
Haiii genksss aku kembali lagi nich hahayy
Gatau kenapa lagi suka buanget nulisss... jan lupa vote,like sama komen yaaa..
Happy Readingg nyuakkk!!!
***
"Kenapa lo harus deket sama om lo Rat?" tanya Teyri.
"Ya gue enggak mau aja kalau perusahaan yang dibali bakalan jadi perusahaan Inka. Lo kan tahu sekarang gue lagi susah." Balas Ratu.
"Rakus ya lo."
"Bukan rakus tapi itu emang hak gue." balas Ratu santai.
"Hak apaan? Itu hak adik lo." Teyri memang benar. Sangat tepat.
"Ah berisik lo, pokoknya ikutin apa kata gue." Jawab Ratu.
"Siap bosque."
***
Hari ini hari terakhir Irad di Bali. Niatnya Irad, Inka dan lainnya akan makan bareng lalu pergi ke tempat travel.
Baru saja mereka tertawa ceria bersama-sama. Bu Luna datang menghampiri mereka.
"OH BAGUS YA! MAMA KIRA BAKALAN PULANG KE JAKARTA TERNYATA IRAD AMPUNNNN!!!" Aduh mak lampir satu ini mengapa kalau bicara harus teriak-teriak sih.
__ADS_1
"E-emang Irad mau pulang ma." balas Irad dengan alasan menenangkan mamanya karena sungguh semua mata disana tertuju pada meja mereka.
"MAU PULANG APA HAH!?" Tetap saja emosi bu Luna tidak dapat hilang begitu saja apalagi saat melihat keberadaan Inka.
Dengan cepat bu Luna mengambil gelas yang berisi minuman milik Runa dan dengan sengajanya menumpahkan tepat di wajah Inka.
Baju Inka basah kuyup karenanya. Irad tak tahu harus bagaimana. Dua orang yang sangat penting, kali ini ia harus memilih salah satu untuk di tenangkan.
"KAMU! GARA-GARA KAMU ANAK SAYA JADI NAKAL BEGINI, KAMU SAMA KAKAK KAMU ITU SAMA SAJA MEMBERIKAN PENGARUH BURUK KEPADA ANAK SAYA!" Tak mau kalah Inka pun langsung menyingkirkan Irad agar ia lebih leluasa berbicara kepada bu Luna.
Bukannya tidak sopan tetapi Inka membela dirinya yang sedang di salahkan oleh bu Luna. Ia tidak mau mak lampir satu ini terus-terusan menyalahinya.
"Maaf ya bu, saya tidak pernah membawa pengaruh buruk kepada anak ibu." Sengaja ada penekanan di kata buruk, agar bu Luna tahu bahwa Inka tidak salah dalam masalah ini.
"HALAH! BANYAK ALASAN KAMU YA! BUKTINYA APA?! IRAD SUDAH LAMA TIDAK PULANG KE JAKARTA DAN ITU PASTI GARA-GARA KAMU!" Bu Luna memang menantang emosi Inka.
"LIHAT IRAD! LIHAAATTT! PEREMPUAN YANG MELAWAN MAMA KAMU ITU TIDAK PERNAH DI AJARKAN SOPAN SANTUN!" Bu Luna menampar Inka sekencang-kencangnya.
"SIAPA YANG TIDAK SOPAN BU? SAYA ATAU ANDA?"
"ORANG TUA SEPERTI APA YANG HARUS SAYA SOPAN KAN?"
"JELAS-JELAS IBU YANG TIDAK SOPAN! ASAL IBU TAHU MAMA SAYA YANG MELAHIRKAN SAYA PUN TIDAK PERNAH MENAMPAR SAYA!" Inka tak kalah tinggi suaranya dengan bu Luna.
"LANCANG SEKALI KAMU YA!" Bu Luna menarik Irad menjauh dari Inka.
Irad terdiam terpaku mendengar perkataan Inka. Ada rasa bersalah kepada Inka. Saat Inka membicarakan tentang almarhum mama-nya. Dan mengapa bu Luna bisa datang dan mengetahui ia berada disini?
"SAYA TIDAK AKAN PERNAH MERESTUI HUBUNGAN KALIAN! MULAI SEKARANG KALIAN HARUS PUTUS!" Berjalan menjauhi Inka. Inka sudah terbawa emosi. Bodo amat dengan apa yang bu Luna katakan.
__ADS_1
"M-ma." Irad mulai berucap.
"IKUT SAMA MAMA DAN JANGAN PERNAH DEKAT-DEKAT LAGI DENGAN DIA!" Tunjuk bu Luna kepada Inka yang masih berusaha meredakan emosinya.
Menggebrakan meja lalu Inka ter-ingat sesuatu penting yang tadi bu Luna ucapkan.
Tadi mak lampir ngomong apaan ya?
Mendadak lupa gini gue. Batinnya
Dan ter-ingat lah perkataan bu Luna. Seolah semua dengan sengaja berputar kembali di otaknya.
"SAYA TIDAK AKAN PERNAH MERESTUI HUBUNGAN KALIAN! MULAI SEKARANG KALIAN HARUS PUTUS!"
Aduh lupa tadi kan bu Luna bilang kalau ia dan Irad itu putus ya?
Arghhhhhh!!!!!
***
Ya ampun Inka bisa lupa gitu yak klo bu Luna bilang putus?
Wkwkwk
Like,komen,vote jugaa yaaa genks biar rajin nulis wkwk.
I purple you
💜💜💜
__ADS_1