
Rimba membuka pintu lalu merasakan suasana remang-remang.Ia melirik kekanan dan kekiri untuk mencari Inka,ia mendapati Inka sedang minum bersama dua orang perempuan,sudah tidak diragukan lagi mungkin itu adalah teman dulu Inka saat Inka sedang nakal-nakalnya.Rimba pun menghampiri Inka.
"Ka,lo ngapain disini?ayo kita pulang" kata Rimba.
"Haha gue gak mau pulang,Irad brengsek Rimba,gue mau dia mati" gunam Inka yang sedang mabuk berat sepertinya.
"Mulut lo bau alkohol,lo banyak minum pasti ka,udah sekarang lo gue anterin pulang" ujar Rimba sembari membopong Inka keluar klub malam tersebut.
Setelah keluar dari klub malam Rimba berfikir bahwa ia tidak bisa membawa Inka dalam kondisi seperti ini menggunakan motor lalu ia mengeluarkan ponsel dari saku celananya lalu ia menelfon seseorang yang mempunyai mobil.Lalu datang lelaki keluar dari tempat billiard melempar kunci mobil.
"Mobil gue warna hitam bro" kata lelaki tersebut.
"Oke" balas Rimba.
Rimba pun membopong Inka kedalam mobil tersebut.Lalu ia masuk ke dalam mobil di depan untuk membawa Inka pulang.
* * * * * *
Selama di perjalanan Inka selalu mengucapkan kata-kata Irad brengsek,Irad harus mati.Rimba hanya diam mendengarkan Inka,ia pikir bahwa itu adalah baik untuk Inka karena Inka bisa meluapkan isi hatinya.
* * * * * *
Sesampainya dirumah Inka pintu pagar langsung terbuka karena ada satpam.
"Makasih pak,apa kak Ratu sudah pulang pak?" tanya Rimba pada satpam dirumah Inka.
"Sama-sama dek,nyonya Ratu katanya hari ini tidak akan pulang karena ada telfon dari assistennya untuk pergi ke Aceh dek" balas pak satpam tersebut.
"Oh gitu ya pak ya sudah sama membawa Inka kedalam dulu ya pak" ujar Rimba yang dibalas anggukan satpam yang tadi.Rimba pun menggendong Inka untuk masuk kedalam kamar Inka
* * * * * *
Rimba pun menurunkan Inka dengan sangat hati-hati agar Inka tidah terbangun.Setelah sudah diturunkan ke ranjang Rimba melihat ponselnya ada dua pesan dari Ratu dan temannya yang punya mobil.
Kak Ratu :
Rimba,maaf mengganggu malam-malam kakak cuma mau memberitahu, kakak sedang berada di Aceh jadi kakak titip Inka sama kamu ya Rim.Kamu menginap dirumah saja untuk malam ini,kalau masalah tidur dimana nanti kamu tanyakan bi Asih ada satu kamar kosong kok.Makasih ya Rimba.
: Rimba
Oh iya kak.Sama-sama kak Ratu
* * * * * *
Rony :
Mobil gue lo pake aja,gue balik pake motor lo ya!
: Rimba
Oke bro,thanks
Rony :
(Read)
* * * * * *
Rimba pun diberi tahu bu Asih untuk tidur di kamar yang ada di lantai satu.
"Makasih bi Asih" kata Rimba.
"Enya jang sami-sami,lamun ujang aya peryogi tong eraannya panggil bibi weh nya" ujar bi Asih.
(iya sama-sama,kalau ada keperluan jangan malu buat manggil bibi).
Rimba pun masuk kedalam kamar tersebut.Ia mendapati chat dari Irad.
Irad :
Gue tahu lo bawa Inka ke tempat billiard kan?
: Rimba
bukan urusan lo cowok ganjen
Irad :
Gue gak ganjen cuma kebetulan ketemu sama mantan lo.
: Rimba
Mantan lo juga kan? oh ya gue lupa,lo kan gak pernah putusin Jessie.
Irad :
(Read)
:Rimba
Oh ya lo jangan sirik ya,gue disuruh kak Ratu buat nginep dirumah Inka.
Balas Rimba memanas-manasi Irad.
Irad :
(Read)
* * * * * *
__ADS_1
Irad khawatir dengan keadaan Inka,dan sekarang Rimba sedang bersama Inka.Ia tahu sudah berapa kali ia mengecewakan Inka sampai Inka koma dan sekarang ia melakukan kembali kesalahannya.Ia tidak tahu bahwa Jessie akan datang ke tempat yang sama,ia sudah berfikiran bahwa Inka akan memutuskan hubungan Irad dengan Inka.
