Eugene Dan Pria 4 Musim

Eugene Dan Pria 4 Musim
Drama part 1


__ADS_3

Akting di mulai...




Tiba di Incheon



Ryan bersiap mengambil gambar, Haneul yang mengarahkan kami untuk terlihat senatural mungkin.



"Coba pegang tangannya". Ucap Haneul pada Tianxi.



Kami berjalan bersama dengan berpegangan tangan sampai di depan airport hingga naik ke mobil kami terus di foto oleh Ryan, dia memang pandai memotret. Aku melihat Guste menelpon asisten nya untuk membuat sebuah dokumen dan ia akan segera ke kantor. Guste bekerja sebagai staff kementerian luar negeri Prancis yang di tempatkan di Korea.



Haneul dan Auguste pulang, hanya aku Tianxi dan Ryan yang melanjutkan misi ini. Ryan menaiki mobil yang berbeda, sampai lah di Ji hotel, Ryan kembali memotret kami mulai dari menurunkan koper hingga check in setelah selesai kami bertemu di ruang VIP lantai sepuluh. Kami sengaja tidak mengambil gambar di ruang itu karna ruangan itu privasi kami berlima.



Pegawai khusus lah yang boleh memasuki ruangan kami, ruangan itu hanya bisa di masuki dua karyawan kepercayaan Tianxi Kim lani dan Junsu.



Memencet bel dan bicara " Bawakan makanan untuk kami". perintah Tianxi.



Sepuluh menit kemudian


Lani masuk membawa makanan dan minuman kali ini tidak ada wine, setelah semua makanantersaji kami makan seperti biasa tanpa bicara.



selesai makan...



"Aku akan mengirim foto ini dan menyuruh orangku membuat berita setelah selesai, baru artikel ini di release setelah heboh baru aku akan pulang apa ide ku kali ini sudah benar?". Tanya Tianxi penuh percaya diri.



"Ya itu lebih baik karna kalian harus istirahat, baiklah aku akan pulang aku mengantuk jika ada apa apa kabari saja kami". Ucap Ryan seraya menimpali dan beranjak dari kursinya.



"Kau hati hati di jalan". Ucap Tianxi beranjak dari kursi dan melakukan salaman khas kita setiap kali bertemu dan pamit bersalaman dengan mengapit jari mengepal dan membenturnya pelan saling memeluk dan mengucap wussshhh dengan jari yang di lentikan ya seperti itu lah kalian bisa membayangkan nya sendiri .



"Aku juga ingin pulang aku ingin mandi dan tidur". Ucapku memelas.



"Ayo aku antar kau pulang Tianxi pasti lelah jika harus mengantarmu lagi pula kita ke arah yang sama". Ucap Ryan meyakinkan.



Akhirnya aku pulang diantar Ryan, kami sempat berbicara sedikit dia bertanya



"Bagaimana jika selama pura pura berkencan kau justru jadi benar benar menyukai Tianxi?".



"Aku tidak tau untuk hal itu, karna saat ini belum terjadi aku tidak merasa khawatir". ucap ku lugas.



"Apa justru hyung lah yang merasa khawatir jika aku menyukainya?". Tanya ku penuh selidik.



"Ya sedikit, aku khawatir karna takut kau terluka". Jawab nya sembari tertawa.



"kedengarannya membuat ku merinding mendengar hyung bicara begitu, bukan kah jatuh cinta itu selalu ada konsekuensi nya?". Timpal ku sambil tertawa tidak menanggapi pembicaraan ini serius.



"Sudahlah kau memang lebih sering bercanda". Timpalnya menyudahi percakapan ini.



sesampai nya di rumah, aku masuk dan melihat para pegawai aku menyapa mereka sembari berjalan ke lantai tiga. Aku merebahkan diri di kasur kamar ini tidak seluas kamarku saat di Rusia tapi karna ini aku yang memintanya jadi aku tak ingin mengeluh pada ayah dan ibu.



Menelpon ibu..


"Hallo, ma apakabar? Aku sudah kembali ke Korea".


"Iya, istirahatlah kamu pasti lelah".


"Ma, apa mama kesepian?".


"Mama tidak kesepian sayang mama kan bisa melihat dan mendengar suara Eugene".


"Ma, mama kapan kesini?".


"Bulan depan mama kesana".


