
Kami masih di dalam ruang VIP Ji Hotel, kami semua menyetujui hal ini tanpa pikir panjang. Aku adalah satu satunya perempuan di geng ini, nama geng kita adalah Eugene dan empat pria musim. Julukan itu ibuku yang memberikannya. Semua teman ku ini sudah akrab dengan ibuku bahkan saat mereka di buru tugas mereka akan menginap dan saling membantu temannya mengerjakan tugas, ibuku selalu memperlakukan mereka seperti anak sendiri setiap bertemu mereka tak sungkan untuk memeluk ibuku layaknya ibu mereka sendiri. Ibu ku pernah memiliki ke khawatiran jika nanti aku bisa menyukai salah satu dari mereka karna pertemenan kami yang sudah berlangsung lama.
Ibuku bilang Kang Haneul mewakili musim semi karna karakternya yang bisa mencairkan suasana ia juga punya sisi hangat, Ji Tianxi mewakili musim panas karna karakternya yang selalu membuat para gadis terpukai dengan pesona sexy dan ketampanannya, kemudian Ryan Yu ia mewakili musim gugur karakternya manly tapi juga hangat tangan dinginnya bisa membuat sebuah karya seni penuh makna ia adalah yang terpandai di geng kami ia memiliki IQ paling tinggi ia bisa di bilang kolektor benda antik dan juga benda benda berseni yang tidak aku mengerti. Dia adalah yang terbijak tapi juga pemberontak ia ke Korea karna bertentangan dengan ayahnya yang ingin ia meneruskan bisnis kerajaan tempat hiburan dan kasino di Makau tapi ia menolaknya dan memilih membuka galeri di Korea. Dan yang terakhir adalah Lee Auguste ya dia mewakili musim dingin karna karakternya yang tidak banyak bicara dan juga seolah olah acuh padahal ia sangat memperhatikan semua hal. Ya semua teman ku ini memiliki visual yang luar biasa aku di kelilingi empat pria tampan dan juga kaya kami tak pernah terang terangan berjalan di tempat umum bersama-sama. Sebelumnya kami memang tak pernah melakukan pertemuan di Korea dan ini adalah pertemuan pertama kami.
"Bagaimana jika tahun ini kita ke Bergen?". Usul Haneul semangat.
"Apa? dimana Bergen itu?" Tanya Tianxi serius.
"Itu sebuah kota di Norwegia hah ternyata kau tidak sekaya itu Bergen saja tidak tau". Jawabku mengejek.
"Baiklah ayo kita kesana". Jawab Tianxi antusias.
Auguste ikut mengatakan "Ayo aku setuju, kita pergi ke Bergen kita akan merayakan Anniversary kita yang kelima disana".
Semua sudah setuju kami menjadwalkan pergi ke Bergen di bulan Juni satu hari sebelum Anniversary geng kami. Anniversary kami tanggal 13 Juni itu tanggal dimana grup chat di buat. Setiap tahun kami merayakan pesta enam kali setahun lima kali ulang tahun masing masing dari kami lalu hari Anniversary kami. kami terbiasa memberikan hadiah untuk satu sama lain dan tentu saja karna aku satu satunya perempuan mereka berempat selalu mengirimiku pakaian terbaru yang diluncurkan merk desainer terkenal mereka mengirimiku bergantian mengikuti musim yang sesuai dengan julukan mereka. Aku bahkan tidak pernah meminta tapi mereka selalu melakukannya dan itu sudah berlangsung selama dua tahun belakangan ini aku juga tidak tau apa motivasi mereka.
Hari keberangkatan kami ke Bergen tiba semua sudah Haneul dan Tianxi persiapkan kami tidak perlu melakukan apapun hanya mengikuti intruksi dari mereka berdua. Semua hal sudah ku persiapkan termasuk hadiah anniversary enam pasang sepatu merk desainer terkenal Balegsiage berwarna putih dan aku memesan itu secara eksklusif karna ada nama julukan mereka di sepatunya. sesampainya kami di airport sebuah mobil menunggu kami untuk langsung membawa kami ke villa.
"Kau sedang apa?". Tanya Ryan padaku. "Aku sedang mencari spot untuk foto". Jawabku singkat tanpa menoleh.
