Fanboy Vs Badgirl

Fanboy Vs Badgirl
16.Teman Kecil


__ADS_3

Sekarang adalah hari libur sekolah banyak murid yang sibuk belajar karena besok adalah ujian kelulusaan sekolah,Inka harus mendapatkan nilai yang memuaskan agar bisa membanggakaan oraang tuanya.Grup kelas dengan Grup geng Inka sangat ramai sampai-sampai ia tidak tahu ingin membalas chat yang mana.


IPS UNGGULAN BROKAS (358)


Aruna : Besok ujian guys nilai kita harus bagus yaa!semangat!


Reno : berisik lu


Flesia : sesudah ujian ke jonas yu foto kelas ips unggulan aja tapi fotonya sebelum perpisahan.


Inka : hm,perpisahan kemana emang?


Irad : Ke Bali katanya


Inka : oh


Aruna : Gue nervous ey,takut nilai gue jeblok.Fucek dagh ngapain masih ada Ujian sih tahun ini gak adil,tahun besok udah gak adaa ujian kan *******!.


Erin : Sabar kali Run,ngegas mulu lo.


Fero : btw,besok yang ngawas bukan daari sekolah kita yak?


Inka : Lah emang iya?


Flesia : Iya ro.


Irad : fhoto[]


Aruna : ya elah kita ga seruangan @Inka


Inka : gak apa-apa dah yang penting ujian,ngobrol bisa nanti pas pulang.


Irad : @Inka,kita seruangan


Fero : Seruangan nih sama mantan.


Inka : @ Irad iya emang kenapa


: @Fero bacot kau!


Chat kelas pun mulai sepi karena pada sibuk belajar tetapi


DERAY \(109\)


Rolan : Besok pulang sekolah,kita nongkrong ya!


Inka : gass


Rimba : iya


Arnold : gue gimana Flesia @Flesia


Aruna : ayo dah


Flesia : gimana kamu aja @ Arnold


Arnold : kamu aja @ Flesia


Inka : Woyy!kalau mau pacaran jangan di grup ****.


Rimba : tau noh,Ikut kaga?yang bener jawabnya @Arnold


Arnold : Santai bro @Inka,gue ikut@Rimba.


Inka memeluk gulingnya dan menaruh ponselnya dekat laci.Ia memikirkan Irad selalu memikirkan Irad.


"Dek,buka pintunya" ujar Ratu diluar pintu.


"Iya,kak" balas Inka yang langsung menuju pintu dan membuka pintu kamarnya.


"Ada apa ya kak?" tanya Inka.


"Kakak mau kenalin pacar kakak ke kamu dan dia juga bawa adiknya siapa tau kamu bisa pacaran sama adiknya hehe,besok malam jam 8 dek ikut ya"ucap Ratu.


" Iya ikut,tapi kak besok pulang sekolah aku mau kumpul sama Runa dkk"kata Inka.


"Iya sana,tapi jam 7 harus udah dirumah ya"Ratu sembari memegang bahu Inka.Ratu pun keluar dan menutup pintu kamar Inka.


" Kakak bentar lagi pasti punya kehidupannya yang baru sama suami dan anak-anaknya nanti,gue gimana?"gunam Inka dalam hati.Inka berfikiran besok ia akan ziarah ke makam ayah dan ibunya.


* * * * * *


Hari yang ditunggu pun tiba.Inka hatinya sedang sedih karena saat ingin membuktikan bahwa dirinya pintar ayah dan ibunya malah sudah dipanggil oleh yang maha kuasa.Namanya juga hidup harus dijalani.Inka turun dari motornya sengaja ia menggunakan motor karena mobil yang baru dibelikan kakaknya itu disimpan untuk nanti ia masuk kuliah dan lagi pula jika menggunakan motor akan lebih cepat sampai.Inka langsung masuk gerbang sekolah dan mencari ruangan yang benomor 5,saat sudah ketemu ia melihat Irad sudah berada di ruangan itu.


