DUDA CEO YANG MERESAHKAN

DUDA CEO YANG MERESAHKAN
BAB 8 (MENGINGAT MOMEN TUJUH TAHUN YANG LALU)


__ADS_3

Mei ingin beranjak dari tempat tidur Angel, tetapi kakinya terasa berat. Hatinya kadung nyaman karena genggaman tangan pria yang pernah tidur dengannya itu tujuh tahun lalu.


Ia menghela nafasnya, sembari memperhatikan wajah tampan Ryo dengan mata terpejam.


Tanpa sadar jemari lentiknya mengusap sebelah pipi Ryo dengan lembut.


Tampannya kamu, Ryo! Hidungmu, bibirmu, mata dan bulu harusnya yang lentik, semua itu anugerah Dewa yang patut kau syukuri. Kamu punya segalanya! Itu yang membuatmu meremehkan aku sepertinya. Hhh...


Mei tergagap. Ryo terbangun dan matanya terbuka perlahan. Kini mereka saling bertatapan, lama. Hingga bersemu merah kedua pipi mereka.


Mei menunduk malu.


Ryo bangkit dari tidurnya dan ikut malu melihat tangan kanannya menggenggam erat jemari Mei.


"Ma_maaf!" katanya singkat sambil melepas tangan Mei.


Mei masih menunduk.


"Angel...apakah ada kesempatan untuk,"


"Jangan bicarakan itu disini!"


Mei tersadar. Pertanyaannya cukup rawan. Dan sekarang mereka ada di kamar gadis cilik yang pintar itu.


"Khawatir Angel dengar! Ayo, kita keluar!" bisik Ryo menjelaskan.


Ryo berjalan keluar lebih dahulu. Sementara Mei membetulkan letak selimut Angel agar terlihat nyaman. Baru kemudian mematikan lampu kamar Angel dan mengekor Ryo keluar.


Ryo terus berjalan menuju teras rumah besarnya.


Mei mengikuti tetapi tetap jaga jarak agar tidak berdiri terlalu dekat dengan Ryo.


Jantungnya selalu berdetak cepat ketika mereka saling berdekatan.


"Angel anak yang hebat!"


"Ya. Aku juga mengakui itu!"


"Dokter mengatakan, Angel tidak akan bisa bertahan lama. Ada bom waktu dalam tubuhnya."


Mei menunduk sedih. Memilin-milinkan jemarinya dengan perasaan galau.


"Apa istrimu dulu juga mengidap leukimia?" tanya Mei agak hati-hati.


"Setahuku Felicia hanyalah punya riwayat asma. Feli meninggal sesak nafas setelah dua jam pasca melahirkan Angel. Hhh... Angel sama sekali tidak mengenal Feli bahkan belum sempat disusui dan digendong Mamanya!"


"Seingatku, leukimia bisa terjadi karena faktor genetik juga. Ada kemungkinan baik dari keluargamu atau keluarga istrimu ada yang mengidap kanker sel darah sehingga Angel mendapat gen itu juga ditubuhnya."


"Entahlah. Aku tidak tahu!"

__ADS_1


Mei kini menatap wajah Ryo yang terlihat menegang.


Ingin sekali ia mendekat dan memeluknya erat. Tapi...itu tidak boleh. Itu hanya sekelebat saja melintas dalam fikiran Mei. Ia masih membenci pria yang mengambil kesuciannya itu.


Mengingat betapa dulu bodoh, polosnya dirinya, Mei menghela nafas dan mengusap peluh.


"Dewa memberimu karma!" ujar Mei sinis. Ia memang sengaja menyindir Ryo. Berharap Ryo meminta maaf padanya karena kelakuannya di masa lalu.


Tapi sayangnya, tidak.


Ryo tak bergeming meskipun Mei membencinya dan mengatakan hal kurang baik padahal dia adalah seorang CEO.


Ryo kembali menjadi orang yang menyebalkan. Pria itu berlalu tanpa kata. Meninggalkan Mei yang masih penasaran menunggu perkataan Ryo selanjutnya.


"Hanya segitu obrolannya? Cih! Dasar lelaki tak punya perasaan!" umpat Mei kesal.


Mei pergi juga, masuk ke bilik kamarnya yang ada di sebelah kamar Angel.


Hari ini, Mei mendapat pengalaman baru lagi. Bisa melihat dan menilai arti cinta yang sesungguhnya.


Mei kagum sekaligus iri. Cinta Ryo pada putri kecilnya adalah cinta yang agung dan tanpa batas. Membuat Mei sangat ingin dicintai seseorang seagung itu.


Andaikan istrinya itu masih ada, mungkin aku bisa melihat kebucinan akut seorang Ryo Yoshizawa. Tapi sayang, Dewa sudah mengambilnya lebih dahulu.


Mei meremang. Pikirannya menerawang. Dia ikut sedih melihat wajah Ryo yang tegang dan panik seperti tadi.


Andaikan saja... Andaikan dulu kau tidak meninggalkanku seperti itu. Mungkin kita sudah bersama. Dan tak ada Angel yang cantik menggemaskan dengan takdir miris mengenaskan, Ryo! Felicia-mu telah pergi lebih dahulu. Mungkin Dewa sedang mengujimu. Mengambil satu persatu cintamu karena kau telah jahat kepadaku. Atau mungkin Dewa...ingin kita kembali bersama? Dewa mempertemukan kita kembali. Bahkan Angel, Angel menginginkanku menjadi pengasuhnya. Mungkinkah Angel mendapat petunjuk dari Dewa agar kita kembali bersama? Agar kita bersatu dan hidup bersama?


