
Di apartemen tersisa aku dan Tianxi...
"Kau tidak pergi juga?".
"Tidak, hari ini aku hanya akan membantu mu".
"Ayahmu sudah bereaksi?".
"Tidak tau, aku sengaja mematikan ponsel".
"Kau benar benar akan berbuat onar hari ini?"
"Jika hal itu bisa membuat banyak kekacauan maka akan jadi bagus".
"ya,terserahlah aku mau berbenah dulu".
Aku mengeluarkan semua isi dalam koper pakaian, aksesoris, dokumen, dan beberapa foto. Tentu saja pakaian dalam ku sudah ku masukan dalam sebuah tas jadi tidak ada masalah karna dia tidak melihatnya.
"apa ini ayah mu?".
"ya, itu ayahku. Apa sebelumnya kau tidak pernah melihatnya?".
"Di rumah mu yang di Rusia kan tidak ada foto ayahmu sekalipun di dalam kamar".
"ya kau benar aku memang sebelum nya tidak punya foto ayah".
"Foto ini saja di ambil saat aku memutuskan tinggal di Korea".
"punya orang tua yang berpisah memang tidak mudah".
"memangnya ayah dan ibu mu juga?".
"Yang di Hongkong itu istri ayah dia bukan ibu kandung ku, saat usia tujuh tahun aku di bawa dari Korea aku masuk ke keluarga Ji setelah ayah tau bahwa ibu ku membesarkan ku anak yang seharusnya tidak di lahirkan.
Aku lahir bukan dari hasil pernikahan, hal itu lah yang menjadi berdebatan antara ayah dengan keluarga besar nya ayah tidak tau saat ayah meninggalkan ibu dia sedang dalam keadaan hamil ibu pergi ke US setelah aku lahir baru dia kembali ke Korea. Awal nya mereka bertengkar memperebutkanku tapi ibu ku akhirnya luluh karna ayah menjanjikan kehidupan yang layak untuk ku".
Aku terkejut mendengar kisahnya yang tak pernah ku tau sebelumnya hidupnya begitu keras "Kau tidak pernah cerita tentang itu pada kami, aku ternyata benar benar tidak tau apapun tentang mu. Apakah posisi sebagai teman mu ini masih layak untuk ku?".
"Tentu saja, kau lebih dari sekedar layak kau itu teman terbaik jika harus memilih dari 1000 gadis cantik pun aku akan tetap memilih mu ko tenang saja".
"yhaa, kau mau mati ya? apa itu berati aku tidak cantik?".
"tentu saja diantara kami berempat kau lah yang paling cantik".
"yha sini kau". mengejar nya yang sedang tertawa.
Di sisi lain, Ji grup sedang heboh karna kemunculan artikel tersebut...
"Bagaimana bisa artikel seperti ini muncul, cepat cari tau siapa sebenarnya gadis ini dan bagaimana bisa artikel ini muncul". Perintah Ayah Tianxi pada asistennya.
" Anak mu berbuat onar apalagi kali ini, keluarga Clara chen pasti akan tersinggung".
" Urus saja putra mu TianQin untuk bisa memantaskan diri memimpin perusahaan ku, kau tidak perlu ikut campur masalah Tianxi".
"TianQin juga putra mu bagaimana bisa kau bicara begitu".
"Sudahlah aku tidak ingin membahas ini, jika sesuatu terjadi TianQin lah yang harus bertanggung jawab untuk bertunangan dengan Clara chen".
"kenapa TianQin yang harus bertanggung jawab? dia kan sibuk bekerja".
"Kau pikir aku tidak tau? TianQin tidak menemui Clara di hari itu dia membuat Tianxi seperti menggantikannya, padahal dia lah yang merencanakan kekacauan ini".
"Kau memang selalu membedakan perlakuan mu pada Tianxi dan juga TianQin, kau lebih menyangi anak dari wanita ja*ang itu".
"sudah cukup, kau tidak lebih baik dari nya keluar dari ruangan ku sekarang".
Kembali ke Korea...
Manager Ji hotel sibuk karna mendapat banyak telpon sejak pagi tadi, semua menanyakan kebenaran tentang artikel itu.
"haisshhh, aku bisa gila telpon terus berdering apa sebenarnya yang sedang di lakukan Tuan muda Tianxi dia harus membayarku untuk kekacauan hari ini". Ucap manager pada staff kemanan.
