Duda itu menyukaiku

Duda itu menyukaiku
08-


__ADS_3

tak tak tak suara langkah kaki zein menuruni anak tangga,dan langsung menghampiri meja makan,


" selamat pagi tante." sapa zein.yura pun membalas


" pagi juga sayang." dengan beriringan senyumannya yang manis.


" yura apa kamu yang membuat sarapan?." tanya steven.


" iya pak,ada apa ya?." balasnya.


" ck! sudah aku katakan,jangan membuat sarapan,ataupun makan siang,kan sudah ada tukang masak,apa kamu tidak dengar perkataanku?." bentaknya.


" tapi-"


" jangan banyak tapi,turuti saja perkataanku." steven memotong perkataan yura.


" papa jika tidak mau makan buatan tante ya udah,gak usah marah,kan kasian tante udah repot sejak pagi,malah dimarahi.zein tidak mood lagi buat sarapan,zein berangkat sekolah dulu."zein lalu keluar rumah ,dan mengendarai sepedanya.


" yang dikatakan zein itu benar,jika bapak tidak ingin makan buatan saya,ya sudah tidak usah makan,buat apa marah marah?." balas yura,lalu melenggang pergi meninggalkan steven sendiri.


salah satu tukang masak berjalan mendekati steven,bermaksud melerai emosi steven.


" tuan,maaf mengganggu,tapi tadi pagi nona yura sudah sibuk membuat sarapan untuk tuan dan zein,hingga tangannya terluka terkena panci panas.saya harap tuan tidak memarahi nona lagi." tungkasnya lalu berjalan undur diri.


(" aku tidak menyuruhnya masak,kenapa dia lakukan itu? dengan dia bersikap seperti itu,semakin membuat aku dan zein berharap padanya,") batin steven.


" tuan ini sudah hampir jam 08.00 pagi bukankah tuan berkata akan kekantor pagi ini." seka seorang supir .


" ah ,ya tunggu sebentar ya," perintahnya.


" bik." panggil steven.


" iya tuan." balas pelayan itu.


" tolong bawakan aku masakan yura taruh dikotak ,1 untuk saya,dan 1 lagi untuk zein,nanti tolong antarkan kesekolahnya." tungkasnya.


"ah baik tuan." balas pelayan itu...


sesampainya diperusahaan ADITAMA GROUP.


seluruh karyawan berdiri menyambut kedatangan steven.

__ADS_1


seperti biasa steven akan bersikap dingin,berbeda dengan sifatnya dirumah.


"selamat pagi pak steven," sapa salah satu karyawan.dia adalah johan wakil dari steven.


" ini ada beberapa berkas yang memerlukan tanda tanganmu," ucapnya.


" letakkan dimeja," balas steven.


johan meletakkan berkas itu dimeja,lalu berniat berjalan keluar.


" ah,apa varel sudah memberitahumu? " johan berbalik arah lagi.


" apa" tanya steven.


" tentang pernikahan lina dan dafa." tungkasnya.


" ah,sudah,bukankah nanti malam." ujar steven.


"benar sekali,aku berniat tidak datang,tapi dafa terus memaksa datang," keluh johan,pada steven.


" hey,kita itu sahabat,kenapa kamu tidak datang? sahabat macam apa?." ketusnya.


" steven apa kau lupa,aku baru putus seminggu yang lalu,datang kesebuah pernikahan tanpa pasangan rasanya memalukan." ujar johan lalu duduk sikursi depan steven.


"apanya yang benar? kau juga sama,apa kau berniat berpasangan dengan salah satu anakmu?." tungkas johan ,yang langsung menahan tawa.


" tentu saja tidak ,aku akan bawa seseorang nanti." jelas steven, johan mengangkat 1 alisnya,


" seseorang? pacar? hey apa kau sedang dekat dengan salah satu janda?." tanya johan , steven langsung melotot mendengarnya.


" tidak! dia bukan janda,hah untuk apa aku menjelaskan padamu lebih baik kau keluar dari ruanganku." usirnya..


(" hm..tadi pagi aku barusan memarahinya , lalu nanti malam tiba tiba aku mengajaknya kepesta apa dia mau?.dasar bodoh kau stev.") batin steven,yang mengingat kembali kejadian pagi tadi.


suara pintu terbuka tanpa ketukan membuyarkan lamunan steven.


rikha aditama,yang tak lain adalah ibu steven,memasuki ruangan steven,dengan sedikit emosi.


" steven,apa tadi pagi kamu memarahi yura? " rikha spontan bertanya tanpa berbasa basi dulu.


" maksud mama?." tanya steven bingung.

__ADS_1


" tidak usah berlagak lupa stev,mama tau kamu tadi pagi memarahi yura kan?.ingat ya,kamu tidak ada hak memarahinya,sebesar apapun kesalahannya." jelas rikha pada anaknya itu


" ma ,apasih steven tidak memarahinya,hanya saja-".


" hanya saja apa?,zein yang memberi tahu hal itu pada mama, ingat ya stev,mama harap ini yang terakhir kalinya." titahnya.


jam sudah menunjukkan pukul 17.00 sore.


steven baru saja sampai dirumah,dengan membawa 1 kotak ditangannya.


" kau pulanglah,aku yang akan menyetir nanti malam." perintah steven pada supirnya.


" tapi tuan,apa tidak apa apa?" tanya supir itu.


" tidak apa apa,pulanglah saja." tungkasnya.


" eh pak sudah pulang." sambut yura didepan pintu sesaat setelah steven membukanya.


dengan rambut setengah kering,dan zhidan yang ada digendongannya.


" ah ,ya " balas steven.


" em.yura,bisakah kamu ikut denganku kesebuah pesta temanku?." tanya nya.


" pesta? tapi kenapa mengajakku?" tanya yura.


" karna ,hanya ada kamu." balas steven.


" lalu bagaimana dengan zhidan? " tanyanya.


" zhidan sama neneknya donk." balas rikha yang muncul dari balik pintu.


.


steven sedang bersiap siap,begitu pula dengan yura..


" antara 2 gaun ini,mana yang harus aku pakai." tanya yura pada diri sendiri.


"yang ini terlalu terbuka bagian dada,aku pilih yang ini saja." yura langsung berganti gaun..


pestanya di eps selanjutnya ya ,sampai nanti.

__ADS_1




__ADS_2