tahun ini Mei berhasil lewati walau ujian berat menerpa hidupnya.


Mei kini telah bekerja di sebuah perusahaan farmasi di kota Tokyo.


Yamaken masih menekuni pekerjaan mulianya menjadi tenaga pengajar walaupun sudah dipindahkan ke distrik lain.


Namun Yamaken masih berjuang berusaha mengambil hati Mei Nagano kembali.


Yamaken baik. Yamaken tampan. Tetapi Mei masih belum bisa memberi jawaban atas lamarannya tiga bulan lalu.

__ADS_1


"Mei! Apakah kamu tidak ingin menikah dalam waktu dekat ini?" tanya Yamaken gemas karena lamarannya masih digantung.


"Tolong mengerti aku, Ken! Tahun lalu aku gagal nikah dengan Ryo! Please, mengertilah! Aku masih trauma dan masih ingin hidup seperti ini. Membahagiakan diri sendiri, baru setelah itu bahagiakan orang lain."


"Aku ini kekasihmu. Bukan orang lain! Dan hubungan kita sudah cukup membuktikan betapa aku ini sangat mencintaimu, Mei! Apalagi yang membuatmu ragu?"


"Bukan ragu oleh cintamu, Ken! Tapi aku ragu pada kekuatan diriku sendiri jika menerima lamaranmu secepatnya. Aku, takut gagal nikah lagi!"


"Tidak mungkin! Aku serius ingin menikahimu, apapun yang terjadi. Dan bagaimanapun keadaanmu selanjutnya setelah ini. Aku cinta kamu, Mei!"


"Aku...juga cinta kamu. Aku hanya minta waktu untukmu bersabar. Okey?"


Yamaken hanya bisa menghela nafas panjang.


Mei keras kepala dan agak sulit untuk ia kendalikan. Namun Yamaken terlanjur sayang. Mei segalanya bagi Yamaken. Sampai ia nekad melakukan hal gila mengancam dan menakut-nakuti Ryo masuk penjara jika tetap menikahi Mei kala itu.


Sampai saat ini Mei belum tahu apa yang terjadi diantara Ryo dan Yamaken. Mei tidak tahu ada pertemuan sebelum beberapa jam Ryo memutuskan hubungan.


Sementara itu Ryo, sampai saat ini Mei tidak pernah mendengar kabar beritanya.


Mei bahkan sampai mendatangi PT Kibane Kinba Co. Beberapa kali demi untuk mengetahui keadaan Ryo dan Angelica setelsh mereka pergi meninggalkannya di Nagiso.


Hikari Awane kawannya yang bekerja di sana pun tidak pernah mendengar berita tentang Ryo maupun Angel. Mereka berdua bak hilang ditelan bumi.


...πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„πŸ„...


Mei terpaku menatap indahnya kelopak sakura yang berguguran di hamparan rerumputan hijau.


Memori ingatannya kembali terkenang. Pada bocah ajaib nan kawaii, Angelica. Putri dari mendiang Felicia dengan Wanabe Takeshi.


Hingga saat ini pun Mei tidak berjumpa Wanabe lagi.


Ada rumor, Wanabe mendapatkan sejumlah nominal uang pengganti dari keluarga besar Felicia yang kini mengurus PT Kibane Kinba Co.


Wanabe tidak menduduki jabatan CEO, menggantikan Ryo Yoshizawa si Duda CEO yang meresahkan Mei Nagano.


"Cih! Untuk apa aku mengingat-ingat pria brengsek itu lagi. Sekali brengsek tetap brengsek! Dasar Duda Gila!" umpat Mei kesal sendiri.


Hari ini hari minggu pertama di bulan April. Banyak orang ohanami, pergi keluar rumah dengan keluarga melihat bunga sakura.


Yamaken mengajak ketemuan Mei di taman Tokyo. Dan Mei akhirnya menyambut karena boring di hari liburan ini.


Mei lebih dahulu tiba di taman. Sementara Yamaken baru datang setelah lima belas menit Mei menunggu.


"Maaf, my kanojo! Aku terlambat!"



Pipi Mei bersemu merah sambil berkata, "Tidak apa-apa. Aku pun baru tiba lima belas menit yang lalu, Ken!"

__ADS_1



"Hehehe... Yokatta!"


"Hei Yamaken!"


Mei dan Yamaken menoleh pada seseorang yang melambaikan tangan dan menyerukan nama Yamaken.


"Hei Yukida! Apa kabarmu?"


"Hahaha... Kabarku baik! Kau sendiri? Apakah kalian sudah menikah?"


"Hehehe... Masih belum. Sedang proses menuju pernikahan!"


"Iyakah? Kukira kau melanjutkan prosesi pernikahan Mei dengan Ryo yang batal tempo hari di Nagiso. Hehehe... Dasar kau! Kenapa tidak lebih tegas dan menekan Mei untuk menjadikanmu mempelai pria. Perjalananmu mendapatkan Mei sudah cukup jauh. Sampai berani mengambil tindakan ancaman. Tapi sampai saat ini kau tetap belum menikahinya! Payah!"


Mei melongo. Mendengar ucapan asal temannya Yamaken, membuat jantungnya berdebar kencang.


Apa maksudnya membicarakan kegagalanku menikah dengan Ryo? Mengapa dia tahu keadaanku yang gagal nikah?


"Ssttt...!!! Jangan bicara sembarangan di depan Mei!!!" hardikan Yamaken semakin membuat kecurigaan Mei tambah besar.


"Yamaken! Apakah kamu...mengancam Ryo hingga dia memutuskanku dan pergi meninggalkan altar pernikahan kami?"


Yamaken terdiam. Ia menatap kedua bola mata Mei yang merah dan mulai berair.


"Mei..."


"Katakan padaku! Apa yang terjadi pada saat itu?"


"Eh? Ada apa ini?" tanya Yukida. Ia mulai cemas, Mei dan Yamaken menjadi bermasalah hubungannya karena dirinya.


"Aduh! Maaf, Mei! Bukan apa-apa. Yamaken tidak menekan Ryo untuk meninggalkanmu. Tidak sama sekali!" katanya menegaskan. Tetapi justru membuat Mei tersadar. Hubungannya gagal dan setelah itu ada Yamaken yang menghiburnya. Tentu saja ini mencurigakan.


Mei menyesal, baru tersadar setelah setahun berlalu. Dan ia telah menjadikan Yamaken kekasih hati pengganti kepergian Ryo.


"Kita akhiri hubungan ini sampai di sini, Ken!" ujar Mei membuat Yamaken dan Yukida terbelalak kaget.


"Mei! Bukan seperti yang kamu fikirkan!" tukas Yamaken mencoba memberi penjelasan.


"Tidak perlu kau melakukan pembelaan. Kini... Semua sudah terbuka. Aku pergi! Maaf... Kita putus!"


"Mei! Mei!!! Mei Nagano!!!"


Mei pergi setengah berlari meninggalkan Yamaken dan Yukida yang termangu tak percaya.


Mei sakit hati. Sakit hati yang kedua kali oleh kelakuan bodoh Yamaken. Dan ini adalah keputusan finalnya. Tidak lagi ingin melanjutkan hubungan setelah tahu yang sebenarnya.


...πŸ€BERSAMBUNGπŸ€...

__ADS_1


__ADS_2