
Hari ini yura dan steven berniat ke bandara untuk menjemput ridwan dan johan.niat? Tidak tidak ,jika yura tidak memaksa ,stev pun malas menjemput mereka.
Steven mengendus seluruh mobilnya dia merasakan wangi yang cukup kuat padahal biasanya aroma mobil tidak sekuat ini.
" yura berapa liter kamu memakai parfum? Kenapa harum sekali?." Tanya stev.
" ah ini parfum baru yang dibelikan tante aku suka harumnya." Ujar yura lalu mengendus baunya sendiri.
" mentang mentang mau jemput pacar pakai parfum 100 semprot kemaren kemaren juga wanginya biasa aja." Gumam stev.
" ayo pak jalan." Kata yura.
" iya iya ini jalan." Ketus stev.
:)
.
.
" stev ,yura " teriak johan saat melihat stev dan yura sambil melambaikan tangan .
" astaga memalukan sekali aku benar benar membencinya…… haha maaf aku tidak kenal dia." Ucap steven pada seorang bapak bapak yang melihatnya.
" kak itu kak jo ." Tunjuk yura.
" iya aku juga tau, ingat ya nanti - " belum selesai stev bicara yura pun langsung pergi menghampiri johan dan ridwan.
Yura tersenyum pada ridwan ,yura mengelus wajah ridwan yang tampak sangat kelelahan .
Yura memeluk ridwan dengan hangat lalu mengelus punggung ridwan.
" yura kangen kakak." Ujar yura.
" kakak juga kangen yura,bagaimana kabarmu sekarang hm ? Sepertinya kamu bertambah gendut." Ujar ridwan yang mengelus pundak yura .
" ah benarkah? Padahal aku merasa biasa aja." Balas yura.
Steven menghentikan langkahnya.
__ADS_1
Pemandangan ini membuatnya jengkel.steven menatap tajam yura dan ridwan.mengepalkan tangannya untuk menahan amarahnya.
Sungguh sangat sakit rasanya melihat wanita kita berada dipelukan orang lain.
Johan melihat wajah steven yang menahan amarah ,johan pun berencana meredakan amarah stev.
" aduh yura kamu tidak rindu kak johan kah? " . Johan lalu menarik yura dan langsung memeluknya.
" ih yura kangen tau,kangen sifat konyol kakak " ujar yura dengan diiringi tawanya.
Johan lalu melihat steven tersenyum dengan memperlihatkan giginya ,membentuk huruf o dengan jarinya .seraya mengatakan tenang semua teratasi .
Johan lalu melepaskan pelukannya .
" ayo pulang,sebelum itu kita cari makan dulu." Johan lalu menarik yura .
" eh, kak." Yura lalu menengok kearah ridwan.
Ridwan tersenyum lalu mengangguk seraya mengatakan tidak apa apa.
.
21.39
Tok..tok…
" yura ,kamu sudah tidur?." Tanya steven dari balik pintu.
" sudah" balas yura.
" sudah kok,bisa ngejawab." Kata stev
" ya kalau ada yang ngajak bicara pasti dijawab" kata yura.
" buka dulu pintunya." Steven mencoba membuka pintu,namun yura sudah duluan membuka pintu..
" apa? Udah malam ganggu orang tidur aja." Ketus yura.
__ADS_1
" ikut aku." Steven menarik tangan yura lalu membawanya kekamar steven.
" aku sudah mencari film romantis ,aku juga sudah siapkan cemilan dan minuman.temani aku nonton." Ucap steven penuh harap yura setuju.
" hm,baiklah " balas yura.
Yura lalu mengambil sebuah bantal dan selimut lalu menaruhnya dilantai ,pas banget dengan cuaca yang sedang hujan.
Bukan kesuasana romantis tapi lebih ke suasana panas ditambah film romantis,membuat seseorang akan berpikiran liar .
" aku mendambakan momen seperti ini," ucap steven sambil menuang minuman ke gelas.
" gak usah berkata hal buat orang mellow kak," balas yura.
" kamu kok kayaknya ketus banget sih sama aku?." Tanya steven.
" masa? Perasaan biasa aja deh." Ujar yura
Steven memberikan 1 gelas minuman ke yura.
" apa ini mengandung alkohol? ." Tanya yura.
" tidak ,0% alkohol." Balas steven.
23.00 malam.
Yura sudah tidur sedangkan steven sibuk memandangi wajah cantik yura.
" sangat sulit memilikimu,aku harus mendaki 1 gunung yang entah bisa aku panjat atau tidak,aku berharap aku lalui itu lalu mendapatkan kamu sebagai seseorang yang istimewa." Steven mencium kening yura.
Yang dimaksud gunung itu ya si ridwan .
" aku tahu itu jahat sekali ,merebut kekasih orang,tapi mau bagaimana lagi aku tidak bisa menghentikan hatiku untuk mencintaimu,aku tidak bisa menghentikan mataku untuk memandangmu.aku akan membuatmu mencintaiku sampai batas waktuku habis." Steven aditama.
Maaf episode kali ini pendek.
:(
.
__ADS_1
.