"Woy,bengong aja lo liatin apaan?" kata Runa sembari memiringkan kepalanya agar bisa melihat ada apa diruangan Inka,tetapi Inka mendorong kepala Runa agar ia tidak tahu bahwa sekarang Inka sedang memperhatikan Irad.


"Sakit dongo" ujar Runa sambil menjitak kepala Inka.


"Gue simpen tas dulu,lo tunggu disini jangan maju" kata Inka sungguh-sungguh.Tempat duduk Inka berada di sebelah kanan Irad,tidak tahu absennya bagaimana yang pasti sekarang Irad sedang belajar didepan komputer sekolah.Setelah menyimpan tasnya Inka dengan cepat keluar kelas.


"Ada apaan sih ka?sampai-sampai lo nyuruh gue diem gak boleh jalan selangkah pun"ujar Runa yang memang benar-benar diam tidak bergerak sama sekali,Inka pun yang melihatnya tertawa renyah.


" Bagus,ya nurut sama gue,"ujar Inka sambil menahan tawanya.Lalu Rimba datang menghampiri Inka.


"Lo jadi kan nongkrong hari ini?"tanya Rimba yang membuat Inka terpaku kaget atas kehadiran Rimba yang tiba-tiba.


" Tuyul lo?tiba-tiba udah diem disini aja"ujar Inka.


"Jawab dulu" kata Rimba dengan raut wajah yang agak sedikit marah karena Inka malah mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Tapi gue mau ziarah ke makam bonyok" balas Inka.


"Oh mau ziarah ke makam bokap nyokap lo?Kita semua ikut geng Deray ikut!" ujar Rimba membuat Inka diam kebingungan.


"Ngapain lo?mau jadi tukang gali kubur?" kata Runa sembari tertawa kecil tapi memang suaranya menggelegar.


"Kagak,mau jualan bunga" balas Rimba.


"Gila lo" ujar Inka.


"yaudah kalau semua mau ikut ya ayo,pulang sekolah gas" lanjut Inka.


"Siap" kat Rimba,ia pun pergi karena melihat ada Flesia yang datang dan kalau Flesia sudah didekat mereka nanti malah Rimba yang kena sindir karena mengobrolnya dengan cewek-cewek.


* * * * * *


Saat ujian dimulai Irad selalu melirik ke kanan,melihat betapa cantiknya Inka yang memiliki hidung mancung berwajah seperti orang arab yang dipadu rambut berwarna cokelat.


"Gue emang cantik" kata Inka berbisik dengan PD karena ia merasa bahwa Irad selalu melirik ke arahnya setiap saat.Irad yang merasa lalu mendelikkan wajahnya ke komputer yang ada didepannya.


"Cantik sih orang udah mantan" kata Keo yang ada disebelah kiri Irad.Irad menoleh dan memberikan tatapan tajam kepadanya.


* * * * * *


Waktu pulang sekolah pun tiba,semua siswa keluar kelas menuju gerbang Inka sedang menunggu teman-temannya yang katanya ingin ikut ke makam ibu dan ayahnya.Tak lama kemudia teman-temannya datang.


"Gue berangkat ke makamnya sama lo ya" ujar Rimba kepada Inka.Inka terkejut perasaan ia tadi pagi melihat Rimba membawa motor.


"Lo ka bawa motor" kata Inka kepada Rimba yang sedang menyugar rambutnya kebelakang.Niatnya Rimba itu pamer rambut baru ya namanya juga Inka gak peka orangnya.


"Motor gue dipinjem Davin" ujar Rimba yang lagi-lagi menyugarkan rambutnya.


"Ok"balas Inka.Inka terheran-heran mengapa Rimba selalu menyisir rambutnya dengan tangan ia pikir Rimba rambutnya gatal.


" Ngapa lo benahin rambut mulu?"Tanya Inka.Rimba hanya menaikkan kedua alisnya.Inka tidak mengerti apa yang dimaksud Rimba.


