
..
" yura sayang kamu pulang ya?.salamin untuk bapak dan ibu ya,hm sayang banget gak bisa pulang bareng,lain kali kita pulang bersama ya." 1 pesan masuk keponsel yura.
Ddrrtttttt suara getar ponsel yura nyaring.
Steven melirik ponsel yura,namun dia langsung meraihnya saat membaca nama pengirim pesan tersebut .
Kekasihku ridwan.
Steven langsung membanting ponsel yura,benar benar menjengkelkan. Dia dibuat marah dengan kata sayang dari ridwan,hey itu hanya sebuah pesan bagaimana jika benar benar terjadi,dan itu langsung didengar oleh steven.
.
Meja makan.
" yura,dimana orang tuamu? Kenapa tidak terlihat?" Tanya johan.
" ah ,mereka sedang dibelakang rumah,biasalah ngurus sapi." Balas yura.
" wah,banyak rotinya pasti tuh " ucap johan lalu tertawa,sedangkan varel tersedak makanan karna perkataan johan.
" please deh,jangan bahas itu, lagi makan juga" ujar varel.
" sekali kali sih bahas gituan ,kan kalau dijakarta gak pernah." Balas johan .
" oh ayolah johan bisakah kamu waras sedikit untuk hari ini saja,ku mohon." Ucap varel memelas.
" oh ,no sejak kapan om johan tidak waras? Kenapa zein tidak tau?." Ucap zein polos .
" sejak kamu belum lahir zein." Balas varel lalu tertawa melihat wajah johan .
" aku jadi teringat suatu kisah saat kuliah dulu ,yura kamu mau dengar?" Varel menoleh keyura.
Yura mengangguk antusias.
" jadi dulu itu johan pernah menyukai seorang wanita ,aku akui dia cantik sekali selera johan memang oke.nah waktu itu tepat 1 bulan setelah johan diam diam menyukai wanita itu ,dia berniat akan menembaknya ,namun baru 1 langkah dia melangkah eh datanglah seorang pria pada wanita itu ,lalu johan mendengar kata " suamiku kamu sudah datang? " ambyarrrr patah hati sebelum menyatakan aku dan steven tiada hentinya tertawa ,dia mencintai wanita yang salah." Ucap varel dengan tawanya yang pecah.
" lalu 3 bulan kemudian ,johan mencintai seseorang wanita lagi , johan baru bertemu dengannya 2 kali itupun tak disengaja ,namun seminggu kemudian steven datang dengan wanita itu lalu memperkenalkannya pada kami dengan status "kenalkan ini pacarku " lagi lagi ambyarrr ,nasib johan 2 kali patah hati sebelum menyatakan.pacar steven itu ya ibunya zein dan zhidan." Varel mengelus rambut zein ,bila diingat lagi kini wanita itu telah tiada.
Steven datang dengan wajah kesalnya ditambah wajah bantal yang masih setia melekat pada wajahnya.
" yura ,ambilkan aku air minum." Titah stev.
Yura mengambilkan air minum stev tanpa menjawab ya atau ambil sendiri.
" apa yang kalian bahas? Seperti seru sekali?." Tanya stev disela mulutnya yang sedang menguap.
" tidak ada,hanya membahas masa lalu." Balas varel, kemudian johan berdiri meninggalkan meja makan.
(" jika saja wanita bersamaku,akankah dia masih ada sekarang?.") Batin johan berlalu pergi.
" kenapa tu anak?. Mukanya kayak buntelan kentut" ujar stev.
" mungkin dia terlalu kenyang," balas varel.
(" bego banget sih kamu rel,harusnya jangan bahas itu.") Varel memukul mulutnya sendiri.
" aku permisi dulu,mau mandi." Ujar varel lalu berlari kekamar.
.
Pada saat itu johan ingin berkata pada wanita itu bahwa dia menyukainya ,tapi dia urungkan karna dia mendengar akan menikah setelah lulus kuliah, dan itu bulan depan.
Sepertinya wanita itu bukanlah jodoh johan ,ditambah stev,tak mungkin dia merebut kekasih steven ,saudara sekaligus sahabatnya.
Mengalah ,itu yang dia lakukan ,terkadang dia menyesali karna pernah mengalah,andai waktu bisa diputar lagi dia tak akan berbuat itu.
.
