Eugene Dan Pria 4 Musim

Eugene Dan Pria 4 Musim
Aku tidak yakin...


__ADS_3

Masih di kediaman Ryan...


Kami berjalan bersama menuju lantai dua rumah Ryan, aku tidak melihat Tianxi disana aku hanya melihat Jun sedang menonton film.


"Jun, Kau lihat Tianxi tidak?". Tanyaku penasaran.


"Tadi dia kebawah, lalu sepertinya aku mendengar suara mobil mungkin dia pergi". Jun menjelaskan.


Lalu Ryan turun untuk mencari Tianxi, ia Berkeliling memanggilnya. Aku mencoba untuk menelponnya namun ponselnya tidak aktif. Aku menyusul Ryan dan mengatakan padanya bahwa ponsel Tianxi tidak aktif.


Kami kembali ke atas, lalu Ryan menelpon orang hotel untuk menanyakan keberadaan Tianxi. Manager hotel tidak tau keberadaan Tianxi, aku dan Ryan panik kemudian memutuskan untuk pergi mencari Tianxi.


"Tak biasanya dia seperti ini, ada apa dengannya?". Ucap Ryan sambil menyetir.


"Hyung, mungkin kah Tianxi melihat hal di perpustakaan tadi?". kataku menebak nebak.


"Mungkinkah ia marah karna hal itu?". Ryan bertanya balik.


Aku terus mencoba untuk menghubunginya, entah sudah berapa lama berusaha akhirnya tersambung juga.


"Tadi ponselku lowbet, ku denger kalian sampai mencari cari aku? Aku baik baik saja tadi ada urusan mendadak jadi aku pergi tidak pamit". Ucap Tianxi menjelaskan.


"Ku kira kau kenapa tidak biasanya begitu, yasudah istirahatlah". Kataku akan menutup telpon.


"Iya, selamat malam". Ucapnya dingin.


Karna Tianxi sudah di hotel, dan kami pun sedang berkendara jadi Ryan mengantarku pulang. Ternyata selama di jalan aku tertidur karna sangat mengantuk, Ryan membangunkanku saat sudah di parkiran. Aku pun langsung naik ke apartemenku dan tidur.


Pagi harinya...


Aku sudah bersiap untuk berangkat bekerja, saat di parkiran aku melihat Ceo JH entertainment akan pergi. Aku mematung memandanginya dari jauh.


"Ya Tuhan, dia sangat tampan". Gumamku dalam hati.


Aku tersadar saat mobilnya sudah keluar dari parkiran. Aku lalu bergegas pergi ke kantor. Sesampainya di kantor ku lihat setumpuk laporan yang harus ku pelajari. Seyoung dan Minhyun pergi ke Gangnam sedangkan Hyungshik ada di ruang arsitektur.


Yoona masuk memberikanku sebuah laporan lagi, ia memintaku membawanya pada Haejin pukul 10 nanti. Aku langsung membacanya awalnya aku tidak menyadari isinya sampai aku membaca sampai selesai ternyata itu kontrak ku untuk menjadi sekretaris pribadi Haejin.


Selesai membaca aku langsung mencari Yoona, tapi ternyata Yoona dan Hyungshik sedang keluar kantor aku memutuskan untuk pergi ke ruangan Haejin.


"Tok tok tok". Aku mengetuk pintu.


Kemudian aku masuk, Haejin langsung menatapku lalu bertanya " Kau sudah membacanya ya?".


"Apa maksudmu menjadikanku sebagai sekretaris? Kenapa harus aku? bukankah ada banyak karyawan lain?". Tanyaku keheranan.


"Aku bos nya, kau tidak berhak mengaturku kau harus menerima itu gajimu juga naik". Ucapnya tersenyum puas.


"Kau pikir aku mau uangmu? kalau aku tidak mau jadi sekretarismu lalu kau mau apa?". Ancamku pada Haejin.


Haejin yang tadinya duduk lalu berdiri menghampiriku "Wah kau ingin tawar menawar denganku? Baiklah aku akan mengatakan pada ayahmu kau selalu membawa pria masuk kerumahmu". Ucapnya sambil tersenyum.


"Yhaa, kau mengancamku sekarang? Baiklah aku lebih baik mengundurkan diri".


Aku berbalik dan berjalan menjauh, Haejin yang terkejut dengan responku lalu berlari mengejarku yang sudah di luar ruangannya. Menyadari Haejin sedang mengejar ku lalu berjalan lebih cepat dan masuk ke ruanganku.