"Maafin gue ka,gue banyak ngecewain lo,gue gak bisa terus-terusan bikin lo kaya gini ka"batin Irad.
* * * * * *
" Kriingggg...Kriiiinggg..Kriiiingggg"Terdengar suara alarm yang menunjukkan pada pukul 6 pagi.Inka pun terbangun dan langsung masuk ke kamar mandi.Setelah siap Inka turun kebawah berniatan untuk sarapan.Ia terkejut saat melihat Rimba sedang berada di meja makan.
"Udah bangun lo?" tanya Rimba sembari memakan sepotong roti yang telah dibuatkan bi Asih.
Bukannya menjawab pertanyaan Rimba,Imka malah nanya balik.
"Lo ngapain ke sini?" tanya Inka yang kini sudah duduk di hadapan Rimba.
"Numpang makan ka,rumah gue sepi" balas Rimba yang membuat bi Asih tertawa.
"Kieu neng Inka,Ujang Rimba teh kemarin disuruh ku Nyonya Ratu mondok disini buat nemenin eneng" kata bi Asih lalu Rimba pun mengganggukan kepalanya.
(Gini non Inka,Rimba disuruh sama Nyonya Ratu buat nginep disini buat nemenin non Inka)
"Oh gitu,yaudah sekarang kita berangkat Rim"ujar Inka sembari menarik-narik Rimba untuk segera menghabiskan makanannya.
" Lo naik mobil temen gue aja ayo"balas Rimba.Tanpa banyk bicara Inka pun langsung masuk kedalam mobil didepan bersebelahan dengan Rimba.
"Lo kenapa gak bilang ke gue kalau lo kemaren ke klub?" tanya Rimba.
"Gue gak mau bikin lo susah karena gue Rim" balas Inka.
"Ya tapi kan seengganya lo bilang ke gue,nanti gue temenin gitu" kata Rimba.
"Lo jadi kan sekarang melaksanakan janji kita?" tanya Inka.
"Iya iya jadi" balas Rimba.
* * * * * *
Sesampainya disekolah Rimba membukakan pintu mobil dan Inka langsung turun dari mobil tersebut.Banyak yang memperhatikan gerak-gerik Rimba dengan Inka.
"itu kan pacarnya Irad ngapain deket-deket sama si Rimba sih"
"tau tuh ganjen amat"
"kecentilan tuh ceweknya"
Walaupun bisik-bisik suara orang-orang yang membicarakan mereka terdengar oleh Rimba.
"Kalian semua ngomongin gue sama Inka lagi gue habisin lo gak peduli mau lo cewek atau cowok" kata Rimba.
"Lo itu ganteng Rim masa mau sih sama Inka pacar orang?" tanya salah satu dari mereka.
"Inka tunangan gue" balas Rimba yang mampu membuat semua orang terdiam termasuk Irad yang sedang memarkirkan sepeda motornya.
"Hah Rimba tunangan Inka?gue kan statusnya masih pacarnya Inka" batin Irad.
"Gue udah bilang ke kak Ratu kalau lo nanti satu universitas sama gue" kata Rimba.
"Iya kan habis kuliah kita mau langsung nikah kan Rimba" ujar Inka saat ia mengetahui bahwa Irad sudah ada didalam kelas.
"Kamu masuk kelas aja sana nanti dihukum bu Relax" kata Inka kepada Rimba.Rimba pun pergi meninggalkan Inka.
"Lo bener tunangan sama Rimba ka?" tanya Runa.
"Iya lah bener,emang gue bohongan" balas Inka.
Runa tahu bahwa itu cuma akal-akalan Inka untuk membuat Irad cemburu karena hal yang terjadi kemarin.
Bu Relax pun datang memanggil Inka dengan Irad ke ruang guru.Irad pergi duluan ke ruang guru sedangkan Inka belakangan.
Setelah sampai Inka dan Irad pun duduk dihadapan bu Relax.
"Ada apa bu?" tanya Irad.
"Apakah benar kalian pacaran nak?" bu Relax bertanya dengan sangat serius.
Irad memandangi Inka lalu menjawab "Iya bu" sedangkan Inka menjawab " Engga bu".