" om,biar saya bantu om ,hehe sekali kali kan nyangkul." Ujar johan pada pak yayan bapak yura.
" wah memangnya bisa kamu? Ini susah loh." Ujar pak yayan.
Johan melipat lengan bajunya lalu menunjukkan ototnya ,dengan bangga pamer.
Padahal gak punya otot.lengannya rata kayak triplek..
" ya udah ini coba lah kalau bisa." Pak yayan memberinya cangkul .
Johan mulai mencangkul ,namun varel dengan asiknya memfoto johan.
" wah kak johan keren banget." Ujar yura memberi 2 jempol .
" keren apaan sih ,gak usah puji kenapa biasa aja juga ,orang cuma nyangkul *** juga." Ketus steven.
Pak yayan geleng geleng kepala mendengar ucapan steven.
" nak steven tidak tau ini ,lelaki kalau udah pegang cangkul beh auranya langsung keluar ,serta otot ototnya yang terlihat menambah daya tarik tersendiri." Ujar pak yayan.
" aura *** sapi, baru nyangkul 2 kali langsung ngeluh pinggang sakit ,keren dari mananya." Ucap bu kikan yang sedang membersihkan sapi.
Lalu mereka pun tertawa keras mendengar ucapan bu kikan…
.
" eh ngomong ngomong ,pagi ini tumben kamu bangun awal stev,kami bahkan tidak tau kamu keluar kamar." Ucap johan .
" ah,aku tidur dikamar yura." Balas stev santuy.
" hah? Kamu gila stev?.yang bener aja kamu gak takut sama orang tua yura? Wah parah wah wah…" varel berdiri didepan steven sambil menunjuk nunjuk steven dan berkacak pinggang.
" aku gila ,tapi kamu yang paling parah " balas steven.
" dengan anggunnya yura menyuruhku tidur dikasur sedangkan dia tidur disofa ( padahal semalam debat dulu ) kalian kalau mikir jangan jauh jauh ," sambung stev lagi.
" ah masa sih? Kok aku gak percaya ya." Johan berkata lalu menatap sinis steven.
" mau percaya atau tidak itu urusan kamu." Balas steven.
__ADS_1
Johan berjalan menjauhi steven,lalu memanggil yura dengan keras.
" yura ,yura aku ingin bertanya sesuatu." Teriak johan.
" wah emang laknat itu orang belum pernah ya merasakan tendangan bebas dariku " steven pun mengejar johan.
" haruskah aku ikut mengejar? Atau ambil popcorn sambil nonton mereka?." Varel pun menatap kedua sahabat konyolnya itu.
" sudah sudah lebih baik kita keluar beli pendingin ruangan biar nanti malam nyenyak tidurnya ." Varel merangkul 2 sahabatnya itu.
" hey ,mau kemana? Kok tumben akur?." Ucap yura yang sedang bermain dengan zhidan .
" mau beli pendingin ruangan,kamu mau ikut?." Ajak varel.
Yura menggeleng
" apa kalian tau tempatnya?" Tanya yura
" aku tau,kemarinkan juga ngelewatin " kata stev.
" oh ya udah sana pergi ,hati hati " ucap yura.
" em..hati hati nya ke siapa?." Tanya stev.
Johan dan varel menatap aneh steven
" apa? Kan cuma tanya." Ucap steven.
" hati hati pakai mobilnya, jangan sampai rusak nanti gak bisa pulang ke jakarta" ucap yura langsung .
" ada orang kaya kok gak usah bingung " ucap johan.
" ya sudah kami pergi ya," mereka lalu pergi.
Yura menatap 3 lelaki aneh itu dengan geleng geleng kepala….
" rada aneh,tapi horang kaya semua " ucap yura pelan.
.
.
2 mobil memasuki halaman rumah yura.
Niatnya cuma beli pendingin ruangan tapi kulkas dan tv pun ikut dibeli.
" bapak steven aditama,mau taruh dimana 2 barang ini? Bapak kira rumah saya sebesar rumah bapak? Tidak pak ,mana kulkasnya besar banget ,bapak ini cuma ngabisin uang tau gak." Ucap yura yang mengomel melihat apa yang dibeli steven.
Sedangkan ibu yura terus menyentuh kulkas itu ,kulkas terbaru 2 pintu kanan kiri.
" sayang,ini pasti mahal sekali " ucap ibu pada yura.
