DUDA CEO YANG MERESAHKAN

DUDA CEO YANG MERESAHKAN
BAB 5 (KESEPAKATAN PERJANJIAN KERJA)


__ADS_3

Mei kembali ke rumah sakit untuk menjenguk Angelica yang sedang dirawat.


Ia belum bisa memastikan apakah akan ambil tawaran kerja menjadi pengasuh balita itu atau tidak.


Ketika Mei memasuki ruang rawat inap VVIP Angel, ia mendengar suara tangis gadis cilik itu sampai lorong rumah sakit.


Mei bergegas lari dan melihat tangan Angel yang berdarah karena selang infusan yang lepas.


"Suster! Suster!!! Selang infus Angel lepas!"


Mei yang berlari cepat memberitahukan suster jaga langsung memeluk Angel dan menenangkannya.


Angel merasa sangat nyaman dipelukan Mei yang hangat. Bahkan Mei bersenandung pelan demi untuk membuat Angel berhenti menangis. Suara merdu nyanyian Mei membuat Angel yang sedang kembali dipasangkan jarum infus tertidur.


Ryo yang melihat sejak awal kejadian Angel hanya bisa menghela nafas lega.


Lima tahun yang lalu, Felicia melahirkan bayi mungil nan imut dan cantik.


Felicia ingin menamai gadis itu Angelica Yoshizawa. Dan Ryo menyetujuinya.


Pernikahan mereka memang baru berlangsung enam bulan yang lalu. Demi untuk menutupi keadaan Feli yang sudah hamil diluar nikah.


Felicia adalah perempuan yang Ryo temukan di Jembatan Tokyo Gate. Kisahnya nyaris sama dengan Mei tujuh tahun lalu. Yaitu Feli ingin terjun bunuh diri ke teluk di bawahnya.


Kekasih Feli kabur entah kemana. Itu menyebabkan Feli frustasi dan depresi berat.


Ryo mencoba menggagalkan percobaan bunuh diri yang akan Feli lakukan. Feli menangis menceritakan kisah hidupnya yang miris. Padahal ternyata Feli adalah pewaris tunggal perusahaan besar. Dia tidak menceritakan jadi dirinya pada Sang Kekasih.


Ryo menerima tawaran Feli untuk menikahinya demi nama baik kedua orangtuanya.


Mereka menikah dan Feli melahirkan Angelica. Sayangnya Ia yang memiliki riwayat penyakit asma akut tidak bisa bertahan pasca melahirkan. Feli meninggal dunia dua jam setelah Angelica lahir kedunia.


Kedua orangtua Felicia sangat sedih karena kehilangan putri tercinta.


Mereka menghibahkan perusahaan kepada Ryo dengan catatan, Ryo mengurus Angelica sampai dewasa.


Sejak itulah, dirinya yang tadinya 'bukan siapa-siapa' menjadi seorang CEO dengan perusahaan besar consumer goods yang memiliki pabrik-pabrik besar di wilayah barat Tokyo.


"Mei!"


"Ryo?"


Mei terkejut mendengar suara Ryo memanggilnya ketika selesai meniduri Angel di ranjang rawat inap.


Mereka kemudian berbincang serius di taman rumah sakit.

__ADS_1


"Ada yang ingin kudiskusikan!" kata Ryo membuat bola mata Mei membulat.


"Apa?"


"Aku ingin merekrutmu menjadi pengasuh Angelica!"


"Pengasuh Angel? Bukannya kamu tidak mau aku jadi pengasuh putrimu itu?"


"Ini demi putriku. Kebahagiaan Angel adalah tujuan hidupku. Aku akan lakukan apapun untuk membuat putriku bahagia, Mei!"


Mei menelan salivanya. Ucapan Ryo menyentuh hati meskipun kelakuannya di masa lalu sangat ia benci. Tetapi Mei tahu, Ryo adalah pria berhati lembut.


Mei sendiri masih mengenang kebaikan tujuh tahun lalu.


Andai saja Ryo tidak menolongnya kala itu, mungkin dirinya sudah mati tenggelam di teluk Tokyo yang dingin.


Dewa masih ingin Mei hidup sampai saat ini. Mei sendiri sudah melupakan masa-masa suramnya dahulu dengan cinta pertamanya.


Mei telah membuka lembaran baru. Ia ingin hidup lebih lama. Menemukan pria yang membuatnya jatuh cinta, lalu menikah dan memiliki keluarga. Itu khayalannya saat ini.


Mei merenung.


Doanya ternyata langsung dikabul Dewa.


Ryo memberinya selembar kontrak kerja. Mulai saat ini Mei menjadi pengasuh putri pria yang telah menjadi lelaki pertama dalam hidupnya.


"Mulai hari ini, Angel kuserahkan pengurusannya kepadamu! Jangan lupa, kau harus menjaga pola hidup serta asupan makan putriku yang memiliki riwayat penyakit kanker darah."