"Yasudah, aku mau tidur dulu ya ma ngantuk".



Percakapan kami di telpon pun usai, aku sudah sangat mengantuk dan tertidur. Baru saja tertidur beberapa jam aku mendengar samar samar suara ketukan pintu tok tok tok "Sajang nim, ini sejeong ayah anda ada di bawah menunggu".


"Ada apa ayah kesini, jam berapa sekarang?". Sambil membuka pintu.


"Sekarang jam empat sore". Jawab sejeong.


"Katakan tunggu sebentar aku baru saja bangun".


"Baik". Sejeong pun pergi.



Aku langsung bercermin, dan mengganti pakaian. Aku masih merasa ngantuk dan lelah.



"Sudah pulang?".



"Baru tadi pagi jam 10 , ada apa?".



"Minggu depan ada wawancara penerimaan karyawan baru di Sun Grup, kau harus datang".



"Kenapa? Bagaimana dengan gedung ini?".



"Kontrak mereka memang hanya satu bulan, ayah akan menyewakan gedung ini lagi".


"Lalu aku tinggal dimana? di rumah ayah? tidak mau".



"Ayah sudah tidak tinggal di The village ayah sudah pindah ke Hunnam the hill, ayah juga membelikan mu satu unit disana kau bisa segera pindah".



"Rasanya sangat tiba tiba, apa ayah sudah merencankannya?".



"Tentu saja, ayah membeli Apartemen itu tahun lalu ayah ingin kamu tinggal di tempat yang baik".



"Ayah ingin aku bekerja, baiklah aku menurutinya".

__ADS_1



"Mobil baru mu jenis mobil sport Mclaren yang keluar musim lalu akan segera sampai berikan kunci mobil lama mu pada ayah nanti".



"Aku tidak minta mobil baru".



"Kau itu putri ku kau harus memakai sesuatu yang pantas, tinggal di tempat yang lingkungannya bagus, mobil yang kau gunakan juga harus sesuai apalagi kau akan tinggal di Hunnam".



"Ya tentu saja aku tau lingkungan disana bukan orang biasa, tapi kenapa harus bekerja pada orang lain?". Tanya ku penasaran



"Dia teman ayah, tidak apa apa bekerja di perusahaannya".



"Apa aku pergi ke kantor dengan naik mobil sport itu? itu akan membuat orang penasaran siapa aku ini".



"Tidak apa apa, tim desain di sana baru akan di buat saat kau bekerja jadi tidak ada senior yang akan mengganggu mu".



"Yasudah terserah ayah saja".



Ayah mengajak ku makan malam di luar, aku sudah mandi dan berganti baju. Sesampainya disana ternyata ada teman ayah.



mereka berdiri....


"Ini putriku Lee Eugene". Ucap ayah memperkenalkan"


"Senang bertemu anda saya Lee Eugene". menunduk 45 derajat untuk menghormati teman ayah.


"Aku Park Sung jin, dan ini putra ku park hae jin senang bertemu dengan mu".



kami duduk, dan makanan datang. Ayah bercerita bahwa ia adalah teman ayah saat kuliah dan sekarang ia jadi presdir Sun Grup tempatku akan bekerja. Kami berbicara seputar kuliah ku kehidupan di Rusia dan pekerjaan yang akan di lakukan di Sun grup. Tiba tiba ponselku berbunyi.



"wah, ayahmu sedang memperkenalkan mu pada seorang pria dia pasti akan menyuruh kalian berkencan nanti". ucap Haneul di seberang sana.



"Hyung kau disini juga?". Apa kau mengenal mereka?". Tanyaku penasaran.



"Tutup telponnya, aku akan lanjut makan". Jawab Haneul.



Apa apaan ini dia yang menelpon dia yang meminta di matikan dasar aneh. Aku kembali ke tempat duduk dan meminta maaf karna ada telpon di tengah waktu makan. Tiba tiba Haneul muncul menyapa kami.



"Eugene, kau disini". Ucap Haneul membuat orang orang juga menoleh.



aku terkejut karna mendengar suaranya yang tiba tiba " Oh hyung, kau di sini juga". Timpal ku dengan nada berusaha santai.



"Oh, Mr park lama tidak jumpa". menyapa presdir Park.