" yura tau bu,lihat tu pak ,ibu saya aja gak mau terima, mending bapak balikin aja deh." Ucap yura lagi.
" siapa yang gak mau? Orang ibu mau kok." Ucap ibu pada yura.
" ayo pak masuk ," steven mendampingi tukang angkat barang itu kedalam rumah,kulkas untuk didapur sedangkan tv untuk ruang tamu.
Kebetulan tv rumah yura udah eror alias mau rusak ,kalau pas nonton harus dipukul pukul dulu biar gambarnya keluar .dok..dok..dok…
" kenapa ibu terima sih? " ucap yura kesal.
" memangnya kenapa? Ini kulkas impian ibu nak " balas ibu.
" ya tapikan gak harus dari steven juga " balas yura lagi. ( aku kan jadi gak enak,mana harganya pasti mahal banget )" yura menghela nafas ,dia berpikir mungkin ada niat tersembunyi dibalik ini semua.
Tau sendiri steven kan bagaimana sifatnya.
" oh ya ini ada alat pijat,jadi kalau punggung bapak pegel bapak bisa pakai ini tinggal ditekan bagian tombolnya dia akan bergetar " ujar steven lalu memberikan alat itu pada bapak.
" wah ini untuk bapak? Ya ampun makasih ya nak pas banget sama kondisi bapak ini " ucap bapak penuh bahagia.
" pak liat nih kulkas baru ibu bahkan dipintu kayak ada tv nya " ucap ibu antusias,seperti sebuah tablet yang menampilkan menu menu masakan dan berbagai video memasak .
Emang ada kulkas kayak gitu? Hehe author gak tau tapi anggep aja ada ,mohon maaf orang ndeso :) .
" apa ada maksud tertentu ,dengan bapak membeli semua barang ini?" Tanya yura yang matanya fokus kepada orang tuanya yang sedang melihat barang baru dirumah mereka.
" tak ada maksud lain , 1 hal lagi aku bukan bapakmu berhenti memanggilku bapak mengerti?." Balas steven.
Yura memandang steven dengan lembut .
" kenapa bapak baik sekali? " ucap yura ,tangannya terangkat dan mengelus wajah steven,steven menggerakkan wajahnya menikmati sentuhan tangan yura.
" kemarin aku ingin minum air dingin tapi air dikulkas tak terlalu dingin karna kata ibu kulkas tua jadi udah agak rusak ,saat aku melewati ruang tamu aku melihat bapak memukul mukul tv aku kira bapak sedang emosi ternyata tv nya juga udah mulai rusak ,jadi aku belikan kulkas dan tv untuk mereka, " ucap steven lalu membuka matanya yang semula tertutup karna menikmati sentuhan tangan yura.
" 1 lagi ,supirku nanti datang membawa 1 unit motor diambil dari koleksiku untuk bapak sama ibu kalau lagi keluar rumah gak harus naik angkutan umum." Ucapnya lagi.
" tante tante,zein laper " ucap zein menarik baju yura.
Seketika steven dan yura kaget
" eh zein laper ya udah ayo makan tadi tante ada masakin ayam kesukaan zein " yura membawa zein kemeja makan..
Datanglah johan dan varel lalu mendekati steven.
Mereka berdua memperagakan hal yang barusan steven dan yura lakukan johan bicara dengan suara dibuat seperti wanita.
Steven merasa malu lalu menyusul yura ke meja makan.
Suara klakson mobil terdengar sampai dalam rumah .
Steven keluar rumah ….
" den, ini motornya mau taruh dimana? " ucap supir steven.
" taruh saja diteras pak " balas steven.
Steven memberi uang pada supirnya lalu menyuruhnya kembali ke jakarta.
__ADS_1
" gak disuruh istirahat dulu gitu main usir usir aja " ucap yura yang nongol dibalik pintu.
" aku menyuruhnya istirahat dirumah makan sekalin dia makan dan aku sudah memberinya 1 juta sayang " balas steven lalu berlalu pergi .
" dasar yura bodoh kau pikir siapa steven walau terkadang sifatnya buruk tapi sebenernya dia baik sekali " ucap yura pada dirinya sendiri sambil mengangguk ngangguk ……
Jakarta ,pukul 2 siang.
Kediaman rumah orang tua steven .
" hallo sayang,bagaimana disana apa kamu betah?" Tanya ibu rikha pada anaknya stev.
" betah karna ada yura " balas steven.
