
" aku begitu mencintai ridwan,tapi tidak sekarang,hatiku bimbang antara memilih ridwan atau steven ,yang jelas aku membiarkan waktu membantuku untuk memilih salah satu dari 2 lelaki ini." Yura .
.
" Yura bersiaplah kita akan pergi," ujar steven.
" kemana?." Tanya yura sambil memakaikan baju ke zhidan.
" kita akan kerumahmu." Balas steven
Yura sontak berdiri keget.
" apa? Ngapain?." Tanya yura.
" jalan jalan ,memangnya apalagi? Apa kamu berharap aku akan melamarmu?." Ujar steven dengan senyum genitnya.
" tidak,bukan itu maksudku,hanya saja kenapa tiba tiba?." Ujar yura
" johan yang ingin jalan jalan,aku rasa ketempat orang tuamu adalah hal yang tepat,hemat ongkos ,dan tidak terlalu jauh." Tutur steven.
" orang kaya kw kayaknya nih,harta banyak buat jalan jalan masih menghemat." Gumam yura.
" apa yang kamu katakan?." Tanya steven yang melihat mulut yura bergerak .
" tidak ada,lalu zein dan zhidan juga akan ikut?." Tanya yura lagi.
" zein sudah siap,mama membantunya mengemasi barangnya." Ujar steven.
" bagaimana dengan ridwan?." Tanya yura.
" aku sudah menyuruhnya mengecek hotelku yang ada dibali,sekalian dia bisa berlibur, dan aku minta 1 hal,jangan pernah sebut nama ridwan didepanku" ujar steven lalu berjalan kekamarnya.
" sensi amat sih,baru juga nyebut namanya ,apalagi kalau liat aku pelukan sama ridwan" yura diam ,lalu berfikir tentang sesuatu.
" tunggu dulu,Saat dibandara kemarin bukankah aku memeluk ridwan? OMG apa itu yang ngebuat steven jadi kesel saat denger nama ridwan?." Yura lalu memandang pintu kamar steven.
.
.
" steven ,mama ada bawa oleh oleh buat orang tua yura mama taruh dibagasi mobil jangan lupa juga sampein salam mama buat orang tua yura ya." Ujar mama stev.
Stev pun mengangguk mengerti.
" yura masih gak percaya hari ini yura pulang,hehe" ujar yura kegirangan .
" ayo pak kita berangkat." Yura sudah duluan masuk mobil lalu disusul zein.
" supirnya belum datang." Ujar stev.
Lalu yura menoleh pada supir stev yang sedang mencuci mobil.
" lah itu pak supir lagi cuci mobil." Tunjuk yura.
" hari ini ada supir baru." Lalu ada sebuah mobil memasuki halaman rumah stev.
" hoy tungguin babe donk " teriak johan lalu varel melambaikan tangan.
" babe matamu ,udah cepetan keburu siang ini " balas stev.
" kan emang udah siang kak." Sambung yura.
" diem kamu." Celetuk stev.
Yura pun diam.
__ADS_1
.
.
" gimana udah siap semua? " tanya stev saat johan dan varel sudah mendekat.
" wis udah semua donk mas bro " ujar varel lalu mengintip dalam mobil lalu mengedipkan matanya pada yura .
" ih mata om varel kelilipan ya? Tapi kata papa itu mata genit ,kata oma kalau matanya gitu kelilipan,sini om biar zein bantu tiupin." Ujar zein lalu meniup mata varel.
Hanya mama stev dan johan yang tertawa.
" mangkanya kalau punya mata itu dijaga liat bening dikit langsung gatel aja tu mata." Ujar stev.
" udah sana berangkat udah siang ini,ditambah mendung lagi hati hati ya bawa mobilnya." Ujar mama stev.
Lalu mereka pun mengangguk mengerti.
" rel lu yang nyetir ya,sampai sana baru gantian " ujar johan lalu dengan cepat memasuki mobil.
" oke." Varel diam sejenak.
" kalau sampe sana baru gantian? Eh kecoak kau ya." Varel mendengus kesal lalu memasuki mobil….
" jalan jalan gratis memang paling nikmat " ujar johan.
" siapa bilang gratis? Sampe sana bayar " ketus steven.
" yura harus bayar juga? " tanya yura.
" iyalah,mana ada gratisan didunia ini." Ucap steven dengan songongnya.
" zein punya no nenek kan.?." Tanya yura pada zein.
" eh mau ngapain? " dengan cepat stev mengambil ponsel zein.
" kata tante tadi,kalau ada apa apa langsung telpon aja tante,ini aku mau telpon dia karna pak steven yang terhormat sedang kumat pelitnya." Ujar yura lalu mendelikkan matanya ke stev.