"Oh, Sajang nim lama tidak jumpa". Jawab presdir Park



"Ayah, kenalkan ini temanku Kang Haneul". Terpaksa mengenalkan.




"Saya Kang Haneul, teman Eugene senang bisa bertemu ayah Eugene". Jawab nya sambil berjabat tangan.



Ia kemudian pamit meninggalkan meja kami tersisa aku yang merasa tidak nyaman karna sapaan tiba tiba nya.



"Sunbae nim, dia itu putra dari Kang Shin woo dari Sky Grup". Jelas Presdir Park.



"Oh jadi dia itu putra dari Shin woo yang anak teknik itu ya". Jawab ayah mengingat ngingat.



"Jadi ayah dan presdir mengenal Haneul hyung". Gumamku. "Lagi pula tidak ada yang tidak kenal pewaris sky grup" Terus bergumam.



"Apa makanan nya enak?". Tanya Hae Jin



"ya, enak". Jawab ku singkat.



Makan malam berakhir aku pulang diantar ayah, selama di mobil kami diam tidak bicara apa apa. Saat sudah hampir sampai di rumah ayah baru bicara



"Apa dia yang pergi bersama mu ke Norwegia?". Tanyanya tiba tiba.



"Ya, dia salah satunya". Jawabku singkat.



Aku turun dari mobil dan bergegas untuk berganti pakaian dan membersihkan makeup minimalis ini, tiba tiba ponsel ku bunyi.



"Artikel akan di release nanti malam tunggu saja, ini akan jadi kejutan". Suara Tianxi membuyarkan lelahku.



"Baiklah kita bisa membahas itu besok, kita bertemu di tempat biasa". Timpal Ryan.



"Tidak kita bertemu di rumah ku saja, besok aku pindah rumah ke Hunnam the hill". Jelasku.



"Kau tiba tiba pindah kesana?". Tanya Haneul.



"Ayah ku membelinya tahun lalu baru di berikan padaku tadi malam sebelum kita bertemu di restoran". Jawabku pada Haneul.



"Kalian bertemu di restoran?". Tanya Guste penasaran.



"Kami tidak sengaja makan di tempat yang sama tapi Eugene dengan presdir Park dan juga putra nya yang bernama Hae Jin adalah salah satu presdir dari perusahaan yang berkerja sama dengan Sky Grup aku sengaja menyapa Eugene di deoan mereka aku tidak suka putranya". Jelas Haneul.



"Kenapa kau tidak menyukainya? kalian pasti pernah menyukai gadis yang sama". Jawabku mengejek.


__ADS_1


"Dia sejak dulu selalu ingin menyaingiku jadi aku menyapamu untuk membuat dia tau bahwa aku lebih dulu mengenalmu".



"Oh begitu ya, baiklah ini sudah jam 10 bisakah kita bahas ini saat bertemu disana kita bertemu jam 8 pagi di pintu masuk Hunnam ya". Pintaku seraya ingin menyudahi percakapan grup ini".



"Baiklah, sampai jumpa besok teman teman". Jawab Tianxi antusias.



Pagi hari setelah artikel di release..



Aku bangun jam 6 pagi kemudian memeriksa apakah artikel itu sudah di release di viver dan ternyata sudah masuk meski tidak trending teratas, tapi cukup membuat ku khawatir.



Judul artikel


"Pewaris Ji Grup sudah memiliki kekasih"


isi artikel itu ada poto poto kami saat liburan, di bandara dan juga di hotel. tapi disitu tidak di sebutkan siapa aku. Aku masih bisa sedikit bernapas dan tidak terlalu khawatir.



Aku membereskan semua baju dan aksesoris saat aku pergi dari Rusia aku hanya membawa dua Koper tapi pagi ini koper ku menjadi empat sepertinya beranak pinak, setelah selesai aku langsung membawa koper koper itu turun dan memasukannya ke bagasi mobil yang ku pakai ini mobil jenis SUV cukup besar karna aku menaikinya sendiri.



"Selamat pagi sajang nim". sapa Sejeong dari balik punggung.



"oh, selamat pagi Sejeong mana teman mu ayo kita sarapan bersama". Ajak ku padanya.



"Aku menyiapkan beberapa helai roti panggang sandwich telur keju dan sosis, kau boleh ambil yang mana saja".