"cepat telpon detektif lacak lokasi tuan muda mobilnya berwarna putih edisi terbaru dengan no pol 714 segera temukan lokasinya". perintanya pada salah satu staff.
Kembali ke Apartemen...
Kami berhenti saling kejar kejaran setelah menyadari takut hal itu menjadi kegaduhan. Aku melanjutkan menggantung pakaian sedangkan Tianxi sedang memajang foto kami berlima di dinding ruang tamu foto itu yang tadi di bawa Haneul untuk pajangan dinding.
"Bukan kah ini luar biasa?". Tanya nya kagum.
"Wahhh Kau beruntung di kelilingi pangeran empat musim lihat lah aku sangat tampan semua tamu yang datang kesini pasti akan bertanya kami ini manusia atau malaikat". timpalnya melanjutkan dengan penuh percaya diri.
"Kau sedang membanggakan diri mu sendiri?".
"Pergi saja sana menyebalkan".
"Lihat kan meski di bandingkan dengan 1000 gadis pun aku akan tetap memilihmu kau itu galak aku tidak bisa menemukan yang seperti kamu dimanapun meski aku keliling dunia".
"Sudahlah jangan bicara kau menyebalkan".
Kembali ke Ji grup...
"Gadis itu bernama Lee Eugene, dia putri tunggal dari pengacara Lee Jae Joon dan seorang pemilik perusahaan parfum terkenal di Rusia merk d'Sun". Jelas salah satu asisten nya.
"Dia bukan orang biasa rupanya, dimana ia tinggal?".
"Beberapa waktu lalu ia tinggal di gedung milik ayahnya juga mengelola usaha kafe dan desain, namun dari yang ku dengar dari pembicaraan antar karyawan ternyata gadis itu pindah ke Hunnam the hill. Tuan muda sudah mengenalnya lima tahun lalu saat mereka di Rusia".
Raut wajah tuan besar Ji XinQui lebih santai di iringi senyum...
"Ah putraku kali ini pilihanmu sudah tepat kau tak mungkin bernasib sama seperti aku yang meninggalkan ibu mu hanya karna uang dan juga kedudukan, karna sekarang pacarmu bukan orang biasa". Gumamnya dalam hati.
"telpon manager Ji hotel suruh anak nakal itu pulang dan bawa gadis itu ke Hongkong". Perintahnya pada sang asisten.
__ADS_1
Kembali ke Ji hotel, telpon berhenti berdering di jam makan siang. Mereka telah menemukan lokasi mobil Tianxi yang berada di parkiran Hunnam the hill.
Manager pun bergegas menelpon temannya ia meminta di berikan akses untuk masuk agar bisa menjemput Tianxi lebi mudah.
Tianxi sudah memesan makanan untuk di makan bersama dengan Eugene, dia juga sepertinya sedang menunggu sesuatu.
"Apa ada yang kau tunggu?".
"ya, mereka pasti akan segera menemukan ku".
"jika itu terjadi kau harus ikut denganku".
"iya, aku tau itu akan terjadi".
kami makan makanan yang sudah di pesan Tianxi, tiba tiba bel rumah ku berbunyi. Aku berjalan untuk melihat siapa yang datang, ternyata itu manager Ji hotel.
"Apa Tuan muda di dalam?".
"ya kami sedang makan, jangan ganggu dia makan jika ingin bicara kau boleh menunggu nya saat sudah selesai makan".
Selesai makan mereka masih disana kemudian ku panggil mereka untuk masuk.
percakapan Tianxi dan Manager
"Untuk apa kalian disini?". Celetuk Tianxi cuek.
"aku tidak akan pulang jika tidak denganya". Jawabnya lugas.
"telpon Tuan besarmu sana".
"sebelum anda, Tuan besar sudah menyuruh anda pulang dengan nona muda".
" Baik aku akan pulang nanti sore, kalian boleh kembali jangan membuat kegaduhan".
Manager pergi meninggalkan apartemen
"Kau dengarkan, kita akan pergi ke Hongkong nanti sore kau tidak perlu membawa barang apapun".
"aku sedikit khawatir".
Tianxi tiba tiba memeluku dan mengatakan "jangan khawatir kita pasti berhasil".
Tianxi mengaktifkan ponselnya, layarnya penuh dengan notifikasi panggilan tak terjawab puluhan kali. Tiba tiba ponselnya bunyi terlihat di layar nama bos besar dia langsung mengangkatnya.
"Ayah ingin kamu pulang secepatnya".
