
" pak ,kita dinner sama om dan tante juga?." tanya yura ." iya mereka tiba tiba ikut soalnya,gak papa kan?." steven menoleh yura sekilas. " gak papa kok pak." balas yura. (" ya gak papa lah dari pada ber 4 sama 2 anaknya entar aku dikira ibunya.") batin yura sambil mengelus dada..
" tante,tante,tau gak tadi disekolah banyak yang bilang tante cantik, " celetuk zein.
" masa?." yura menoleh kebelakang.
" beneran tante,hehehehe coba aja tante mamanya zein beneran.pasti zein seneng.hehehe sama adek juga ,iyakan dek." zein tertawa lalu memegang tangan adiknya.
" hahaha kalau itu kamu harus tanya papa kamu." balas yura.
" boleh gak pa?." tanya zein pada steven.steven malah bingung harus menjawab apa.
" gimana kalau tante cariin mama buat zein.tante punya kenalan seumuran papa zein ,dia baik banget penyayang anak lagi." ujar yura,namun zein malah cemberut.
" ih tante yang zein mau itu tante ,tante yura bukan tante lain." balas zein.tiba tiba steven memberhentikan mobilnya. " yura,aku berterima kasih karna kamu sudah membuat anakku senang ,tapi tolong jangan beri harapan yang kamu saja tidak bisa memenuhinya " ujar steven sambil menatap dalam yura.yura hanya diam,
.
restoran.
" nenek, kakek." seru zein dan berlari saat melihat kakek neneknya.
" duh akhirnya dateng juga ," balas rikha ibu steven.
" macet dikit tadi ma." balas steven.
yura meletakkan zhidan dibantal duduk,sedangkan dia sedang kebingungan,restoran tradisional duduknya ngampar dilantai,sedangkan yura memakai dres pendek selutut,..
steven melihat yura yang tidak duduk duduk,apakah yura akan berdiri terus?.
" hey,duduklah,ngapain berdiri.?." tanya steven
yura diam sambil menarik bajunya
steven yang melihat itu pun langsung peka , melepaskan jaketnya lalu meletakkannya kebagian lutut yura.
orang tua steven diam diam melihat itu,sepertinya rencana ibu steven akan berhasil.
" terima kasih," ucap yura tersenyum pada steven.
steven lalu mengangguk mengiyakan...
" mama udah pesen makananya tadi,kalian pasti lapar ya." ujar mama steven.
" tidak terlalu... tumben mama pesen direstoran kayak gini,ini bukan gaya mama banget." steven lalu menoleh kanan dan kiri.
" ih kamu ya,jangan ngomong gitu,ini restoran punya temen mama," seka mama steven.
lalu tidak lama berselang,makanan datang.
" maaf lama," ucap seorang ibu dengan 2 pelayan dibelakangnya.
__ADS_1
" gak juga kok jeng,ini anak anak juga baru sampe" balas mama steven.
" ah ,ini menantu kamu pasti ya?. cantik sekali,kelihatan masih muda banget" puji ibu paruh baya pemilik restoran.
" ah ,ini-" belum selesai mama steven bicara namun sudah terpotong oleh steven.
" dia temanku tante." sambung steven.
" ah,teman " lanjut ibu itu menaruh beberapa menu makanan.
" kalau kamu mau,tante punya anak perempuan juga,dia seusia kamu tapi belum menikah,lain waktu kalian bisa bertemu ya walau hanya sekedar ngobrol." tungkasnya .
namun tiba tiba anaknya muncul,dia langsung memanggilnya,berharap steven akan menyukainya.
" nadia!! sini sayang," panggilnya.
wanita bernama nadia itu menghampiri ibunya.
" iya ma,ada apa?." sahutnya.
" kenalin ini temen mama,dan ini anaknya." perintahnya.
nadia tersenyum manis.
" hallo om,tante,kak," sapa nadia.
orang tua steven dan steven pun tersenyum.
" ma,yang benar saja,dia duda untuk apa nadia kerumahnya.mama ini ada ada saja" balas nadia
" nadia kamu yang sopan donk.jangan begitu." bentak mama nadia.