"Ckk..Gak peka banget lo,ini rambut gue dicat ****" ujar Rimba.


"Oh,bilang dong,lo malah naikin alis gue gak ngerti" ujar Inka.


"Udah ayo" kata Runa membuat semua teman-temannya langsung berjalan ke arah gerbang.Saat sudah di parkiran motor,Rimba sengaja ingin dibonceng oleh Inka.


"Lo yang bawa,gue yang dibelakang" kata Rimba.Inka menoleh lalu menonjok dada Rimba.


"Gila ya lo?masa cewek yang bonceng cowok"


"Ya gak apa-apa lah" ujar Rimba.


Semua langsung naik ke kendaraan masing-masing.Rimba bersama Inka,Runa bersama Rolan dan Flesia bersama Arnold.Inka yang memimpin jalan untuk teman-temannya.Kali ini Rimba sangat senang karena bisa dibonceng oleh Inka.Inka memang mantan pembalap tapi balap liar,walaupun ia membawa nenek-nenek ia akan tetap ngebut layaknya seorang pembalap dan ini yang dirasakan Rimba.Rimba baru pertama kali dibonceng cewek yang tomboy seperti Inka.Rimba tidak mau mengambil kesempatan dalam kesempitan walaupun ia bisa peluk Inka saat ini tapi ia tidak mau membuat Inka terkejut dan bisa menyebabkan kecelakaan.


* * * * * *


* * * * * *


Setelah sudah sekitar setengah jam,Inka merasa sudah cukup untuk menemui kedua orang tuanya,Inka pun bergegas untuk datang ke parkir.Rimba yang seperti tahu perasaan Inka saat ini,ia memilih mengendarai motornya Inka.


"Gue aja yang bawa motor" kata Rimba yang dibalas anggukan Inka.Mereka pun pergi ke suatu tempat nongkrong ya seperti toko kopi yang sekarang sedang kekinian dikalangan millenial.Rasanya seperti baru saja ngobrol dengan teman-temannya,ia melihat jam di ponsel Iphone nya sudah jam 7 lewat.


"Gue cabut dulu ya,ada janji sama kak Ratu" kata Inka yang menbuat semua teman-temannya memberikan tanda oke.


"Gue balik sama siapa dong?" tanya Rimba dengan wajah yang sangat memprihatinkan.


"Grab" ujar Inka yang membuat semuanya tertawa kepada Rimba,Inka pun mengambil kunci motornya yang berada di tangan Rimba.Ia langsung keluar dan menaiki motornya.


* * * * * *


Sesampainya dirumah Inka langsung disuruh Ratu untuk me make over dirinya sendiri karena Ratu sudah siap untuk makan malam bersama pacarnya.Inka pun langsung masuk kamar.


* * * * * *


Inka keluar kamar dengan dress warna merah dengan rok selutut yang dipadu dengan jaket kulit berwarna hitam yang dia beli di distro milik Rimba.


"Cantik banget dek" puji Ratu yang membuat wajah Inka memerah.


"Udah kita langsung aja yu" lanjut Ratu.


"Yang bawa mobil Inka aja kak jangan pak Raden kasian kecapean" kata Inka.


"Ya udah" ujar Ratu.


* * * * * *


Sesampainya di kafe yang bertuliskan seruni Inka langsung memarkirkan mobilnya didepan kafe tersebut.


"Udah nyampe ayo kedalam" kata Ratu,Inka pun turun dan mengunci mobilnya.Sesampainya di dalam Ratu sudah melihat pacarnya bersama dengan adik lelakinya dan saat ia menghampiri.


"Hai mas Farel maaf telat" ujar Ratu kepada pacarnya.


"Gak apa-apa kok mas juga baru sampai,oh iya dek ini adik ku" kata pacarnya Ratu dan adiknya Farel pun menoleh kebelakang.Inka terpaku ditempat ia melihat yang dihadapannya itu adalaha Irad mantan pacarnya,lalu Inka pun pergi dan disusul Irad.Ratu dan Farel kebingunggan dan akhirnya mereka pun mengikuti arah Inka dan Irad.