"Iya aku akan pulang".
"Bawa dia, kenalkan padaku".
"iya, aku akan kenalkan pada semuanya. sudah ya ku tutup telponnya". langsung menutup sambungan telpon.
"Kau benar benar tidak sopan pada ayahmu".
"Dasar anak so tau menyebalkan".
"Yhaaa, kau juga menyebalkan tidak peka pada situasi mu".
"Apa maksudmu?".
"kau bodoh, ayo cepat kita ke hotel nanti terlambat".
"ah sial aku ingin mengumpat rasanya dasar orang aneh".
Kami pergi ke Ji hotel dengan mobil Tianxi. Kami langsung pergi ke kamar Tianxi dia mengambil satu koper untuk di isi beberapa dokumen pekerjaannya kamar ini memang miliknya saat ia di Korea dia akan menempati kamar ini semua karyawan pun sudah tau hal itu.
kami kembali bertemu dengan manager, dia memberikan dua ponsel milik Tianxi yang sengaja di tinggalkan di meja lobi hotel agar orang lain yang mengangkat telpon dari ayahnya. Kami juga sudah memberitahu semuanya bahwa kami akan Ke Hongkong sore ini.
Kami tiba di bandara salah satu staff menghampiri kami mengatakan bahwa jalur kami sedikit berberbeda jadi kami langsung pergi untuk naik pesawat pribadi keluarga Ji.
Setelah penerbangan selama beberapa jam, kami pun tiba di bandara dan sudah di tunggu oleh beberapa orang untuk menuju ke villa pribadi Tianxi, sejak ia di bawa ke Hongkong Tianxi tidak tinggal di rumah utama bersama ayahnya ia tinggal bersama pengasuh dan para asisten di villa tersebut.
"kami sedang dalam perjalanan kesana, siapkan makanan dan jangan taruh wine di meja". Perintahnya pada seseorang di telpon.
"Kau menelpon siapa?". Tanyaku penasaran.
"Itu bibi Xue, orang yang dekat denganku sejak aku tinggal di sana.
"Oh jadi bibi Xue itu pengasuhmu, pasti kau kesepian ya jauh dari ibu mu".
"Aku bertemu dengan ibu ku tidak bisa setiap tahun dia sibuk dan jika nenek sihir itu tau dia selalu melarangnya memenemuiku".
"Maksudmu istri ayah mu itu?".
"ya dia".
Kami pun sampai di villa Tianxi, di pintu masuk kami sudah di sambut beberapa orang.
"Ini bibi Xue yang tadi bicara di telpon denganku". Jelas Tianxi.
"oh hallo bibi Xue senang bertemu dengan mu, aku Eugene". menyodorkan tangan untuk bersalaman.
"Senang bertemu dengan mu nona muda Eugene, aku bibi Xue pengasuh Tuan muda". seraya bersalaman.
Bibi Xue bisa berbahasa inggris jadi kami tidak kesulitan untuk berkomunikasi. Kami masuk dan langsung menuju meja makan. Di depan ku sudah tersaji banyak makanan "siapa yang akan menghabiskan makanan sebanyak ini". Gumamku dalam hati.
"Ayo makan tidak usah heran melihatnya setelah kita selesai makan para asisten lah yang akan menghabiskannya jadi ambil yang ingin kamu makan saja supaya mereka tidak makan makanan sisa". Jelas Tianxi.
"Apa sejak dulu begitu?".
"Mereka akan makan setelah aku selesai makan".
"Apa kau ini raja hah? kenapa juga mereka harus menunggumu aneh sekali".
__ADS_1
"Mereka sudah begitu sejak aku disini".
Kami makan, aku melakukan sesuai apa yang Tianxi katakan hanya mengambil secukupnya yang ingin aku makan. Aku sedikit merasa tidak nyaman karna saat kami makan para asisten berdiri di belakang kami menunggu kami selesai atau mungkin menunggu jika ada keluhan atas makanan yang mereka sajikan.
Setelah selesai makan, aku memuji atas makanan yang sudah mereka siapkan aku membungkuk empat puluh lima derajat untuk memberi penghormatan. Aku tidak terbiasa dengan suasana kaku di rumah ini, Tianxi langsung menarik tangan ku untuk menuju lantai dua rumah itu.
"yhaa, mau kemana?".
"Kita ke atas ke kamar ku kau kan belum pernah datang kesini".
"wahh ternyata kau memang narsis ya memajang foto mu dengan ukuran sangat besar di kamar".
