Eugene Dan Pria 4 Musim

Eugene Dan Pria 4 Musim
Drama part 3


__ADS_3


Di kediaman utama Ji family...




"Berhenti, ayah minta maaf atas apa yang di ucapkan ibu mu dia tidak sungguh sungguh".



Tianxi tidak menghiraukan ayah nya ia tetap menarik ku keluar. Kami langsung masuk ke mobil, tiba tiba Tianxi berkata


"Bagaimana akting ku tadi apa itu bagus?".


"Yhaa, aku kan tidak mngerti yang kalian bicarakan, apa ibu itu mengatakan sesuatu yang buruk?".


"Sudahlah lupakan aku harus memberi kesan bahwa ini bukan sesuatu yang ku buat buat untuk menolak pertunangan itu".


"tidak ku sangka aktingmu bagus".



Mobil pun melaju menjauh dari kediaman utama, aku sudah lega karna disana hanya sebentar tapi aku melihat ayahnya Tianxi Tuan Qinxui tidak seperti orang jahat. Tapi beda dengan ibu itu dari matanya terlihat banyak kepalsuan juga dengan TianQin ia terlihat tenang seperti tak memiliki emosi itu lebih menyeramkan di banding omelan empat teman teman ku ini.



Di sisi lain di kediaman Ji...



Ayah Tianxi tidak mengatakan apapun mereka melanjutkan makan malam tanpa bicara, setelah makan ia pergi ke ruang kerjanya. Kemudian menyuruh asistennya untuk memanggil TianQin datang.



"Kau lihat adik mu sudah punya pacar, jadi sebaiknya jangan memaksanya lagi kau saja yang bertunangan dengan Clara".



"Clara tidak menyukai ku ayah".



"Buat saja dia menyukaimu dan jangan usik Tianxi mereka sudah lama berpacaran".



"Apa bagusnya dia dengan orang biasa?".



"Apa kau yakin dia orang biasa? dia punya manner yang bagus dia juga bukan dari kalangan bawah jangan menilai hanya dengan sekali dengar". Timpal Tuan Qinxui menyudahi percakapan.




Sampai di villa Tianxi...



"Kapan kita pulang?".


"besok pagi".


"kau baik baik saja Tianxi?


"hemm, sudah tidur saja sana".


"Apa ada sesuatu? kau harus membaginya padaku".


"tidak ada apa apa".



Aku langsung pergi dan mengganti pakaian dan membersihkan makeup, aku berjalan ke kamar Tianxi mengetuk nya beberapa kali tapi tidak aja jawaban jadi aku langsung masuk. Aku tidak melihat siapapun di ruangan itu aku pun memanggil nya tapi tetap tak ada jawaban. Tiba tiba Tianxi mengagetkan ku dari belakang.



"Kau sedang apa?".


"ahhhh, kau mengagetkan ku, dari mana saja?".


"Aku dari bawah, kenapa kesini?".


"Kau belum cerita sesuatu, ayo sekarang akan ku dengarkan". Mengatakannya dengan semangat.


"aku butuh ini, sebuah pelukan". Tiba tiba memeluk erat.



Lima menit kemudian...



"Sudah cukup aku sesak nafas".


"Baiklah, aku sudah lega".


"itu saja?".


"lalu mau apa lagi?".


"Mau ku cium?".


"Tidak usah lupakan saja dasar mesum"


"Tidurlah, kita pulang besok".


"Baiklah, selamat malam selamat tidur".



Aku keluar dari kamarnya aku tidak pernah pernah merasa terancam atau pun terintimidasi karna aku satu satu perempuan, kepercayaanku pada mereka berempat sangat tinggi jadi aku tak pernah khawatir ada di dekat mereka meski sedang mabuk sekalipun.



Pagi hari...



"Selamat pagi nyonya Ji, apakah tidur mu nyenyak?". Sapa Tianxi sambil membuka gorden.



"Kepala mu nyonya Ji, jam berapa sekarang?".



"ini sudah jam 7, cuci muka mu kita sarapan".



"Baiklah aku akan cuci muka dan sikat gigi".



"Aku menunggu di meja makan ya".



Tianxi pergi lebih dulu sedangkan aku pergi cuci muka dan sikat gigi. Besok akan ada wawancara di Sun grup apakah ini berarti waktu luangku akan hilang berganti dengan padatnya jam kerja dan perkerjaan yang harus di selesaikan, aku bahkan tidak tau seberapa kejam dunia pekerjaan itu rasanya aku ingin lari pergi ke Rusia lagi tapi aku tau itu sebuah tindakan pengecut.



