
Seseorang yang menahan lengan Inka adalah Ratu kakaknya."Inka,kakak sudah bicara ke bu Relax kamu ijin hari ini karena ada keperluan keluarga"ucap Ratu dengan sangat berwibawa."Oh gitu kak,sebentar ya Inka mau ambil tas sama jaket Inka dikelas"balas Inka yang membuat Rimba melepaskan genggamannya."Iya dek, kakak tunggu disini ya"kata Ratu.Inka pun berlari menuju kekelasnya."Kamu ini siapa ya?temannya Inka kah atau pacarnya Inka?"tanya Ratu kepada Rimba.Lalu Rimba salim kepada kakak Inka dan menjawab"oh bukan kak saya temannya Inka,dulu kami sekelas waktu sd sebelum Inka pindah kak dan sekarang kita satu sekolah lagi"ujar Rimba."Oh temen sd-nya Inka"kata Ratu yang membuat Rimba mengangguk.Inka pun datang sembari berlari-lari rambutnya yang berwarna merah ke-cokelatan terkibas-kibas saat Inka berlari."Ayo kak"kata Inka."Kami pamit pergi dulu ya Rimba sampai ketemu lagi dengan saya"ucap Ratu kepada Rimba."Siap kak"Rimba berhormat pada kakaknya Inka.Inka sama Ratu pun pergi keluar sekolah."Ternyata Rimba temen sd nya Inka pantesan kaya udah deket banget,tapi kalo benar mereka teman sd kenapa waktu itu Rimba minta kenalan sama Inka?"Irad bertanya didalam hatinya.tidak setiap soal ada jawabannya dan pepatah itu yang sekarang dirasakan Irad.
* * * * * *
"Kak,kita mau kemana sih" tanya Inka."Kakak mau pindahin kamu sekolah Inka kita ga bisa tinggal di Jakarta lagi"balas Ratu yang membuat Inka bertanya-tanya kenapa dirinya harus dipindahkan dari sekolahnya."Ada apa sih kak?Inka kan sudah kelas XII gak boleh pindah sekolah dong kak,kalo pindah kelas baru boleh"kata Inka."Inka,kita harus pindah ke rumah nenek di Semarang,karena almarhum papah ingin kita pindah ke rumah nenek agar ada yang mengurusi kita yaitu tante Ira adik papah"ujar Ratu yang membuat Inka melipatkan tangannya didepan dada."Inka gak mau pindah sekolah lagi kak"kata Inka yang membuat Ratu menoleh dan mengatakan "kalau kamu masih mau sekolah di Gapurna kamu harus dapat peringkat 1 terus kalau ada ulangan dan jangan masuk BP terus"." Oke aku terima tantangan kakak"balas Inka.
* * * * * *
Demi menyelesaikan tantangan Ratu,Inka setiap berangkat sekolah selalu membaca buku agar dia bisa mendapatkan peringkat 1 saat ulangan.
* * * * * *
__ADS_1
Hari yang ditunggu-tunggu Inka pun tiba,hari ini ada try out bahasa Indonesia.Inka sangat sibuk membaca sampai-sampai ia tidak sarapan sedikit pun."Non Inka,mari berangkat sekolah,hari ini saya yang mengantar non Inka karena nyonya Ratu sedang sibuk dikantornya"ujar salah satu supir rumahnya Inka."Iya pak Raden,ayo cepat Inka takut telat"balas Inka sembari membawa buku paket bahasa Indonesia.
* * * * * *
"Ka lo rajin amat dateng kekelas sambil baca buku" ujar Runa."Gue mau dipindahin ke Semarang kalau nilai gue jeblok"balas Inka."Hah ke Semarang?kerumah nenek lo dong ka"tanya Flesia."Iya,almarhum papah dulu pernah ngomong ke kakak gue kalo papah udah gak ada gue sama kak Ratu pindah ke Semarang"balas Inka."Yahh,jangan dong ka"kata Flesia sembari memohon."Ya mau gak mau mangkannya lo jangan ganggu gue,gue kan mau belajar"balas Inka."Iya-iya ngambek mulu lo"ujar Runa.