Ryan tertawa terkekeh karna melihatku terus memutar leherku mencari pemandangan yang pas. Aku menggunakan kamera yang Ryan belikan sebagai hadiah ulang tahun ku tahun lalu. Akhirnya kami sampai di villa kemudian menurunkan semua barang barang dan segera berpencar memilih kamar mereka selalu mempersilahkan aku untuk memilih kamar lebih dulu. Aku sangat beruntung tentu saja itu tidak terjadi pada banyak perempuan dan aku adalah salah satu dari banyak perempuan di bumi.
"Ayo berfoto". Tianxi memanggil semuanya untuk segera turun. kami langsung berfoto aku memiliki sosial media tentu saja dan isi nya foto kami tapi aku tak pernah memperlihatkan wajah mereka aku selalu mempotret sebagian dari tubuh mereka seperti tangan, pundak, kaki, atau punggung aku sangat menghargai privasi teman teman ku ini dan mereka juga tau itu. Bahkan banyak yang mengira bahwa aku punya pacar tapi sebenarnya tidak selama pertemanan kami ini aku tidak pernah memiliki pacar aku selalu berpikir untuk apa aku punya pacar aku punya mereka yang sangat menyayangiku bahkan aku jadi prioritas mereka meski mereka berkencan.
Aku langsung memposting foto terbaru ku di Bergen ke sosial media. Tentu saja Ryan lah yang memfotoku karna dia paling estetik diantara kami.
"Lagi lagi kau berfoto sendiri". Celetuk Haneul.
"Memang kenapa? dari pada hanya memposting foto makanan huh". Jawabku galak.
"Sini bersandar padaku kau boleh memposting foto kita biarpun pasti hanya pundaku saja yang terlihat seperti biasanya". Bela Ryan padaku.
"Tidak, aku ingin mandi lalu makan". Jawabku cepat.
"Kau lihat sayangku pasti marah". Kata Tianxi sambil menahan tawanya.
Kami langsung bersiap untuk makan malam. Sudah ada yang menyiapkannya dan selalu ada wine dan lagi lagi gelasnya hanya empat mereka tidak pernah membiarkan ku dekat dekat dengan alkohol karna kejadian tiga tahun lalu saat aku tak sengaja meminum minuman yang ada di meja aku tidak tau itu apa tapi langsung menenggaknya habis karna haus dan yang terjadi kulitku mulai merah dan jatuh tertidur. Ya aku tidak tau tubuhku tidak bisa menerima alkohol dengan kadar tertentu dokter bilang itu gejala alergi cukup unik tapi yasudah mau bagaiman lagi. mereka tak pernah sampai mabuk hilang kendali ketika dalam mode normal bukan mode patah hati atau stress.
" Besok kita akan berkeliling tidak perlu bawa banyak barang cukup uang dan kartu sakti kalian". Jelas Haneul pada kami. Kami semua mengiyakan. Setelah makan kami pindah tempat bersantai di balkon lantai dua sambil minum kopi dan berbincang ringan.
"Kenapa kamu tidak berkencan? bukan karna kami yang membebanimukan? ". Tanyanya Haneul.
"Untuk apa aku berkencan aku punya kalian". Jawabku singkat.
"Itu saja alasanmu tak berkencan? atau kamu suka salah satu diantar kami?". Tanya Tianxi.
" Begini saja mudahnya, aku tidak berkencan karna belum bertemu dengan orang yang pas, kalian terlalu sempurna selama ini aku hanya mengenal empat pria di depanku kalian memperlakukan ku dengan sangat baik, aku tidak tau apakah aku menyukai salah satu diantara kalian lebih dari sekedar teman aku hanya merasa nyaman dengan diriku saat ini bersama kalian itu saja". Jawabku diplomatis.
"Dengarkan aku baik baik mungkin saat ini kita belum merasakan apapun jika suatu hari nanti itu terjadi maka aku akan mengijinkan mu dengan siapa saja diantara kita berempat untuk jadi pasanganmu". Jawab Ryan.
Aku terus menatap mata mereka satu persatu kemudian menangis. Aku merasa sangat bahagia memiliki mereka berempat , mereka langsung memeluk ku bergantian dengan erat.
