Fanboy Vs Badgirl

Fanboy Vs Badgirl
19.Bali


__ADS_3

Kalian pasti pernah merasakan dua hal dalam satu hari.Ya tidak?.Sedih dan senang itulah yang sekarang dirasakan Inka.Inka tidak tahu mengapa hidupnya seperti ini.Mungkin tuhan sudah memberikan akhir yang baik untuk Inka.Saat dipesawat Inka lebih banyak diam.Ia hanya melamun.Tetapi saat sudah sampai di Bali ia terlihat lebih ceria karena paman Toni dan anaknya Mita sudah menunggu Inka.Inka sangat-sangat senang melihat mereka.


"Ngapain lo?senyam-senyum mulu" kata Runa yang barisannya sama dengan Inka.


"Itu ada om gue,eh boleh gak sih Run gue keluar barisan?"tanya Inka.


" Lo bilang gih sana ke bu Relax tuh orangnya dibelakang"balas Runa.Inka tidak melanjutkan percakapannya dengan Runa,ia langsung menghampiri bu Relax yang berada dibelakang.


"Ada apa Inka?" tanya bu Relax kepada Inka saat ia melihat Inka menghampirinya.


"Bu,Inka boleh keluar barisan dulu gak?" tanya Inka.


"Mau ngapain emangnya Inka?" bu Relax berbalik nanya.


"Itu disana ada om Inka bu,om Inka mau ketemu sama Inka" kata Inka.


"Yaudah kesana aja,nanti ibu bilang ke pak supir buat nungguin kamu" ujar bu Relax membuat Inka langsung berlari ke arah pamannya.


"oomm" kata Inka dari jauh.


"om,Inka kangen banget sama om,Inka gak dianggap adik lagi sama kak Ratu" kata Inka sambil memeluk tubuh besarnya Toni.Toni terdiam saat mendengarkan kata-kata bahwa Ratu sudah tidak menganggap Inka sebagai adiknya.


"Loh kenapa ka?" kata om Toni.


"Panjang ceritanya om,nanti Inka chat aja,kalau cerita sekarang nanti Inka ditinggalin lagi sama temen-temen" kata Inka yang kini beralih kepada Mita yang masih berumur 4 tahun,ia membawa boneka teddy bear.


"Haii Mitaaa" kata Inka sambil melambaikan tangannya.


"Halo,kakak Inka" kata Mita saambil terbata-bata karena ia gugup.


"Jangan takut,ini kakak Inka.Ini buat Mita ya" kata Inka sambil memberi sebatang cokelat kepada Mita.


"Makasih kakak Inka" kata Mita sambil memeluk Inka.


"Yaudah kakak mau pergi dulu ya Mita,om" kata Inka.


"Ini dari papa dulu sebelum wafat buat kamu,kakak kamu sudah diambil bagiannya" kata Toni sambil memberi atm dan kartu kredit yang memang dari papa Inka untuk Inka kalau beliau sudah wafat.


"Makasih om,om nanti kalau aku sudah lulus kuliah,aku mau kerja diperusahaan papa ya om" kata Inka.


"Iya kamu memang disuruh papa untuk bekerja di perusahan papamu tetapi yang berada di Jakarta ka,Bukan dibali" kata Toni.


"Yaudah sana nanti di tinggalin,kalau mau main ke Bali kerumah om aja ya"lanjut Toni.


"Oh iya om,Inka duluan ya" kata Inka saambil berjalan mundur lalu berlari.Ia melambaikan tangan saat ia sudah masuk minibus.


"Waduh kayaknya ada yang dapet rejeki nih" sindir Runa sambil ketawa-ketawa dengan Flesia.


"Iye ntar gue traktir" kata Inka.


"Yess,lo peka banget dah" kata Runa.


"Makasih ka" kata Flesia.


"Iye" balas Inka.Inka merasakan ponselnya bergetar,lalu ia mengeluarkan ponselnya yang berlogo apple namun kini tampak berbeda dari sebelumnya.


"Waduh gila,lo beli handphone baru?Iphone 11 pro atau pro max tuh" kata Flesia.

__ADS_1


"Ntar gue kasih tau,sekarang gue mau bales chat dulu"Jawab Inka.