Mei termenung, mengingat penyakit ganas yang gadis cilik itu derita. Sangat menyedihkan dan menakutkan. Bayangan kematian seolah selalu menghantui hidup Angelica setiap saat. Mei merasa iba.


"Kenapa bukan kau saja yang mengidap penyakit itu? Kenapa harus gadis cilik tanpa dosa?" sindir Mei membuat Ryo menatap wajahnya.


"Andai saja bisa ditukar, aku rela menukar takdir ini dengan Angel!"


Mei terkejut. Ryo ternyata begitu menyayangi putri satu-satunya. Tak pernah Mei bayangkan, lelaki berhati dingin itu bisa jatuh cinta, menikah dan punya anak. Mei tidak tahu keadaan Ryo yang sebenarnya.


Padahal, Ryo tidak pernah menyentuh tubuh Felicia sampai perempuan itu melahirkan Angel dan meninggal dunia.


Pernikahan mereka adalah pernikahan diatas perjanjian.


Tiada orang tahu kisah yang melatarbelakangi pernikahan keduanya termasuk Angel serta kedua orangtua Felicia sendiri.


Ryo sengaja menutupi aib Felicia demi masa depan Angelica. Dirinya telah berjanji, akan mengabdikan seluruh hidupnya untuk membesarkan Angel hingga menikah.


Ryo tidak punya keinginan untuk memiliki keluarga baru apalagi cinta.

__ADS_1


Sejak Mei pergi, Ryo tidak pernah punya keinginan bercinta dengan perempuan lain.


Hatinya sudah beku dan tertutup rapat. Sakit hati serta kesalahfahaman antara Ryo dengan Mei telah mendarah daging sampai saat ini.


Ryo benci pada perempuan yang suka mempermainkan cinta serta perasaan pria. Ryo benci Mei. Karena menurutnya, Mei hanyalah ingin melampiaskan kesedihan dan kekecewaannya pada Ryo disaat patah hati di masa remaja.


Padahal Mei justru sebaliknya.


Mei membenci Ryo yang telah kabur dari flat apartemennya tanpa kabar berita.


............


Sekarang adalah bulan April, musim semi.


Bunga sakura bermekaran dimana-mana. Sepanjang jalan kota Tokyo menjadi sangat indah karenanya. Hampir seluruh wara melakukan kegiatan 'ohanami' yaitu menikmati bunga sakura di bawah pohon rindangnya di akhir pekan.


Mei ingin mengajak Angel serta untuk turut menikmati pemandangan alam nan indah permai sambil membawa bento (kotak makan siang).


"Papa! Kami pergi dulu ya, ke Taman Kota. Mata ne, Papa! Angel dan Tante Mei berangkat!"


Ryo hanya bisa melambaikan tangan dengan mata menatap lembut wajah Angel.


Sejak Mei menjadi pengasuh Angel dan tinggal di bilik washitsu area depan minka (rumah) mendiang Felicia, Angel semakin dewasa dan jarang mengganggu Ryo lagi.


Disatu sisi Ryo senang dengan ketenangan ini, tapi di sisi lain ia justru merindukan masa-masa manja gadis cilik yang sudah ia anggap putri kandungnya sendiri itu.


Dulu Angel selalu rusuh dan tak bisa lepas darinya.


Mulai dari bangun pagi, sarapan lalu pergi ke sekolah, Ryo wajib ada disampingnya.


Sekarang, Angel seperti dijauhkan darinya oleh Mei. Mei memang tidur di kamar yang bersebelahan dengan Angel. Jadi sewaktu-waktu Ia ingin menemui Mei di malam hari, tinggal menuju pintu yang terhubung ke kamar Mei yang hanya bersekat shoji dan fusuma.


Hari ini hari Minggu. Ryo juga libur masuk kantor. Dan beberapa pekerja di rumah minka juga ada yang minta izin libur pula. Otomatis rumahnya menjadi sangat sepi tanpa suara dan celotehan Angel.


Ryo celingak-celinguk sendirian tanpa teman. Membuatnya makin merasa kesepian.


Duda CEO itu melihat ponselnya dan melihat GPS Angel. Taman Kota Tokyo.


Mereka pasti sedang bersenang-senang di sana! Hm! Bagaimana kalau aku ikuti saja Angel dan Mei? Melihat mereka dari kejauhan. Aku bisa mengontrol cara kerja Mei dalam mengasuh Angel. Bukankah Mei benci aku? Bagaimana kalau Mei punya niat buruk dan mencelakai Angel karena kebenciannya itu?


Fikiran buruk Ryo menguasai jiwanya.


Ryo sebenarnya ingin tahu kegiatan yang Mei dan Angel lakukan. Ia tak bisa menahan rasa untuk turut serta melihat putri serta pengasuhnya hingga akhirnya meluncur juga ke tempat keduanya berada.


__ADS_1



...🍀BERSAMBUNG🍀...


__ADS_2