Fanboy Vs Badgirl

Fanboy Vs Badgirl
DIMULAI


__ADS_3

Haiii genks.. dah kangen enggak sama cerita Fanboy vs badgirl.. hah enggak?.. yaudah gapapa hehe...


Happy readingggg Yakkk!!!!


***


Tak tahu harus berbicara dari mana. Jujur saja mama Luna sudah menghubungi Irad terus-terus-an menanya-kan kabar, menanyakan kapan pulang.


Arghhh mama kenapa bawel banget sih!


"Kenapa Rad?" tanya Inka melihat seperti ada yang aneh dari raut wajah Irad.


"Hum." Irad memandangi wajah Inka.


"Kenapa?" Inka mengulang kembali pertanyaannya.


"Aku disuruh mama untuk pulang ke Jakarta besok," kata Irad dengan suara pelan.


"Yaudah, kalau gitu kamu balik aja ke Jakarta Rad." Inka tahu apa yang akan terjadi jika dirinya menahan Irad agar tidak pulang ke Jakarta.


***


"Kenapa lo?" tanya Runa yang sedang memandangi Inka. Karena memang sejak tadi Inka hanya diam saja tidak berbicara apa-apa.


"Irad mau balik ke Jakarta Run,"


"Lah, yaudah sih biarin aja Ka. Daripada lo kena omel sama bu Luna lebih parah lagi." Flesia pun mengangguk, membenarkan apa yang Runa ucapkan.


"Benar Ka, daripada bu Luna yang samperin Irad kesini trus liat lo lagi berduaan sama Irad, gimana?"


Flesia benar, jika saat Inka dan Irad sedang berduaan dan tiba-tiba bu Luna datang menghampiri mereka. Habis sudah Inka kena omelan ibu-ibu lambe turah itu.


"Ya juga sih." Balas Inka sambil membayangkan kejadian seperti itu.


Argh! Ngapain gue bayangin sih! Batinnya.

__ADS_1


"Yaudah sana lo balik hotel aja." Saran Runa.


"Biar gue yang jagain disini sama Rolan." Lanjutnya.


"Awas lo, kalo berduaan yang ketiganya setan." Kata Flesia.


"Lah berarti setannya si Rimba dong." Semua tawa pun pecah karena Inka. Andai saja setiap hari mereka bisa selalu bahagia seperti ini. Ah sayangnya itu hanya angan-angan belaka.


"Hush. Gak boleh ngomong gitu lo Ka." Kata Rolan.


"Apaan sih, emang bener gue." Inka pun tak mau disalahkan.


"Udah sana ke hotel." Kata Runa tidak ingin Inka berlama-lama ada disana. Jelas itu sangat mengganggu. Jika terlihat saja Runa bersandar ke bahu Rolan. Pati akan di beri ejekan oleh Inka dan Flesia.


Ah mengganggu saja bisanya.


****


Karena sudah merasa sangat capek Inka dan Flesia pun memilih untuk pulang kembali ke hotel.


Berbalik ke arah belakangnya dan melihat kanan-kiri apakah ada seseorang?


"Lo ngerasa gak sih Fle, kalo ada yang ikutin kita?" tanya Inka berbisik.


"Ya Ka, kayanya ada deh." balas Flesia yang berbisik.


"Hitungan ketiga kita berbalik ke belakang ya." Instruksi Inka.


"Siap." Balas Flesia.


"Satu. Dua. Ti-ga." Mereka berbalik mendapati seseorang menggunakan baju atasan berwarna putih dan rok jeans yang di pakai sebatas lutut. Dan rambutnya mungkin sengaja digerai.


"Ada apa ya mbak?" tanya Inka to the point tidak ingin banyak basa-basi.


"Oh E-enggak kok, S-saya cuma lewat saja," balas mbak tersebut.

__ADS_1


Dari bahasanya yang mulai terbata-bata sudah terlihat ada rencana yang disembunyikan oleh Mbak tersebut.


Inka memilih masuk kedalam kamarnya dan Flesia pun menyusul.


"Jadi itu anak yang di bicarakan oleh Ratu tadi? Sungguh tidak tahu fashion wanita yang benar." Batin Mbak tersebut.


Sebenarnya tadi siang Ratu sengaja menggelar makan bareng dengan Teyri temannya yang sudah di beri tahu untuk menyelidiki Inka.


"Jadi, maksud lo gue harus selidikin adik lo gitu?" Kata Teyri.


"Yapss. Kurang lebih kayak gitu." Balas Ratu.


"Dikasih komisi gak gue?" Tanya Teyri.


"Tentu, kalau apa yang gue suruh ke lo itu berjalan lancar, lo bakalan gue kasih komisi." Lagi-lagi Ratu ingin menguasai semua urusan keuangan adiknya. Karena sekarang tabungannya mulai menipis.


"Oke, selain itu gue harus ngapain lagi?"


"Lo harus ikutin dia sampai dia lagi tidur atau lagi enggak merhatiin sekitar banget. Terus lo ambil dompet sama handphonenya. Karena gue yakin, dengan cara ini gue bisa shopping-shopping lagi," Ratu memang akal penjahat. Memiliki segala cara agar yang ia inginkan tercapai.


"Dan sebenarnya gue yang udah nyelakain Rimba temen Inka, karena gue tahu kalau enggak ada kejadian ini, Inka pasti udah pulang ke Jakarta dan dia bisa aja jual rumah bokap terus dia kuliah di Bali dan tinggal bareng om gue."


"Karena sejujurnya gue enggak mau itu terjadi, gue harus lebih deket sama om gue."


****


"RATU SINI KAMU YA, AKU ULEK LAMA-LAMA KALAU ENGGAK AKU JADIIN PENYET NIH."


"AMPUN KEYY!! AMPUN !!"


Nah loh situ jangan marah-marah dulu ya sabar, tenang, damai. Sebenarnya bukan kalian aja yang marah aku pun marah lau Ratu kaya gini mah ckck.


Dah segini dulu yaa


I purple you ahh lopelope dari Bandung💜💜💜

__ADS_1


__ADS_2