"Hyaaa! Baka'! Bodoh, bodoh, bodoh! Kau ini sedang berfikir apa, Mei Naganooo!!!"


Mei malu dengan pemikirannya yang cepu.


Sementara Ryo, dia pun ternyata sedang melamun di kamar besarnya.


Ingatannya kembali melayang pada tujuh tahun yang silam.


Ia dan Mei, mengobrol di kamar flat apartemen Mei. Obrolan mereka sangat menyenangkan. Bahkan Ryo yang terkenal badboy kala itu bisa tertawa lebar berkat celotehan Mei. Padahal Mei baru saja hendak loncat dari Jembatan Tokyo Gate.


Ryo sangat menyukai paras Mei yang ayu sederhana. Mei juga gadis yang punya attitude bagus, sopan dan juga tidak neko-neko orangnya.


Ryo sedih, Mei mencintai lelaki yang salah. Dan ia ingin menjadi bagian hidup Mei dengan melakukan sesuatu yang tak akan terlupa seumur hidupnya.


Ryo mencium kening Mei, membuat Mei tercengang dengan mata menatapnya tajam.


Ryo makin berani. Ia menggenggam jemari Mei yang dingin saking gugupnya bersentuhan tangan dengan Ryo.


"Mei..."


Mei tak menjawab. Tetapi kedua kelopak matanya terpejam perlahan. Ryo menganggap Mei tidak menolak perlakuan lembutnya pada gadis muda itu.

__ADS_1


"Mei! Lupakanlah dia! Ayo kita lupakan cintamu yang bertepuk sebelah tangan!" bisiknya lembut kala itu di telinga kiri Mei.


Mei membenamkan wajahnya pelan ke dada Ryo yang merebah. Airmatanya kembali menetes tetapi segera Ryo hapus.


"Jangan menangisi cowok yang brengsek seperti itu, Mei!" gumam Ryo sembari memegangi kedua pipi Mei yang merona.


Jantung muda-mudi itu berdetak sangat cepat. Bahkan keduanya seolah bisa mendengar dan merasakan debaran jantung masing-masing.


Lampu duduk di meja belajar Mei yang redup menjadi saksi pergolakan batin keduanya yang makin membara.


Bibir Mei yang merah muda alami tanpa pemoles memikat hati Ryo untuk menciumnya.


Perlahan Ryo mendekatkan wajah Mei ke wajahnya. Panas suhu tubuh mereka kian menaik seiring gairah muda membara menggelitik mereka semakin dalam.


Ryo mel*mat bibir ranum Mei. Semakin bernafs* setelah reaksi Mei perlahan mengikuti permainannya.


Mei mengusap lembut dada Ryo. Ada getaran hebat yang membuat mereka semakin panas membara.


Ciuman demi ciuman kian membuat ranjang tidur Mei berdecit. Ryo...membuka kancing kemeja Mei pelan-pelan. Menyusupi telapak tangan kirinya menyusuri kulit halus Mei yang masih suci belum pernah terjamah siapapun.


Ada sesuatu dua benda kecil di dalam sana yang membuat Ryo penasaran ingin merabanya. Dan akhirnya Ryo mendapatkan. Agak gemetar Ia memilinnya pelan satu persatu bergantian. Membuat tubuh Mei menegang dan meregang. Ikut menegangkan junior Ryo yang sedari tadi sudah bangun.


"Ryo..."


Ryo semakin terpancing oleh suara serak Mei yang bagai ******* gemericik daun buah persik


"Mei...! Mei!"


"Ryo..."


Malam itu, mereka melakukan hubungan one night stand diusia muda belia, sama-sama 18 tahun.


Wajah Ryo memanas mengingat momen tujuh tahun yang lalu.


Ia masih sangat ingat. Betapa ia menyukai tubuh ideal Mei yang ramping tapi berisi. Dua buah dadanya yang imut namun padat. Pinggul Mei yang menyungsung dengan daging paha kecil tapi penuh. Masih selalu terbayang dalam ingatan Ryo. Bahkan jauh sebelum Mei hadir kembali kini di kehidupan Ryo.


Mei! Mei Nagano! Mengapa kini aku tetap tak bisa melupakan gairah cinta ini padamu? Hanya kau yang mampu membangunkan juniorku, Mei! Hanya kau seorang bahkan sampai detik ini.


Kau tak tahu, betapa aku mencandumu. Dan selalu mengkhayalkan malam pertama indah kita berdua itu setiap saat. Aku kesepian. Namun tidak merana karena punya memori kenangan indah saat kita bercinta.


Aku... Selalu mengingat momen kebersamaan kita itu, Mei! Salahkah aku jika aku mencintaimu?


Ryo mengusap raut wajahnya.


Kembali ingat perkataan Angel tadi di taman kota. Angel ingin mempersatukan mereka.


Mungkinkah itu Mei? Andaikan iya, sungguh aku mau, Mei! Aku ingin kembali memeluk tubuh indah kamu. Aku... Merindukan masa-masa itu.


...🍀BERSAMBUNG🍀...

__ADS_1


__ADS_2