" dasar,ngaduan,belum jadi mantu udah gini apalagi udah jadi mantu,tersingkir aku dari kk." Gumam stev.
" yura " panggil johan lalu memberinya 2 jempol.
.
.
Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 yura baru saja selesai memberi makan zhidan .
Zein dan stev tertidur,ditambah gerimis menemani
" guys,mau cari makan dulu? Ada yang sudah lapar? " tanya varel sambil melirik ke johan.
" nanti dulu,belum waktunya makan " balas steven dengan mata tertutup.
" tapi yura laper kak,zein juga laperkan? " yura mengedipkan mata pada zein agar zein mengangguk.
" iya zein juga laper" ujar zein lalu matanya kembali ke ipad melanjutkan game nya.
" kalau begitu kita berhenti untuk cari makan." Ujar stev mengucek matanya.
" hm,giliran cwe bilang laper langsung bilang setuju.dasar duda rasa bujang " gumam yura sambil senyum.
" kau baru sadar sekarang? Bahkan milikku lebih besar dari ridwan " bisik stev pada telinga yura.
" apanya?." Tanya yura sambil sedikit memiringkan kepalanya.
__ADS_1
" kamu belum pernah melakukannya?." Tanya stev.
" apa?. Bilang yang jelas jangan terpotong potong aku tidak mengerti " ujar yura
" ah ,lupakan saja." Balas stev.
(" benar benar polos.") Batin steven.
" ay ya ,aku ingin sekali memiliki seseorang yang cantik seperti wanita dibelakangku " ujar johan lalu menoleh pada yura.
" yura bisakah aku memegang tanganmu?." Johan menyodorkan tanganya.
Namun steven dengan cepat menaruh tanganya pada tangan johan.
" ayolah mas bro aku lebih suka lawan jenis." Ujar johan " masa terong lawan terong " sambung johan lagi.
"Tutup mulutmu,cepatlah turun beli makanan " perintah stev.
" kalian tidak turun? " tanya johan lalu melirik manusia yang ada dimobil.
" diluar hujan,apa kamu mau tanggung jawab jika 3 bocah cilik ini sakit?." Ujar stev.
" lalu kau rel? " johan menoleh pada varel.
" aku lelah menyetir." Balas varel.
" aku malas turun." Steven langsung menyambung.
" ya sudah kalau gitu berikan aku dompetmu" johan menyodorkan tanganya didepan wajah steven.
Stev pun langsung menyodorkan dompetnya.
" yura kau ingin makan apa?." Tanya johan.
" apa saja yang penting enak dan bisa buat kenyang,oh ya sama sadwich juga untuk ngeganjel 5 jam kemudian." Ujar yura.
" oke siap." Johan langsung turun mobil.
" untuk kali ini johan hanya perhatian pada yura ada aku ,stev,dan zein tapi tidak ditanya mau makan apa." Ujar varel yang melihat johan berlari karna hujan.
" hm,dia sangat perhatian ,humoris dan lembut,aku suka sifatnya" sambung yura.
" itu sifatnya dari dulu tidak pernah berubah " sambung steven. " dia itu yatim piatu 15 tahun mamaku mengadopsinya hingga dia berusia 25 dia lebih memilih tinggal diapartemen yang dia beli dengan 5 bulan gajinya." Ujar stev lagi.
" ah ,benarkah ? Aku baru tahu." Balas yura.
" jangan bahas masalah ini saat ada dia ya,takutnya dia sedih bila ingat masalalu." Ujar varel.yura pun mengangguk mengerti.
Tak selang berapa lama johan datang.
" makanan datang." Ujar johan.
Setelah makan mereka pun melanjutkan perjalanan lagi.hingga mereka sampai dijawa .
Banyak orang yang memperhatikan mobil steven,bukan karna keren atau mewah tapi karna melihat yura yang turun dari mobil.mereka mengira bila steven mungkin calon suami yura karna melihat steven yang memeluk yura dari belakang padahal tidak demikian .tangan steven memegang zhidan karna tangan yura kehilangan keseimbangan karna kesemutan.
Banyak yang bilang mereka tampan banyak juga mata wanita yang melirik mereka….
" kau tau aku cukup terkenal disini,banyak yang bilang aku peri desa padahal setiap hari aku membantu orang tuaku mengurus sapi." Ujar yura pada steven.
" benarkah? Pantesan banyak mata lelaki melirikmu " ujar steven melihat ke sekeliling.
👉 lanjut episode selanjutnya ya .
Terima kasih sudah baca.
__ADS_1