
Mas Farel yang tidak mau melihatnya lebih lama memilih berjalan lagi dengan keluarganya.Tidak disangka Ratu akan melakukan hal tersebut kepada Farel,Farel pun menyangka bahwa Ratu adalah anak yang baik karena seperti yang di ceritakan Irad,Inka adalah anak yang baik jadi mungkin Ratu juga berkelakuan seperti itu tetapi ternyata tidak.
"Pergi lo dari sini!!!!" kata Ratu sembari menunjuk Inka,ia pun pergi dengan lelaki yang tadi bersamanya.Inka pun pergi bersama Huan.Inka masih menangis haru karena semenjak dia menjadi anak yatim piatu tidak ada yang sayang lagi dengan dia.Pacar tidak punya,orangtua sudah tidak ada,kakaknya malah menjadi membencinya karena ia mencari tahu tentang kedekatan kakaknya demgan lelaki barunya.Inka dan Huan memilih pulang ke penginapan
* * * * * *
Di lain sisi.Irad ditelfon kakaknya dan diberi tahu bahwa ia tidak boleh dekat-dekat lagi dengan keluarganya Inka karena Farel berfikir Inka akan sama aja dengan Ratu.Irad terus-terusan memikirkan Inka dan memikirkan apa katanya tadi.Irad pun akhirnya menelfon Inka.Inka pun menjawab telfonnya.
"Ada apa?" suara Inka yang terdengar sembari sesenggukan.
"Lo kenapa?" tanya Irad.
"Gue gapapa ko"balas Inka yang masih sesenggukan.
" Inka,gue mau kita balikan lagi"kata Irad.Inka terdiam tidak bisa berbicara apa-apa.Ia hanya memikirkan jawabannya terhadap Irad.Jika ia jawab iya pasti ada yang sayang sama dia.Sebaliknya jika Inka menjawab tidak,tidak akan ada lagi orang yang sayang kepadanya.
"Halo!Inka jawabannya apa?" Tanya Irad.Inka masih bertanya-tanya diotaknya akan menjawab apa.
Setelah 10 menit berfikir,ternyata Irad masih menunggu jawaban Inka dan belum memutuskan sambungannya.
"Sorry lama" kata Inka.yang membuat Irad antusias menjawab "gapapa".
" Gue jawab ini tapi lo jangan marah ya"kata Inka.
"Iya gue janji" balas Irad.
"Gue mau jadi pacar lo" Kata Inka.Tiba-tiba Huan datang dan mendengar Inka mengucapkan kata itu.
"Gue juga mau jadi pacar lo" kata Huan sambil tertawa renyah membuat Inka menoleh memberikan tatapan tajam.
"Apaan sih lo gak jelas banget jadi anak" kata Inka yang kini sudah beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil segelas air putih.
"Hari ini kita mau kemana ka?" tanya Huan.
"Balik ke Jakarta aja dah,gue udah pesen tiket pesawat soalnya" balas Inka.
"Oke,gue siap-siap dulu" ujar Huan sambil menutup pintu kamar Inka.Unka melihat banyak sekali chat yang ada diponselnya,tetapi ia melihat Irad memberi pesan dan langsung ia buka.
Irad : jadi bener ya kita balikan?
: Inka
Iya
Irad : Aku janji gak bakal sakitin kamu lagi
: Inka
Harus,udah dulu aku mau siap-siap balik ke Jakarta
Irad : Jangan lupa sarapan,hati-hati
: Inka
(Read)
Irad sangat senang Inka telah menerimanya kembali.Farel yang melihat adiknya loncat-loncatan dikasur,lalu masuk kedalam kamar Irad.
"Kenapa dek?" tanya Farel yang berdiri didepan pintu kamar Irad dengan wajah tersenyum.
"Gue balikan bang!" kata Irad.
"Sama Inka?" ekspresi Farel tiba-tiba berubah saat mengatakan nama Inka.
"Iya bang" balas Irad sambil memeluk abangnya.
"Gue tahu mama pasti gak bakaln ijinin lo pacaran sama Inka,tapi gue selalu support lo kok" kata Farel yang membuat Irad menjadi diam dan melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Kok lo ngomongmya gitu sih bang?" tanya Irad kepada abangnya.
"Kemarin niatnya gue mau lamar Ratu di tempat street food di Ambon karena dia bilang ke gue lagi disana,gue bawa mama tapi pas udah ketemu sama Ratu dia malah berduaan sama cowok lain.Mama marah baget sama dia dan nyuruh gue buat putusin Ratu,yaudah karena gue gak mau dimainin lagi gue minta putus aja" jelas Farel.
"Tapi Inka kagak gitu kok bang sifatnya" kata Irad.
"Iya gue tahu kok" balas Farel. Bu Luna mama Irad mendengarkan pembicaraan mereka.
"Putusin Inka sekarang juga!mama gak mau kita berurusan lagi sama keluarga mereka" kata bu Luna.Membuat Irad dan Farel terdiam lalu saling berpandangan.
