
Acara tarung telah selesai sekarang adalah waktunya untuk mengumumkan pemenang tarung hari ini.Inka melihat Rimba yang berada disebelah kiri bersama Rolan,tetapi dia melihat sosok yang tidak asing ditempat ini yaitu Gishka.
"Ngapain tuh mak lampir kesini" batin Inka.Untungnya Gishka sedang asyik mengobrol dengan temannya dan mungkin ia tidak melihat Inka sedang berada disini.
"Dan pemenang di tarung hari ini adalah Inka Raselva" orang yang berbicara seperti itu pun langsung mengangkat tangan Inka.Kenapa nama Inka berubah?karena Inka dikenal dengan nama Raselva oleh teman lamanya.Jadi,ceritanya gini dulu Inka punya geng namanya Raselva dan kebetulan Inka adalah ketua geng tersebut jadi wajar kalau anggota geng lain memanggil Inka dengan sebutan Raselva agar tidak keliru dengan yang bernama Inka lainnya.
Inka tidak seperti wanita lainnya yang kalau menang tarung langsung senyum sumringah.Inka hanya diam tidak ada ekspresi karena menurutnya ini hanya kebetulan
* * * * * *
Setelah diberitahu pemenangnya,Inka langsung pergi ke suatu ruangan untuk beristirahat.Saat Inka hendak duduk di ruangan tersebut tiba-tiba ada bunyi chat yang masuk ke ponsel Inka.Ternyata itu adalah Rimba.
Rimba :
Lo dimana?
: Inka Kepo lo
Rimba :
Gue lagi serius
: Inka
Serius amat bang
Rimba :
(Read)
: Inka
Gue lagi ditempat yang dulu jadi basecamp gue kalau ada masalah.
Rimba :
Bagus jujur,gue udah diparkiran ayo pulang
: Inka
Hm
* * * * * *
Saat sudah siap pulang Inka melihat ada Gishka,dan sebaliknya Gishka juga melihat Inka.
"Lo" kata Gishka kepada Inka.Inka hanya terdiam.Lalu,lelaki yang disebelah Gishka melihat Inka.
"Lo kenal sama Inka?" tanya cowok itu terhadap Gishka.
"Kenal lah,orang satu sekolah" jawab Gishka yang masih melihat ke arah Inka.Inka sengaja dia karena ingin mendengarkan pembicaraan mereka berdua.
"Dia yang tadi menang tarung cewek" kata laki-laki tersebut,membuat Gishka menaikan sebelah alisnya.
"Gak punya duit kali ya sampai-sampai ikut tarung,kasian amat lo,nih gue kasih duit" ujar Gishka sembari mengeluarkan lima lembar seratus ribuan yang dilemparkan ke arah Inka.Inka sudah tidak bisa menahan emosinya.Inka pun berjalan sambil menginjak uang yang tadi dilemparkan Gishka lalu mendekati dirinya kepada Gishka dan menyingkirkan laki-laki yang tadinya berada disebelah Gishka.
"Gue gak butuh duit lo,duit lo itu haram" ucap Inka dan langsung menampar pipi Gishka dengan keras bahkan sangat keras sampai pipinya Gishka berwarna merah.
__ADS_1
"Lo ganggu hidup gue sekali lagi,gue habisin lo"kali ini bisa terdengar bahwa Inka sedang tidak main-main dan tidak mau memberi kesempatan lagi kepada Gishka untuk mencaci makinya.Inka pun ditarik oleh Rimba yang sedari-tadi memperhatikannya,lalu Rimba membawa Inka keparkiran motor
* * * * * *
"Tuh cewek nyebelin banget sih" gunam Inka saat di lampu merah.Rimba merasa kasihan terhadap Inka dan ia mengalihkan topik.
"Sabar,kita makan aja yu,mau di cafe atau di pinggir jalan" kata Rimba.
