Duda itu menyukaiku

Duda itu menyukaiku
12-


__ADS_3

" yura,bagaimana kabarmu? kuharap kamu baik baik saja.aku ingin memberi tahumu bahwa besok aku akan kejakarta aku mendapat pekerjaan disebuah perusahaan,jika ada waktu bisakah nanti kita bertemu?" 1 pesan masuk keponsel yura.


" em,oke sampai ketemu besok ,aku sangat merindukanmu." balas yura.


" ah ,jangan bilang gitu rindu itu berat kamu gak akan kuat biar aku saja yang rindu" balas ridwan lagi.


" kata siapa berat? ah itu tidak benar.rindu yang berat itu adalah merindukan kekasih orang lain ,hehe. " yura mengirimkannya ke no ridwan...


tok ...tok... suara pintu diketuk dari luar .


" yura apa kamu sudah selesai? jika sudah keluarlah aku juga perlu untuk berganti pakaian." ujar steven.


" ah,iya iya sebentar pak." balas yura dengan sedikit berteriak.


(" pak nya keluar lagi?") steven menghela nafas ,lalu masuk kamar mandi setelah yura keluar.


.


.


" johan apa kamu sudah menemukan sekertaris untukku? " tanya steven pada johan sambil membolak balik berkas yang ada ditangannya.


" tentu saja sudah,besok dia sudah ada disini ." balas johan yang duduk disebrang meja steven.


" bagaimana semalam?." tanya johan dengan mengedipkan 1 matanya.


" bagaimana apanya? " balas steven.

__ADS_1


" apa kau tidak melakukan itu? " tanya johan lagi ,kali ini dia tidak sabaran.


" apa maksudmu? katakan dengan jelas agar aku mengerti." bentak steven lalu melotot pada johan .


" hm, jiwa lemotnya keluar kalau soal ginian,maklumlah sudah karatan tak terpakai selama berbulan bulan." gumam johan.


" yang aku maksud adalah kamu dengan yura ,apa semalam terjadi sesuatu?." johan memasang telinga ,berharap steven memberikan jawaban yang mengejutkan.


" apa yang terjadi antara aku dan yura ,itu bukan urusanmu. cepat keluar dan bekerja." steven melempar berkas yang sudah dia tinjau lalu melemparkannya didepan johan..


johan mendengus kesal lalu berjalan keluar ruangan steven.


steven membayangkan tentang apa yang terjadi semalam,itu membuatnya merasa bersalah pada yura.seharusnya dia tidak melakukan itu pada yura.


hm akankah ada jarak diantara mereka nanti?.


" dasar bodoh kamu stev. aku yakin dia pasti sangat membenciku saat ini.pendekatan yang langsung mendapat nilai E ." steven menggelengkan kepalanya ,lalu melanjutkan pekerjaanya.


.


keesokan harinya.


ting ..tong...


suara bel rumah yang ditekan dengan tidak sabaran.


" kemana sih? lama banget " ujarnya

__ADS_1


yura berlari membuka pintu , " loh kamu kan? wanita kemarin? ngapain disini?." tanya yura ,pada wanita didepannya.


" oh..rumah ini cukup bagus ,berarti kamu bisa membayar bajuku ini kan." nadia melempar bajunya didepan yura.


" ya ampun,dia berulah lagi cukup kemarin ya aku diam atas perlakuan kamu , namun tidak untuk kali ini,kamu tidak lihat gaunku semalam? kotor karna kamu,tapi aku tidak meminta ganti rugi,sekarang kamu malah datang dan minta ganti rugi padahal baju biasa gitu kayak saringan tahu ,berani minta ganti rugi?." yura membalas perkataan nadia.


" iya iya ini juga aku lagi jalan kekantor sabar lah." steven muncul dari dalam rumah


" oke oke nanti aku kabari lagi,ya sudah dah." steven lalu mematikan telponya.


" mau apa kamu kemari?." tanya steven.


" hah kalian tinggal bersama?.wah padahal bukan suami istri ,apa kalian berzinah?." tuduh nadia.


yura menampar wajah nadia, " di jaga ya kalau punya mulut,jangan ngomong sembarangan,kamu juga wanita tapi kenapa mulutmu tak bisa dikontrol?." yura menatap tajam nadia.


" berani sekali kamu menamparku." nadia ingin menarik rambut yura,


namun mata yura tertuju pada seseorang yang berjalan menghampiri mereka.


" kak ridwan?." yura menghempaskan tangan nadia.


" sayang?." ridwan berjalan mendekati yura.


" kamu disini?." tanya ridwan ,yura pun mengangguk.


(" sayang?.").steven terkejut dengan ponsel yang terjatuh dari genggamannya.

__ADS_1


__ADS_2