"Jangan menangis, kau jelek saat menangis". Celetuk Auguste.
Aku langsung pergi ke kamar untuk mengambil hadiah yang sudah ku bawa, aku menyodorkan kotak kotak itu pada mereka satu persatu.
"Pakai ini, kalo tidak suka buang saja jangan di simpan". Kataku sambil malu malu.
"Bukankah ini Balegsiage? apa ini spesial edition? karna aku tidak pernah melihat kotak yang berwarna warni seperti ini". Tanya Haneul.
__ADS_1
"Ya tentu saja ini spesial edition rancangan ku sendiri". Jawabku antusias.
"Benarkah itu? wahh ini dibuat dengan sepenuh hati teman teman". Jawab Ryan.
mereka langsung mencoba sepatu itu dan kami semua kembaran, aku tau Ryan yu dan Auguste benci hal hal manis yang seperti itu, tapi malam ini ia tidak memiliki komplen apapun dan bersikap baik. Aku senang tentu saja melihat mereka menyukai sepatu itu dan memotret kaki mereka dengan semangat.
" Kau ingin hadiah apa?". Tanya Auguste padaku.
"Aku ingin sekali melihat kalian berfoto memakai sepatu itu,"Besok saat kita berkeliling kita pakai sepatu itu ya". Jawab ku antusias.
"Yes Madam". Jawab mereka kompak.
"Apa yang kau inginkan selain itu?". Tanya Tianxi.
" Aku tidak mau apa apa lagi, tapi jika kalian memberikan ku saham HB entertainment tentu saja aku akan senang". Jawabku.
"Tidak, meski uang ku banyak aku tidak akan membelikan itu". Jawab Tianxi.
"Begitu juga dengan kami, kami tidak akan membelikanmu saham HB". Jawab Ryan.
Ada apasih dengan para pria ini menyebalkan sekali tadi bertanya sudah di jawab malah begitu. "Lalu kenapa bertanya aku ingin apa? jika tidak mau membelikannya". Jawabku ketus.
"Kau tau kenapa kami tidak akan membelikannya meski kami mampu membeli perusahaannya sekaligus?". Tanya Haneul.
"Karna kamu punya kami, kami tak ingin berbagi cintamu untuk tujuh orang itu terlalu banyak pria nanti di hidupmu kami akan jadi apa jika kamu berhenti melihat kami?". Jawab Tianxi.
"Bagaimana bisa kalian bertanya tentang aku tidak berkencan takut kalian jadi beban untuk ku tapi berbagi cinta untuk mereka saja kalian tidak rela so soan menyuruhku berkencan, dasar kalian ini". Jawabku sebal.
mereka tertawa "sebenarnya tentu saja kami akan cemburu jika kamu berkencan dan menjauh dari kami". Jawab Auguste.
"Wah ini gelang cantik sekali, pakaikan untuku". Menyodorkan tanganku padanya.
"Besok hadiah dari ku, tunggu saja". Jawab Tianxi. Haneul dan Ryan juga ikut mengiyakan.
setelah minuman kami habis kami langsung memutuskan untuk pergi tidur.
Pagi harinya kami bangun seperti biasa Haneul selalu yang terpagi dan menyiapkan sarapan. Aku duduk dekat tv sambil sesekali memperhatikan ia menyiapkan sarapan. Haneul tidak suka jika aku merecokinya jadi aku hanya memperhatikannya saja dari jauh.
"Hyung, kau buat apa?". Tanyaku.
"Telur, sosis juga roti panggang dan salad. Kau mau jus juga?". tanya Haneul.
"Aku akan buat sendiri saja dimana jus prosesornya?". Tanyaku pada Haneul.
"itu disana ambil ". Menunjuk ke salah satu lemari.
"Hyung, apa nanti kita akan ke Hawaii? atau ke saipan?. Tanyaku serius.
" Nanti ku pikirkan, kita harus kemana". Jawabnya singkat.
" Kenapa belum ada yang turun sih".
" Nanti ku panggilkan mereka setelah membuat jus".
" Jus apa yang kamu mau".
"Apasaja".
Aku bergegas ke atas memanggil semua nya untuk sarapan.