"Terserah lo aja" balas Inka yang terlihat masih sangat marah terhadap Gishka.Rimba pun mengangguk lalu membawa Inka pergi ke cafe saat sudah sampai di cafe Inka melihat Gishka jalan bersama om-om.Inka pun mengucek-ucek mata apakah benar yang ia lihat adalah Gishka,ternyata benar yang ia lihat adalah Gishka yang tadi sudah meremehkannya di tempat tarung.Inka terdiam saat Gishka dengan murahnya mau di pegang tangannya oleh om-om itu.
"Ka,lo kenapa" tanya Rimba yang membuat Inka mengatakan
"Berisik lo,liat deh itukan si Gishka ya kan?".
" Iya bener ka,lah ngapain dia diem disini sama om-om lagi"balas Rimba.
"Ayo cari tahu" ujar Inka yang langsung menarik tangan Rimba untuk masuk kedalam cafe tersebut.Inka memilih meja yang berada di belakang Gishka dan menutupi wajahnya mengunakan daftar menu sedangkan Rimba menggunakan topi yang ada di jaket nya.Mereka mendengarkan apa yang dibicarakan Gishka dengan om-om tersebut,tapi ada seorang pelayan datang ke arah Inka.
"Mba,mau pesan apa?" tanya pelayan tersebut yang langsung membuat Inka kaget bukan main.
"Pesen mango float aja mba dua tapi nanti pas dibawa kesini mba gak usah ngomong ya diem aja terus simpen" balas Inka.Pelayang pun menuruti kata Inka iya memberi tanda ok.
"Om Gishka mau diajarin tarung ya biar bisa ngalahin temen Gishka" kata Gishka kepada om yang ada didepannya.
"Om Hari akan kasih semua yang kamu,asal ada syaratnya kamu udah tahu kan?" tanya om itu kepada Gishka.
"Siap om udah tahu kok" balas Gishka.Suaranya di lembut-lembutkan sampai Inka dan Rimba pun sakit perut mendengarnya.Tak lama kemudian pesanan Inka datang seperti apa yang diberitahu Inka pelayan hanya menyimpan pesanan Inka dan langsung mengambil uang yang sudah Inka taruh di mejanya.
"Lo tau kan pasti ke arah mana ini obrolan mereka" tanya Inka kepada Rimba secara bisik-bisik.
"Iya gue tahu" balas Rimba yang sama sembari bisik-bisik.
"Iya bawel lo" balas Rimba.
* * * * * *
"Om kayanya kita pulang sekarang aja deh" ucap Gishka.Gishka pun pergi bersama om Hari melewati Inka dan Rimba yang pura-pura tertidur dimejanya dengan menutupi wajahnya.
"Cabut,cabut" ujar Rimba kepada Inka dan mereka pun langsung pergi dari cafe tersebut dan mulai mengikuti mobil om-om tersebut.
"Arahnya sih kaya ke hotel punya bokap gue ka"kata Rimba.
" Serius lo?"tanya Inka.
"Iya serius" jawab Rimba.Dan benar mereka belok ke hotel Paradise yang dimiliki oleh ayahnya Rimba."Kan gue bilang juga apaan"lanjut Rimba.
* * * * * *
Setelah parkir motor Rimba dan Inka langsung pergi masuk kedalam hotel tersebut dan melihat om Hari sudah berjalan menjauh dari tempat booking hotel.
"Mas,saya Rimba anaknya pak Wendy pemilik hotel ini,saya mau tanya mas kalau
om yang tadi nginep di kamar nomor berapa ya?" tanya Rimba.
"Oh iya bos saya Rian,om tadi namanya Hari nginap di kamar nomor 265 bos" ucap mas Rian yang berada di hadapan Rimba
"Kamar nomor 264 kosong engga ya mas?" tanya Rimba.
__ADS_1
"Kosong bos,bos mau beristirahat dikamar tersebut?" tanya mas Rian.Rimba pun menggangguk."Ini kuncinya bos"mas Rian memberi kunci kepada Rimba.
"Sekalian saya mau pinjam baju CS ya"kata Rimba.
"Ini bos" dengan cepat mas Rian memberi baju pegawai cleaning servis kepada Rimba.
"Thanks" balas Rimba.
* * * * * *
Sesampainya dikamar no 264 Inka dan Rimba mengatur strategi untuk mengetahui apa yang dilakukan Gishka bersama om Hari.