* * * * * *
Inka dan Huan sudah sampai di bandara Soekarno hatta.Huan akan pulang kerumahnya sedangkan Inka sudaah dijemput oleh teman-temannya.
"Inkaaa" kata Runa,Flesia.Mereka berbarengan dengan Rimba,Arnold dan Rolan.Inka langsung berlari kearah mereka,Huan pun mengikuti Inka dari belakang.
"Runa,Flesia gue kangen banget sama kalian" kata Inka.
"Katanya nanti study tour lo mau nyusul dari Ambon ka" kata Arnold.
"Gue dari sini aja bareng kalian" kata Inka.Mata Rimba tertuju pada Huan yang menggunakan hoodie berwarna putik dengan jeans sobek berwarna hitam.Runa memperhatikan Huan.
"Hmm.Ini siapa ka?" tanya Runa.
"Oh iye gue lupa kenalin,ini namanya Huan temen gue dari kecil dan Huan ini Runa,Flesia,Rolan,Rimba sama Arnold" kata Inka sambil menunjuk teman-temannya.Huan hanya tersenyum sambil menundukan kepala.
"Gue Huan" kata Huan.
"Gue duluan ya ka,bunda udah nanyain terus"lanjut Huan seperti yang tidak mau mengganggu Inka dengan teman-temannya.
" Oh gitu,yaudah lo hati-hati"ujar Inia sambil memeluk Huan dan mendekatkan bibirnya kesebelah telinga Huan.
"Makasih lo udah bantuin gue,lo emang bestfriend gue yang bisa diandelin" bisik Inka lalu ia menjauhkan tubuhnya dari tubuh Huan yang Kurus.
"Lo kalo mau nginep dirumah gue nanti lo telfon bunda aja ya" kata Huan membuat Inka mengangguk.Huan pergi menjauhi Inka,Inka pun melambaikan tangannya pada Huan.Sebenarnya Huan sangat ingin bersama dengan Inka lagi.
* * * * * * *
Diperjalanan yang sangat macet mereka mendengarkan lagu.Mereka bernyanyi bersama didalam mobil,tertawa bersama dan mengobrol sampai akhirnya mereka diam ketika Inka mengetahui bahwa
"Gue balikan sama Irad'.Membuat semua temannya terdiam dan hampir saja Arnold ditabrak motor karena rem mendadak.
" Lo gak bercanda kan?"tanya Runa seperti yang ragu-ragu kepada Inka.
"Serius gue" balas Inka.
"Oke,traktirannya" kata Rimba yang mengarahkan matanya ke orang yang ada di sebrang jalan.
"Woy!itu kan Gishka?" kata Rolan membuat teman-temannya mencari-cari keberadaan Gishka.
"Kaga ada" kata Runa.
"Itu disebrang zheyenk" kata Rolan membuat Rimba dan Arnold memberi sorakan kepadanya.
"Mana sih?" tanya Flesia.
"Itu yang lagi jualan bunga kertas" kata Inka sambil melihat ke arah Gishka,ia merasa kasihan pada Gishka dan menyuruh Arnold mendekati Gishka.Setelah putar balik mereka hampir dekat dengan Gishka,Inka membuka kaca mobil untuk melihat apakah benar itu Gishka.Karena sudah dirasa benar Inka turun dari mobil dan mendekatinya.
"Gishka?" kata Inka sambil memegangi bahu Gishka.Gishka langsung menoleh.
"Inka" kata Gishka.Tadinya ia akan kabur karena malu dengan Inka.Tetapi sudah ditahan oleh Rimba yang sudah turun dari mobil jadi dia tidak bisa menghindari Inka.
"Lo kok jualan bunga?" tanya Inka.
"Gue cari tambahan ka,ibu gue sakit parah" kata Gishka.Niatnya Inka akan meminta uang kepada kakaknya.Ia langsung menelfon kakaknya.
"Halo kak,kak Inka mau minta uang dong buat bantu teman Inka" kata Inka.
__ADS_1
"Gak ada!sekarang gak usah minta-minta uang lagi sama gue" kata kakaknya dengan kasar.Inka wanita kuat ia tidak menangis walaupun kakaknya seperti itu.Ia berniatan akan melanjutkan perusahaan papahnya yang kini sudah dipegang oleh pamannya.
"Lo yang sabar ya secepatnya gue bakalan bantuin lo" kata Inka.Inka membawa Gishka kedalam mobil Arnold,Arnold langsung melaju untuk pergi ke kafe.
* * * * * *
Sesampainya di kafe,Gishka sangat senang karena sudah lama tidak datang ke kafe yang mewah seperti ini.
"Duduk" kata Rimba membuat semua teman-temannya duduk.
"Nyokap lo sakit apaan?" tanya Rolan.
