Duda itu menyukaiku

Duda itu menyukaiku
09-


__ADS_3

lampu yang menerangi malam ,membuatnya tampak semakin indah,ditambah penampilan yura yang cantik,membuat steven kalang kabut antara harus fokus kejalan atau yura,


namun steven berusaha untuk biasa aja , selain jaga image,dia juga harus fokus kejalan karna lagi nyetir,takut nabrak .


steven kan terkenal dengan sifat dinginnya,tapi dilengkapi dengan sifat dermawannya .


tampak cool diluar tapi biasa aja didalamnya,diluar ya dia bersifat seperti bos pada biasanya,namun dirumah,dia tetaplah seorang ayah.


.


" yura,nanti saat dipesta jangan memanggilku pak," ujar steven.


" lalu saya harus panggil apa pak?." tanya yura.


" ya kamu bisa panggil nama aja" tungkasnya.


" ah,saya gak enak pak,kan bapak lebih tua." balas yura lagi.


" ya kan hanya untuk malam ini yura, masa nanti kamu panggil saya pak ,entar orang lain kira kamu anak saya." ujar steven.


" hm,kalau gitu yura panggil kak aja ya." saran yura dengan sedikit menoleh kesteven.


" oke, itu juga bagus." steven mengangguk setuju.


" tapi sebenernya lebih pas ya pak,kalau panggil kakak ,terlalu tua." yura menahan tawa,agar lelaki disebelahnya tidak marah .


" jangan mengejekku yura,kamu tidak tau ya kalau diluar sana banyak sekali wanita yang ingin menikah denganku." steven tersenyum membanggakan diri.


" oh, benarkah?." yura tertawa lepas.


" jangan tertawa seperti itu,bisa saja kamu salah satu dari wanita itu." steven mendekatkan wajahnya keyura,sesaat dia memarkirkan mobil.


yura berhenti bernafas,


("astaga,wajahnya, ini terlalu dekat,aku bahkan sulit bernafas.") batin yura memegang dadanya.


" hey,bernafaslah,lihatlah mukamu seperti kepiting rebus," steven memegang dagu yura ,menaikkannya lalu memutarnya.


dengan pelan dia mendekatkan wajahnya.


(" astaga,pak jauhi wajah saya , yura kenapa kamu begitu bodoh? menjauhlah,memberontaklah,kenapa kamu hanya diam,dasar bodoh.") batin yura dalam hati,bergelud dengan diri sendiri.


tinggal sedikit lagi 2 bibir itu hampir menyatu,namun tiba tiba terdengar suara ketukan pada kaca mobil steven.


tuk..tuk..tuk..


" hallo,pangeran kuda putih sudah datang nih.aku tungguin malah gak turun turun." kata varel setelah steven membuka kaca mobilnya.

__ADS_1


" kuda putih apaan? kamu lebih cocok disebut pangeran kw " ujar steven .


" sirik aja kamu stev." varel lalu menoleh pada seseorang disebelah steven


" hey,em, siapa ya namanya,hehe lupa aku" varel menggaruk kepalanya yang tak gatal.


" yura,kak." ujar yura.


" ah,yura nama yang cantik,secantik wajahmu ,bintang aja kalah " goda varel,lalu berjalan ,berniat membukakan pintu mobil untuk yura.


(" dasar buaya darat,ada aja godaannya,buaya darat? ah dia lebih cocok jadi buaya air,huh.") steven lalu turun dari mobilnya.


" lepaskan tanganmu itu,dia datang bersamaku,bukan bersamamu." steven lalu menarik yura.


" kak pelan pelan,aku belum terbiasa dengan sepatu tinggi ini." keluh yura,namun dengan sigap steven mengulurkan tangannya.


yura berniat ingin memegang lengan steven,namun steven malah menggenggam jemari yura.


(" ah,perasaan ini lagi,ya tuhan tolong jaga sikapku agar tidak berubah liat seperti monyet yang melihat pisang.yura tetep elegan harus anggun,oke.") yura mengatur nafasnya pelan pelan.


" apa kamu mau melahirkan? " tanya steven yang sedikit menunduk agar wajahnya sama dengan yura.


" hm,tidak,ayo kak masuk." mereka lalu memasuki sebuah gedung,.


.


" wah, mas bro udah dapet pasangan aja,hehehe" goda dafa,.


" ah ini temanku,anak teman mama." ujar steven.


" hallo kak,selamat ya ,semoga jadi keluarga bahagia selamanya ,semoga cepet dapet momongan." ujar yura dengan ramah.


" terima kasih cantik," balas lina.


" mas bro kapan kapan ajaklah main ketempat biasa,biar tambah kenal ." ujar dafa,dan lalu mendapat pelototan mata dari lina.


" tolong ya mas bro sifatnya diubah,udah punya bini sifat kok masih kayak abg labil,apa kata anak anakmu kelak." tungkas lina,dengan mata yang bergerak kesana kemari.


" kan cuma ngumpul biasa beb." balas dafa.


" cah,,biasa dari mana? tiap kita kumpul yang kamu tanyakan ,bro ada cwe gak? bro sekali kali bawa cwe kek biar tambah seru loh,eh ada cwe sexi lewat.yang kamu bahas tidak jauh dari cwe." ujar varel dan dafa sudah berniat ingin memukul namun lina sudah berkacak pinggang.


" tuhkan ,apa kataku,sifatmu tidak pernah berubah,sekali lagi kamu kayak gitu ku potong bagian bawahmu" ujar lina,spontan dafa menutupi miliknya.


semua orang lalu tertawa.


" ya sudah kalian nikmati pestanya kami mau sapa tamu yang lain." dafa dan lina lalu pergi menghampiri para tamu.

__ADS_1


" yura ,kamu jangan minum air yang ini ya,ini adalah minuman alkohol,beritahu aku jika kamu haus." ujar steven.


" baik,pak, eh kak." yura menutup mulutnya,karna salah ucap.


" kamu sengaja ya? " steven melirik tajam yura.


" ih,maaf loh kak,keceplosan." ujar yura.


" ya sudah kamu makanlah ini,aku ingin menemui temanku dulu.kamu jangan kemana mana oke?." steven lalu pergi meninggalkan yura.


" mas bro,apa dia wanitamu?." tanya johan pada steven.


" ck!, sudah kukatakan dia anak teman mama," balas steven.


" tapi cara pandangmu ke dia seperti ada benih benih sesuatu" ujar johan,steven langsung mendelik.


" wih,sabar donk mas bro,kan aku hanya bercanda,tapi cantik loh." puji johan yang matanya fokus pada yura.


(" iya cantik.") batin steven tersenyum menatap yura.


" steven,akhirnya bisa bertemu denganmu" sapa seseorang teman steven.


" wah,aldo? ini juga ,rey?. ya ampun lama tidak jumpa." mereka lalu berpelukan ala ala cwo.


" kau datang sendiri?" tanya aldo.


" tidak,dia datang dengan seorang wanita." johan membalas sebelum steven membuka mulut.


" hah? masa? dimana wanita itu?" aldo tersenyum antusias.


johan tersenyum lalu menunjukkan dimana gadis itu.aldo dan rey menatap apa yang ditatap johan.


" serius? dia terlihat seperti masih kecil." papar aldo.


" berhentilah menatapnya,atau aku akan menutup mata kalian selamanya." ujar steven.dan mereka lalu tertawa....


(" aku tidak tahan akan tatapan para lelaki ini,menatap seperti ingin memangsa,huh.") batin steven lalu berjalan menghampiri yura.


.


.


.


.


πŸ‘‰.

__ADS_1


__ADS_2