" Yang benar nak iya apa tidak?"kata bu Relax.Karena tidak mau keduluan Irad Inka menjawab "Tidak bu".
" Baguslah kalau kalian memang tidak berpacaran,kalau kalian berpacaran ibu pasti sudah dimarahi ibu kepala sekolah,ya sudah kalian kembali lagi kekelas"ujar bu Relax.
Inka dan Irad pun keluar ruang guru Inka berjalan didepan sedangkan Irad dibelakang Inka.
"Gue tahu gue salah,tapi apa emang bener lo mau putusin gue,kita kan baru satu minggu lebih pacarannya ka" kata Irad yang membuat Inka diam tidak menoleh kebelakang ia hanya menjawab
"Lo gak denger apa?gue udah tunangan sama Rimba" balas Inka yang langsung lari setelah mengatakan kalimat tersebut.
* * * * * *
Saat Inka sedang sendiri diwaktu istirahat Irad mebghampiri Inka.
"Kita kan belum putus ka,kenapa kamu udah tunangan sama Rimba?" tanya Irad.
"Lo tanya sendiri aja sama diri lo kenapa lo segitu gatelnya sama cewek sampai-sampai lo belum putusin Jessie" ujar Inka.
Rimba melihat Inka sedang di ganggu oleh Irad.Rimba pun berlari kedalam kelas Inka.
"Ayo ke kantin my princess" ujar Rimba yang membuat Inka berdiri dan pergi meninggalkan Irad.
"Gue tahu gue salah ka" ujar Irad saat Inka sudah pergi bersama Rimba.
__ADS_1
* * * * * *
Setelah sampai di kantin Inka berterima kasih kepada Rimba karena telah membawanya pergi dari Irad.
"Kalian cocok" kata Flesia yang kini duduk disebelah Inka bersama Arnold.
"Lo apaan sih" balas Inka.
"Oh ya Runa mana nih?" tanya Inka.
"Runa lagi sama Rolan"Balas Arnold.
" Mereka lagi PDKT emang?"tanya Inka lagi.
"Iya emang lagi PDKT" balas Flesia.
"Gila tuh anak udah dapet aja cowo" kata Inka.
"Cocok lah ka,geng lo deketnya sama anak-anak geng gue" ujar Rimba.
"Iya jadi kita gak canggung kalau ngobrol,Rimba sih orangnya gampang akrab lah gue susah" balas Arnold.
Irad pun datang ke kantin bersama Gishka,Gishka sengaja menyindir Inka.
"Ada yang lagi berantem nih sampai lupa siapa pacar aslinya" kata Gishka.
Inka yang tersinggung dengan langsung berdiri dang menggebrakan meja lalu pergi ke arah Gishka dan menarik kerah Gishka membuat Gishka nafasnya tidak beraturan.
"Maksud lo ngomong kaya gitu apa hah?gue sering diemin lo dan ternyata lo gak pernah mikir malah tambah nyeselin"ujar Inka yang kini masih menarik kerah seragam Gishka.
" Lo pikir gue takut hah?lo berani karena teman-teman lo gengnya Rimba semua kan"balas Gishka yang masih mengontrol nafasnya agar tidak kehabisan oksigen.
"Lo mulai berani ya sama gue" kata Inka yang hendak menonjok Gishka tetapi tangannya di tahan oleh Irad,Inka menoleh ke Irad.
"Jangan kasar kamu itu cewek" kata Irad.Inka mendorong Gishka sampai kepalanya terbentur meja kantin,kini amarahnya berpindah ke Irad.
"Lo" ucap Inka sambil menunjuk wajah Irad.
"Lo cowok brengsek yang pernah ada" Tanpa basa-basi lagi Inka pun melayangkan satu tonjokan untuk Irad yang langsung membuat Irad terjatuh ke lantai.Terlihat di sudut bibirnya berdarah.Semua mata yang ada dikantin tertuju kepada Inka yang sudah menghabisi dua orang.Inka yang melihat sekelilingnya langsung berkata "Pergi lo semua kalau enggak gue bakalan bunuh lo semua",membuat para siswa yang berada disana pergi karena takut oleh Inka.
" Tenangin diri lo ka"saran Rimba kepada Inka,setelah mendengarkan Rimba Inka pun terlihat sudah sangat baik dari pada tadi.