Aku turun dan sarapan bersama dengan Tianxi tapi kali ini tidak ada para asisten yang menunggu, aku terpikir Tianxi pasti kesepian mungkin itu alasan kenapa para asisten itu berada di belakang kami saat kami makan kemarin itu sebuah kebiasaan untuk membuatnya tidak kesepian.



Selesai makan aku mengajak Tianxi untuk berkeliling villa berjalan sambil menghirup udara pagi, menyenangkan rasanya. Ponselku bunyi itu telpon dari Ryan.


"Kau sedang apa?".


"Aku sedang berjalan mengelilingi villa, kau tidak sibuk?".


"Tentu saja tidak, apa Tianxi bersamamu?".


"Tentu saja kami sedang berjalan menghirup udara segar".


"Bagaimana rencana kalian apa berhasil?".


"Aku tidak tau harus mengatakan apa tanyakan saja pada Tianxi".


"Baiklah aku akan menelpon Tianxi nanti, jaga kesehatan jangan sampai sakit".


"Siap boss laksanakan".



Tianxi diam saja tidak berbicara apapun.


"Kau kenapa ko diam saja?"


"Sepertinya Ryan sangat perhatian padamu".


"memangnya kenapa? kita kan teman"


"Dia suka padamu tau".


"Heh bocah nakal jangan bicara sembarangan".


"Yhaaa, kau di depan dia sopan di depanku sekarang galak".


"Ayolah ini masih pagi jangan bicara yang aneh".



Aku pergi berjalan lebih dulu meninggalkan nya di belakang. Sejak semalam sikapnya aneh sekali, aku terus berjalan tanpa tau arah sedangkan Tianxi sudah tidak terlihat lagi. Aku mendengar suara air di balik pepohonan, aku pun menelusuri suara air itu penasaran ke balik pohon ternyata ada danau.



"wahh, rumah ini ada danaunya" Gumamku.


__ADS_1


"Apa kau terkejut?". Ucap Tianxi di belakangku.



"Aku lebih terkejut mendengar suara mu yang tiba tiba muncul".



Tianxi memeluk ku dari belakang secara tiba tiba "Begini sebentar saja".



Aku yang terkejut hanya mengikuti perkataannya, aku tau pasti ada sesuatu yang membuat hatinya tidak nyaman.



"Apa kau senang sudah dua kali membutku terkejut karna pelukanmu yang tiba tiba?".



"Ya aku seperti mimpi melihat ada orang lain disini".



"Kau biasanya pasti sangat kesepian ya?".



"Ya, karna aku tidak punya teman baik seperti kalian disini semuanya hanya suka uangku".



Aku langsung berbalik dan memeluknya membenamkan wajah ku di dada bidang nya.



"Tinggal saja di Korea kalo begitu".


"Aku tidak dengan suara mu".


"Tinggal saja di Korea". Ucapku sambil mengangkat wajah melihat ke arahnya.


"Jika aku bisa aku ingin melakukannya".


"Melakukan apa?".


"Melakukan ini". Dengan cepat ia mencium ku dan berlari.


"Yhaaa, kemari kau".



Aku berlari mengejarnya, tapi anehnya aku tidak marah atas apa yang di lakukannya aku masih belum merasakan bahwa aku menyukainya atau aku yang memang tidak tau perasaanku sendiri. Kami akan kembali ke Korea siang ini jadi kami sudah bersiap untuk pergi ke bandara.




Perjalanan dari Hongkong ke Korea kurang lebih hanya tiga jam, jadi sore nya kami sudah sampai. Ryan menjemput kami di bandara ia memasukan koper ku ke bagasi kebetulan mobil yang dia gunakan jenis SUV jadi cukup luas.



"Aku akan antar Tianxi ke hotel, kemudian kau akan ku antar ke apartemen,".



"Oke, dimana Haneul hyung dan Guste?".



"Mereka sedang sibuk".



"Hyung, Kapan pameran mu akan di gelar?". Tanya Tianxi.



"Minggu depan di Kanada, bulan depan di Jeju". Jawabnya.



"Jadwalmu padat sekali". Timpal ku.



"tentu saja dia sibuk tidak seperti seseorang". Sindir Tianxi.



"Aku sibuk, besok aku ada wawancara pekerjaan". Jawabku kesal.



"Kau mau wawancara kerja dimana?".



"Sun grup rekan bisnis Sky grup". Memberi penjelasan.




"Lalu apa aku harus tetap bekerja disana?". Dengan ekspresi bingung.