Irad :


Udah di minibus ka?


: Inka


Udah Rad,kamu dimana?


Irad :


Aku udah dihotel,lagi sibuk buat acara pembukaan study tour,kayanya aku gak selalu bisa sama kamu deh soalnya sibuk osis nih.Aku liat tas kamu dibawa Rimba?


: Inka


Iya gak apa-apa,kamu jangan lupa makan ya,iya Rimba yang bawa soalnya tadi ia ngeliat banyak banget barang bawaan aku.


Irad :


Iya gak apa-apa kok,untung ada Rimba kalau gak ada kamu kecapean nanti bawa bawaan yang tadi.


: Inka


Iya Rad.


Inka tidak menyangka Irad akan mengatakan seperti itu,ia kira Irad akan cemburu dengan Rimba tetapi tidak,tidak sama sekali.Inka mencek ponselnya dan terlihat Irad sudah tidak online dan pesannya masih centang dua abu.Inka mencari kontak pamannya Toni dan ia menceritakan mengapa kakaknya sudah tidak menganggap ia sebagai adiknya.Setelah mengirim pesan minibus pun berhenti karena sudah sampai di hotel yang dituju.


" Turun,turun anak-anak"kata bu Relax yang baru turun dari minibus.Siswa pun langsung mengantri untuk turun,Inka turun paling belakang,ia melihat ada atm.


"Run,gue ke atm dulu ya" kata Inka kepada Runa.


"Kenapa ka?keluar atm kaya yang kaget" kata Flesia.


"Itu..Itu" kata Inka gugup.


"Itu apaan?" ujar Runa.


"Saldo atm gue 900juta lebih coy" kata Inka sambil loncat-loncat.


"Widih,kebagian dong kita" Kata Runa membuat Flesia menganggukan kepalanya.


"Iye kebagian kok tenang aja" kata Inka.Inka sangat berterima kasih kepada papanya disaat ia tidak diberi uang jajan oleh Ratu,ia masih punya uang dari papanya yang bisa ia gunakan untuk sehari-hari.


"Udah ayo masuk" kata Runa dan Flesia sambil menari lengan Inka yang masih senyum-senyum sendiri.Mereka berada dalam satu kamar dikamar nomor 198 sedangkan Irad dikamar 197 jadi bersebelahan,kalau Rimba,Rolan dan Arnold dikamar 200 agak jauh sih.Bu Relax memerintahkan anak-anak di grup kelas untuk istirahat dulu karena besok akan dilaksanakan study tournya.Saat Inka hendak mematikan ponselnya,Irad menelfonnya,ia lalu mengangkat telfon dari Irad.


"Halo Inka" Suara yang agak serak ciri khas Irad yang membuat Inka makin jatuh cinta kepadanya.


"Iya ada apa Rad?" tanya Inka.


"Kamu bisa gak ke pantai deket hotel kok,tinggal jalan kaki aja,aku tunggu kamu disini ya" kata Irad yang langsung mematikan telfonnya.


"Halo...Halooo" kata Inka tetapi telfonnya sudah dimatikan oleh Irad.Inka langsung, masuk kedalam kamar mandi dengan rusuh membuat Runa dan Flesia menaikan alis dan bertatapan lalu menggelengkan kepalanya.


"Lo ngapain sih rusuh amat" kata Runa.


"Lo harus ikut gue kepantai sebelah hotel ya" ujar Inka.

__ADS_1


"Lah emang,gue sama Flesia mau kesana bareng cowok kita" kata Runa.Inka tidak menjawabnya ia sibuk mandi.Setelah selesai mandi Inka keluar dengan baju yang simple,hanya celana kulot berwarna cokelat susu dan baju balonnya berwarna hitam dipadu dengan tas yang ia pakai didadanya berwarna bening,terlihat di tas itu ada ponsel iphone 11 pro milih Inka,uang yang ia taruh merah semua dan dompet tak lupa ia bawa.


"Modis bagus cocok-cocokin bajunya" kata Flesia.


"Gue malah salfok sama duit merah semua yang ada ditasnya Fle" kata Runa membuat Inka tertawa renyah.


