Fanboy Vs Badgirl

Fanboy Vs Badgirl
Teyri


__ADS_3

Aku balik lagi lagi dan lagi.. jangan bosan untuk baca cerita tentang Inka yaa.. semoga aja banyak yang sukaaa...


Happy reading sayang sayang aku!


***


Benar saja.


Melihat sosok perempuan kemarin berada di parkiran rumah sakit membuat Inka mengerutkan keningnya.


"Tuh orang yang waktu itu Fle." Kata Inka. Matanya tak mungkin salah melihat sosok itu.


"Iya bener Ka." Balas Flesia.


Teyri merasa Inka sedang memperhatikannya dan langsung ia membuang muka. Berdoa agar Inka tidak memergokinya. Tapi semua sia-sia, Inka kini mulai mendekatinya.


"Mbak, halo." Inka melambai-lambaikannya ke depan wajah Teyri. Teyri pura-pura tidak melihat dan tidak mendengar.


"Mbak." Inka memegang bahu Teyri.


"E-eh iya ada apa?" Tanya Teyri seolah lupa dengan kemarin di hotel. Saat ia terciduk mengikuti Inka.


"Mbak yang kemarin ada di hotel kan. Yang ngikutin saya." Ada penekanan di kata "ngikutin".


Inka jangan to the point gitu deh!


"Ah masa sih? Iya gitu?" Teyri mulai kehabisan kata-kata untuk membalas semua ucapan Inka.

__ADS_1


"Iya mbak. Kemarin kan terciduk sama saya dan Flesia. Iya kan Fle?" Kata Inka kepada Flesia.


"Iya mbak bener tuh kata temen saya." Balas Flesia.


"Ah masa sih? Kok saya lupa ya?" Sungguh basi ucapan mu ini Teyri!


"Mbak kok ngikutin saya terus ya?" Kata Inka langsung membuat Teyri kehilangan cara untuk membalasnya.


"Mungkin sengaja kali dek, iya sengaja." Teyri salah tingkah kepada Inka. Agar tidak terlihat berbohong. Tetap saja, Inka ya Inka. Tak akan mudah percaya dengan orang.


"Hum masa sih mbak? Mbak bukan suruhan Ratu kan?"


Aduh ngomong apa kalau gini!


Ckck berfikir Teyri berfikir.


Memijit dahinya. Teyri mulai bingung ingin bicara apa. Dan benar apa yang Inka katakan itu sangat tepat.


"E-eh Enggak kok engga." Balas Teyri.


Inka memahami dari ucapan Teyri.


Satu.


Dua.


Tiga.

__ADS_1


Enggak? Berarti dia kenal dong sama Ratu.


"Kalau enggak berarti Mbak kenal sama Ratu dong?"


Flesia mulai memahami kemana jalur pembicaraan Inka. Jika sudah seperti ini berarti Inka merasa ada yang salah dengan Mbak-mbak ini.


"Oh enggak." Balas Teyri cepat. Agar Inka tidak memikirkan yang aneh-aneh.


Tapi berbeda dengan Inka. Sejak tadi Teyri terlihat seperti kebingungan dengan beberapa pertanyaan yang Inka tanya. Dan sekarang ia menjawab dengan cepat.


Bohong Mbak ini bohong!


Berbicara apa lagi agar mbak ini mau, kata-kata yang jujur. Atau mungkin ini memang bukan orang suruhan Ratu?


Tidak mengerti harus mengatakan apa lagi. Sudah mulai kehabisan kata-kata. Dan ia masih terus berfikir pertanyaan apa lagi yang akan ia tanyain kepada Mbak ini.


"Saya cuma mau tanya, nama Mbak siapa?" tanya Inka.


"Saya Rina." Sengaja mengunakan nama samaran, jika nanti Inka bertemu dengan Teyri saat bersama Ratu. Inka salah orang karena kini Teyri menyamar sebagai Rina.


***


Inka sekarang keturunan psikolog kali yee.. hahayy


Like,vote dan komen cerita akyu sebuanyak buanyaknya yaaa.. makasiii untuk kalian yang senang baca cerita akyu..


Aku doain kalian sehat2 disana yaa.. Semoga apa yang sedang kalian rencanain selalu dilancarkan yaa.. aamiin yra..

__ADS_1


Kita harus selalu berusaha untuk mencapai kemauan kita dan didalam usaha yang kita jalani harus ada doa yang selalu menyertainya agar berkah ya..


I Purple you genkss 💜💜


__ADS_2