"Yhaa, kalian tidak lapar? baiklah ku habiskan semua makanannya biarkan saja kalian lapar tidak usah bangun". Ancamku pada mereka.
Kemudian semuanya bergegas turun kecuali Ryan Yu.
__ADS_1
"Kemana Ryan hyung?". Tanyaku pada Tianxi.
"Mungkin masih mandi". Jawabnya
Mereka sudah duduk rapi aku membantu Haneul untuk menyiapkan meja makan, Ryan masih belum turun.
"Aku akan panggil Ryan hyung dulu". Beranjak dari kursi.
"Ryan hyung, apa kau sudah bangun? ayo cepat turun kita sarapan". Sambil mengetok pintunya.
Tidak ada jawaban apapun, aku merasa khawatir langsung memutuskan untuk masuk ke kamarnya, ternyata ia masih di kasurnya aku berjalan mendekat untuk membangunkannya sekali lagi aku melihat dia membuka mata tapi wajahnya agak merah.
"Hyung, kau demam nanti ku bawakan sarapan kesini hyung mau sarapan dengan apa? hyung bawa obatkah?". Memegang dahinya.
"Aku tidak lapar, aku tidak bawa obat". Jawabnya lesu.
"Baiklah, aku akan membawa termometer dulu untuk mengecek suhu tubuhmu sebelum minum obat kau harus makan nanti ku suru Haneul hyung buatkan bubur ya". Berpamitan.
Aku langsung membuka kotak obat yang memang sudah ku siapkan untuk berjaga jaga, aku membawa obat penurun panas dan juga termometer. Aku kembali ke kamar Ryan untuk menyimpan obat dan kemudian mengecek suhu tubuhnya dengan termometer
"Panasmu tidak terlalu tinggi".
"Apa hyung salah makan?".
"Aku tidak tau, sejak lending aku merasa tidak terlalu nyaman tapi aku tidak sadar bahwa aku demam ku kira karna aku senang tubuhku sedikit panas". Jawabnya.
"Yasudah, aku akan turun untuk meminta Haneul hyung buatkan bubur. Apa hyung haus?". Tanyaku.
"Tidak, aku tidak haus". Jawabnya.
kemudian aku bergegas turun untuk memberi tau yang lain bahwa Ryan hyung demam.
"Haneul hyung buatkan bubur untuk Ryan hyung dia demam,". Perintahku.
"Bagaimana keadaannya? apa demamnya tinggi? ". Tanya Tianxi.
"Untungnya tidak terlalu tinggi demamnya". Jawabku.
Kami menyelesaikan sarapan, kemudian Tianxi dan Auguste bergegas keatas untuk melihat keadaan Ryan. Aku merapikan meja makan untuk membantu pekerjaan Haneul hyung karna ia sedang masak bubur. Setelah selesai merapikan meja aku menyiapkan es batu untuk mengompres Ryan hyung.
"Aku akan keatas duluan membawa ini untuk mengompres".
"Iya, nanti aku menyusul ini sudah hampir matang".
Kemudian aku keatas menuju kamar Ryan hyung yang di dalamnya sudah ada Tianxi dan Auguste.
"Hyung pakai ini dulu ya". Seraya menempelkan kompresan.
"Hyung apa mau di bersihkan badannya? nanti aku minta mereka berdua membantumu". Jelasku.
"Ya, terimakasih". Jawabnya.
Aku langsung masuk ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat di bathtub juga menaruh beberapa handuk di hanger agar mereka mudah membantunya mandi. Haneul hyung datang membawa bubur.
"Makan ini biar ku suapi". perintah Haneul.
Ryan beranjak dari kasurnya ia duduk bersandar agar bisa makan kemudian menaruh alat kompresnya. Aku keluar dari kamar mandi ikut duduk di pinggiran kasurnya bersama Tianxi dan Auguste.
.
.
.
.
*Hyung dalam bahasa Korea sendiri panggilan yang biasa di gunakan untuk laki laki yang lebih muda kepada laki laki yang lebih tua.
Seharusnya Eugene memanggil Haneul, Ryan, dan Tianxi oppa, tapi karna Eugene merasa memanggil oppa seperti membuat ada jarak jadi Eugene memenggil mereka bertiga dengan sebutan hyung.
__ADS_1