"Duit mulu pikiran lo,ntar gue bagi ya" kata Inka membuat Runa mengangguk.Inka sangat cantik kali ini dengan rambut yang sengaja diurai.


"Keritingnya dibawah doang rambutnya,gue suka tuh kaya gitu"kata Runa.Inka hanya sibuk bercermin sambil menunggu Rimba dan lainnya.


"Rolan udah didepan ayo"kata Runa.Mereka pun langsung keluar


* * * * * *


Sesampainya di pantai,Inka melihat kekanan dan kirinya.Tidak terlihat wajah Irad.Sampai ia merasa ada yang memegang bahunya dari belakang,Inka pun berbalik.


"Kamu,kesini sama osis?" tanya Inka pada Irad.


"Iya nanti kita selesai study tournya penutupannya disini" kata Irad.


"Tuh,lupa kan mereka,katanya mau traktir gimana sih" kata Rimba yang masih mengingat janji Inka untun memberinya traktiran.


"Yaudah kita ke starbucks dewata aja gimana?deket ko dari sini" kata Inka seperti yang sudah hatam dengan kota Bali.Membuat para temannya mengangguk.


* * * * * *


Sesampainya distarbucks dewata,Inka memesan menu yang menurutnya enak karena teman-temannya tahu bahwa ada menu berbeda dan menu itu hanya ada di starbucks dewata saja.Setelah memesan Inka memilih duduk diatas.


"Starbucksnya beda banget ya dekorasinya" kata Flesia yang terlena dengan keindahan kedai ini berbeda dengan yang berada di Jakarta.


"Iya mereka dekorasiin ini cuma buat starbucks di dewata dan menunya juga ada yang cuma ada disini.Diluar juga kita bisa lihat tanaman kopi dan alat-alat proses bikin kopi bubuk" kata Inka.


"Oh gitu bu guru" ujar Rimba dengan sengaja karena ia melihat Inka sangat tahu tempat ini.


"Iya bu guru cantik" kata Inka memuji dirinya sendiri,Irad hanya tertawa kecil.Pesanan mereka pun datang,teman-temannya langsung mencicipi rasa minuman yang katanya hanya ada di starbucks dewata.


"Enak ya ka" kata Arnold.


"Enak lah orang dibayarin" kata Flesia,sepertinya mereka sedang marahan.Teman-temannya tertawa terbahak-bahak apalagi Rimba,ia tertawa sampai minumannya hendak tumpah.Setelah mereka menghabisi minumannya mereka langsung keluar kafe dan berjalan ke arah hotel.


* * * * *


Sesampainya dihotel Runa,Roland,Flesia dan Arnold sudah masuk kekamarnya masing-masing karena tadi mereka jalan duluan.Kini tinggal Inka dan Irad yang masih berada di depan kamar bertuliskan nomor 198.Irad mendekati Inka sampai hidung mereka sudah saling menyentuh,tanpa banyak bicara Irad langsung mencium Inka tepat pada bibirnya,Inka hanya memejamkan matanya.Rimba yang melihat mereka dilorong dekat kamar mereka,merasa sangat sakit hati karena kini orang yang tadinga hendak menjadi pacarnya sudah berpacaran dengan orang lain,dan tepat pada situasi itu dilorong terdengar lagu yang saat ini Rimba banget lagunya


🎶Pernah sakit🎶


🎶tapi tak pernah sesakit ini🎶


🎶Karna pernah cinta tapi tak pernah sedalam ini🎶


🎶ku ingin semua cinta mu hanya untukku🎶


🎶 karena ku tak rela kau bagi untuk hati yang lain🎶.


Sepertinya kondisi ini tidak seperti apa yang Rimba pikirkan.Rimba langsung berjalan kembali.Irad langsung menjauhkan wajahnya dari wajah Inka karena ia merasa ada orang dan ternyata itu adalah Rimba.


"Aku masuk kekamar dulu ya" kata Inka membuat Irad mengangguk.Inka langsung masuk kedalam kamar dan Irad pun berjalan kearah kamarnya,sedangkan Rimba berjalan seperti ia tidak melihat apa-apa tadi.

__ADS_1


Gue emang gak pantes buat lo ka


-Rimba


__ADS_2