
Ryo memikirkan Mei terus. Peristiwa dan kejadian silih berganti, membuat hati kecilnya semakin mendamba Mei Nagano.
Mei... Maukah kamu menjadi istriku? Kita bertiga hidup bersama, pindah ke kota yang jauh lebih tenang dibanding Tokyo. Bahagia selamanya.
Angan-angan Ryo begitu tinggi.
Lelah hati juga ia selalu dituduh hanya memanfaatkan Feli dan Angel padahal tidak sepenuhnya seperti itu.
Hari ini paman dan sepupu mendiang Felicia kembali menyerangnya dengan bahasa verbal. Perusahaan keluarga mereka terdeteksi bangkrut, dan kini mereka butuh suntikan dana.
Bukannya meminta tolong secara baik-baik, namun justru perkataan menyakitkan yang harus Ryo dengar. Tentu saja dengan niatan mengambil alih perusahaan atas nama Felicia. Ryo berang.
"Feli memang sudah tiada. Tapi Anak kami adalah pewaris tunggal yang sah dan diakui negara yang akan meneruskan tambuk kepemimpinan PT Kobane Kinba Co. nanti!"
"Angel sakit. Usianya tak akan lama lagi! Kalau sampai waktunya tiba, kami akan ambil semua yang sudah seharusnya jadi hak kami!"
"Hei, bedebah! Dimatamu hanya harta yang utama? Apa kau ini dewa? Sampai seenaknya mengatakan kalau anakku usianya tidak akan lama lagi! Sebaiknya kalian segera angkat kaki dari sini! Sebelum aku semakin kesal dan memanggil sekuriti untuk membuang kalian keluar!" hardik Ryo sangat kesal.
"Apa??? Kau...berani mengusirku?" teriak paman Felicia.
"Iya. Ini adalah perusahaan putriku! Silakan pergi jika Anda tidak terima perlakuanku!"
Ryo hanya bisa menghela nafas. Kesalnya menggunung di ubun-ubun. Membuatnya ingin keluar sebentar dari kantor, mencari udara segar.
Tanpa sadar, Ryo mendatangi gedung sekolah putrinya.
Dari kejauhan matanya menangkap sosok pria yang dikenal sedang berdiri memandangi Mei yang pergi berlalu.
Hati Ryo seketika berdenyut sakit. Ngilu dan nyeri. Sehingga ia memutuskan untuk balik arah mobilnya ke jembatan Tokyo Gate. Tempat pertama kali dirinya bertemu Mei.
Mei...! Apakah kamu akan kembali bersama Yamaken? Apakah tidak ada kesempatan untukku mendekatimu? Apakah aku dan Angel tidak bisa bahagia?
Ryo menatap langit biru di angkasa. Geram mengingat kembali soal ucapan Paman dan Sepupu Felicia tadi.
Angelica memang pernah divonis dokter hanya mampu bertahan sampai usianya menginjak lima tahun. Dan semua sanak keluarga Feli mengetahui itu. Mereka sangat menantikan momen kematian Angel demi perusahaan harta warisan.
Sungguh kejam! Tak punya perasaan!
Berbeda dengan Ryo. Dia lebih inginkan kehidupan Angel yang panjang. Untuk itu Ryo sampai rela terbang ke luar negeri demi mencari dokter hebat demi kesembuhan Angel.
Uang yang banyak tak ada artinya bila Angel tiada. Dan Ryo sudah bisa menebak, dirinya pun tak akan dapat apa-apa jika Angel benar-benar pergi.
Sesungguhnya bukan harta yang lenyap dan tahta yang hilang yang Ryo takutkan. Tetapi Ryo tak ingin hidupnya kesepian, sendirian.
Selama lima tahun ini, dia mendapatkan cinta tulus dari seorang Angel. Menjaganya, merawat serta mengurusnya hingga sekarang ini adalah kebahagiaan tersendiri bagi Ryo.
__ADS_1
Ryo masih mencari Wanabe Takeshi, mantan pacar Felicia yang tak bertanggung jawab itu. Entah dimana rimba pria brengsek itu. Ryo terus mencoba mencarinya lewat orang-orang bayarannya.
Itu disebabkan Ryo mendengar penjelasan dokter kalau Angel bisa diselamatkan dengan melakukan transplantasi sumsum tulang belakang.
Hasil yang didapatkan 70-80 persen kemungkinan pasien sembuh. Terlebih jika mendapatkan donor dari orang yang tepat yaitu pihak keluarga.
Ryo ingin Wanabe bisa menjadi pendonor dengan iming-iming uang yang banyak. Selama ini Wanabe tidak tahu kalau Felicia adalah anak pemilik perusahaan besar dan seorang pewaris tunggal. Makanya ia memandang Feli sebelah mata dengan meninggalkan gadis itu ketika tahu Feli hamil dan tak ingin menggugurkan kandungan.