Haejin masuk ke ruangan, lalu menahan tanganku. Aku berusaha melepas genggamannya.


"Auuuhh, sakit Haejin-ssi tolong lepaskan tanganku". Ucapku kesakitan.


"Kau tidak boleh mengundurkan diri".


"Lepaskan, lepaskan atau ku beritahu ayahmu kau menyakitiku".


Haejin melepas genggamannya, ia mulai melunak. Minhyun masuk tanpa mengetuk pintu membuat suasana jadi semakin canggung. Haejin langsung keluar karna merasa tak nyaman dengan situasi barusan.


" Maaf leader, apa aku barusan mengganggu kalian?".


"Tidak, dia tadi marah karna aku memberikan berkas yang salah bukan apa apa tenang saja".


"Aku mau membuat laporan pak Jungmo meminta perincian keuangan dan material yang akan di gunakan". Ucap Minhyun menjelaskan.


"Iya tidak apa apa selesaikanlah, aku akan ada rapat setelah makan siang".


Aku menyiapkan materi untuk presentasi di rapat departemen arsitektur. Aku akan mengetik surat pengunduran diriku aku tidak suka di atur atur. Aku melewatkan jam makan siang hanya dengan memakan snack.


Rapat di mulai aku berbicara dengan lancar mewakili tim desain interior, dan menyampaikan apa yang sudah dan akan kami lakukan kedepannya. Semua setuju dan antusias dengan yang ku ucapkan. Haejin menatapku tajam. Selesai rapat aku buru buru merapikan berkas dan akan meninggalkan ruangan, tapi Haejin memanggilku saat masih ada beberapa orang dan membuat ku tak enak jika pergi begitu saja.


Langkahku pun jadi terhenti, dan menyisakan kami berdua. Haejin meraih sebuah remote kecil yang ada di meja dan menekannya. Aku tidak tau apa yang dia lakukan. Haejin mendekat ke arahku aku masih duduk di tempatku. Haejin duduk di meja dan mencondongkan tubuhnya dua tangannya bersandar di kursi wajahnya menjadi sangat dekat denganku.


"Apa yang kamu lakukan ini ruang rapat ada cctv disini".


"Aku yang mendesain kantorku, jadi aku lebih tau dari mu".


"Kau bisa sedikit berjarak? ini terlalu dekat membuatku sesak".


"Baiklah bagaimana jika seperti ini?".


Haejin memegang leherku dan menariknya lebih dekat, lalu mengecup bibirku. Tanganku refleks mendorongnya membuat kursiku mundur dan menabrak dinding di belakangku hingga kepalaku ikut tebentur dinding.

__ADS_1


Seketika kepalaku terasa sangat sakit dan pusing, Haejin beranjak dari meja dan memeriksa kondisiku mataku mulai meremang dan kesadaranku berkurang.


"Kau seharusnya tidak melakukan itu".


Aku tak sadarkan diri untuk beberapa saat, lalu aku tersadar ketika sudah berada di rumah sakit Haejin yang membawaku kesini dan menggendongku. Haejin menggenggam tanganku erat aku melepaskannya dan berusaha bangun.


Tapi kepalaku masih sakit, dan membuatku mengaduh hingga membuat Haejin tersenyum.


"Jangan banyak tingkah tidurlah saja".


"Kau yang membuatku begini, gara gara kau tau".


"Apa yang ku lakukan aku tidak membenturkan kepalamu aku hanya menciumu itu saja".


"Yhaa, dasar bodoh kau selalu berusaha mengambil kesempatan dariku".


Ayahku tiba tiba masuk ke ruangan, aku terkejut melihatnya.


"Kau tidak apa apa Eugene?". Tanya ayah khawatir.


"Paman, Eugene sudah baik baik saja".


"Apasih yang kau lakukan hingga pingsan begitu".


"Oh, emm ituuuuu aku terpleset ayah". Ucapku mencari alasan.


"Kau harus lebih berhati hati".


"Terimakasih, Haejin kau sudah sangat tanggap langsung membawanya kesini". Ucap ayah.


"Hah, dia tidak tau saja bahwa ini karna ulah Haejin". Gumamku dalam hati.


Karna dokter sudah membolehkan ku untuk pulang ayahpun langsung membawaku ke apartemen. Haejin pun menyusul ke apartemen ku setelah membeli bubur. Ia berakting di depan ayahku seolah olah jadi super hero. Ia membuka buburnya dan mulai menyuapiku. Aku hanya makan dua suapan, dan kembali berbaring.


