Duda itu menyukaiku

Duda itu menyukaiku
13-


__ADS_3

" johan apa kita ada meeting nanti?." tanya steven


" ada,nanti jam 2 siang dicafe A." balas johan.


" ah baiklah,dan untuk ridwan kamu akan dibimbing oleh johan apa saja pekerjaanmu." kata steven.


" ah baik pak." sahut ridwan.


.


" hallo ibu."


" iya hallo nak,bagaimana kabarmu?. kamu baik baik saja kan?." bakas ibu yura.


" yura baik baik saja bu,ibu sama bapak gimana? sehat semua kan." tanya yura balik.


" kami sehat nak." jawab bu yura.


" syukurlah kalau begitu, oh ya bu kak ridwan ada dijakarta sekarang" ujar yura.


" iya ibu juga tahu,kemarin nak ridwan juga pamit sama ibu,sekalian katanya minta restu." ujar ibu


" restu?." mendadak yura merasa malu .


" iya restu,lalu ibu jawab aja ,iya ibu restuin nak." balas ibu lagi


.


" apa maksudnya?.restu? bukankah yura dan pacarnya itu sudah putus?.tidak bisa ini tidak boleh terjadi." ujar mama steven yang berdiri depan pintu kamar yura,posisinya yura masih telponan sama ibunya terus dilospeaker ,otomatis mama steven denger.


.


" ya udah ya bu,salam nanti sama bapak,ini yura mau mandiin zhidan dulu."


" oh ya sudah gak papa,iya nanti ibu salamin sama bapak ya." ibu pun mematikan telpon nya.


jam sudah menunjukkan pukul 11 siang.


mama steven memiliki rencana untuk membuat yura mengantarkan makanan kekantor steven.


" tapi ini gak papa tante? biar zhidan yura bawa aja daripada nanti ngerepotin tante." yura lalu mengambil zhidan dari gendongan mama steven.


" ya sudah kalau kamu memaksa,kalau begitu pergilah,pak supir akan antar kamu." balas mama steven.


" baik tante." yura lalu berjalan keluar rumah.


(" yura,maafin tante ya,mungkin ini egois buat kamu tapi hanya kamu yang terbaik buat anak tante.") batin mama steven melihat kepergian yura.


.


" ven,ayo makan siang bareng " masuk johan tanpa mengetuk pintu.


" tidak bisa." balas steven.


" hey bro jangan menolakku,jika kamu menolakku kamu akan makan sendiri,apa kamu tidak merasa kesepian.hm..." goda johan pada steven.


" aku tidak bisa makan denganmu,karna seseorang sedang menuju kesini." balas steven lagi.


" seseorang? siapa?tante?." tanya johan.


" seseorang itu adalah,kenapa aku harus memberitahumu ,lupakan lupakan lebih baik kamu keluar dari ruanganku." usir steven pada johan.


" hey mana yang lebih penting seseorang itu atau sahabatmu hari ini melly dan ramon datang kau tidak ingin gabung bersama kami?." ucap jo


" ah mereka kejakarta? kenapa aku tidak dikabari?. sahabat macam apa itu." balas steven,lalu menoleh kearah pintu saat terdengar suara bayi.kebetulan saat johan masuk tadi pintu tidak tertutup rapat.

__ADS_1


" pak ini ada makanan dari tante." ujar yura menyodorkan kotak makan .


" ah iya terima kasih ya cantik." ucap johan lalu menggapai kotak makan itu dengan sedikit menyentuh tangan yura.


dengan cepat steven berjalan kearah mereka, lalu mendorong johan hingga terpental kesofa.


steven tersenyum


" terima kasih ,ayo duduk dulu" steven menuntun yura untuk duduk.


" aku akan makan sekarang ,nanti ikut denganku untuk makan diluar." ujar steven.


yura mengangguk.


" nyamuk kok gede amat yak bentuknya." johan berdiri lalu seolah olah sedang menangkap nyamuk,lalu melihat steven yang begitu lembut memandang yura.


uhuuukkk uhuuuukkk...


johan berpura pura batuk dengan mengeraskan suaranya.


" johan apa kamu mau aku mengeluarkan jantungmu lewat mulut?" ucap steven.


" ih sadis takut adek bang." johan lalu berjalan kearah steven dan yura.


" hallo zhidan gantengnya kayak om johan,apa kabar?." johan memegang tangan zhidan ,zhidan memberikan expresi seperti ingin menangis.


