Empat Sisi Hati

Empat Sisi Hati
Sasangka (5)


__ADS_3

"Apa?"


Berdiri angkuh di depan Sangka, Taliyah menatap sosok di depannya dengan sorot mata yang penuh emosi, rasanya campur aduk, rindu, marah, kecewa, emosi, dendam... semua melebur menjadi satu..


"Kamu--." Dirga tertegun, dia tidak tahu harus bereaksi seperti apa ketika berhadapan lagi dengan perempuan yang dicintainya, setelah berpisah selama bertahun-tahun.


"Kamu apa?!" Bentak Taliyah membuat Sangka ketakutan, dia ingin menarik Taliyah untuk bersembunyi di belakangnya, takut emosi om-nya Nina meledak dan tak sengaja menghajar Taliyah. Yahhh walaupun Taliyah itu jago karate, tapi kan tenaga cowok sama cewek beda. Mana tadi Om-nya Nina pukulannya kencang banget, bikin muka ganteng Sangka bengkak sebelah.


"Mau ngatain aku pelakor?" tanya Taliyah galak sambil melempar senyum sinis pada Dirga. "Tolong tanya sama ponakanmu, yang pertama, apa dia dan Sasangka sudah menjalin hubungan? Dan yang kedua, menurut mu diantara aku dan dia... siapa yang pertama hadir dalam hidup Sangka?" Dirga mengabaikan nada sinis merendahkan yang digunakan Taliyah, dia masih terpaku dengan kehadiran perempuan itu.


Sementara Sangka, dia menatap Taliyah dengan mata berbinar kagum. Dalam hatinya menganggap kalau perasaan yang selama ini dia simpan untuk sahabatnya itu akhirnya berbalas. Sangka kemudian menarik Taliyah ke belakangnya lalu berkonfrontasi dengan Dirga.


"Gue nggak pernah punya hubungan apapun sama Sheilanina, dan gue udah lebih dulu kenal Taliyah daripada ponakan lu itu," jelas Sangka, "Dan sekarang, Taliyah ini pacar gue." Dia mengumumkannya secara sepihak.


Ekspresi Taliyah kosong, lalu perlahan sudut bibirnya terangkat membentuk seringai, "Jadi 'Om' menurutmu yang pelakor itu siapa?"


Dirga tak menjawab. Tangannya terkepal seperti ingin memukul sesuatu. Dia menatap Sangka tajam, dan kemudian menatap Taliyah dengan emosi campur aduk.


"Aaaarggghhh!" Dirga tiba-tiba berteriak kencang, meninju dinding lalu berjalan keluar diikuti Juna.

__ADS_1


"Bang! Bang Dirga!"


...****************...


Taliyah melihat kepergian Dirga dengan tatapan kosong. Hatinya kacau dan sedih ketika orang yang ada di masa lalunya mulai muncul.


Di masalalu dia dan Dirga begitu dekat, bahkan diam-dian menyimpan rasa padanya. Namun sekarang... Dirga menjadi salah satu musuh yang paling dia benci.


Siapa suruh dia menjadi adik dari p*lac*r itu?


Di tengah kekacauan hatinya, Taliyah tersentak ketika Sangka tiba-tiba memeluknya erat.


"Iya."


"Horeeee!" Teriak si kriting itu kekanakan sambil memutar tubuh Taliyah, tanpa menyadari bahwa Taliyah sedang menitikan air mata dalam pelukannya.


'Maaf Sangka.'


...****************...

__ADS_1


Juna menatap Dirga yang duduk di trotoar tampak seperti orang yang kehilangan arah.


"Bang, cewek tadi siapa?" Juna menebak bahwa Dirga tidak jadi lanjut mengintimidasi Sangka, karena keberadaan cewek cantik tadi, dan cewek cantik itu sepertinya menjadi salah satu orang penting di hati Dirga, sehingga dia mendadak jadi kacau seperti sekarang.


"Leah," jawab Dirga parau.


"Leah?"


"Anak dari kakak tiriku."


Juna tersentak, "Masalahnya ini jadi rumit, Bang. Itu Si Kriting Bangs#t bener, ponakan abang dua-duanya diembat, mana cakep-cakep pula," cerocos Juna, "Bang, itu yang ponakan tiri Abang tadi... kalau udah lepas dari si Kriting... " Juna cengengesan.


Dirga yang tahu arah pembicaraan Juna langsung memelototinya.


"Bolehlah kenalin ke aku." Juna menaik-turunkan alisnya.


"Leah itu cinta pertamaku, mana mungkin aku mau ngasih ke kamu."


Juna kaget lagi.

__ADS_1


Nah lho?! Kisah cinta macam apalagi ini? Berliku-liku kek tikungan MotoGP


__ADS_2