"Nyokap gue kena liver lan.Perutnya buncit terus keras jadi gak bisa pergi kemana-kemana" kata Gishka sambil menangis.Tetapi Gishka langsung berhenti menangis karena melihat seseorang yang mungkin ia kenal.Inka melihat kearah sana ada bapak-bapak yang membawa bunga kertas sama dengan yang Gishka bawa.
"Lo kenapa?" tanya Inka.
"Gue balik duluan ya,bos gue ada disini kalau ketahuan istirahat gue bisa abis dimarahin sama dia" ucap Gishka tebata-bata lalu berlari,Inka yang hendak mengejar langsung ditahan oleh Rimba dan Inka pun duduk lagi.
"Lo ngapain aja ke Ambon" tanya Arnold sambil meminum kopi yang ia pesan.
"Gue datengin kakak gue karena pak Raden kasih lihat kalau kakak gue duain mas Farel" jelas Inka.
"Mas Farel siapa?" tanya Flesia.
"Mas Farel pacar kakak gue dan dia abangnya Irad" balas Inka.
"Gue pikir si nyokapnya Irad gak bakalan setuju kalau gue dikenalin nanti karena kakak gue jalan sama cowok didepan nyokapnya Irad" lanjut Inka.
"Jangan pesimis lo pasti bisa hadepin ini" kata Rimba.
* * * * * *
Hari ini adalah study tour ke Bali dari sekolah Inka dijemput oleh Runa karena mama Irad ingin ikut mengantarkan anaknya ke sekolah jadi Irad tidak bisa menjemput Inka.
* * * * * *
Sesampainya di sekolah Inka melihat banyak anak XII yang membawa banyak tas tetapi pandangannya beralih kepada Irad yang sedang berada di gerbang sekolah hendak ke kelas bersama mamanya.Ketika mamanya sampai dikelas Irad,Irad menghampiri Inka.
"Ma,kenalin ini pacar Irad namanya Inka" kata Irad.
"Kamu?yang kemarin ada di Ambon kan sama cowok yang katanya temen kamu?" kata bu Luna.
"Iya tante" balas Inka,Inka yang hendak salim tetapi tangannya ditepis oleh bu Luna.Inka yang tadinya menundukkan kepala langsung menaikan kepalanya.
"Kakaknya aja suka ngeduain cowok,apalagi Adiknya pasti sama soalnya kan satu keluarg" kata bu Luna sambil memalingkan wajahnya.Merasa terhina Inka pun protes kepada bu Luna.
"Maaf ya bu,bukannya saya tidak sopan tetapi satu keluarga belun tentu sifatnya sama.Asalkan ibu tahu anak ibu yang suka menduakan saya" kata Inka lalu pergi meninggalkan mereka.
"Heuh.Kakak sama Adik sama aja.Mama ga percaya sama apa yang dia omongin" kata bu Luna.
"Mama apaan sih?Gak seharusnya mama kayak gitu sama Inka,emang benar kok yang dikasih tahu Inka,Irad yang selalu duain dia bukan Inka" jelas Irad.
"Ah gak tahu ah..Mama gak mau tahu..pokoknya kamu jangan deket-deket sama dia...Mama mau pulang dulu"kata bu Luna yang langsung pergi begitu saja.Irad bingung harus bagaimana ke Inka,ia takut Inka akan memutuskannya kembali tentang hal ini.Tetapi Inka tidak seperti itu,Inka tidak ingin bersikap seperti anak kecil.Inka hanya mengobrol dikelas bersama Runa dan Flesia yang sedang menunggu pemberitahuan untuk berkumpul diparkiran.Irad melihat Inka masih bisa tertawa dengan teman-temannya,ia pun menghampiri Inka.
" Maaf atas kejadian tadi ya ka"kata Irad membuat Flesia dan Runa bertanya-tanya.
"Santai aja" balas Inka.Irad keluar karena ia termasuk osis dan sudah dipanggil untuk berkumpul diruang guru.
"Kejadian apa ka?" tanya Runa.Sebenarnya ia tidak mau membalas pertanyaan Runa tetapi teman-temannya berhak tahu apa yang terjadi karena sekarang kakaknya Inka sudah tidak menganggapnya adik.
"Gue gak boleh pacaran sama Irad kata nyokapnya" ujar Inka.
"Wah gila nyokapnya pengen gue hajar apa" kata Runa sambil berdiri dari kursi seperti yang berani menghantam ibunya Irad,membuat Inka dan Flesia tertawa renyah.
"Untuk siswa-siswa kelas dua belas diharapkan semuanya berkumpul di parkiran karena busnya sudah datang dan kita hendak pergi ke bandara" suara itu membuat semua siswa kelas XII berlarian untuk menuju parkiran.Inka membawa tasnya yang berisi banyak makanan dan uang jajannya bukan baju.
"Udah biar gue yang bawain" ujar Rimba membantu Inka.Inka pun mengangguk.
__ADS_1
Baca terus yu >>>