Treeet... Treeet... Treeet
"Hallo? Ya? Apa? Sudah berhasil ditemukan?"
Ryo bersorak kegirangan. Orang yang ada dalam fikirannya ternyata sudah ketemu.
Wanabe Takeshi ada di kota Yokohama. Ryo sudah mendapatkan alamatnya. Dan ia ingin menemui pria itu sekarang juga.
.............
Seorang pria tinggi sedang bekerja memaku kayu. Sepertinya pekerjaannya adalah pengrajin alat-alat rumah tangga seperti lemari, kursi dan tempat tidur.
Rumahnya agak kotor. Penuh dengan serutan dan ampas kayu.
"Permisi! Apa Saya bisa bertemu dengan Wanabe Takeshi?" tanya Ryo dengan sopan.
"Saya sendiri. Ada apa?"
Pria tampan walau kini terlihat dekil dan sudah agak tua. Pantas Felicia sampai bertekuk lutut menyerahkan cinta dan kesuciannya demi orang ini. Sayangnya, cinta Feli tidak mendapatkan penghargaan yang tinggi dari pria bajingan ini!
"Bisa kita bicara?"
"Ada apa?"
"Saya akan langsung saja. Saya memiliki putri yang kondisi fisiknya memprihatinkan. Angelica sakit kanker sel darah putih. Setelah melakukan banyak pengobatan, dokter menyarankan untuk transplantasi sumsum tulang belakang. Dan dari sekian banyak orang di Tokyo, Anda adalah kandidat terbaik sebagai pendonornya. Saya mohon kesediaan Anda untuk menolong putri saya!"
Wanabe tertegun.
"Saya tidak pernah mengajukan diri menjadi pendonor!" katanya dingin dan agak ketus.
Wanabe kembali sibuk dengan pekerjaannya tanpa menghiraukan Ryo Yoshizawa.
"Kumohon, tolonglah! Putriku baru berumur lima tahun. Kehidupannya masih panjang dan aku sangat ingin Angel hidup lebih lama. Mamanya telah meninggal dunia ketika melahirkannya. Tuan Wanabe,... Aku akan memberimu satu juta yen!"
"Tidak mau!"
__ADS_1
"Dua juta yen!"
"Tidak!"
"Lima juta yen dan Anda bisa membeli satu unit apartemen di tengah kota!"
Wanabe Takeshi menatap tajam mata Ryo.
"Aku... Tidak ingin hartamu!" jawabnya ketus membuat Ryo nyaris putus asa.
"Tolonglah putriku, Tuan! Tolong!" Ryo menghiba.
"Aku... Sudah bertobat. Tidak ingin lagi terjerumus ke lembah dosa!" tuturnya membuat Ryo terhenyak.
"Jika kau ingin bertobat dan hidup aman sentosa, berbuat baiklah dengan mendonorkan sumsum tulang belakangmu pada Angel. Percayalah, Dewa pasti akan memberimu karma baik. Selama ini dosamu bertumpuk dan hidupmu rusak akibat perbuatanmu sendiri!"
"Siapa kau berani menilaiku?"
"Bukankah kau seperti dihantui perasaan bersalah sepanjang hidupmu selama ini?"
"Darimana kau tahu? Apa kau cenayang?"
"Aku... sedang berjuang untuk kesembuhan putriku. Kumohon... Berilah dia kesempatan hidup lebih lama. Hanya kau yang mampu memberinya kehidupan, Tuan!"
"Kenapa Aku? Bukankah kau itu Papanya? Harusnya kaulah yang mampu memberinya kehidupan!"
"Untuk itu aku jauh-jauh mendatangimu. Meminta kesediaanmu menolong putriku! Uang lima juta yen kurasa cukup untuk memberimu hidup baru! Tuan..."
"Akan kupikirkan nanti!"
"Tuan Wanabe! Pernahkah kau menyesali perbuatan burukmu dimasa lalu hingga kau ingin kembali ke masa itu demi memperbaiki kelakuanmu pada orang yang kau jahati?"
Wanabe terpaku menatap halaman rumahnya yang penuh sampah kayu.
Ia tak menyangka, pria yang menurutnya jauh lebih muda darinya itu bisa menebak keseluruhan isi hatinya.
"Kamu sepertinya pria yang baik. Kamu juga Ayah yang hebat karena berjuang sebegitu kerasnya demi kesembuhan putrimu. Aku... Terharu dan memutuskan membantumu!"
"Terima kasih!"
Ryo menghela nafas lega. Ia tenang sekarang. Wanabe bersedia mendonorkan sumsum tulang belakangnya untuk Angel.
Andaikan dia tahu kalau Angel adalah darah dagingnya. Apa yang akan dia lakukan?
__ADS_1
...🍀BERSAMBUNG🍀...