" sudah ,tidak apa tante,lagian saya jarang ada dirumah,kedua anak saya diasuh oleh mama , " ujar steven.
.
" yang benar saja,mama juga tau kelakuan anaknya seperti apa,malah dengan seenaknya mau deketin anak mama." protes mama steven
" oh ya sayang, ini mama udah kupasin lobsternya,kamu tinggal makan aja,jangan pake tangan ya,karna pedes takut tangan kamu cabean nanti." ujar mama steven.
" ya ma,makasih" balas steven
" hey! bukan kamu,maksud mama yura." bentak mama steven.
" steven kamu suapi yura,dia kesusahan karna pangku zhidan." perintah mama steven.
" ah gak usah tan,yura bisa kok." balas yura ,namun mama steven memasang wajah tajam.
steven lalu menyuapi yura.
" buka mulutmu." ujar steven
__ADS_1
" ih tante kayak zein umur 7 tahun haha,disuapin" ledek zein....
makan malam pun berlangsung dengan cepat,karna zhidan yang terus menangis.
ditambah yura yang terus merasa aneh pada dirinya,saat steven menyuapinya.
mata yang tidak berhenti berkedip,dada yang terus berdetak kencang,ditambah saat matanya bertemu dengan mama steven.
steven memarkirkan mobilnya dihalaman rumah.
dia melihat zein,yang tertidur begitu juga dengan yura ,dan zhidan yang ada dipelukannya.
steven memandang zhidan yang terlelap lalu berniat mengecup pipi anaknya itu.
("zhidan kau tidur begitu nyenyak ,hingga membuat papa begitu iri padamu.") batin steven.
steven memandang wajah yura dengan jarak yang begitu dekat,hingga dia mampu merasakan nafas yura.
(" andai ini kamu sayang,alangkah bahagianya aku,namun sepertinya kamu lebih bahagia disisi tuhan .") batin steven dengan air mata mengalir dipipinya.
tanpa sadar,steven mencium sudut mata yura.
namun segera dia menjauhkan wajahnya saat yura bergerak.
" udah sampai? kok gak bangunin?." ujar yura mengucek matanya.
" barusan sampai." balas steven.
" ah.kakiku.pak." yura memandang steven
" ada apa?." tanya steven bingung.
" kesemutan kayaknya," balas yura .
steven lalu keluar mobil,lalu membuka pintu disebelah yura.steven menutup bagian lutut yura dengan jaketnya.lalu menarik kaki yura dan memukulnya pelan.
(" apa ini? kenapa aku merasa sangat sulit bernafas?") batin yura memandang steven
yura menidurkan zhidan lalu dia bergegas berganti memakai piyama.
" waktunya tidur,aku harus melupakan hal hal yang seharusnya tidak aku fikirkan." tutur yura lalu membaringkan tubuhnya .
23.00 malam.
dengan sangat hati hati steven membuka pintu kamar zhidan,serta yura yang tidur disebelah zhidan.
(" aku merasa malu , atas semua perhatianmu pada anak anakku,aku juga merasa tidak senang akan hal itu,kebaikanmu membuat anakku zein,menjadi berharap padamu.begitu pula denganku, namun jika suatu saat aku masih berharap padamu,bisakah kau memberi kepastian padaku") batin steven,lalu duduk disudut kasur.
(" aku ingin tau ,pendapatmu tentangku yang seorang lelaki tua beranak 2 ,bisakah aku menikah denganmu? lalu apakah,kamu bersedia?.namun aku malu bertanya langsung padamu.aku harap aku bisa mengatakan ini padamu secara langsung,bahwa aku sangat nyaman didekatmu.") steven menepis air mata yang mengalir dipipinya.lalu membenarkan selimut yura,dan berjalan pelan keluar kamar.
cintai aku dengan hati tulusmu.
__ADS_1
maaf lama up,author selesain cerita yang disebelah dulu,dan sekarang author bakal terus update dilapak ini.jangan lupa tinggalin jempolnya ya,karna itu gratis,biar makin mangatππππ