"Jadi lo adiknya mas Farel?" kata Inka yang membuat Irad terdiam bingung ingin menjawab apa karena ia hanya adik tiri Farel.


"Gue adik tirinya bang Farel" kata Irad.


Ratu dan Farel berhenti tepat di belakang Irad.


"Kalian udah saling kenal?" tanya Ratu sembari berjalan menghampiri Inka.


"Inka mantan pacar aku kak Ratu" jawab Irad yang membuat Ratu menoleh.

__ADS_1


"Apa benar itu Inka?" tanya Ratu kepada Inka dengan rasa bersalah karena telah ingin menjodohkan adiknya dengan adik Farel.


"Dia Fanboy tapi Playboy mangkannya aku putusin" Inka yang langsung memberikan kunci mobil kepada Ratu,belum sempat tertahan Inka berlari walau kesusahan dan memberhentikan taksi.Ratu menoleh ke belakang seperti memberi pertanda bahwa ia akan mengejar Inka kepada Farel,Farel pun mengganguk.Ratu membawa mobil sangat kencang walaupun ia bukan pembalap dahulu ayahnya sering mengajarinya agar bisa membawa mobil layaknya pembalap.Inka melihat ke arah belakang ada mobil dengan plat nomor B 657 XX ,plat mobil yang tidak asing ia lihat,dan pasti itu adalah kakaknya.Ia menyuruh supir taksi untuk berjalan pelang agar Inka bisa rolling dari mobil ke jalanan aagar kakaknya tidak dapat melihatnya keluar dari taksi,supir taksi pun menuruti kemauan Inka.Inka membuka pintu lalu merolling dirinya ke gapura komplek dan langsung menutup pintu taksi.Inka berlari kedalam komplek tersebut yang ia dapati hanya geng TIRTA yaitu geng musuh RASELVA dulu saat Inka adalah ketuanya.Inka bingung mau bagaimana mereka sudah mengetahui bahwa itu adalah Inka dan Inka dikelilingi oleh anak geng tersebut,Inka menyobekan rok bagian bawahnya sedikit agar bisa menendang anak geng tersebut.Satu-persatu Inka lawan dengan mengunakan rok coba bayangkan?semuanya pun babak belur oleh Inka tetapi belum semua ada ketuanya dibelakang memukul Inka menggunakan kayu.Inka pun jatuh pingsan dan langsung dibawa olehnya ke rumahnya.


* * * * * *


Saat Inka sudah siuman ia melihat bahwa ia sedang berada dikamar laki-laki.Ia terkejut lalu mengingat kejadian semalam.Lalu datang seorang lelaki dari pintu tubuhnya berotot seperti yang kenal kepada Inka.


"udah bangun lo ka,Gue bawain lo makanan" kata Lelaki tersebut.


"Huan?" kata Inka.


"Iye emang napa?" tanya Huan.


"Lo kapan pindah An?" Inka malah menanya balik sambil mengambil pirimg berisi mie goreng yang sudah di buatkan oleh Huan.


"Udah lama" jawab Huan.


"Lo anak Tirta?" tanya Inka.


"Iya,kemaren gue cuma pura-pura bikin lo pingsan terus gue bawa lo kerumah gue" kata Huan.Huan adalah teman kecil Inia sudah dari kecil Huan bersama Inka.Maka wajar mereka sangat dekat sampai akhirnya Huan pindah ke Bandung karena ayahnya pindah tugas dan sekarang ia bertemu lagi dengan Inka.Kangen?pasti bagaimana sih rasanya kangen sama teman dari bayi dan baru sekarang ketemu lagi.


"Haiii,Inkaa,aduh bunda kangen banget sama kamu" kata bunda Huan.


"aaaa...sama bundaaa Inka juga kangen sama bunda" kata Inka sambil memeluk bunda Huan.