"Tidak apa apa lakukan saja, profesional jangan campur aduk dengan masalah pribadi". Jawab Ryan bijak.



"Seperti biasa hyung memang selalu bisa di andalkan". Jawab ku senang.



Tianxi turun di lobi hotel, mobil pun terus berjalan sampai Tianxi tak terlihat lagi.



"Istirahatlah kau pasti lelah, Jaga kesehatan ya". Tersenyum sambil mengusap rambut ku.



"Iya". Aku menjawab nya singkat.



Aku diantarkan sampai ke depan pintu apartemen, dia mengusap rambutku lagi. Tapi kali ini aku tiba tiba berdebar debar aneh rasanya. Aku terus mengingat senyum nya ahh aku kesal sekali aku pun membenamkan tubuhku di kasur agar cepat tertidur. Tapi tiba tiba ponsel ku bunyi.



"Sudah pulang dari Hongkong?". Tanya ayah.


"Iya yah, ada apa?".


"Ayah melihat fotomu di artikel kau berkencan dengan pewaris ke dua Ji grup?".


"Itu gosip, dia teman ku lagi pula kami berlibur berlima".


"Jadi siapa sebenarnya teman teman mu ini?".


"Ayah ku beritahu jika ayah sangat penasaran ayah bisa mencari tau mereke di viver temanku ada empat orang Kang Hanel, Ryan Yu, Ji Tianxi, dan Lee Auguste jika tidak ada di viver ayah bisa mencari tau pada teman ayah".


"Besok kita bertemu saat makan siang".


"Iya, baiklah". menutup percakapan dan ayah mematikan telpon nya lebih dulu.



Pagi hari..



Aku sudah di basement, ternyata disana sudah ada Guste sepertinya dia juga akan berangkat kerja.


" Kau mau kemana pagi pagi?". Tanya Guste heran.



"Aku ada wawancara kerja".



"Semangat ya, mau ku antar?".



"Tidak usah aku pergi sendiri saja".



"Aku tidak lihat mobilmu, kau akan naik apa?".



"Oh ini mobilku ganti, yang kemarin sudah di bawa ayahku saat aku di Hongkong".



"Oh begitu, mobilmu boleh juga itu pintu yang terbuka ke atas edisi cukup terbatas daei musim lalu dan hanya sekitar lima buah di Korea jadi kamu salah satunya". Jelas Guste.



"Oh benarkah begitu? Apa ini terlihat cukup mencolok? Aku akan melamar pekerjaan tapi apa tidak aneh jika aku memakai ini?". Tanyaku penasaran.



"Tidak apa apa itu kan hadiah dari ayahmu tidak usah pedulikan yang di bicarakan orang lain kau akan sakit kepala". Jawabnya santai.



Akhirnya aku memakai mobil ini untuk pergi wawancara, sesampainya di basement beberapa orang menatapku penasaran. Aku terus berjalan dan naik ke lantai 3 untuk wawancara disana sudah ada lima orang yang juga menunggu di wawancara. Sampai giliran ku masuk ternyata ada Park Hae Jin di sana dan dua orang yang tidak ku kenal.


__ADS_1


"Kau bisa mulai bekerja besok, datang lah jam 8 pagi jangan sampai terlambat kontrak mu selama tiga bulan jika pekerjaan mu bagus kau bisa di angkat jadi karyawan". Jelas Hae Jin menjabarkan.



"Apa aku tidak di tanya?". Tanyaku pada Hae jin.



"Jika aku ingin tau lebih banyak tentang mu akan bertanya langsung padamu, selamat bekerja". Jawabnya singkat membuat ku bingung.



Aku meninggalkan ruangan dengan perasaan aneh, apa itu tadi dia hanya menjelaskan itu saja bagaimana bisa aku langsung di terima tanpa banyak bicara. Tiba tiba ada suara memanggilku



"Nona tunggu sebentar, kau di suru datang keruang presdir ayo ikut denganku". Perintah dari seseorang yang tidak ku kenal.



"Baiklah". Aku mengikutinya dari belakang.



Presdir Park mengatakan aku sudah bisa bekerja besok , aku akan di perkenalkan sebagai leader dari tim desain di rapat para karyawan. Aku cukup terkejut tidak punya pengalaman bekerja justru langsung terjun sebagai leader tim desain. Presdir Park mengajak ku makan siang dia bilang ayahku juga sudah disana. Kami pun pergi bersama dengan Hae Jin juga menggunakan mobil Hae Jin.



