Fanboy Vs Badgirl

Fanboy Vs Badgirl
20.Kebencian


__ADS_3

20.Kebencian


"Jahatan mana sama orang yang berani ciuman depan sahabatnya yang udah lama suka sama orang itu".


\- Rimba Giano \-


Malam hari setelah kejadian Irad mencium Inka.Terdengar suara bising dari kamar nomor 197.Runa yang kamarnya bersebelahan merasa kebisingan akan kamar sebelah.Runa pun mengechat digrup kelas.


IPS UNGGULAN BROKAS


Runa : yang ada dikamar 197 siapa sih?


Fero : Gue,Irad sama Austin napa emang?


Flesia : bisa gak sih gak berisik kedengeran sampe kamar kita nih.


Austin : Jangan salahin gue sama Fero,salahin si Fanboy noh..Gue mau lagu Fiersha,tapi diganti ama dia lagu korea kagak ngarti gua.


Runa : Masalah lagu aja ribet banget sih lo semua.Berisik tau.Kalo lo semua masih berisik gue bilangin ke bu Relax.


Austin : Iya..Iya..Ampun neng.


Setelah Runa mengancam untuk diberi tahu ke bu Relax.Kamar Austin pun sudah tidak terdengar bising.Inka sedang sibuk memperhatikan galerinya ada gambar Irad yang sengaja ia foto waktu Irad sibuk dance cover.Runa yang melihat pun meledeki Inka.


"Diliat aja..Kan udah ketemu ka,masa masih gak puas sih"kata Runa membuat pipi Inka merah seketika.


" Apaan sih lo Run nyamber aja"balas Inka masih tersemu-semu.


"Biarin lah.Mulut-mulut gue"ujar Runa.Flesia hanya terdiam menyimak pembicaraan mereka.Setelah agak lama hening Runa pun membuka suara.


" Gimana kalo kita main Truth or dare"kata Runa membuat kedua temannya mendekati tempat duduknya.


"Ayo" kata Runa yang membuat Flesia mengangguk.


"Kita pake botol minum ya,kita puter buat liat siapa yang pertama" kata Runa sambil mengambil botol air mineral.Saat diputar botol minum itu mengarah kepada Inka.


"Nah lo,giliran lo ka" ujar Flesia membuat Inka menaikan kepalanya yang tadi sedang memainkan ponselnya.


"Truth or dare?" tanya Runa.


"Truth" balas Inka santai.

__ADS_1


"Pertanyaannya beda-beda ya gue sama Flesia" kata Runa.


"Iye dah cepet" balas Inka.


"Kenapa lo gak mau pacaran sama Rimba aja atau gak sama Huan gitu.Lo kan udah tau kalo nyokapnya Itad gak suka sama lo" kata Runa yang langsung to the point.Karena ia sangat kepo kenapa Inka harus memilih Irad padahal aada Rimba yang jelas-jelas ganteng,tajir.


"Gue gak tau kenapa gue harus milih Irad walaupun nyokapnya gak suka sama gue.Dan gue juga gak tau kenapa gue gak milih Rimba yang tulus sama gue dari SD" balas Inka yang membuat Runa dan Flesia mengangguk seperti mengerti apa yang dirasakan Inka.


"Sekarang gue yang nanya.Kalo lo nanti nikah sama Irad tapi nyokapnya Irad gak setuju lo mau kaya gimana ka?" tanya Flesia.


"Gue belum mikir sampe situ Fle" kata Inka.


"Kita keluar aja yu diluarkan ada minimarket kita jajan aja dah,gue yang bayar" kata Inka mengalihkan pembicaraan.


"Ayo"balas Flesia dan Runa sambil bergegas untuk mempersiapkan diri.


* * * * * *


Sesampainya di minimarket dekat hotel Inka melihat Rimba sedang membeli rokok dan minuman soda.


" Ngerokok mulu lo Rim"kata Inka.Ia tidak tahu sekarang mood Rimba seperti apa.Rimba yang berada disebelah Inka yang sedang memilih minuman soda terdiam.


"Woy!jahat lo gak nyautin gue" kata Inka sambil bercanda.


"Jahatan mana sama orang yang berani ciuman depan sahabatnya yang udah lama suka sama orang itu".Kata Rimba.Dilihat dari raut mukanya Rimba sedang tidak main-main seperti biasanya.Wajah ceria yang biasa Inka lihat kini sudah diganti dengan wajah datar dan mata yang melihatnya dengan tajam.


" Gak malu lo,ciuman di depan umum.Untung gak ada orang"lanjut Rimba.Rimba berjalan menjauhi Inka tetapi Inka menahannya.


