Duda itu menyukaiku

Duda itu menyukaiku
35-


__ADS_3

" kak yang bener aja sih , kakak kira yura itu tahanan apa? begitu banyak pria dirumah dan hanya yura sendiri yang wanita ,kakak tega gitu ninggalin yura dirumah cuma sama mereka?" kata yura


" kamu bahkan lebih tega sama kakak,kalau kakak kerja mereka bakal jaga diluar rumah ,lagian kan banyak pelayan dirumah kenapa harus merasa sendiri.kakak ini mau mandi ngapain kamu ngintilin kakak kekamar?." balas steven.


" upss," yura menutup mulutnya.


" apa kamu ingin mandi denganku?. aku akan sangat senang " kata steven.


" ah, maaf yura sudah mandi apa kamu tidak mencium bau harum tubuhku? " balas yura.


steven mendekati yura


" kemarilah ,agar aku bisa mencium mu" kata steven.


saat yura mendekat ,tiba tiba steven mencium pipi yura.


" ah benar ,sangat harum " kata steven sambil tersenyum.


" kak,kamu- " ..


" ehem..." suara seseorang berdehem diambang pintu.


" setidaknya tutuplah pintu saat ingin bermesraan agar yang polos tidak melihat adegan kalian berdua, " kata johan menutup sebelah matanya ,dan menutup mata johan yang ada disampingnya.


" sejak kapan kamu disitu? " bentak steven.

__ADS_1


" sejak dulu " balas johan.


" benar benar tidak sopan,ada pintu kan? bisa diketuk dulu jangan masuk tanpa permisi" ketus steven.


" hey ,maaf permisi sebelumnya ,saya sudah mengetuk pintu berkali kali dan yang membukakan pintu adalah zein ,dan gak sengaja kami melihat sepasang kekasih sedang bermesraan " kata johan.


steven menatap sinis johan.


" didepan ada putri,dia bilang katanya mau antar map yang kamu butuhkan." kata johan lagi.


" yura ,tolong temui putri dan ambil map itu darinya" perintah stev.


" kok jadi nyuruh yura?." tegas yura.


yura menatap sinis steven ,bibirnya terus bergerak seperti sedang mengomel dalam hati ,merutuki kekesalannya pada steven.


" sudahlah biar aku saja yang ambilkan " celetuk johan namun tak ada jawaban dari stev ataupun yura.


johan menutup pintu kamar steven dengan sedikit membantingnya .


steven mengangkat yura lalu mendudukannya dimeja .lalu melonggarkan dasi yang masih melingkar dilehernya ,membuka 3 kancing bajunya.


steven menarik tangan yura lalu menaruhnya pada dada steven . " rasakan detak jantungku ,tatap mataku selama 5 menit " pinta stev.


" aku tidak bisa" yura menarik tangannya.

__ADS_1


" kamu tidak berani? oke tidak apa apa,setidaknya aku tau kamu memiliki rasa padaku " balas steven.


" jangan membuat kesimpulan sendiri,aku tidak mau karna ya emang gak mau aja,bukan berarti aku memiliki rasa padamu " tungkas yura.


steven sedikit menjauh dari yura ,dia menatap mata yura seolah membaca yang barusan yura katakan ,mata jujur dan bohong sangatlah mudah untuk dibedakan ,jika kamu berbohong kamu akan terus mengedipkan matamu ,jika kamu bicara jujur kamu akan menatap mata lawan bicaramu tanpa ragu tanpa memotong motong setiap kata yang kamu ucapkan.


" aku tau kamu berbohong ,boleh saja jika kamu menyangkal perasaanmu padaku ,tapi setidaknya jangan begitu kejam padaku" steven menarik tangan yura meletakkannya pada wajah steven.


" apa aku pernah menyakitimu? apa aku pernah kasar terhadapmu? tidak kan? tapi mengapa kamu begitu jahat padaku? " ucap steven dengan mata yang mulai memerah .


" jika kamu belum bisa membalas perasaanku itu tidak apa apa,aku bisa menunggu tapi tolong jangan menghindariku ,jangan sengaja menjauh dariku ,hatiku begitu sakit melihatmu kian hari kian menjauh " 1 tetes air mata berhasil keluar dari mata steven ,air mata itu mengalir dikulit tangan yura.


yura menjadi bimbang untuk saat ini ,bagaimana ini ,disisi lain ada ridwan dan disini ada steven ,dia menghindari steven guna untuk menghilangkan perasaannya pada steven ,agar hatinya tetep utuh untuk ridwan ,tapi hari ini bahkan air mata steven mengalir gara gara yura yang menghindarinya ,perasaannya yang kemarin kemarin mulai buyar pada steven ,kini mulai kembali menyatu .


hatinya juga tak kuat melihat pria didepannya ini menangis ,haruskah dia jalani saja? untuk kedepannya serahkan saja pada waktu yang akan berjalan menghampiri lalu melewati.


steven mendekati yura yang masih duduk dimeja ,memeluk yura perlahan lalu mengeratkan pelukannya ,menyembunyikan wajahnya pada seluk beluk leher yura ,menangis sebentar bolehkan? .


" berhentilah menangis " kata yura ,dengan pelan mengelus pundak steven .


" yura pasrah kak,untuk apa yang terjadi kedepannya ,ayo kita jalani bersama " ucap yura .


steven menganggukkan kepalanya .


lalu bagaimana dengan ridwan nantinya? entahlah nunggu author ngayal dulu yak .

__ADS_1


__ADS_2