Kami makan siang bersama dan berbincang bincang, aku hanya menyimak obrolan mereka saja. Aku di tempatkan sebagai leader karna mereka akan mencoba terjun dalam penyediaan jasa desain interior untuk hunian dan tempat usaha. Sebelumnya Sun grup hanya menyediakan jasa desain sebuah bangunan dan penataan tempat. Selesai makan siang kami kembali ke kantor karna mobil ku disana kemudian aku pun pamit pulang.



Saat di parkiran ponselku berbunyi, baru saja akan membuka pintu mobil.



"Ada apa hyung?". Tanyaku pada haneul.


"Nanti malam temani aku menghadiri acara amal dan penghargaan untuk perusahaan properti, aku jemput kamu jam 7 jangan terlambat".


"Haisshh, ya baiklah". Terpaksa mengiyakan.



Begitulah saat punya empat teman laki laki dan mereka tidak sedang dalam kencan yang terbuka akulah yang jadi tumbal untuk di ajak ke acara mereka untungnya pekerjaan mereka semua bukan di bidang yang sama tapi ini akan lucu jika mereka pergi ke acara berbeda tapi perempuannya hanya satu aku saja.



Sesampainya di Apartemen Tianxi sudah menunggu ku di parkiran, dia benar benar tidak punya kesibukan. Aku turun dari mobil ia tidak menyadari kedatanganku karna ia tidak mengenali mobil yang ku pakai.



"Hei orang aneh kau sedang apa?".


"Loh kau sudah pulang, mobil mu ganti?".


"Iya ini mobil baru dari ayah".


"Wahh, ayo kita coba mobil baru mu".


"Tidak, mobil mu kan satu merk dengan mobil ku hanya beda tipe saja lagi pula mobilmu hanya ada satu di Korea jadi pasti lebih bagus dari punyaku".


"Ah tapi kan aku belum pernah pakai mobil itu ayolah".


"Aku ingin tidur sebentar nanti malam harus pergi dengan Haneul hyung".


"Untuk apa?".


"Aku akan pergi berkencan dengannya".


"Benarkah? Baiklah aku akan telpon dia".



Tianxi benar benar menelpon Haneul hyung....



"Hyung, apa benar kau akan berkencan denga Eugene nanti malam?".


"Siapa yang bilang?".


"Eugene bilang begitu".


"Iya aku akan berkencan dengannya, kenapa? kau cemburu?".


"Hah, dasar kalian pasti menipuku".


"Kalau tidak percaya lihat saja nanti malam". Jawabnya sambil tertawa.


"Ah dasar tukang bohong paling juga ke pesta".


Haneul tidak menjawab hanya tertawa lalu mematikan telponnya.



Tianxi mengejar ku, tapi aku sudah menutup lift nya jadi dia naik lift yang satunya. Aku tidak berlari karna takut mengganggu penghuni lain, Tianxi langsung merangkul ku dan menjitak.



"Yhaaa, sakit tau".


"Itu hadiah untuk mu karna berbohong".


"Lagian kau bodoh percaya saja".


"Dasar kau gadis nakal".


"Kau kan tau password apartemenku kenapa menunggu di parkiran".


"Aku lupa".


"Haishh benar benar payah".



Kami pun langsung masuk, aku langsung pergi ke wardrobe untuk mencari gaun malam yang cocok kemudian Tianxi masuk dan ikut memilihkan yang cocok.



"Apa ini cantik?".


"Kau pakai apapun cantik".


"Lebih cantik dari Song Hye kyo?".


"Tentu saja". sambil tertawa


"Ah dasar kau menyebalkan".



Aku memilih gaun off shoulder warna hitam sepanjang lutut dan memadukan nya dengan aksesoris berwarna silver,karna masih jam 4 jadi aku pergi ke dapur menggoreng kentang untuk cemilan menonton tv Tianxi sudah anteng di depan tv.



"Kau kesini hanya untuk menonton tv, kau pengangguran?".



"Hotel sudah berjalan dengan baik, tidak perlu terus disana". Jawabnya cuek.



"Apa kau bertengkar dengan ayahmu karna masalah kemarin?".



"Tidak, ayah malah bilang dia tidak akan memaksa ku untuk bertunangan sepertinya dia menyukaimu".



"Semudah itu? Apa kau yakin?".



"TianQin yang akan bertunangan dengan Clara chen, karna ayah percaya akting kita waktu itu". Jawabnya serius.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Terimakasih sudah membaca, boleh tinggalkan komen ya supaya author lebih semangat hehe


Nantikan episode berikutnya...







__ADS_1



__ADS_2