"Kok,lo ngomongnya gitu sih Rim?" kata Inka.


"Gue tahu lo berdua udah jadian tapi gak malu gitu ciuman di depan umum gitu?malu ka,kalo gue jadi lo" ujar Rimba.Inka yang tidak bisa menahan emosinya langsung menarik kerah jaket Rimba.


"Lo emang sahabat gue,bukan berarti lo harus larang-larang gue.Hubungan gue ya biarin gue yang jalanin begitupun sebaliknya.Gue gak akan larang lo kok kalo lo punya pacar,dan gue juga gak peduli mau lo ciuman di kereta atau dimana pun" kata Inka.Runa dan Flesia yang melihat tingkah laku Inka pun langsung melerai Inka dan Rimba.


"Heh.Apaan sih malu tau" bisik Runa sambil menjauhkan Inka dari Rimba.Inka pun langsung pergi kekasir untuk membayar makanan yang sudah Runa dan Flesia ambil tadi.Runa dan Flesia yang masih berada diminimarket pun segera membawa Rimba keluar.


"Lo tuh apa-apaan sih Rim!" kata Runa.


"Lo gak tau perasaan gue.Udah mending lo diem aja.Gue mau cabut dulu" kata Rimba yang pergi meninggalkan Runa dan Flesia.


"Kok,firasat gue gak enak gini ya sam Rimba" kata Flesia.

__ADS_1


"Iye sama,kok dia pergi ke arah pulau ya?" tanya Runa.


"Kita ikutin aja yu" balas Flesia.Mereka pun langsung mengikuti kemana perginya Rimba.


"Rimba mau kemana ya Run?" tanya Flesia yang masih mengendap-endap mengikuti Rimba.


"Udah diem kita ikutin aja kemana Rimba pergi" kata Runa.


Sesampainya dipulau Runa melihat Rimba berjalan pelan kearah laut walaupu kini ia masih berada dipesisir pantai.Terlihat celananya yang sudah terendam air sekitar seperutnya.Ia berteriak sangat kencang kalau :ia benci kepada Inka.Tak lama kemudian ada seseorang menggunakan jaket hitam dan topi hitam dengan sengaja mendorong Rimba dan Rimba pun tercebur lebih jauh dari tempat tadi ia berdiri.Orang yang mendorong Rimba langsung berlari karrna takut ketahuan oleh warga sekitar pulau


Sedangkan Dihotel,Inka


masih emosi,ia meredamkan emosinya sambil makan cemilan yang tadi dibeli diminimarket.Tak lama kemudian ponselnya berdering bertuliskan Runa.


"Nih anak ngapain nelfon gue"gunam Inka sambil makan chiki.


" Halo,Apaan sih lo,gue udah dikamar"kata Inka.


"Bu..Buka..Bukan gitu ka...Ini Rim..Rimba" kata Runa terbata-bata terdengar Runa seperti yang menangis diseberang sana.


"Apaan sih?Rimba kenapa emangnya?" balas Inka yang semakin penasaran ada apa dengan Rimba disana.


"Udah deh lo kesini aja,pulau yang tadi kita datengin cepetan ya" kata Runa langsung menutup telfonnya.Inka bingung ada apa sebenarnya.Tadinya ia tidak mau mengikuti apa kata Runa.Tetapi setelah 10 menit kemudian ia merasa ada yang tidak beres.Ia pun langsung menggubakan jaket dan keluar kamar,saat keluar kamar ternyata Irad sedang beraada didepan pintu kamarnya.


"Mau kemana ka?" tanya Irad dengan lembut.


"Mau kepulau kata Run,Rimba disana kenapa-kenapa" ujar Inka yang langsung menarik Irad untuk berlari kearah pulau.


* * * * * *


Inka melihat Runa dan Flesia sudah bertekuk lutut dipesisir pantai bersama Arnold,Rolan yang tadi Runa telfon.Inka dan Irad pun mendekati mereka.


"Run,Rimba kenapa?" kata Inka sambil memegang bahu Runa.Runa menoleh lalu memeluk Inka.


"Ada apa Run?" tanya Inka sangat pelan karena melihat mata Runa yang sudah tergenang air mata dan kedua pipinya basah karena Runa telah menangis.


"Rimba ka" kata Runa.Flesia pun ikut memeluk Inka.Ia merasa bahwa tadi adalah perpisahannya dengan Rimba.


"Rimba kenapa Fle?Run?" ujar Inka.


"Rimba...Rimba didorong kelaut sama cewe pake jaket item" kata Runa yang mampu membuat Inka menelan ludahnya.

__ADS_1


__ADS_2