Kemudian dua orang lagi datang, kami sarapan bersama. mereka membereskan meja dan tak lupa aku berpamitan pada mereka juga mengucapkan rasa terimakasih ku untuk mereka karna sudah bersedia bekerja dengan ku. Aku memberikan mereka kenang kenangan berupa tas designer Harume berwarna merah biru dan kuning juga parfume buatan ibuku.



" Nanti jika kita bertemu lagi jangan sungkan panggil saja aku eonni kalian juga boleh berkunjung ke tempat baru ku".



"Ah terimakasih, sajang nim meski kami belum lama bekerja disini tapi kami sangat senang. Apa tidak apa apa jika kami menerima hadiah bagus ini?". Ucap Sejeong.



"Aku menganggap kalian teman, teman itu harus saling sayang jadi tidak apa apa jika kita memberikan sesuatu yang sedikit lebih bagus lagi pula aku tidak suka menyimpan benda yang tidak ku pakai ini ku beli musim lalu sejak baru aku tidak pernah memakainya malah memakai tas lain yang tidak bukan merk designer". Jawab ku membuat mereka tertawa.



"ini sudah hampir terlambat aku harus segera pergi, sampai jumpa".



"Sampai jumpa, sajang nim".



Aku sampai di pintu masuk tapi tidak melihat mobil sport mereka, aku langsung masuk saat aku melihat jam ini sudah lewat sepuluh menit. Ternyata mobil mereka sudah berjejer terparkir, aku cukup terkejut melihat itu di basement. " Tamat sudah aku terlambat mereka akan memarahiku". Gumam ku panik.



Ponselku berbunyi memecah keheningan di basement ternyata panggilan grup, ini jadi seperti sedang syuting film horor.



"Kau dimana? lama sekali". Tanya Guste.



"Aku di basement bantu aku bawa koper". perintahku padanya.



"Baiklah tunggu di mobil kami akan kesana". Jawab Ryan.



Aku mematuhi apa yang mereka perintahkan, aku masih diam di dalam mobil hingga melihat kilasan cahaya warna warni dari pakaian yang mereka gunakan hari ini, mereka seperti seorang peri mereka tampan Guste terlihat yang paling putih diantara mereka.



"Apa yang kau lakukan lama sekali sih menyebalkan". Ucap Guste.



"Kau membuatku kehilangan beberapa jumlah uang karna membuat ku menunggu". Timpal Haneul.



"Ya kau terlambat aku tidak kami tidak suka". Tambah Tianxi.



"Ayo semua saja bicara, ayo marah sajabtidak apa apa". Jawab ku kesal.



Hanya Ryan yang tidak mengatakan apapun langsung membuka bagasi dan menurunkan semua koper untuk di berikan pada mereka satu persatu.



Kami pun langsung naik dan menuju unit ku yang berada di lantai tiga sebelah kanan.



"Bagaimana kalian bisa masuk?".


"Kami? wahh kau tidak tau ya Guste juga tinggal disini". Jawab Haneul


"Oh aku tidak tau ku kira kau tinggal bersama ibu mu".


"Ryan dan Guste tidak tinggal bersama orang tua mereka hanya aku saja". jawab Haneul.


"Ini dokumen nya ayo tanda tangan". perintah Guste.



Kami semua tanda tangan, kemudian aku memegang berkas asli dan Tianxi memegang fotokopian nya.



"Jadi kapan aku bisa mendapatkan Yinyeng?".


"Serahkan semua nya pada Guste biarkan dia bernegosiasi untuk mendapatkan yinyeng, aku sudah menyerahkan semua urusannya pada nya jika sudah deal baru aku beri dia uangnya". Ucap Tianxi



"Baiklah aku mengandalkan kalian". Ucapku penuh semangat.



"aku senang kau tinggal disini, disini cukup aman lingkungannya. Sebentar lagi pasti informasi tentang dirimu akan bocor kau harus bersiap siap". Ucap Ryan dengan nada serius.



Haneul dan Ryan langsung pamit karna mereka ada rapat setelah makan siang, tersisa kami bertiga. Guste pun langsung menelpon seorang temannya untuk membuatnya bisa bertemu dengan para petinggi di Yinyeng, kemudian ia pamit pergi. Hanya aku dan Tianxi yang tersisa di rumah.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca, tunggu kelanjutannya.


__ADS_2