Duda itu menyukaiku

Duda itu menyukaiku
10-


__ADS_3

" ya ampun kalau jalan liat liat donk,gak liat apa orang segede ini main tabrak aja." suara wanita yang tidak sengaja terkena tumpahan air milik yura.


" maaf kak,sekali lagi maaf." ujar yura menunduk.


" dengan kata maaf baju saya bisa kering?." papar wanita itu.


namun yura masih menunduk.


karna kesal wanita itu menyiram balik keyura.


yura kaget,lalu melihat wanita yang menyiramnya.


" loh,bukannya kamu teman duda kemaren ya? kok disini?." tanyanya pada nadia.


" itu tidak penting untuk ku jawab,aku tidak sengaja menyirammu ,dan itu hanya sedikit,tapi kenapa kamu menyiramku 1 gelas air?." tanya yura ,tanda tanya besar.


" ups,begitukah? sorry." balas nadia,


" lagian apa kamu tidak tau? baju yang kupakai ini harganya jauh lebih mahal dari yang kamu pakai,jadi jangan sok deh" sambung nadia lagi.


yura menggenggam tangannya kuat kuat,


terlihat steven datang dari arah belakang yura,menyelipkan tangannya dipinggang kanan yura.


" ada apa? " tanya steven.


" ah,kamu si duda kemaren ya? hah,kamu tidak malu datang kepernikahan ini? aku rasa kamu datang hanya untuk memalukan diri sendiri." ujar nadia.


" apa kita kenal? kurasa tidak." balas steven.


" semua orang yang ku kenal mempunyai etika yang bagus,serta martabat yang tinggi,tidak seperti pohon layu didepanku ini." balas steven,memandang nadia.


" apa? siapa yang kamu maksud? dasar duda sombong." ejek nadia pada steven.


" aku? sombong? itu sudah jelas karna selaras dengan statusku.sedangkan kamu? " steven mengejek balik nadia.


" dengar ya,kamu hanyalah seorang duda tua ,jangan bersikap sok yes,lebih baik kamu jaga saja anakmu itu." nadia berkacak pinggang.

__ADS_1


" ada apa ini?." tanya lina dan dafa yang menghampiri steven,dan nadia.


" lina,apa kamu mengenal dia?." tanya steven


" tidak,maaf kamu siapa ya? " tanya lina bingung.


" aku tamu disini,aku menggantikan ibuku." tuturnya.


" lalu siapa nama ibumu?." tanya lina lagi.


" neni" balas nadia.


" ah , kamu anak tante neni? aku mengundangnya bukan kamu , tapi kenapa kamu yang datang?." tanya lina lagi.


" mama sibuk direstoran.jadi aku yang datang." balas nadia.


" btw selamat ya atas pernikahannya." nadia berniat ingin memeluk lina.namun lina menolak.


" maaf,bajumu kotor,aku tidak ingin mengotori gaunku." ujar lina.


" ini semua gara gara dia." tunjuk nadia pada yura.


" loh,yura,kok bajunya basah? steven bawa dia kedalam,nanti kedinginan loh." titah lina,steven mengangguk mengerti.


lina mengangkat tangannya,lalu 2 orang lelaki yang tak lain adalah seorang bodyguard datang.


" bawa wanita ini keluar." titah lina.


" baik nona." balas pria itu.


" loh, salahku apa? kan jelas jelas wanita itu yang salah." nadia mencoba protes .


" aku benar benar tidak menginginkan keberadaanmu,tolong pergilah." dengan senyum terpaksa lina perlihatkan.


" ah,sial." nadia menatap tajam punggung yura dan steven,yang sudah hampir tak terlihat.


" berhenti menatap jika kamu tak ingin restoran kecil milik ibumu itu rata dengan tanah.kau tidak tau seberapa kejam steven marah,dulu saat istrinya meninggal ,steven membeli rumah sakit yang ditempati mendiang istrinya saat saat terakhir,karna istrinya tak tertolong steven meratakan rumah sakit itu,seminggu setelah istrinya meninggal..." lina lalu pergi dari hadapan nadia.

__ADS_1


disalah satu kamar digedung yang sama dengan pesta lina dan dafa.


" kamu tidak apa apa?." tanya steven.


" tidak apa apa." balas yura ,namun terlihat bulir air mata yura.


" kenapa menangis? " steven memeluk wajah yura dengan kedua tangannya,lalu menghapus air matanya.


" seharusnya kamu lawan dia,dengan begitu kamu tidak akan basah begini." ujar steven.


" aku ,aku tidak berani " balas yura :(.


yura memegang tangan steven.


" lain kali kamu harus berani,jangan takut,hadapi dia selagi dia bukan monster." ujar steven.


yura memukul pelan lengan steven.


steven merendahkan tubuhnya agar tingginya sama dengan yura. " cantiknya hilang kalau nangis gini." ujar steven mengusap wajah yura.


(" sedikit saja,aku benar benar tidak kuat menahannya .") steven perlahan mendekatkan wajahnya..


namun yura mengalihkan wajahnya .


" aku akan kekamar mandi." yura melepas kedua tangan steven.


saat yura sudah didepan kamar mandi tiba tiba steven memeluknya dari belakang .


" sebentar saja,biarkan aku memelukmu." ujar steven yang sedang mengatur nafasnya yang kalang kabut.


lalu...


.


.


lalu lanjutannya besok ya hehe.

__ADS_1


jangan marah loh.πŸ˜‚


__ADS_2