"Paman, Eugene akan ku jadikan sekretaris pribadiku apa boleh?".


"Ya tentu saja bukankah itu karir yang bagus".


"Aku lebih suka pekerjaanku sekarang, aku tidak ingin menjadi sekretaris".


"Bantulah Haejin, jadilah sekretarisnya ia mungkin sekarang jadi lebih sibuk makanya membutuhkan mu".


"Jika Eugene tidak ingin tidak apa apa paman, aku bisa mengerti". Ucapnya memasang wajah sedih.


"Aihh sialan pria ini benar benar mencari panggung di depan ayah". Gumamku kesal.


"Paman akan membujuknya tenanglah Haejin kau tidak perlu khawatir Eugene itu penurut".


"Eugene apa kau sudah di rumah?". Tanya Tianxi.


" Aku di kamar, masuklah".


"Ehh, kau kenapa?". Tanya Tianxi heran.


"Aku terpleset saat di kantor?"


"Jangan ceroboh Eugene aku akan khawatir".


Tianxi mendekat dan memelukku " Jika bekerja terlalu sulit, maka berhentilah aku akan membelikanmu saham agar kau tak perlu keluar untuk bekerja".


"Tidak apa apa Tianxi aku baik baik saja".


Saat Tianxi masih memelukku terdengar suara pintu terbuka, ternyata itu Guste dan Ryan. Mereka melihat pintu kamarku terbuka lalu masuk. Ryan dan Guste melihat Tianxi sedang memegang tanganku.


"Ada apa ini?". Tanya Guste.


"Oh itu aku terpleset, tapi tidak apa apa".


"Kenapa tidak memberi tahu kami Eugene?". Tanya Ryan dengan nada menahan amarah.


"Aku tidak ingin merepotkan, Tianxi juga baru tau saat di tiba disini". Kataku menjelaskan.


Guste dan Ryan mendekat, lalu duduk di samping tempat tidur. Ryan mendekat dan memelukku ia mengusap usap rambutku.


"Lain kali kabari aku jangan membuat kami khawatir". Kata Ryan seraya beranjak.


"Apa kau sudah makan?". Tanya Auguste.


"Sudah".


"Jika kau butuh sesuatu panggil aku, aku akan ada di luar". Ucap Tianxi.


Tianxi beranjak lalu pergi keluar dari kamar. Ryan juga keluar dari kamar hanya tersisa Guste menatapku seolah sedang membaca pikiran.


"Kau menyembunyikan sesuatu dari ku, kau sepertinya bukan terpleset".


"Apa yang kau bicarakan, aku tidak berbohong".


"Aku tidak bilang kau bohong Eugene".

__ADS_1


"Aishh". kataku seraya mengangkat tangan ingin memukul.


Guste keluar untuk menemui kedua hyungnya. Tianxi dan Ryan sedang duduk di balkon. Malam berlalu dengan tenang.


Pagi harinya...


Tianxi menyiapkan sarapan ia tidak masak karyawan hotelnya yang membawakan makanan ke apartemenku. Ryan dan Guste sudah duduk di kursi, aku menemui mereka di meja makan. Pagi itu kami sarapan bersama tanpa Haneul karna ia masih sibuk dengan project barunya.


Aku bersiap untuk pergi bekerja begitu juga dengan Auguste, Ryan kembali kerumahnya untuk membuka galerinya. Tianxi juga akan kembali ke hotel. Aku menolak untuk diantar mereka, aku pergi mengendarai mobilku sendiri.


Sesampainya di kantor, ku lihat meja ku kosong dan Seyoung bilang semua barangku sudah pindah ke ruangan wakil presdir Haejin. Ya saat ini Haejin naik jabatan karna ia sudah membuktikan kinerja baiknya pada sang ayah. Aku duduk terdiam, karna Haejin benar benar memaksaku.


Aku berpamitan pada Seyoung dan Minhyun yang baru saja masuk ke ruangan. Aku pergi menuju ruangan Haejin yang baru lebih luas dari yang sebelumnya, terdapat dua meja di ruangan tersebut.


"Kau benar benar memaksaku untuk mengikuti keinginan mu".


"Iya, memangnya kenapa?".


"Ya baiklah aku akan jadi sekretarismu, bagaimana kau puas?".


"belum, karna kau belum jadi pacarku".


"Aishhh, kau benar benar aneh".


