
Mei dan Ryo kembali kikuk seperti di awal jumpa. Masih ada ruang kosong serta tembok tinggi yang jadi penghalang cinta mereka. Yaitu gengsi dan ketakutan yang besar ada dalam diri keduanya.
Ryo takut, Mei menerima cintanya karena harta. Sementara Mei takut, cinta Ryo cuma main-main saja.
Tetapi ada satu orang yang sama-sama sedang mereka perjuangkan. Yaitu hidup Angel dan kesehatannya dimasa depan.
Ryo adalah pribadi yang tertutup juga misterius. Sedari kecil hidupnya terlunta-lunta dalam keadaan sengsara.
Kedua orangtuanya bercerai dan tak peduli pada Ryo hingga ia harus berjuang bertahan hidup sendirian. Ryo selalu ingin ada seseorang yang mau menjadi pendampingnya dalam suka maupun duka.
Jika sudah begitu, dia akan berjuang mati-matian agar tetap bisa bersama.
Kehadiran Angel bagaikan malaikat kecil di hidupnya. Angel-lah penyemangatnya selama ini.
Untuk itu ia akan lakukan apapun agar gadis kecil itu tetap hidup dan setia disampingnya.
Kini ada Mei. Andaikan bisa, Ryo ingin Mei menjadi pasangannya dalam mengurus Angel. Sesederhana itu harapan dan cita-citanya.
Mei, adalah seorang gadis yang juga kesepian. Sejak Yamaken ia anggap menyakiti hatinya, Mei menjadi pribadi yang kurang percaya diri dalam menjalin hubungan. Seringkali ia terlalu banyak fikir untuk membuka kisah baru dengan lawan jenis. Ia takut sakit hati, diselingkuhi lalu ditinggalkan begitu saja.
Yamaken, Ryo juga, bahkan kematian kedua orangtuanya hingga Mei harus pindah ke kota lain adalah tragedi dalam hidupnya yang membekas dan menjadi trauma.
Mei selalu merasa dirinya tidak beruntung dalam berhubungan apapun. Hubungan percintaan, hubungan keluarga, bahkan hubungan pekerjaan sekalipun, ia merasa selalu gagal.
Itu sebabnya Mei sering gamang dan salah mengartikan ucapan seseorang. Ia lebih dahulu berfikir negatif ketimbang berfikir positif.
............
Esok hari adalah hari besar untuk Angel.
Dokter Owen memeriksa kondisi fisik serta psikis Angel untuk prosedur operasi penerimaan sumsum tulang belakang.
Mei mendampingi Angel sedari awal pemeriksaan membuat Dokter Owen sangat respek padanya.
"Anda adalah calon istrinya Ryo?" tanya dokter Owen dengan wajah sumringah.
Mei tersipu sementara Angel mengiyakan.
__ADS_1
"Ini Mama Angel, Kakek Dokter!"
"Wah, kamu sepertinya sangat menyukai Mamamu, Angel!"
"Tentu saja. Mama Mei adalah yang terbaik."
Mei bahagia mendengar jawaban Angel yang selalu memujinya. Ia mencoba mengesampingkan kegamangan hatinya bila mengingat Ryo yang seperti bimbang.
Yang penting Angel sayang padaku. Urusan Ryo, kita lihat nanti setelah menikah. Apakah ia akan jadi suami yang manis atau tidak. Begitu tekad Mei dalam hati.
Ryo saat ini sedang bekerja karena ada rapat pertemuan para pemegang saham. Ia tak dapat menemani buah hatinya melakukan pemeriksaan kesehatan. Jadi hanya Mei saja yang jadi walinya Angel.
"Ryo memang gigih. Anak itu sudah dewasa dan sangat bertanggung jawab pada apa yang jadi pilihannya!" kata Dokter Owen pada Mei saat konsultasi dan menerangkan kondisi Angel yang cukup baik hingga tidak ada kendala untuk operasi beberapa hari lagi.
Mei mengangguk mengiyakan.
Ryo memang sudah banyak berubah. Bukan pemuda slebor tujuh tahun yang lalu. Yang cuek dan terlihat tak peduli pada diri sendiri.
"Ryo bahkan sampai mencari pendonor langka itu sampai ke pelosok demi kesembuhan Angel!"
"Iya. Ryo sangat menyayangi Angel!" tambah Mei.
"A_pa???"
