
sulitnya menyimpan sebuah rasa sendiri,sedangkan rasa itu sendiri ada didekat kita,haruskah aku menyimpannya saja atau aku meluapkannya?.
" sebentar saja biarkan aku memelukmu," ujar steven dengan menghembuskan nafasnya pelan.
(" jika boleh aku meminta,tolong hentikan waktunya,aku ingin seperti hingga seterusnya,bisa memeluknya dalam tenang tanpa ada gangguan,") batin steven.
yura terdiam,dia kesulitan bernafas,badannya terasa tegang,ingin memberontak namun seperti tak berdaya . bagaikan kamu melihat hantu tidak bisa teriak tidak bisa berlari,hanya bisa diam ditempat.
(" tolong rasuki aku setan,agar aku bisa keluar dari pelukannya,bagaimana bisa dia melakukan hal seperti ini? aku bukan siapa siapanya.") yura menghela nafas, dia mulai terhanyut dengan hangatnya dekapan dibagian belakang tubuhnya.
" kenapa kamu begitu tegang? " tanya steven tepat disebelah telinga yura.
" aku tidak akan memangsamu jadi santailah sedikit." sambungnya lagi.
" bagaimana? bagaimana caranya untuk aku bisa bersantai saat kamu tiba tiba memelukku?." balas yura.
" kamu? tumben sekali kamu menyebutku kamu.apa karna pelukan ini kamu merasa lebih dekat denganku?." steven membalikan tubuh yura.
steven menarik pelan dagu yura.
" katakan padaku,apa kamu ingin lebih dekat denganku? ." tanya steven.
__ADS_1
namun yura tak bergeming.
" karna kamu tidak menjawab,maka aku katakan kamu setuju." dengan pelan steven mendekatkan wajahnya. dia mengecup pelan bibir yura,mata yura terbelalak,
(" ciuman pertamaku.bagaimana bisa? kak ridwan bahkan belum pernah menciumku.bagaimana bisa lelaki ini mengambilnya.") yura memberontak agar terlepas dari dekapan steven.
" apa yang bapak lakukan? berani sekali bapak menciumku? bahkan setelah bertahun tahun aku berpacaran aku tidak pernah berciuman,tapi bagaimana bisa bapak mengambil ciuman pertamaku?." yura hendak kekamar mandi berniat ingin mencuci mulutnya,namun saat dia menutup pintu,dengan cepat steven mendobrak itu.
dia mendorong yura hingga menempel pada tembok.mencengkram kedua tangan yura lalu menaikkan kedua tangannya .dia menghimpit tubuh yura agar yura tidak bergerak.dengan tidak sengaja shower mengalir tepat diatas kepala mereka.
steven mencium yura dengan paksa,yura menutup rapat mulutnya hingga saat dimana dia membuka mulut,saat steven menggigit bibir bawahnya .
" AKHH.." yura berdesis kesakitan ,namun steven melanjutkan aksinya,hingga dia merasakan darah yang mulai mengalir kemulut steven.
(" bagaimana bisa aku menjadi begitu jahat?") batin steven,lalu memandang mata yura .
dia memeluk yura dengan lembut agar tangisnya mereda.
" maafkan aku." tuturnya.
yura tak membalas.
__ADS_1
" bersihkan tubuhmu,aku akan bawakan baju untukmu ." steven lalu berjalan keluar kamar mandi.
ting tong.
suara bel kamar steven berbunyi.
steven lalu membukanya.
" ini bajunya," johan menyodorkan 2 pakaian.
" terima kasih." ujar steven.
" hm, apa kamu akan langsung pulang? " tanya johan.
" liat nanti bagaimana kondisi yura." tuturnya.
" sejak kapan kamu peduli kondisi orang lain mas bro? " johan mengangkat 1 alisnya .
" entahlah,aku tidak tau,ya sudah pergilah" steven lalu menutup pintu kamarnya.
duh maaf pendek banget ,nanti lanjut deh ya.
__ADS_1
see you.