
Haiii aku kombek hahayy.. kalian enggak kangen aku?
Hah enggak?
Yaudah enggak apa-apa dehh
Happy reading yakk!
****
Memantau dan mengikuti Inka. Teyri sengaja menggunakan topi, agar Inka tidak mengenalinya.
Ucapan Ratu membuat ia melakukan kejahatan seperti ini. Kasihan. Sebenarnya Teyri kasihan kepada Inka. Bisa-bisanya Ratu maruk mengambil harta Inka.
Aduh kok curhat.
Merasa ada yang mengikuti Inka berbalik ke belakang. Melihat kanan-kiri pun tidak ada siapa-siapa.
Satu langkah.
Dua langkah.
Dan
Teyri merasa Inka kini sudah mulai mengetahui bahwa ada yang mengikutinya. Memilih untuk lari dari Inka. Dan akan mengambil dompet Inka saat Inka sedang lengah.
Tiga langkah.
__ADS_1
Inka memutuskan berbalik melihat kebelakang kembali. Dan nyata nya nihil. Tidak ada siapa-siapa disana.
"Masa iya yang ngikutin gue jin hitam." Ujar Inka berlebihan.
Magic tumbler sctv kali ah pakai ada jin hitam segala.
Berjalan mendekati Runa yang sedang duduk. Inka pun masih teringat dengan sosok perempuan kemarin yang mengikutinya saat dilorong dekat kamar hotel Inka.
"Fle, lo masih inget gak sama orang yang kemarin ada di hotel?" Tanya Inka membuat Flesia memikirkan kejadian kemarin.
Ah iya Flesia ingat.
"Iya gue inget Ka." Balas Flesia sambil mengangkat jari telunjuknya.
"Siapa .. Siapa?" Kepo nya Runa kumat deh.
"Kemarin kan gue sama Inka mau masuk kedalam kamar. Terus Inka ngerasa kalau ada yang ngikutin kita. Inka kasih aba-aba ke gue, hitungan ke tiga kita balik ke belakang. Dan-"
"Dan apaan?" Kata Runa menunggu cerita Flesia dengan wajah serius.
"DUARRR!" Flesia kini sudah mulai berani cenggos kepada kedua temannya. Runa kaget terlihat dari tangannya yang memegang dada.
"Apaan sih lo, gak lucu ah, lanjutin ceritannya." Kata Runa sedikit kesal.
"Gak lucu tapi kaget. Dan bener kata Inka kalau ada orang yang ikutin kita." Lanjut Flesia.
"Terus-terus?" Runa ingin tahu ceritanya lebih jelas.
__ADS_1
"Ya dia kaya yang salah tingkah gitu, iya enggak Ka?" Tanya Flesia yang membuat Inka mengangguk.
"Gue curiga orang itu suruhan nya Ratu." Inka merasa seperti itu.
"Yakin lo?" Tanya Runa. Inka mendelikkan bahunya.
"Ya gue enggak tahu pasti sih. Gue juga enggak boleh nuduh orang sembarangan sebelum ada bukti. Tapi feeling gue itu emang bener orang suruhannya Ratu." Inka kini mulai bijak.
"Gimana kalau itu cuma emang salah orang aja gitu. Siapa tau kalau kemarin dia kira kita adalah temannya terus ngikutin deh. Dan pas dia lihat ternyata bukan." Flesia positif thinking.
"Itu tuh Ka, bisa jadi kata si Flesia." Ujar Runa.
"Tapi feeling gue bilang kalau orang itu adalah suruhannya Ratu." Kata Inka.
"Gak boleh fitnah lo." Balas Runa.
"Iya dah iya." Inka kini membenarkan apa kata teman-temannya. Mungkin benar apa yang dikatakan oleh Flesia.
Tapi Inka merasa kini feelingnya itu benar!
Ah mengapa ia jadi sangat yakin seperti ini.
***
Like,vote dan komen sebanyak banyak nya yaaa... nanti kalau kalian mau aku crazy up deh tapi gak janji.. terima kasih untuk kalian yang senang baca novel aku..
Aku doain semoga kalian sehat2 disana yaa dan semoga apa yang sedang kalian rencanakan di beri kelancaran.. aamiin yra..
__ADS_1
I purple you💜💜💜