"Lo liat dari balkon ya tapi lo pake topi biar gak kelihatan soalnya gorden di hotel ini warnanya bening beda sama hotel lain jadi pasti kelihatan mereka lagi ngapain,nah nanti gue dateng pura-pura jadi cleaning servis bersihin kamar mandinya ok?" Jelas Rimba.
"Siap Rim,laksanakan" kata Inka sembari memberi hormat kepada Rimba.Rimba yang telah mengganti pakainnya sejak tadi pun langsung keluar dari kamarnya.Inka melihat dari balkon yang ditutupi tanaman kalau Gishka sudah mengganti baju dengan baju seperti daster berwarna seperti kulit ia pun langsung videokan Gishka.Saat mereka sudah bersiap tiba-tiba Rimba mengetuk pintu kamar Gishka dan dibuka oleh om Hari.
"Ada apa ya mas?" tanya om Hari.
"Kata atasan saya kamar mandi di kamar nomor 265 sedang kotor jadi harus saya bersihkan pak" jawab Rimba sambil menunduk.
"Ya sudah tetapi kalau sudah beres langsung keluar ya mas" kata om Hari.
"Baik,pak" balas Rimba.Rimba pun masuk ke kamar hotel tersebut lalu menutup pintunya.Sayang,kamar mandinya berada setelah pintu masuk jadi Rimba tidak bisa melihat dengan jelas apa yang Gishka lakukan dengan om tersebut.
* * * * * *
Mereka tidak melakukan apa-apa saat Rimba masih berada disana lalu Rimba keluar dan langsung maksud kedalam kamarnya ia melihat Inka berada dibalkon sambil memegang ponsel miliknya.Rimba pun langsung menghampiri Inka.
"Gimana pas lo disana mereka ngapain?" tanya Inka.
"Gak ngapa-ngapain udah kita pantau dari sini aja" balas Rimba.
Setengah jam kemudian waktu telah menunjukan pukul 12 malam.Dan ternyata benar apa yang ada di pikiran Inka dan Rimba mereka memvideokan Gishka sekitar durasi 15 menit mungkin sudah cukup untuk Inka membalas dendam kepada Gishka.Inka dan Rimba pun memutuskan pulang pada waktu sekitar pukul 2 malam.
* * * * * *
Keesokan harinya saat sedang istirahat Gishka kekantin bersama Irad sedangkan Inka seperti biasa bersama Runa,Flesia yang sudah ditunggu Rimba,Rolan dan Arnold disana.
"Anak siswa sini ada yang jalan sama om-om masa" kata Inka sambil melirik ke arah Gishka,Runa dan Flesia hanya berkata "iya gak tau malu" mereka tahu karena Inka memperlihatkan video yang telah ia ambil bersama Rimba.Gishka menoleh kebelakang lalu melanjutkan makan baksonya.
"Mereka nyindir gue gitu?tapi mereka tau dari mana?" batin Gishka.
"Gue mau kasih tau bu Relax sih tentang kejadian semalem di hotel Paradise punya bokapnya Rimba" ujar Inka memanas-manasi Gishka,Gishka terlihat tenang agar ia tidak ketahuan.
Dan benar saat bu Relax berjalan ke kantin Inka mendekati bu Relax lalu memperlihatkan video yang ia ambil kemarin,terlihat jelas disitu adalah wajah Gishka.
"Gishka,ikut saya keruang kepala sekolah" ujar bu Relax kalau didengarkan sih seperti antara marah dengan malu.
"****** gue,tenang Gishka mungkin ini bukan tentang om Hari" gunam Gishka di dalam hati.
* * * * * *
Saat di ruang kepala sekolah sudah ada Inka dan Rimba sebagai saksi,kali ini Gishka tidak bisa berbohong.
"Gishka,kamu telah mempermalukan sekolah ini" ujar ibu kepala sekolah sembari menggebrakan meja membuat Gishka terkejut.
Kira-kira Gishka di DO ga yaa?
__ADS_1
Like terus yuu >>>>
I purple you💜