"Buat lo Irad kita udah gak ada hubungan lagi,dan buat lo Gishka kalau lo macem-macem sama gue lagi,gue habisin lo" kata Inka dan langsung pergi menuju ke kelas yang disusul Rimba,Flesia dan Arnold.
Gishka tidak terima dengab perbuatan Inka,ia pun pergi ke ruangan BP untuk melaporkan Inka.Tetapi kini Inka sangat beruntung karena ruangan BP sedang di tutup yang tandanya tidak ada satu pun guru BP yang berada disana.Memang Gishka itu sangat licik.
* * * * * *
"Inka,lo gak apa-apa kan?" tanya Runa.
"Gue gak apa-apa" balas Inka,Inka menghampiri teman sekelasnya yang bernama Baba.Baba anak nakal,ia memiliki banyak motor sports hampir tiap hari ia ganti-ganti motor.Dan kali ini Inka ingin meminjam motornya karena tadi pagi Inka tidak membawa motor sportnya.
"Ba,gue pinjam motor lo ya" ujar Inka.Tanpa banyak bicara Baba pun melemparkan kunci motornya kepada Inka,Inka membawa tas,jaketnya dan langsung pergi ke toilet untuk mengganti baju.Biasanya Inka menenangkan diri dengan cara yang sangat berbeda dengan cewek pada umumnya yang menangis.Inka menenangkan diri dengan pergi ke klub malam,ikut tawuran dan balapan liar,Entag apa yang akan Inka lakukan kali ini.
* * * * * * * *
Inka sudah keluar dari gerbang sekolah menggunakan jeans biru yang sobek dan baju berwarna hitam yang dibalut dengan kemeja kotak-kotak berwarna merah dan hitam.Ia melihat ponselnya banyak panggilan tak terjawab dari Rimba,Runa,Flesia.Ia pun berniat menelfon seseorang.
"Halo,Ra kalau hari ini mau ada tawuran atau balapan liar gue ikut ya,chat gue aja" kata Inka.
"Oke ka,gue nanya temen gue dulu" balas seseorang disebrang sana.
Setelah mendapat pesan masuk Inka langsung mengendarai motornya dengan sangat kencang.
* * * * * *
Inka telah sampai di tempat yang bernuansa hitam dengan banyak tulisan-tulisan seperti nama geng gitu.Dan Inka dihampiri seorang cewek.
"Ka,hari ini adanya tarung bukan balapan liar" kata perempuan tersebut.
"Tinju maksud lo Vira?" tanya Inka.
"Yapss..betul sekali,lawan cewek kok lo tapi bayar 300 ribu jadi nanti kalau lo menang dapet 500 ribu" Balas Vira.
"Gue mau" kata Inka.Inka pun pergi bersama Vira ketempat latihan untuk persiapan tinju nanti malam.
* * * * * *
Irad memencet lagu yang bertuliskan "Feel Special-Twice"." Semenjak lo udah jauhin gue,gue jadi suka k-pop lagi ka" kata Irad sembari memandangi foto Inka yang sedang ada di tempat billiard.Sengaja Irad screenshot story instagram Inka,padahal Inkanya tidak terlalu kelihatan di foto itu.
* * * * * *
Inka sudah siap untuk bertarung dengan lawannya tinggal menunggu kurang lebih 15 menit lagi untuk melakukan tarung bersama lawannya yang tadi.Inka terdiam saat melihat ada seseorang yang ia kenal yaitu Rolan anak geng Rimba,untungnya Rolan tidak melihat Inka.
* * * * * *
Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba.
"Kita panggilan petarung yang pertama yaitu Inka Laudiyya dengan Fidela Viarnida" kata MC tersebut yang membuat Rolan tidak asing dengan nama itu.Dan ternyata benar saja itu adalah Inka temannya,dengan sigap Rolan menelfon Rimba untuk datang ke tempat tarung ini.Tidak lama kemudian,Rimba datang dan melihat Inka sedang menonjok Fidela,Fidela tidak bisa membalas tonjokkan Inka karena dia sudah lemas.
Rimba pun menghampiri Rolan.
"Inka keliatan yang lagi melampiaskan marahnya ke Fidela,daritadi dia tidak berhenti memukuli Fidela"ucap Rolan.
" Biarin,ini cara dia biar dia bisa tenang lagi"balas Rimba.
Apakah Inka akan menang tarung atau sebaliknya?
Like + komen yuu biar bisa up tiap hari hehe.
__ADS_1
Makasihhh kaliaan
I Purple youu💜