"Maaf ya waktu pemakaman ayah mu bundak gak bisa ikut,soalnya bunda gak tau ka" kata Bunda Huan sambil mengelus-elus Rambut Inka.


"Gapapa bundaa,santai aja" balas Inka.


Bunda lanjut menjahit ya ka,banyak banget pesenan ini.


"Iya bunda,semangat ya bunda" kata Inka sembari mengangkat tangannya seperti memberi tanda semangat.


"Lo tuh mangkannya kalo udah malem jangan keluyuran untung ketemu sama gue jadi gue bawa kesini" kata Huan.


Inka terpaksa menceritakan tentang kemarin kepada Huan.


"Yaelah masalah gitu mah cetek" kata Huan hiperbola.


"Cetek pala lo" balas Inka.


"Ya ampun gue lupa gue kan masih ujian" lanjut Inka.


"bilang ke guru lo,lo ujiannya pake hp dri rumah soalnya lagi gak enak badan" ujar Huan.


"Lah emang bisa?" tanya Inka dengan wajah serius.


"Gue tiap ujian kaya gitu ka" balas Huan dengan santai sambil melahapkan mie goreng ke dalam mulutnya.


Inka pun mencoba mengechat bu Relax memberi tahu ujian ini ia akan menggunakan hp dari rumah saja.Dan akhirnya bu Relax mengijinkan agar ia bisa mengikuti ujian walau dari rumah.


* * * * * *


"Inka,nginap disini dulu ya bunda?" tanya Inka dengan wajah memohon.


"Kakak kamu tahu gak?kalau bunda sih boleh-boleh aja ka" kata bunda Huan.


"Gimana kakaknya mau tahu orang lagi berantem" ujar Huan


"Lo!" kata Inka menunjuk Huan.


"kok adik,kakak berantem sih nak,mana kalian sudah tidak ada orang tua lagi nanti siapa yang mau gantiin ibu sama ayah nak"bunda Huan menceramahi Inka.


" Gimana lagi bun,kakak juga udah mau nikah"kata Inka.


"Gak usah lebih-lebihin lo,baru aja kak Ratu pacaran" ujar Huan.


"kalau enggak bunda aja yang telfon Ratu ya" kata bunda Huan


"Yaudah deh bunda aja yang telfon kak Ratu" balas Inka mengalah.


"Halo Ratu,mungkin kamu lupa ya?ini bund Huan teman kecil Inka dulu,Inka sekarang ada dirumah bunda ya Ratu" kata bunda Huan.


"Titip Inka ya bunda soalnya Ratu lagi ada kerjaan di Ambon" balas Ratu


"Iya siap Ratu,bunda pasti jagain Inka" kata bunda Huan.


* * * * * *


DERAY (78)


Rimba : ka lo kemana aja sih gak sekolah


Inka : Gue lagi ada masalah tapi gue udah ujian ko dari rumah.


karena Rimba dan Runa penasaran mereka pun berbareng menelfon Inka.Inka menjelaskan semuanya kepada teman-temannya dan teman-temannya pun mengerti kondisi Inka saat ini.Mereka memilih memberi saran untuk Inka agar tetap bersabar.


* * * * * *


Tiga hari pun berlalu,pak Raden supir pribadi Inka yang ikut Ratu ke Ambon memberikan foto bahwa Ratu sedang bersama lelaki dikafr.Inka terkejut ia baru tahu bahwa di Ambon kakaknya malah menduakan mas Farel


Inka pun mencoba menelfon kakak ya tetapi tidak terhubung sampai-sampai Inka menelfon pak Raden untuk mencari tahu apa yang dilakukan kakaknya di Ambon.Inka telah memutuskan untuk pergi ke Ambon bersaama Huan untuk mencari kakaknya disana apakah baik-baik saja?.


Apa kelanjutannya yaa??


Spam like biar gak lupa yuuu>>>


I Purple you💜

__ADS_1


__ADS_2