Aku duduk dan mulai membuka beberapa laporan, aku juga harus mencatat kegiatan Haejin selama sebulan. Aku harus menyesuaikan semua jadwalnya untuk beberapa hari kedepan. Ini berarti aku harus terus menempel seharian dengan Haejin.


Di sisi lain di Ji hotel...


Percakapan Tianxi dan ayahnya di Telpon.


"Aku ingin kau segera pulang, kakak mu akan segera bertunangan dan ajak Eugene".


"Baiklah".


Tianxi akan rapat bersama para staff, ia langsung pergi ke ruang rapat bersama manager hotel.


Kembali ke Sun Grup..


Haneul menelpon mengajakku makan siang, tapi aku menolaknya karna setelah makan siang Haejin mempunyai jadwal bertemu dengan investor dan aku harus bersamanya. Haneul tidak tau jika aku telah menjadi sekretaris Haejin. Haejin menatapku tajam saat sedang menerima telpon dari Haneul.


"Kau bicara dengan Haneul? saat jam kerja aku tidak ingin kau menerima telpon pribadi apalagi dari Haneul".


" Apa termasuk jika itu telpon dari ayahku?".


"Tentu saja terkecuali untuk ayah mertua".


"Aishh, ayah mertua siapa pula".


Hari itu berlalu terasa sangat lambat, aku menjadi semakin dekat dengan Haejin membuatku jadi sulit untuk berjarak darinya. Aku justru malah semakin dekat dengannya meski sering kali aku mengabaikannya.


Setelah jam pulang kantor, Haejin membiarkan aku pulang dengan tenang. Auguste menelpon mengajakku makan di sebuah restoran Jepang. Lalu kami bertemu di tempat tersebut.


"Wah kau sudah memesankan makanan ini dalam rangka apa?".


"Dalam rangka membuatmu lebih peka pada hal hal di sekitarmu".


"Apa maksudmu aku tidak mengerti?".


"Tianxi tanpa persetujuanmu ia sudah membeli saham Dream entertainment, ia ingin kamu memperlajari industri musik ia ingin kamu mengelolanya".


"Bukankah itu sebuah agensi yang tidak di kenal?".


"Itu tugasmu untuk membuat agensi itu berkembang, dan kau harus tau Tianxi sangat membelamu di depan ayahnya".


"Tentu saja aku ini temannya".


"Kau bodoh tidak peka, dia membujuk ayahnya agar mendapat akses untuk bisa mentransfer uang untuk membeli agensi itu ia tidak suka melihatmu dekat dengan Haejin ia tidak ingin kau sampai menyukainya".


"Jadi apa maksud pembicaraan mu?".


"Pada akhirnya kau harus segera memilih antara Tianxi, Ryan, atau Haejin".


"Aku tidak benar benar tau kenyataan perasaan mereka, aku kira Ryan menyukaiku tapi aku tak sengaja melihat ponselnya ada chat masuk dari Go Eun".


"pasti saat di Kanada kemarin pun bertemu, sedangkan Haejin ia mungkin menyukaiku tapi itu karna Haneul dan Tianxi perempuan di sekililingnya terlalu banyak".


"Kau harus mencari tau kepada siapa perasaanmu lebih condong". Kata Guste singkat.


Kami selesai makan dan berbincang panjang ponsel kami sama sama di non aktifkan itu adalah ide Guste agar Tianxi tidak bisa menemukanku. Guste satu satunya orang yang selalu di posisi netral itu juga lah alasanku nyaman bercerita padanya.


Kami pulang mengendarai mobil masing masing, ku lihat ada mobil di belakangku yang terus mengikutiku. Aku memacu mobilku lebih cepat membuat mobil itu tertinggal. Hujan turun sangat deras saat aku sampai di apartemen aku melihat Ryan memarkir mobilnya. Aku tetap memperhatikannya dari dalam mobil.


Ryan keluar dari mobil dan ku lihat ia bertemu dengan Go Eun. "Ternyata dia ada di Korea". Gumamku dalam hati.


Aku kemudian keluar dari mobil dan melewati mereka berdua tanpa menoleh, Ryan melihatku tapi tak mengejarku. Aku mengganti password rumahku untuk membuatnya tak bisa masuk. Tak lama setelah aku masuk terdengar suara dari pintu yang mencoba memasukkan password rumah tapi salah.


"Eugene apa kau mengganti passwordmu? Apa kau marah padaku?".


Aku tetap diam tak menggubrisnya.

__ADS_1


"Eugene aku akan menunggu di luar sampai kau membuka pintunya".


__ADS_2