"Bukankah aku tampan? Kau tidak pernah terpesona padaku? Padahal banyak gadis gadis yang bahkan rela ingin tidur denganku".
"Apa aku harus bangga? dasar kau mesum".
"Apa kau pernah berciuman?".
"memangnya kenapa? kau mau pamer lagi padaku bahwa sudah bisa mencium banyak gadis?".
"Tidak usah galak aku juga tau kau belum pernah melakukannya".
"Berisik kau, dimana kamar ku?".
"Apa kau kira aku mengajak mu kesini untuk bersantai? Nanti malam kita harus bertemu dengan keluarga ku jadi setelah ini kita harus pergi belanja".
"Ayo berangkat sekarang, setelah itu aku mau tidur aku ngantuk".
"Di pesawat tidur, sekarang mau tidur lagi kau benar benar hanya suka makan dan tidur".
Kami berdua pergi ke sebuah Mall, Tianxi menggunakan masker dia bilang agar tidak di kenali. Aku merasa ingin tertawa mendengarnya bicara seperti itu dia benar benar punya tingkat kepercayaan diri yang tinggi.
Salah satu karyawan mengenalnya kemudian menyapa kami. Tianxi memilihkan aku pakaian, tas, dan beberapa heels semua yang dia tunjuk dia bayar aku diam saja tidak banyak bicara hanya menurut pada perkataannya agar semuanya cepat selesai karna aku mengantuk.
Kami kembali ke villa...
Tianxi menunjukan kamar yang akan ku tempati, aku langsung merebahkan diri "ahh, akhirnya aku bertemu denganmu kasur aku lelah sekali".
"kau lebih suka dengan kasur dari pada aku?".
"Tentu saja, sana keluar aku akan tidur sebentar".
Tianxi pun pergi meninggalkan ku sendiri, aku benar benar langsung tertidur setelahnya ya aku ini memang bisa tertidur dimana saja saat tempatnya sudah nyaman.
Rasanya belum lama tapi aku sudah di bangunkan ada seseorang yang di bawa masuk Tianxi ke kamarku, dia adalah seorang makeup artist. Dia bilang wanita itu akan membantuku berpakaian dan berdandan.
Tiba waktunya pergi ke kediaman utama Ji family, aku juga sudah selesai bermakeup dan turun menuju Tianxi yang sudah menunggu di bawah. Dia beranjak dari tempat duduknya langsung menghampiriku aku sangat gugup aku khawatir denga suasana di rumah itu nanti.
"Kau cantik sekali, tidak perlu khawatir bersikap lah senyaman mu".
"Baiklah".
Sampai di kediaman utama..
Kami masuk disambut beberapa pegawai, kemudian ayah dan ibu nya turun begitu juga dengan kakak nya yang bernama TianQin. Aku sangat gugup tapi tangan ku terus di genggam oleh Tianxi, tapi kemudian aku berpikir kenapa juga aku se khawatir ini kami kan hanya pura pura aku langsung bisa menguasai diriku sendiri dengan bersikap manis di depan keluarga Tianxi.
Kami langsung ke meja makan Tianxi bersikap sangat dewasa saat itu aku tidak pernah melihat karakternya yang seperti itu selama bertahun tahun dia sungguh mengejutkan.
karna aku tidak mengerti bahasa cantone maka kami bicara dengan bahasa Inggris.
Ayah Tianxi
"Kau suka wine jenis apa?". Tanya ayahnya.
"Aku tidak bisa minum alkohol, aku ada alergi".
"Oh benarkah itu alergi yang cukup unik".
Ibu sambung bicara dengan bahasa cantone, Tianxi mengartikannya untuku.
"Kau besar dimana?.
"Aku besar di Rusia".
"Sudah lama mengenal putraku?".
"ya, sejak lima tahun yang lalu".
"apa pekerjaan ayahmu?".
"Ayahku seorang pengacara dan ibu ku pembuat parfum".
"Hanya orang biasa tapi berani berkencan dengan putra Ji grup". ucap ibunya.
Tianxi tidak menerjemahkan nya ia yang malah menjawab perkataan ibunya, aku tidak tau apa yang mereka bicarakan suasana makan jadi semakin kaku. Tianxi menyuruhku bangun dan menarik tangan ku untuk menyudahi makan malam itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
Terimakasih sudah menyempatkan waktu nya untuk membaca, saya usahakan untuk update setiap hari...
__ADS_1