
FANBOY VS BADGIRL
•
•
•
•
•
•
•
•
•
"Semua terasa hancur saat sahabat kita satu persatu pergi"
\- Inka Laudiyya \-
__ADS_1
Suara tangisan dengan haru menyelimuti kerabat terdekat Rimba.Kini pasukan tim SAR sedang mencari koordinat keberadaan Rimba.
"Maaf,bisa saya bertanya dengan saksi?"Kepala dari tim SAR mendekati Inka yang sedang bersama teman-temannya.
" S-saya bisa menceritakan kronologinya pak"Runa mendekati bapak tersebut.Ia menceritakan segala hal yang ia lihat sore itu.
"Baik saya akan berusaha mencari korban." Bapak itu pun pergi meninggalkan Runa.
Merasa bersalah?tentu.Inka sangat merasa bersalah atas bencana ini.Air mata yang tidak bisa berhenti mengalir membuat mata Inka kini sembab karena ia menangis terus-terusan.
"Kamu jangan nangis lagi ya.Doain aja yang terbaik buat Rimba daan semoga Rimba cepat ditemukan oleh tim SAR" Irad berusaha menenangkan Inka.Inka memandangi mata Irad yang sedari tadi sangat sabar atas sikapnya.Bibir tipis itu kemudian memberikan lengkungan yang sangat indah membuat Irad juga ikut tersenyum.Mereka saling pandang dan mencoba melupakan semua kesedihan yang sedang menyelimuti mereka,tetapi tetap saja Inka terus-terusan kepikiran kabar Rimba.
Inka menggeleng-gelengkan kepalanya lalu menunduk memainkan jari-jarinya.Inka tidak pernah setakut ini kepada sahabatnya.Tuhan seperti sengaja mengulang-ulang kejadian di minimarket tadi,dimana Rimba menyindir Inka lalu menyuruh Inka pergi.Membuat Inka semakin tambah bersalah karena itu.
Rimba sahabat terbaik yang pernah ia kenal.Semua masalah yang menimpanya,semua curahan hati Inka pasti tersaampaikan pada Rimba.Tapi,hanya karena lelaki yang kini menjadi pacar Inka semua hancur,hancur seperti hati Inka saat ini.Tidak ada lagi yang mampu membujuk ia,bahkan Irad yang statusnya pacar Inka pun susah sekali untuk membujuknya.
Tu**han
Mengapa Kau seperti ini kepada saya*,
disaat saya sudah tidak ada siapa-siapa lagi,mengapa engkau harus mengambil Rimba.Sahabat mana lagi yang akan menjadi tempat saya mencurahkan hati saya nanti kalau Rimba sudah engkau panggil*.
Semua yang sudah Inka tulis di pikirannya,tiba-tiba menghilang begitu saja saat di pikirannya hanya ada satu nama.
__ADS_1
Rimba
Inka terkejut saat satu tangan menyentuh bahunya dan dengan cepat Inka berbalik.
"Rimba?"
"Inka lo gak boleh kaya gini.Lo harus sabar biar Rimba cepat ketemu.Jangan nangis terus dong." Wajah yang sudah tidak asing lagi bagi Inka,membuat Inka langsung berdiri menatap mata yang kini memandanginya juga.
"Ngapain kesini dan emangnya lo peduli sama gue." Emosi Inka meningkat semua kesedihan dan tangisan menghilang begitu saja saat makhluk ini datang.
"Kakak kesini karena tadi om telpon." Ahh,ternyata Ratu.Ratu yang sudah menganggap Inka bukan adiknya dan berapa minggu kemudian datang menganggap Inka adiknya kembali?cara seperti inikah untuk merebut harta Inka?saat Inka sudah mendapat uang dari papa-nya,kini Ratu datang untuk merecoki uang Inka dengan embel-embel perusahaan?
Inka tidak sebodoh itu.
Bugh
Ratu tersungkur ke pasir yang ada dipantai,kemeja putih yang ia kenakan kini menjadi berlumuran pasir.
Sialan!gue ditonjok!
* * * * * *
Berikan dukungan,vote,cinta kalian yaa😘😘😘..Promosiin keteman-teman kalian juga boleh hehe (gak maksa kok).Like terus dan jangan terlalu menunggu.Di part ini butuh banyak yang dikorbanin soalnya tugas numpuk 😂.
Sehat selalu yaaa💕
__ADS_1