* * * * * *
Keesokan harinya kelas Inka sudah gaduh saat melihat nilai TO di mading sekolah.Saat Inka baru datang kekelas tangannya sudah ditarik-tarik oleh Runa."Ka,ayo cepet lo harus liat nilai lo"ujar Runa."Apaan sih"balas Inka."Liat noh"ucap Runa sesampainya di mading.Inka melihat dengan jelas namanya ada diperingkat kedua dengan nilai 96,Inka sangat bahagia sampai dia melompat-lompat ditempat,tapi Inka penasaran dengan peringkat ke satu dan ia pun melihat nama yang ada diatas namanya,ia melihat bahwa peringkat satu diraih oleh Irad Nugraha dengan nilai 98."Ah,cuma beda dua angka doang"batin Inka.
* * * * * *
__ADS_1
Pulang sekolah tiba Inka harus jalan kedepan gerbang bersama Runa dikarenakan Flesia sudah sejak tadi pergi bersama Arnold."Drett..drett..drett"ponsel Inka bergetar."Eh bentar Run kakak gue nelfon"ucap Inka sembari menahan Runa untuk melanjutkan perjalanan."Halo kak?oh pak Raden ga bisa jemput aku,yaudah aku pulang sama Runa aja ya kak,oke kak"ujarnya.Irad yang berada disebelah Inka sedang bersama Gishka,Irad mencoba untuk menstater motornya,saat Inka menerima telfon tadi Irad mendengarkannya."Ka,lo pulang sama gue aja"ujar Irad sembari tersenyum,belum saja Inka membalas ucapannya Gishka terlebih dahulu protes padanya."Ih Irad,aku nanti pulang sama siapa?kata kamu kita mau ketaman"tanya Gishka sembari melebih-lebihkan agar Inka cemburu pada Irad.Inka pun hanya menoleh lalu melanjutkan perjalanannya bersama Runa.Sesampainya didepan gerbang Rimba datang dengan 3 anak geng nya,Rimba seperti memberi aba-aba kepada anak gengnya untuk jalan duluan saja."Lo pulang sama gue aja ayo"kata Rimba sembari menarik tangan Inka,Inka pun naik ke motor Rimba."Hati-hati lo Rim bawa calon pacar nih"Ujar Runa sembari memanas-manasi Irad yang sedang ada dibelakangnya bersama Gishka."Pasti dong"balas Rimba Inka hanya menatap Runa tajam seperti memberitahu kalau dia bukan calon pacarnya Rimba,Rimba jalan bersama Inka yang disusul Irad bersama Gishka menggunakan motor matic."Inka lo hebat ya bisa dapet peringkat 2" ucap Rimba saat lampu merah."Iya rim,mau gimana lagi gue kalo nilainya jeblok bakalan dipindahin ke Semarang"balas Inka."Semarang?ngapain lo?udah disini aja sama gue"kata Rimba sembari ketawa-ketawa dibalik helmnya sedangkan Inka terdiam memikirkan Irad dengan Gishka yang semakin hari semakin dekat.Saat sudah sampai didepan rumah Inka.Inka pun turun dari motor Rimba."Rim"ujar Inka yang langsung membuat Rimba terdiam menunggunya melanjutkan bicara."Kayamya lo gak usah deket sama gue lagi deh Rim,gue sukanya sama Irad bukan sama lo Rim,mau dipaksain juga gue gak bisa deket-deket terus sama lo,gue gak mau Irad jauhin gue karena lo deket sama gue"jelas Inka yang membuat Rimba kebingungan."Inka,lo itu temen sd gue dulu gue suka sama lo dan samapai akhirnya kita satu sma gue masih suka sama lo ka,kalau emang mau lo gue gak usah deket-deket sama lo lagi gue gak bisa ka,kalau mau lo gue jadi sahabat lo gue bisa"ujar Rimba."Lo masih inget kalo gue itu temen sd lo,sedangkan gue lupa Rim.Lo bakalan terus jadi sahabat gue kok Rim tenang aja"balas Inka sembari menepuk bahu Rimba yang kini sedang memperhatikannya."Gue masuk dulu ya Rim,lo hati-hati"lanjut Inka sembari membuka pagar.Saat Inka sudah masuk kedalam rumahnya"Gue akan terus ada setiap saat buat lo ka,gue gak mau ada orang yang nyakitin lo apalagi hati lo"batin Rimba sembari mengendarai motornya
* * * * * *
Setelah sampai didalam kamar,Inka mendapati ponselnya yang berdering bertuliskan nama Irad buaya.
* * * * * *
ada apa Irad menelfon Inka???
next yuuu>>>>
__ADS_1