" bagaimana dengan kedua cucuku?" Tanya mama lagi.
" mereka baik baik saja ,dan sepertinya mereka lebih betah disini ,zhidan juga jarang menangis " balas stev lagi.
" ya syukurlah kalau gitu ,barang dari mama udah dikasih ke ibu kikan?" Tanya mama lagi
" sudah mama ku sayang " balas stev lagi yang mulai jenuh menjawab pertanyaan mamanya.
" hm..apa kamu baru membelikan barang untuk orang tua yura?." Tanya mama lagi.
" bagaimana mama tau?." Tanya stev balik.
" tau dari mana itu gak penting, mama cuma mau bilang terima kasih ( karna kamu setidaknya nilai + kamu bertambah dimata orang tua yura , setidaknya tahun depan mama bisa melamarkan yura untukmu tugas mama serasa belum selesai jika mama masih melihatmu hidup dengan 2 orang anakmu ,kehadiran yura akan membawa tawa baru dikeluargamu kelak ) oh ya berikan ponselmu pada ibu kikan ,mama mau bicara dengannya." Ucap mama stev.
Tanda kurung bicara dalam hati ya.
" oke,oke " balas steven.
" tante ini mama ku ,ingin bicara " ucap steven.
Bu kikan pun menerima ponsel stev.
"Johan kamu beri tahu mama ku jika aku membeli barang barang untuk orang tua yura? " tanya stev
Johan menggeleng,steven lalu memandang varel ,varel cuma mengangkat kedua bahunya.
" apa mama kirim mata mata?." Gumam steven.
" untuk makan malam nanti ,siapa yang mau makan sate ? Aku ada langganan disini satenya benar benar enak " ucap yura antusias.
Semua mengangkat tangannya.
" baiklah,nanti yura nitip zhidan ke ibu ,nanti sekalian keliling daerah sini yura kangen " ucap yura senang.
Lalu berjalan menghampiri ibunya.
" jo,apa kamu ada uang cash? " tanya stev.
" tidak ada ," balas jo.
" ditukang sate apa bisa bayar pake kartu kredit?."tanya steven bingung.
" gak bisa, harus cash orang jualannya pake gerobak " ucap yura sedikit teriak.
" aku ada cash kok ,tenang aja " ucap varel.
" ada yang lihat ponsel yura gak ? " tanya yura namun semua orang menggeleng .
" ada dimobil " ucap steven.
" kok bisa disana? Semalam yura taruh dikamar kayaknya " balas yura.
" em..tadi kebawa aku " balas steven.
Saat yura membuka mobil yang ada hanyalah ponsel baru yang masih dalam kotaknya merk samsung galaxy s10 + .
" ada ini kak " kata yura .
" iya itu ponselmu,hadiah untukmu." Ucap steven.
" lalu dimana ponsel lamaku?." Tanya yura lagi.
" ( ponsel dia aku banting,bagaimana mengatakannya? Ayolah stev berpikir ,terpaksa harus berbohong) tadi terjatuh saat zein mengambil barang " balas steven.
Zein pun menjadi kambing hitam steven.
(" jahatnya aku sebagai ayah,anak pun dijadikan kambing hitam.") Batin stev.
" benarkah? Kenapa zein gak bilang?." Tanya yura.
" mungkin dia takut kamu marah,jadinya gak bilang ,udahlah kan udah aku ganti ,pakai saja itu " ujar stev meyakinkan yura.
Yura pun kekamar untuk mencari ponselnya yang lama ,tentu saja sudah dibuang stev.
.
Hari hari mereka dirumah orang tua yura pun berlalu hingga tiba waktunya mereka kembali ke kota.
Cuaca mendung ditambah gerimis benar benar mendukung para manusia untuk rebahan alias tidur.
.
" steven,aku diindonesia bisa jemput aku dibandara?" 1 pesan masuk keponsel stev.
" maaf,tidak bisa " balas stev.
" ayolah stev, apa kamu tidak merindukan ku? Aku datang jauh jauh dari italy apa kamu tidak ingin menyambutku ? " balas seseorang dari sebrang sana ,namun stev mengabaikannya.
oh tidak, siapa yang mengirim pesan pada steven? wanita atau pria?.
apa akan ada konflik antara stev,yura,dan si pengirim pesan?.
next eps yang akan datang....
maaf lama up.
__ADS_1