" wajah kamu seram,jauhi anakku." titah steven


dan langsung melepaskan tangan johan dan zhidan.


" dia menangis karna terharu dan kagum akan kegantengan om johan ,iya kan zhidan?." johan tersenyum pada zhidan .


" ganteng iya kayak buntelan kentut." ujar steven.


yura pun tersenyum menahan tawa.


" rumah harimau? rumah siapa yang kamu maksud?." tanya steven.


" rumah bapak steven aditama." ujar johan lalu menjauhi steven.


" dasar karyawan kurang dihajar ," steven menatap sinis kearah johan.


" aku tunggu diparkiran ,jangan lama lama mereka pasti sudah menunggu." ujar johan lalu berjalan keluar .


" yura,aku ada janji makan siang bersama sahabatku kau mau ikut?." tanya steven.


" ah tidak usah pak saya pulang aja ." balas yura.


" tapi aku ingin kamu ikut." ujar steven menatap yura lembut.


yura lalu mengangguk.steven pun tersenyum.


di loby kantor .


" pak ,saya perlu kekamar mandi .bisa tolong gendong zhidan." ujar yura.


steven lalu mengambil zhidan dari gendongan yura.


" kamu lurus aja dari sini lalu belok kiri ," ujar steven memberi arahan pada yura.


" oke,terima kasih pak." yura pun berjalan sesuai petunjuk steven.


20 menit kemudian


(" kenapa yura lama sekali,apa dia tersesat?." ) batin steven lalu berniat menyusul yura dikamar mandi.

__ADS_1


nada dering ponsel steven berbunyi ,dengam cepat steven meraihnya.


" pak steven ,kenapa lama sekali? apa kalian buat adik untuk zhidan? ayolah ini bukan waktunya." omel johan pada steven.


" heh,jaga mulutmu,ini yura sedang ditoilet ,lagia aku tidak memintamu menungguku." balas steven.


" ya ya ya,kalau begitu cepatlah,kunci mobilmu ada padaku." johan lalu mematikan telponnya secara sepihak.


steven menyimpan kembali ponselnya pada sakunya,namun saat dia beralih pandangan dia menatap 2 orang yang sedang berpelukan .


(" aku menunggu sampai zhidan ingin menangis,karna haus.tapi dia malah berpelukan dengan ridwan?.") steven lalu berbalik arah agar yura tidak melihat keberadaanya.


.


dimobil


steven diam dengan mata yang memandang kearah jalan.sedangkan yura bermain dengan zhidan.


johan fokus nyetir.


perjalanan begitu lancar hingga mereka tiba disebuah restoran .


" nah itu mereka," johan berlari saat melihat melly dan ramon


" hay," sapa melly saat melihat johan .


" aku sudah makan 5 porsi makanan dan kalian baru sampai?." ujar ramon dengan wajah sangarnya.


" maaf maaf,ini ni yang bikin lama." ujar johan melirik steven.


" aku yang traktir kalian pesanlah." ujar steven.


steven memanggil pelayan lalu melihat lihat buku menu.steven duduk didekat yura .


" yura kau mau makan apa?." tawar steven.


" aku samain aja kayak bapak." balas yura.


" oke,minumnya?." tanya steven lagi.


" jus strawbery." ucap yura.


" itu asem,yang lain saja." balas steven


" aku suka asem." balas yura lagi.


" ya sudahlah." steven lalu melihat kembali pada buku menu.


" btw siapa dia? " tanya melly.


" ah dia yura calon steven."balas johan.


dengan cepat buku menu yang ditangan steven melayang dikepala johan.


" aw,ih sadis sakit tau." johan mengelus kepalanya.


" ini yura anak teman mama." ucap steven.


" oh ,hallo cantik kenalin aku melly dan ini Ramon suami aku " ujar melly memperkenalkan diri .


" hallo kak,aku yura." yura menjabat uluran tangan melly.


" cantik sekali,sangat cocok dengan sahabat 1 ini." ujar ramon.


suasana menjadi canggung, steven senang mendengar itu ,tapi mengingat kembali saat yura berpelukan dengan ridwan itu membuatnya murka .

__ADS_1


tapi mereka kan sepasang kekasih ,jadi wajarlah kalau mereka pelukan setelah sekian lama pisah ...


__ADS_2