Netra Mei terbelalak. Cerita dokter Owen membuat Mei kaget sekali.
"Apa...Nona Mei tidak mengetahui rahasia ini?" tanya Dokter Owen mulai panik.
"Maksud Dokter apa? Tolong jelaskan mengapa Angel adalah anak kandung Tuan Wanabe? Bukankah Ryo adalah Papanya Angel?"
Mei mendesak sang dokter untuk menceritakan semua rahasia Angel dan juga Ryo.
"Nona! Sebaiknya Nona tanyakan langsung pada Ryo. Saya tidak bisa bercerita banyak karena takut salah! Maaf!"
Mei menatap penuh harap pada Dokter Owen. Ia bahkan membungkukkan tubuhnya 90 % demi kejujuran sang Dokter menceritakan semuanya.
"Dokter, Ryo menyembunyikan sesuatu padaku. Dan ternyata ini jawabannya! Apakah Angel korban penculikan? Atau dia diadopsi Ryo dan istri..."
__ADS_1
"Jangan salah faham! Angel memang anak Tuan Wanabe. Tetapi bukan seperti yang Nona sangka!"
"Dok... Please...! Saya ingin penjelasan!"
"Baiklah! Duduklah dengan tenang, biar saya ceritakan kisah Angel dan Ryo dari awal!"
Mei menelan ludahnya. Duduk tegak menunggu sang dokter bercerita.
"Ryo...menikahi Felicia dalam keadaan hamil tiga bulan."
Wajah Mei tegang.
"Pernikahan mereka adalah pernikahan dengan perjanjian hanya sebatas untuk menutupi aib Felicia saja. Ryo menolong Felicia yang hendak terjun dari jembatan Tokyo Gate!"
Pucat pias wajah Mei.
Jadi Felicia juga ditolong Ryo hingga tak jadi bunuh diri seperti aku!
"Felicia meminta bantuan Ryo karena sang pacar kabur meninggalkannya tanpa kabar. Tuan Wanabe Takeshi adalah pacar Felicia. Ryo dan Felicia menikah. Angel lahir enam bulan kemudian. Tetapi sayangnya, Feli memiliki riwayat asma akut. Dia sesak nafas setelah dua jam melahirkan. Nyawanya tak tertolong..."
Mei menggigit bibir bawahnya. Ia ikut sedih dan prihatin atas kisah hidup Angel.
"Ryo mendapat separuh harta Felicia yang ternyata adalah putri tunggal seorang pengusaha kaya raya. Bahkan setelah Felicia tiada, kedua orangtuanya menghibahkan seluruh hartanya termasuk PT Kobane Kinba Co. pada Ryo yang hanya seorang pekerja serabutan dengan catatan mau mengurus Angel. Sedangkan Angel sedari lahir sudah membawa gen cancer ditubuhnya. Sel darah putihnya meningkat pesat tidak terkontrol. Sejak saat itu Ryo menjadi CEO dari perusahaan besar itu!"
Mei menatap dokter Owen dengan wajah sendu.
"Ryo semula hanya merawat dan mengurus Angel. Bertahan sampai dimana kekuatan Angel kecil. Ternyata, ketangguhan bocah ajaib itu membuka hati dan fikiran seorang Ryo. Ryo ingin Angel sembuh. Itu sebabnya ia melakukan banyak cara. Salah satunya adalah mencari kekasih Felicia untuk mendapatkan sumsum tulang belakangnya. Secara genetik, DNA keduanya saling terhubung dan kemungkinan sembuh jauh lebih besar ketimbang pendonor lain yang tidak ada hubungan sama sekali. Ini harapan terakhir Ryo untuk Angel!"
Brak.
Dokter Owen dan Mei terkejut lalu menoleh pada pintu ruangan yang terbuka lebar karena di dorong paksa seseorang.
Wanabe Takeshi berdiri dengan wajah tegang di depan pintu. Mei dan Dokter Owen gugup hingga tak mampu lagi berkata-kata.
"Jadi Angel adalah putriku dengan Felicia?" kata Wanabe dengan air mata berlinang.
Mei meremas jemarinya. Rasa bersalah seketika menyelimuti hatinya yang resah.
__ADS_1
Ryo! Ryo cepatlah datang, Ryo! Please... Kumohon segera datang dan bereskan masalah ini!
...🍀BERSAMBUNG🍀...